Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Bahaya


__ADS_3

Saat ini Diego sedang duduk di ruang tamu rumah Yae Won dan disana juga ada orang tua Yae Won.


Yae Won telah menceritakan semua kejadian itu kepada orang tua nya dan juga telah menceritakan mengenai Diego.


"Ini", ucap Diego sambil meletakkan sepotong kertas di atas meja.


"Apa ini?" Tanya Yae Won.


Lalu Yae Won segera mengambil kertas yang ada di atas meja dan membaca nya.


"Alamat siapa ini?" Tanya Yae Won lagi


"Itu adalah alamat pelayan Lee", jawab Diego.


"Lalu untuk apa kamu memberikan nya kepada ku?" Tanya Yae Won.


"Bukankah kamu ingin membalas semua perbuatan nya kepada mu", ucap Diego.


"Iya tapi aku tidak berkata pada mu kalau aku akan pergi melabrak nya bersama dengan orang tua ku, itu terlalu berbahaya bagi kami", ucap Yae Won.


"Nak Diego, apa sebenarnya yang kamu rencanakan?" Tanya Ibu Yae Won.


"Iya kami akan membantu kalau kami bisa apalagi ini menyangkut Yae Won, tapi kalau itu membahayakan kami lebih baik kami diam saja", ucap Ayah Yae Won.


"Aku tidak akan membahayakan kalian semua, aku bisa menjamin nya, kalau kalian merasa tidak aman kalian bisa datang ke alamat ini", ucap Diego sambil memberikan sepotong kertas kepada Yae Won.


"Itu adalah markas ku, jika kalian telah masuk ke sana kalian akan aman dan tidak ada yang bisa masuk ke sana kecuali anggota ku dan orang-orang yang berkepentingan dengan ku", jelas Diego.


Lalu Ayah Yae Won menganggukkan kepala kepada anak nya dan begitu pun pada istri nya.


"Baiklah", ucap Yae Won.


"Aku akan menitipkan keselamatan anak ku pada mu, tolong jaga dia, dia memang bersikeras untuk memberi pelajaran kepada pelayan itu", ucap Ayah Yae Won kepada Diego.


"Baiklah, nanti setelah liburan ku selesai aku akan menunggu mu di markas ku", ucap Diego.


"Sebelum itu kamu pergi dulu ke alamat yang telah ku berikan pada mu itu dan temui dia, nanti akan aku kirimkan lewat pesan apa saja yang perlu kamu lakukan di sana", ujar Diego pada Yae Won.


"Baik aku akan menjadi mata-mata mu mulai dari sekarang", kata Yae Won.


Kemudian Diego segera pergi dari rumah Yae Won dan pulang ke rumah mertua nya.


Setelah kepergian Diego dari rumah nya, Yae Won mempersiapkan segala keperluan nya untuk kabur apabila suatu saat kejadian tak terduga terjadi pada nya dan begitu pun dengan orang tua nya.


***


Rumah Orang Tua Clara


"Aku akan pergi dulu, nanti kalau sudah selesai kabari saja aku, aku akan datang untuk menjemput mu", ucap Rey kepada Hanna.


"Apa kamu tidak ingin mampir dulu ke rumah Clara", ucap Hanna.


"Aku yakin Ibu nya sudah menyiapkan makanan yang enak di dalam sana dan berharap kita akan makan di sini", ucap Hanna lagi.


"Baiklah", ucap Rey sambil melirik ke arah Clara.


Namun Clara hanya diam dan berusaha untuk melihat ke arah yang lain.


"Clara", teriak Ibu nya dari dalam rumah.


"Iya Ma...", jawab Clara.


"Ayo masuk jangan berdiri terlalu lama di luar dan suruh teman mu untuk masuk ke dalam rumah", ucap Ibu nya.


"Iya Ma...", jawab Clara.


"Ayo masuk", ucap Clara kepada Hanna dan Rey.


Kemudian mereka duduk di ruang tamu dan di atas meja telah ada kue dan beberapa minuman kaleng.


Kemudian Rey memperhatikan rumah Clara dari ruang tamu dan melihat ada foto masa kecil Clara yang tergantung di tembok.


"Ma...", panggil Hanna kepada Ibu Clara.


"Iya ada apa Hanna?" Tanya Ibu Clara.


"Aku mencium bau makanan yang lezat", ucap Hanna.


"Apa Ibu membuat masakan itu lagi?" Tanya Hanna.


"Setiap aku datang ke sini makanan itu selalu ada di atas meja", ucap Hanna lagi.


"Penciuman mu sangat tajam sekali", ucap Ibu Clara sambil tertawa.


"Ayo kita makan, apa kalian sudah makan?" Tanya Ibu Clara.


"Kalau belum kalian bisa makan sepuasnya disini", ucap Ibu Clara lagi.


