
Diego dan Rey kaget karena mereka merasa tidak tau dengan orang itu dan mereka juga merasa tidak pernah bertemu dengan pria itu apa lagi berbicara dengan nya.
Jadi sudah jelas kalau orang itu tidak memiliki motif dengan Diego dan Rey apa lagi mengenai masalah pekerjaan dan bisnis Diego.
Sedangkan Clara dan Hanna sangat kaget melihat wajah pria itu karena mereka sangat mengenal orang itu dan pria itu adalah orang yang selama ini sering membuntuti Clara karena orang itu sangat menginginkan Clara untuk menjadi pasangan hidup nya.
"Astaga", ujar Clara.
"Aku tidak menyangka kalau dia sampai seberani itu kepada mu", ujar Hanna kepada Clara.
"Jadi kalian mengenal nya?" Tanya Rey.
"Tentu saja", ujar Clara dan Hanna secara bersamaan.
"Siapa pria itu?" Tanya Diego.
"Dia adalah Alex", ujar Hanna.
"Kenapa dia berniat untuk mencelakakan Clara?" Tanya Rey lagi.
Kemudian Clara dan Hanna pun segera menjelaskan semua nya mengenai Alex kepada Rey dan juga Diego.
"Apa! Jadi dia yang telah menakut-nakuti mu waktu itu?" Tanya Rey kepada Clara.
"Iya karena itu lah aku tinggal di rumah Diego untuk sementara waktu dan itu pun karena Hanna yang telah mengajak ku untuk datang ke rumah Diego", ujar Clara.
"Iya itu benar", ujar Hanna.
"Aku akan memberikan nya pelajaran dan aku tidak akan melepaskan nya kali ini", ujar Rey.
"Aku setuju dengan mu karena dia sangat keterlaluan di mata ku apa lagi menyangkut anak mu", ujar Diego.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke kantor dan setelah itu aku akan menyelidiki pria itu", ujar Rey kepada Diego.
"Ok", ujar Diego.
Kemudian Diego dan Rey segera pergi ke kantor Ayah Diego untuk bekerja sedangkan Hanna dan Clara pergi ke pekarangan yang ada di belakang rumah untuk bersantai disana.
***
Kediaman Sera
"Jadi kapan hari pernikahan mu?" Tanya Sera kepada Branden.
"Awal bulan depan", ujar Branden.
"Kalau begitu sebentar lagi", ujar Sera.
"Setelah kamu menikah dengan Krystal aku harap kamu cepat memiliki seorang keturunan dari nya agar posisi mu di rumah itu cukup kuat untuk di singkirkan oleh Diego", ujar Sera lagi.
"Aku harap juga seperti itu", ujar Branden.
Kemudian mereka pun makan siang bersama di kediaman Sera tanpa ada nya kehadiran Kakek Sera.
***
Kantor Ayah Diego
Saat ini Krystal sedang berada di dalam ruangan kerja Ayah nya dan Krystal sedang menunggu Ayah nya selesai rapat.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Diego pun masuk ke dalam ruangan kerja Ayah nya dan melihat Diego yang ada di dalam ruangan Ayah nya langsung saja membuat Krystal panik dan takut di marahi oleh kakak nya itu.
"Krystal", ujar Diego.
"Tadi malam aku tidak melihat mu ada di rumah", ujar Diego lagi.
"Kemana saja kamu?" Tanya Diego.
"Aku pulang ke rumah besar", ujar Krystal.
"Seharusnya kamu izin dulu kepada ku sebelum keluar dari rumah ku", ujar Diego.
"Jadi tolong di ingat kata-kata ku kemaren kepada mu dan jangan lupakan itu", ujar Diego.
"Iya aku mengerti", ujar Krystal.
Kemudian Diego pun segera berjalan menuju ke meja kerja Ayah nya dan setelah itu Diego pun meletakkan beberapa dokumen di atas meja kerja Ayah nya itu.
"Kalau Ayah sudah selesai rapat dan telah masuk ke dalam ruangan ini tolong katakan kepada Ayah kalau aku telah membawakan semua dokumen yang Ayah minta", ujar Diego.
"Ok", ujar Krystal.
Kemudian Diego pun segera pergi meninggalkan ruangan kerja Ayah nya itu dan setalah itu Diego pun segera kembali ke dalam ruangan kerja nya.
