
"Baiklah aku akan berusaha untuk itu", ujar Branden kepada Kakek Sera.
"Kali ini kamu harus berhasil dan jangan sampai gagal lagi seperti biasa nya", ujar Kakek Sera.
"Branden aku akan selalu ada untuk mu jadi berjuanglah dengan semampu mu", ujar Sera.
"Baiklah aku akan mencoba untuk merusak rumah tangga Krystal", ujar Branden lagi.
"Bagus", ujar Kakek Sera.
Lalu mereka pun langsung pergi menuju ke ruang makan untuk makan malam bersama disana dan kali ini Branden juga akan menginap di kediaman Sera itu.
***
Hotel Bintang Lima Di Pusat Kota
Saat ini Krystal baru saja telah sampai di sebuah hotel untuk menemani suami nya yang akan menghadiri acara pesta pertunangan teman suami nya itu.
"Silahkan masuk", ujar para penjaga yang ada di pintu masuk hotel itu kepada Krystal saat Krystal memberikan undangan pertunangan itu kepada salah satu penjaga itu.
Hotel itu adalah milik dari teman suami nya itu dan orang itu lah yang akan bertunangan pada malam ini dan karena itu lah hotel itu saat ini hanya di khususkan untuk acara pertunangan teman suami nya itu.
"Kamu telah datang", ujar suami nya kepada Krystal.
Suami Krystal memang telah sampai terlebih dahulu jika di bandingkan dengan Krystal karena Krystal telah menghabiskan banyak waktu nya di salon hari ini sedangkan suami nya tidak seribet Krystal jika ingin pergi ke suatu acara.
Setelah pulang dari kantor nya suami Krystal pun langsung pulang ke rumah nya untuk bersiap-siap pergi ke acara pertunangan ini dan setelah itu suami Krystal pun langsung pergi menuju ke hotel ini dan memutuskan untuk menunggu kehadiran Krystal di hotel ini saja.
"Ayo pergi menemui teman ku", ujar suami Krystal.
"Ok", ujar Krystal menyetujui nya.
"Hai", ujar suami Krystal kepada teman nya itu.
"Hai men", ujar teman suami Krystal itu.
Saat ini mereka sedang berdiri di sebuah meja yang sedang di tempati oleh teman suami Krystal tersebut.
"Perkenalkan ini istri ku Krystal", ujar suami Krystal kepada teman nya itu.
"Hai aku Krystal", ujar nya sambil berjabat tangan dengan teman suami nya itu.
"Aku Max teman baik nya Leo", ujar nya kepada Krystal.
"Baiklah", ujar Krystal.
"Dan ini adalah tunangan ku Suzi", Ujar Max kepada Leo dan Krystal.
"Hai aku Suzi", ujar nya.
Lalu mereka pun saling berjabat tangan satu sama lain nya sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing.
Setelah cukup lama berbincang dengan teman nya itu akhirnya Leo pun berpamitan untuk pergi makan ke meja makan yang telah disediakan oleh pihak yang telah mengadakan acara tersebut.
"Ayo duduk disini saja", ujar Leo kepada Krystal.
"Baiklah", ujar Krystal.
Lalu setelah mereka duduk di meja yang ada di bagian pinggir ruangan itu seorang pelayan pun datang menghampiri mereka dengan membawa menu makanan yang telah disediakan pada acara pertunangan malam ini.
"Aku mau yang ini saja", ujar Krystal kepada pelayan itu sambil menunjuk makanan yang dia inginkan.
"Aku yang ini", ujar Leo kepada pelayan itu sambil menunjuk makanan yang dia inginkan.
"Baiklah sebentar lagi kami akan membawakan nya kesini jadi mohon di tunggu makanan nya", ujar pelayan itu kepada mereka.
"Ok", Ujar Krystal.
Lalu pelayan itu pun segera pergi dari hadapan mereka dan Krystal pun menatap suami nya dengan tatapan bingung nya saat ini.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" Tanya Leo kepada nya.
"Tidak ada apa-apa", jawab Krystal.
"Kalau begitu jangan tatap aku seperti itu lagi", ujar Leo kepada Krystal.