"Sebelum kesini aku sudah makan tapi ketika mencium aroma ini aku jadi teringat sewaktu aku sering pergi main kesini dan aku juga ingin memakan nya lagi", ucap Hanna.


Kemudian mereka telah berpindah ke ruang makan.


"Makanlah yang banyak", ucap Ibu Clara sambil menaruh lauk di atas mangkok Rey.

__ADS_1


"Ok, Bibi", jawab Rey.


"Aku baru pertama kali melihat mu dan ku rasa kamu adalah orang yang baik", ucap Ibu Clara.


Rey hanya tersenyum mendengar omongan Ibu Clara dan hanya makan dengan baik.


"Mana suami mu?" Tanya Ibu Clara pada Hanna.


"Apa dia tidak ikut ke sini?" Tanya Ibu Clara lagi.


"Dia lagi mengurus sesuatu jadi belum bisa ikut ke sini", jawab Hanna.


"Kalau direktur memang begitu terlihat sibuk dimana pun berada", ucap Ibu Clara.


"Kuharap Clara bisa menemukan laki-laki yang sesuai dengan keinginan nya dan aku senang melihat mu bahagia seperti ini", ucap Ibu Clara kepada Hanna.


Sedangkan Clara hanya terdiam mendengar curhatan Ibu nya dan Rey hanya berusaha tenang setelah mendengar perkataan Ibu Clara.


"Aku merasa bersalah kepada Ibu nya", ucap Rey di dalam hati nya.


"Apa yang harus aku lakukan?" Batin Rey lagi.


"Ibu maafkan aku", ucap Clara di dalam hati nya.


Lalu tiba-tiba Ayah Clara datang dan membawa beberapa cemilan.


"Wah, Paman dari mana saja?" Tanya Hanna.


"Aku dari toserba yang ada di dekat sini, kalian makanlah yang banyak", ucap Ayah Clara kepada mereka.


"Baiklah", ucap Hanna.


Kemudian setelah makan Hanna dan Rey segera berpamitan kepada orang tua Clara dan berkata akan menjemput Clara lagi ketika akan berangkat ke kota.


Lalu Clara mengantar kepergian Hanna dan Rey ke dalam mobil yang terparkir di pekarangan rumah nya.


Ketika akan meninggalkan rumah Clara, Rey melirik Clara sekilas dan segera melajukan mobil yang dibawa nya.


***


"Bagaimana perasaan mu yang sesungguhnya kepada Clara?" Tanya Hanna kepada Rey di dalam mobil.


"Aku masih berfikir untuk itu", ucap Rey.


"Ada apa dengan kalian, aku merasa ada yang aneh dengan kalian berdua, tidak biasa nya Clara bersikap seperti ini", imbuh Hanna.


"Aku hanya merasa bersalah pada nya", ucap Rey.


"Jadi kamu merasa bersalah hanya karena Clara terlihat sangat menyukai mu sedangkan kamu tidak melihat nya sebagai seorang wanita begitu", ujar Hanna


"Baiklah", ucap Hanna.


***


Setelah pulang dari rumah Clara saat ini Hanna tengah sibuk membantu Ibu nya di dapur.


Sedangkan Diego dan Rey sedang duduk di pekarangan rumah sementara Ayah Hanna sedang berada di kampus.


"Ibu apa sebanyak ini yang harus aku masukkan?" Tanya Hanna.


"Kurangi sedikit lagi", ucap Ibu nya.


"Bibi Im tolong ambilkan wine yang ada di gudang", teriak Ibu Hanna.


"Jangan lupa lihat nomor seri nya, ambil yang telah aku catat di memo ini", ucap Ibu Hanna lagi.


"Baiklah Nyonya", ucap bibi Im.


Lalu bibi Im segera pergi menuju ke gudang belakang.


"Jadi bagaimana, apa dia mau mengikuti rencana mu?" Tanya Rey kepada Diego.


"Iya dia bersedia dan dia akan pergi ke rumah pelayan itu", jawab Diego.


"Apa tidak terlalu berbahaya bagi diri nya pergi seorang diri ke sana?" Tanya Rey lagi.


"Suruh orang untuk mengikuti nya dan kalau ada sesuatu yang menimpanya kita bisa langsung menolong nya", ucap Diego.


"Baiklah aku akan mengurus semua itu", ucap Rey.


Lalu datang bibi Im membawa sebotol wine dan melewati Diego dan Rey yang sedang duduk di pekarangan rumah.


"Besok kita akan pulang ke kota dan akan pergi ke tempat penyimpanan setelah nya", ucap Diego.


"Ok", jawab Rey.


Saat ini cuaca sangat mendukung dan terlihat menyejukkan. Kemudian Nenek datang dan ikut duduk dengan mereka.


"Nenek", ucap Diego.


"Apa kamu akan pergi besok pagi?" Tanya Nenek.


"Iya, apa Hanna telah menceritakan sesuatu kepada Nenek", ujar Diego.

