
"Ayah batalkan saja semua itu", ujar Diego.
"Tidak bisa", ujar Ayah nya.
"Apa!" Ujar Diego.
"Aku tidak bersalah dalam hal ini tapi Hanna lah yang telah mengkhianati ku lalu kenapa Ayah masih memperlakukan ku seperti ini", ujar Diego.
"Setelah kamu memberikan bukti yang akurat kepada Ayah maka Ayah akan mencabut perjanjian yang telah kita sepakati ini", ujar Ayah nya.
"Kalau ternyata terbukti Hanna tidak bersalah maka perjanjian ini tidak akan batal", ujar Ayah Diego lagi.
"Ok", ujar Diego.
"Krystal dan Leo jadi saksi nya", ujar Ayah Diego lagi.
"Kakak apa kakak yakin dengan semua ini", ujar Krystal kepada Diego.
"Menurut mu?" Tanya Diego.
"Percuma saja aku bertanya kalau tau akan di jawab seperti ini", ujar Krystal.
"Kamu tenang lah kakak mu sedang banyak pikiran saat ini jadi jangan berikan dia pertanyaan yang membuat nya mudah emosi", bisik Leo kepada Krystal.
"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi pada nya karena seperti nya pertanyaan ku selalu membuat nya mudah emosi", ujar Krystal kepada Leo.
"Kalau begitu kamu makan saja dengan tenang dan jangan membuat suasana jadi tambah panas saat ini", bisik Leo kepada Krystal.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu mereka pun kembali makan dengan tenang nya tanpa berniat untuk bersuara sedikit pun kepada Diego.
Sedangkan Ayah nya sudah selesai makan malam dan setalah itu beliau pun langsung membaca koran yang telah diberikan oleh seorang pelayan kepada beliau saat ini.
***
Kediaman Ara
Saat ini Ara telah selesai makan malam bersama dengan kedua orang tua nya dan setelah itu Ara pun langsung kembali ke dalam kamar nya untuk menunggu pesan dari Diego.
"Ini sudah jam delapan malam tapi kenapa Diego masih belum juga memberikan jawaban kepada ku", ujar Ara sambil melihat jam yang ada di dinding kamar nya itu.
"Apa aku menelpon nya saja ya agar hati ku bisa tenang", ujar Ara lagi.
"Jangan katakan kalau Diego telah lupa untuk mengabari ku mengenai janji nya itu", ujar Ara lagi.
Lalu tak lama kemudian masuk lah sebuah pesan dari Diego lewat ponsel nya.
"Saat ini aku masih fokus untuk menyelesaikan urusan ku dengan Ayah ku jadi aku akan memberi mu jawaban nanti ketika masalah ku dengan Ayah telah selesai", tulis Diego lewat pesan tersebut.
"Apa!" Ujar Ara.
"Kenapa Diego malah menggantungkan perasaan ku", ujar Ara lagi.
"Ini tidak bisa dibiarkan", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun segera membalas pesan dari Diego tersebut.
"Memang nya ada masalah apa kamu dengan Ayah mu?" Tulis Ara.
Lalu Ara pun mondar mandir di dalam kamar nya itu sambil berceloteh tidak jelas.
"Kamu harus membalas pesan ku kalau tidak aku akan datang ke kediaman mu saat ini", ujar Ara dengan emosi nya saat ini.
Namun setelah menunggu cukup lama Diego belum juga membalas pesan dari Ara tersebut dan itu tentu saja membuat Ara semakin emosi dan kesal dengan Diego saat ini.
"Oke lebih baik aku pergi saja ke kediaman mu saat ini", ujar Ara.
Lalu Ara pun segera bersiap-siap untuk pergi menuju ke kediaman nya Diego.
***
Desa Terpencil
Saat ini Hanna dan bayi nya sedang tidur di dalam kamar nya dan tak lama kemudian terdengarlah bunyi ketukan pintu rumah nya dan Hanna pun langsung terbangun dari tidur nya.
Lalu setelah itu Hanna pun segera pergi menuju ke depan untuk mengecek siapa yang telah datang ke rumah nya pada saat ini.
"Hanna", teriak beberapa Ibu-Ibu paruh baya di depan pintu rumah nya.