"Astaga seperti nya dia sudah mulai akan memarahi ku lagi", ujar Krystal di dalam hati nya.
Leo dan Krystal telah menikah selama tujuh bulan lama nya dan tentu saja mereka telah di jodohkan oleh orang tua mereka karena Leo adalah seorang putra dari rekan kerja Ayah Diego yang tinggal di Jepang itu.
Walau pun mereka sudah menikah selama tujuh bulan lama nya tetapi sampai pada saat ini Leo belum pernah menyentuh Krystal sama sekali.
Itu terjadi karena Leo mengetahui kalau Krystal pernah menjalin hubungan dengan Branden sebelum nya dan setelah mereka menikah pun Leo tidak pernah memaksa Krystal untuk melayani nafsu nya saat ini.
Selama ini Leo berpikir kalau pernikahan di antara mereka hanya lah pernikahan bisnis apa lagi jarak usia di antara mereka lumayan jauh.
Jadi Leo berpikir kalau Krystal masih terlalu kecil untuk bisa memiliki seorang keturunan dari nya.
Sebenarnya Leo tidak pernah mempermasalahkan masa lalu Krystal namun ia hanya ingin memberikan waktu untuk Krystal agar bisa menerima nya sebagai seorang suami.
Leo juga tau kalau Krystal telah mulai menyukai nya tapi Leo masih tetap memberikan Krystal waktu utuk mengubah gaya hidup nya yang jauh dari kata istri yang baik menurut nya itu.
"Silahkan di makan tuan dan nyonya", ujar seorang pelayan setelah meletakkan beberapa makanan di atas meja Leo dan Krystal.
"Ok terima kasih", ujar Krystal kepada pelayan itu.
Lalu Leo dan Krystal pun langsung memakan makanan mereka dengan santai nya dan pada saat itu Krystal tetap curi-curi pandang kepada Leo karena Krystal merasa kalau Leo adalah seorang pria yang sangat aneh menurut nya.
"Percuma aku selalu berdandan yang cantik setiap pergi ke suatu acara dengan nya tapi ujung-ujung nya aku juga dicuekin oleh nya", ujar Krystal di dalam hati nya.
Krystal memang sengaja membuat persyaratan kepada Leo jika Leo ingin mengajak nya untuk pergi ke suatu tempat yang resmi atau pun ke suatu acara yang mengharuskan diri nya untuk ikut dengan Leo.
Persyaratan itu adalah Leo harus menyiapkan ruangan khusus untuk nya di salon yang sangat terkenal di kota itu agar ia lebih leluasa untuk berdandan di salon itu setiap diri nya akan pergi ke suatu acara dengan Leo.
Tujuan Krystal yang sebenarnya untuk melakukan itu adalah agar Leo sadar kalau ternyata diri nya adalah seorang wanita yang sangat cantik.
Tapi setelah berbulan-bulan lama nya Leo masih tetap tidak pernah berusaha untuk mendekatkan diri kepada nya.
Karena itu lah Krystal merasa frustasi dan selalu tidak bisa tidur setiap malam nya karena Krystal selalu memikirkan Leo yang ada di samping nya.
Leo masih bisa tidur dengan tenang nya padahal ada Krystal di samping nya dan itu pun telah berlangsung selama tujuh bulan lama nya.
Jadi Krystal hanya berpura-pura tidur pada setiap malam nya dan diri nya selalu membelakangi Leo setiap ingin tidur di dalam kamar mereka itu.
Karena itu lah Krystal selalu terlambat bangun dari tidur nya dan Leo juga tidak pernah memarahi Krystal soal itu.
__ADS_1
Apa lagi sikap Leo yang terlihat cuek terhadap nya itu tentu saja membuat Krystal bertekad untuk membuat Leo jatuh ke dalam pelukan nya dan salah satu cara nya itu adalah menunjukkan kalau diri nya adalah seorang wanita yang sangat cantik.
"Ternyata usaha ku selalu gagal", ujar Krystal di dalam hati nya sambil melihat Leo dengan tatapan kesal nya.