Setalah masuk ke dalam ruangan kerja nya Diego pun langsung menelpon Alexander untuk membicarakan mengenai bisnis mereka yang sempat tertunda itu.
"Halo Diego", ujar Alexander.
"Bagaimana dengan hari Jumat besok?" Tanya Diego.
"Baiklah kalau begitu aku akan mempersiapkan semua nya untuk rencana pada hari Jumat", ujar Alexander.
__ADS_1
"Ok dan jangan lupa sediakan semua nya tanpa terkecuali karena aku akan langsung membawa semua barang itu dalam satu kali transaksi", ujar Diego.
"Ok aku mengerti", ujar Alexander.
"Mengenai pembayaran nya kamu tenang saja karena aku akan membayar tepat waktu sesuai dengan perjanjian kita waktu itu", ujar Diego.
"Ok", ujar Alexander.
Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Diego pun langsung kembali menyelesaikan pekerjaan nya yang telah menumpuk di atas meja kerja nya.
***
Kediaman Ara
"Bagaimana dengan urusan mu?" Tanya Ara kepada seseorang yang sedang makan bersama dengan nya di ruang makan rumah nya.
"Kacau", ujar orang itu.
"Nanti saja kamu urus kembali urusan mu itu dan aku harap kamu bisa melakukan permintaan ku yang telah aku tunggu-tunggu itu untuk kamu kerjakan", ujar Ara.
"Baiklah tapi kamu harus membayar ku terlebih dahulu di awal", ujar pria itu.
"Ok! Katakan berapa yang kamu inginkan?" Tanya Ara.
"Berikan pada ku lima juta won", ujar pria itu.
"Ok aku akan mengirim uang itu ke dalam rekening mu tapi kamu harus menyingkirkan wanita itu dari samping Diego untuk selama nya", ujar Ara.
"Maksud mu wanita itu harus aku bunuh begitu?" Tanya pria itu.
"Terserah kamu jika kamu ingin membunuh nya", ujar Ara.
"Aku tidak bisa melakukan pembunuhan pada saat sekarang ini karena urusan ku belum selesai aku lakukan", ujar pria itu.
"Kalau begitu kamu jebak saja wanita itu", ujar Ara.
"Buat wanita itu pergi ke sebuah hotel yang akan aku pesan nanti nya dan setelah itu kamu bisa menjebak nya di dalam kamar hotel itu", ujar Ara lagi.
"Ok aku akan melakukan itu secepatnya", ujar pria itu.
Kemudian Ara pun langsung tersenyum bahagia setelah mendengar perkataan pria itu kepada nya.
***
Kediaman Diego
"Hanna potret aku disini", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Hanna.
"Cantik sekali", ujar Clara ketika melihat hasil jepretan Hanna.
"Ini adalah foto kita berdua dan aku akan mencetak foto ini nanti nya", ujar Clara.
"Kalau begitu jangan lupa berikan pada ku juga hasil cetakan itu", ujar Hanna.
"Ok", ujar Clara.
Tak lama kemudian datang lah Diego dan Rey ke pekarangan belakang rumah itu.
"Kalian sudah pulang", ujar Hanna.
"Cepat sekali", ujar Clara.
"Aku hanya mengikuti Diego kemana pun dia pergi", ujar Rey.
"Siang ini anggota kita telah mengabari kalau pria yang ingin menabrak mu itu sudah lama membuntuti mu dan dia selalu mengawasi mu kemana pun kamu pergi", ujar Rey lagi.
"Apa!" Ujar Clara.
"Aku sudah bisa menebak itu", ujar Hanna.
"Lalu bagaimana dengan Alex saat ini?" Tanya Clara.
"Aku belum menemukan nya karena aku belum sempat untuk mencari nya saat ini tapi aku sudah memerintahkan rekan ku untuk mencari nya", ujar Rey.
"Baiklah kalau begitu", ujar Clara.
"Kamu bisa pulang lebih cepat sekarang karena aku tidak akan kembali lagi ke kantor hari ini", ujar Diego kepada Rey.
"Baiklah", ujar Rey.
"Kalau begitu ayo kita pulang", ujar Rey kepada Clara.
"Ok", ujar Clara.
Kemudian Rey dan Clara pun segera pulang ke rumah nya sedangkan Hanna dan Diego segera masuk ke dalam rumah mereka untuk makan siang bersama.