__ADS_1


"Dia hanya memberi tau ku kalau besok kalian akan berangkat ke kota dan menyuruh ku untuk datang kesana kalau aku ingin berlibur", ucap Nenek.


"Iya datanglah Nenek jika nenek ingin datang", ucap Diego.


Lalu mereka melanjutkan pembicaraan itu sampai matahari mulai terbenam dan tiba saat nya mereka makan malam bersama.


Saat ini semua keluarga sedang berkumpul di ruang makan, terlihat Ayah Hanna yang sibuk menelfon.


Sementara Diego sibuk melihat layar ponsel nya, dan Rey yang fokus dengan memperhatikan semua orang yang ada di sana.


Nenek yang sibuk menyuruh Hanna untuk segera mengeluarkan dan membawa makanan dari dalam oven.


Sedangkan Ibu Hanna dan bibi Im sedang sibuk di dapur, bibi Im sedang sibuk memasak makanan dan Ibu Hanna sedang sibuk menyalin makanan yang telah matang ke atas piring kemudian menata nya di atas meja makan.


Setelah semua nya selesai dan makanan itu telah tertata rapi di atas meja makan, mereka semua langsung makan bersama.


Terdengar dentingan sendok dan piring lalu suara percakapan antara satu dengan yang lain nya.


Makan malam kali ini cukup meriah dan terasa seperti sedang mengadakan sebuah pesta.


Setelah makan malam selesai semua nya berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang kembali satu sama lain nya.


"Rey apakah kamu sudah memiliki seorang pacar?" Tanya Nenek.


"Aku belum memiliki nya dan masih ingin sendiri untuk saat ini Nek", jawab nya.


"Dia memang selalu seperti itu Nek", ujar Diego.


"Jangan terlalu lama, selagi bertemu dengan wanita yang di inginkan maka langsung saja di percepat", ucap Nenek.


"Iya itu lebih baik", ucap Ibu Hanna.


"Apa kamu mau aku carikan jodoh juga?" Tanya Ayah Hanna sambil tertawa.


"Aku bisa mencari nya sendiri paman jadi jangan khawatirkan aku", ucap Rey.


"Aku telah menawarkan nya pada mu jadi jangan sampai menyesal karena anak kenalan ku banyak yang cantik-cantik dan baik perilaku nya", jelas Ayah Hanna.


"Benarkah! Kalau begitu aku bisa berubah pikiran nih", ucap Rey sambil tertawa.


"Kamu bisa saja kalau di ajak bercanda", ucap Diego.


Lalu Rey hanya tertawa menanggapi perkataan Diego pada nya.


"Aku akan mengemas pakaian ku dulu", ucap Hanna.


Lalu Hanna segera berjalan menuju ke dalam kamar nya.


***


Pagi hari setelah sarapan, Diego, Hanna dan Rey telah siap untuk kembali ke kota.


Lalu mereka berpamitan kepada semua orang yang ada di rumah dan setelah nya menuju ke rumah Clara untuk menjemput nya.


Setelah menjemput Clara mereka langsung pergi ke kota. Selama di perjalanan Hanna tertidur sampai di sebuah restoran.


Saat ini mereka berhenti untuk makan siang di restoran yang ada di dekat perbatasan kota.


"Hanna bangun", ucap Clara sambil menggerakkan tangan Hanna.


"Apa kita sudah sampai?" Tanya Hanna.


"Belum kita sedang berhenti untuk makan", jawab Clara.


"Kalau begitu aku akan pergi ke toilet dulu", ucap Hanna.


"Baiklah", ucap Diego.


"Aku ikut dengan mu", ucap Clara.


"Ayo", ucap Hanna.


Kemudian Diego dan Rey segera masuk ke dalam restoran dan duduk di meja yang ada kolam ikan di bawah nya.


Saat ini Hanna dan Clara sedang berada di dalam toilet wanita, setelah mencuci wajah kini mereka sedang memperbaiki riasan di wajah nya.


Tiba-tiba mereka mendengar suara seorang wanita yang sedang di aniaya oleh seorang pria kemudian mereka mengintip dari fentilasi kamar mandi.


Setelah memanjat westafel, Hanna dan Clara kaget setelah melihat apa yang telah mereka intip.


Langsung saja mereka saling tatap muka satu sama lain nya setelah mengintip wanita yang sedang di aniaya itu.


Mereka melihat Yae Won sedang di aniaya oleh seorang pria dan mereka tidak mengenal siapa pria itu.


Kemudian tiba-tiba ada seorang pria yang masuk ke dalam toilet wanita dan melihat ke arah mereka.


Langsung saja mereka ketakutan karena pria itu sedang memegang pisau di tangan nya.


Apa yang akan terjadi kepada Hanna dan Clara? dan Bagaimana kah nasib Yae Won sekarang ini?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2