Namun Krystal sudah terbiasa menerima perlakuan Leo yang seperti itu kepada nya dan Krystal juga hanya bisa pasrah pada saat ini sambil berharap keajaiban itu datang kepada nya.
Lalu Krystal pun melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja mereka.
***
Desa Terpencil
Pagi ini Hanna sedang duduk di teras kontrakan nya sambil menjemur bayi nya agar tubuh bayi nya itu tidak menguning karena dokter juga telah menyarankan kepada nya agar selalu menjemur bayi nya itu pada setiap pagi hari.
"Bayi ku apa kamu menyukai desa ini?" Tanya Hanna sambil menatap mata bayi nya itu.
"Mami harap kamu menyukai nya karena kita akan tinggal disini untuk selama nya agar kamu tidak berpisah dengan mami", ujar Hanna lagi.
Lalu Ibu Jiu pun datang menghampiri Hanna karena kontrakan Hanna sangat berdekatan dengan rumah nya apa lagi kontrakan yang Hanna tempati pada saat ini adalah kontrakan milik Ibu Jiu.
"Ada apa Bibi?" Tanya Hanna kepada Ibu Jiu.
"Ini ada sedikit makanan untuk mu", ujar Ibu Jiu kepada nya.
"Terima kasih Bibi dan Bibi tidak perlu repot seperti ini karena aku bisa memasak untuk makan siang ku hari ini apa lagi pada pagi hari aku bisa memakan roti yang selalu aku stok di rumah ku agar aku bisa makan pada setiap pagi hari nya", ujar Hanna.
"Aku tidak repot karena mu karena aku senang melakukan nya untuk mu apa lagi saat ini kamu butuh asupan yang banyak agar ASI mu cukup untuk bayi mu itu", ujar Ibu Jiu.
"Lucu sekali bayi ini apa kamu sudah memberi nya nama?" Tanya Ibu Jiu.
"Sudah", ujar Hanna.
"Nama bayi ku adalah David", ujar Hanna lagi.
"Nama yang bagus untuk bayi yang tampan ini", ujar Ibu Jiu sambil tersenyum kepada bayi Hanna.
"Kalau begitu aku pergi dulu karena sebentar lagi aku akan pergi memanen jagung", ujar Ibu Jiu lagi.
"Ok Bibi", ujar Hanna.
Lalu Ibu Jiu pun segera kembali ke rumah nya sedangkan Hanna dan bayi nya langsung masuk ke dalam rumah karena setelah berjemur ini Hanna akan memandikan bayi nya.
Setelah Hanna selesai memandikan bayi nya Hanna pun memberikan ASI kepada bayi nya itu sampai bayi nya itu tertidur dengan lelap nya.
Baru setelah itu Hanna sarapan pagi di ruang tamu rumah nya itu sambil menonton berita yang ada di TV saat ini.
"Ternyata ada perusahaan baru di kota saat ini", ujar Hanna ketika melihat berita yang ada di TV rumah nya itu.
"Belum sampai setahun perusahaan itu sudah sesukses ini", ujar Hanna lagi.
"Hidup orang lain memang terlihat lebih indah jika dibandingkan dengan hidup diri sendiri", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna pun segera memakan makanan nya lagi dan setelah itu Hanna melihat TV nya kembali.
"Apa! Krystal", ujar Hanna.
"Jadi istri dari pengusaha muda itu adalah Krystal", ujar Hanna lagi dengan ekspresi kaget nya.
"Apa aku tidak salah lihat saat ini?" Tanya Hanna.
"Benar aku tidak salah lihat", ujar Hanna lagi.
"Kenapa Krystal bisa menikah dengan pengusaha muda itu?" Tanya Hanna.
"Lalu bagaimana dengan Branden saat ini?" Tanya Hanna lagi.
"Ternyata sudah banyak yang telah aku lewatkan saat ini", ujar Hanna.
"Tapi baguslah jika Krystal tidak jadi menikah dengan Branden", ujar Hanna lagi.
"Aku harap pria itu lebih baik dari pada Branden", ujar Hanna lagi.
"Bayi ku Bibi mu sangat cantik tampil di layar TV itu", ujar Hanna kepada bayi nya.