"Hanna malam ini aku akan pergi keluar sebentar", ujar Diego.
"Pergi kemana?" Tanya Hanna.
__ADS_1
"Ada urusan yang harus aku selesaikan dengan anggota ku di markas malam ini", ujar Diego.
"Ok aku mengerti", ujar Hanna.
Kemudian mereka pun kembali melanjutkan makan siang mereka dan setelah itu Diego pun segera beristirahat di dalam kamar nya.
Diego akan pergi tidur pada siang ini di dalam kamar nya agar malam nanti dia tidak mengantuk saat melakukan misi nya dengan para anggota nya.
***
Rumah Clara
"Clara malam ini aku akan pergi ke markas dan aku akan meninggalkan mu di rumah sendirian", ujar Rey.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian di dalam rumah ini karena aku sangat mengkhawatirkan mu dan bayi kita", ujar Rey lagi.
"Jadi apa kamu ingin pergi ke kediaman Diego untuk menginap malam ini", ujar Rey lagi.
"Apa kamu akan pulang larut malam?" Tanya Clara.
"Seperti nya begitu", ujar Rey.
"Ok aku akan pergi saja ke kediaman Diego dan Hanna", ujar Clara.
"Kalau begitu ayo segera bersiap-siap untuk pergi kesana", ujar Rey.
"Ok", ujar Clara.
Kemudian mereka pun segera bersiap-siap untuk pergi ke kediaman nya Diego.
***
Kediaman Diego
Malam ini Diego dan Rey telah pergi menuju ke markas Octopus sedangkan Hanna dan Clara sedang menonton TV bersama di ruang keluarga rumah itu.
Tak lama kemudian Hanna pun mendapatkan surat dari seorang pelayan yang ada di dalam kediaman mereka.
"Surat dari siapa ini?" Tanya Hanna kepada pelayan itu.
"Tadi ada seorang kurir yang memberikan surat itu kepada ku", ujar pelayan itu.
"Baiklah", ujar Hanna.
Kemudian pelayan itu pun segera pergi meninggalkan Hanna dan Clara sedangkan Hanna segera membuka dan membaca surat itu.
"Hanna cepat datang ke hotel yang ada di dekat rumah mu itu karena Ibu dan Ayah saat ini sedang berada di kota dan saat ini pun kami ingin memberikan kejutan kepada mu", tulis Ibu nya di dalam surat itu.
"Apa! Orang tua ku sedang ada di kota saat ini", ujar Hanna.
"Benarkah", ujar Clara.
"Iya dan seperti nya aku akan meninggalkan mu sebentar di rumah ini karena aku akan pergi keluar sebentar untuk menemui orang tua ku", ujar Hanna.
"Kenapa orang tua mu tidak datang saja ke rumah ini lalu menginap di rumah ini", ujar Clara.
"Aku juga tidak tau mungkin mereka ingin memberikan ku kejutan", ujar Hanna.
"Oh kalau begitu cepatlah pergi dan temui mereka", ujar Clara.
"Ok", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun segera pergi meninggalkan Clara dan setelah itu Hanna pun langsung pergi menuju ke hotel yang ada di dekat rumah nya itu.
***
Hotel
Saat ini Hanna baru turun dari taksi yang telah di tumpangi nya dan setelah itu Hanna pun berjalan masuk ke dalam hotel itu.
"Permisi apa ada yang memesan kamar atas nama Pak Adam?" Tanya Hanna kepada resepsionis yang ada di lobby hotel itu.
"Tunggu sebentar ya saya akan mengecek nya dulu", ujar resepsionis itu.
Kemudian resepsionis itu pun langsung mengecek daftar orang yang menginap di hotel itu.
"Oh iya Pak Adam berada di kamar hotel nomor 199", ujar resepsionis itu.
"Ok terima kasih", ujar Hanna kepada resepsionis itu.
Lalu Hanna pun segera menuju ke dalam kamar hotel nomor 199 itu dan setelah Hanna sampai di depan pintu kamar hotel itu Hanna pun langsung mengetuk pintu kamar hotel itu.
Namun pada saat yang bersamaan Hanna pun telah di bius oleh seseorang dengan menggunakan handuk kecil dari belakang nya.
Kemudian Hanna pun segera di bawa oleh orang itu menuju ke suatu tempat yang telah di persiapkan oleh orang yang membius nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...