Padahal bayi nya sedang tertidur di atas sofa ruang tamu yang ada di belakang nya.
"Setelah kamu cukup besar maka mami akan mengajak mu untuk pergi menemani mami bekerja agar kita bisa bertahan di desa ini", ujar Hanna sambil menatap bayi nya yang masih tidur dengan nyenyak nya saat ini.
"Saat ini mami hanya mengandalkan uang tabungan mami dan jika mami selalu mengandalkan uang tabungan itu maka ke depan nya kita tidak akan mempunyai uang lagi jadi karena itu lah mami akan bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan mu ke depan nya", ujar Hanna lagi.
"Jadi maafkan mami mu ini bayi ku karena telah membuat mu berada di dalam kesulitan saat ini", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna pun mengecup kening bayi nya itu dengan perasaan sedih nya dan setelah itu Hanna pun menyelimuti bayi nya dengan selimut yang ada di atas sofa ruang tamu nya itu.
***
Kantor Diego
Siang ini Ara datang lagi ke kantor Diego untuk mengajak Diego makan siang bersama.
"Aku sedang sibuk saat ini jadi aku belum bisa pergi dengan mu sekarang", ujar Diego.
"Kalau begitu aku akan menunggu mu sampai kamu telah siap untuk pergi makan siang dengan ku", ujar Ara.
"Seperti nya Ara akan menunggu ku terus kalau aku tidak pergi dengan nya saat ini", ujar Diego di dalam hati nya.
"Baiklah aku akan pergi dengan mu sekarang", ujar Diego kepada Ara.
"Ok ayo kita pergi sekarang", ajak Ara.
Lalu Diego dan Ara pun segera pergi meninggalkan ruangan kerja Diego dan setelah itu mereka pun langsung pergi menuju ke restoran langganan Ara.
***
Restoran Langganan Ara
"Aku pesan yang ini saja", ujar Ara kepada pelayan yang sedang berdiri di depan nya.
"Aku yang ini saja", ujar Diego sambil menunjuk menu yang ada di depan nya itu.
"Baiklah kami akan segera membawakan nya kesini", ujar pelayan itu.
Lalu pelayan itu pun segera pergi dari hadapan mereka dan setelah itu Ara pun menatap Diego dengan perasaan khawatir nya.
"Diego", panggil Ara.
__ADS_1
"Iya ada apa?" Tanya Diego.
"Jadi apa jawaban mu mengenai pertanyaan ku pada mu waktu itu", ujar Ara.
Lalu Diego pun menghela nafas nya setelah mendengar perkataan Ara yang seperti itu kepada nya.
"Aku berharap kamu menjawab nya sesuai dengan keinginan ku", ujar Ara dengan perasaan khawatir nya.
"Kenapa kamu terlihat sangat menginginkan ku?" Tanya Diego.
"Karena aku mencintai mu", ujar Ara.
"Apa kamu tau apa arti kata cinta?" Tanya Diego lagi.
"Memang nya apa?" Tanya Ara.
"Jawab dulu pertanyaan ku kepada mu itu", ujar Diego.
"Tidak ada arti nya karena cinta itu telah datang dengan tiba-tiba kepada ku", ujar Ara.
"Kalau kamu mau menerima ku maka aku akan berjanji kepada mu kalau aku tidak akan berkhianat kepada mu karena aku tidak jahat seperti istri mu itu", ujar Ara lagi.
Lalu Diego pun terdiam sejenak dan menatap Ara dengan ekspresi datar nya.
"Nanti malam aku akan mengabari mu dan aku akan memberi tau mu mengenai jawaban ku itu setelah aku selesai makan malam dengan keluarga ku", ujar Diego.
"Ok aku akan menunggu jawaban mu pada malam ini", ujar Ara.
Lalu seorang pelayan pun datang menghampiri mereka dengan membawa makanan yang telah mereka pesan.
"Selamat menikmati", ujar pelayan itu.
Lalu Ara pun menganggukkan kepala nya kepada pelayan itu sedangkan Diego hanya terdiam sambil melihat kepergian pelayan itu dari hadapan nya saat ini.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Diego telah pulang dari kantor nya dan Diego pun telah memutuskan untuk menginap di rumah besar keluarga nya itu.
"Kamu sudah memberi tau adik mu?" Tanya Ayah nya.
"Belum karena aku lupa untuk memberi tau nya", ujar Diego.
"Kalau begitu beri tau adik mu sekarang juga agar dia dan suami nya segera datang ke rumah ini", ujar Ayah nya lagi.
"Ok Ayah", ujar Diego.
Lalu Diego pun langsung menelpon Krystal dan segera menyuruh nya untuk datang ke rumah besar karena saat ini akan ada pengumuman penting dari Ayah nya.
"Aku sudah memberi tau nya dan sebentar lagi dia akan datang bersama dengan suami nya", ujar Diego kepada Ayah nya.
"Ok", ujar Ayah nya.
"Ayah aku mau ke kamar dulu untuk mandi dan setelah itu aku akan turun ke bawah untuk makan malam bersama", ujar Diego lagi kepada Ayah nya.
"Baiklah", ujar Ayah nya.
Lalu Diego pun langsung pergi menuju ke dalam kamar nya sedangkan Ayah nya tetap duduk di ruang keluarga rumah nya sambil menonton berita yang ada di TV.
Setelah waktu menunjukkan pukul tujuh malam akhirnya Diego, Ayah nya, Krystal dan Leo pun telah berada di ruang makan rumah besar itu saat ini.
"Saat ini aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepada Ayah", ujar Diego.
"Apa itu?" Tanya Ayah nya.
"Bagaimana pandangan Ayah mengenai Ara?" Tanya Diego.
"Apa!" Ujar Krystal.
"Kenapa kakak malah membawa nama wanita itu", ujar Krystal lagi.
"Krystal tenang lah kakak mu hanya ingin bertanya kepada Ayah mu", ujar Leo.
"Dia adalah seorang wanita yang pintar dalam menuntut ilmu", ujar Ayah nya.
"Lalu", ujar Diego.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu kepada Ayah?" Tanya Ayah nya.
"Aku hanya ingin bertanya saja", ujar Diego.
"Tumben kamu bertanya tentang seorang wanita kepada Ayah", ujar Ayah nya.
"Katakan saja apa yang sedang terjadi kepada mu saat ini", ujar Ayah nya lagi.
"Jangan katakan kalau kakak telah menyukai nya saat ini", ujar Krystal.
"Tentu saja aku tidak menyukai nya", ujar Diego.
"Lalu apa maksud kakak bertanya seperti itu kepada Ayah", ujar Krystal.
"Aku hanya berpikir kalau Ara tidak lah seburuk Hanna jadi aku ingin mempertimbangkan nya saat ini walau pun aku tidak menyukai nya tapi aku melihat kalau dia selalu optimis dalam memperjuangkan ku dan dia tidak lah seperti Hanna yang telah menyia-nyiakan ku seperti ini", ujar Diego.
"Apa!" Teriak Krystal dan Ayah nya secara bersamaan.
"Ayah tidak akan membiarkan mu untuk menikahi gadis itu karena saat ini kamu masih berstatus sebagai suami nya Hanna", ujar Ayah nya.
"Aku juga tidak akan setuju dengan perkataan kakak itu", ujar Krystal kepada Diego.
"Hal yang ingin Ayah sampaikan kepada kalian saat ini adalah kalian belum bisa menerima saham dari perusahaan kalau kalian belum memiliki keturunan terutama Diego", ujar Ayah nya.
"Apa!" Ujar Krystal.
"Dulu Diego telah berjanji dan juga telah menanda tangani surat perjanjian dengan Ayah mengenai itu dan di dalam surat itu Diego tidak akan mendapatkan saham dan warisan dari Ayah kalau Diego belum juga memiliki seorang keturunan dari Hanna", ujar Ayah nya mengingatkan Diego lagi.
"OMG", ujar Krystal.
Lalu Krystal dan Leo pun segera melihat ke arah Diego sedangkan Diego hanya diam saja setelah mendengarkan perkataan Ayah nya itu.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...