Lalu Hanna pun langsung membuka pintu rumah nya dan pada saat itu juga Hanna dikagetkan dengan kehadiran lima orang wanita paruh baya di depan pintu rumah nya saat ini.
"Iya tumben Bibi semua ada di depan rumah ku saat ini", ujar Hanna.
"Apa bayi mu sudah tidur?" Tanya Ibu Jiu kepada Hanna.
"David sudah tidur dari setengah jam yang lalu", ujar Hanna.
"Baguslah", ujar Bibi yang lain nya.
"Kami ingin menemani mu malam ini karena saat ini sedang marak-marak nya isu perampokan yang terjadi di desa terpencil ini", ujar Ibu Jiu.
"Apa!" Ujar Hanna.
"Perampokan", ujar Hanna lagi.
"Iya", ujar Bibi yang lain nya.
"Kami juga telah membawakan beberapa makanan dan cemilan untuk kita makan pada malam ini", ujar Bibi yang lain nya lagi.
"Kami berencana akan bergantian untuk berjaga-jaga pada malam ini", ujar Ibu Jiu.
__ADS_1
"Kalau begitu masuklah ke dalam rumah", ujar Hanna mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam rumah nya.
Setelah mereka semua duduk di meja ruang tamu mereka pun langsung bercerita satu sama lain nya mengenai isu perampokan yang sedang terjadi saat ini.
"Lalu bagaimana dengan penghuni rumah yang terkena rampok pada malam kemarin Bibi", ujar Hanna kepada Ibu-Ibu paruh baya itu.
"Salah satu di antara mereka telah di larikan ke rumah sakit dan saat ini kondisi nya sedang kritis", ujar Ibu Jiu.
"Astaga", ujar Hanna.
"Kami akan kesini terus sampai perampok itu telah di tangkap oleh polisi karena kami khawatir dengan keadaan mu saat ini apa lagi bayi mu sering menangis pada saat malam hari", ujar Bibi yang lain nya.
"Iya itu benar", ujar Ibu Jiu.
Bibi yang berlima itu terdiri dari Ibu Jiu, Bibi Doksun, Bibi Jandi, Bibi Yuri dan Bibi Lili.
Bibi Doksun, Bibi Jandi dan Ibu Jiu seumuran sedangkan Bibi Yuri dan Bibi Lili juga seumuran sehingga ke dua Bibi ini lebih muda dari mereka bertiga.
"Hanna apa kamu tidak berniat untuk mencari sosok seorang Ayah untuk bayi mu itu", ujar Bibi Lili.
"Saat ini aku belum memikirkan itu Bibi", ujar Hanna.
"Aku rasa Hanna masih beruntung jika di bandingkan dengan putri mu", ujar Bibi Jandi.
"Aku rasa juga begitu", ujar Bibi Yuri.
"Maksud kalian apa berkata seperti itu kepada ku?" Tanya Bibi Lili.
"Kami berkata seperti itu karena putri mu itu susah sekali untuk di dekati oleh para pria yang ada di desa ini", ujar Bibi Jandi.
"Iya karena putri mu itu orang nya sangat tertutup dan jarang ingin bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di desa ini", ujar Bibi Yuri.
"Putri ku tidaklah seperti yang kalian bayangkan saat ini", ujar Bibi Lili.
"Dia hanya sibuk dengan dunia nya sendiri karena putri ku itu sangat mengidolakan aktor kesukaan nya itu jadi dia selalu menghabiskan waktu nya untuk itu tanpa pernah peduli dengan keadaan di sekitar nya", ujar Bibi Lili lagi.
"Jadi bukan berarti putri ku itu tidak ingin untuk bersosialisasi dan mendekatkan diri nya dengan para pria yang ada di desa ini", ujar Bibi Lili lagi.
"Aku rasa putri ku itu merasa kalau diri nya saat ini masih terlalu muda untuk menikah maka nya dia selalu bersikap seperti itu", ujar Bibi Lili lagi.
"Aku rasa juga seperti itu setelah aku mendengarkan penjelasan dari Bibi Lili", ujar Hanna.
"Benarkan apa yang telah aku katakan kepada kalian", ujar Bibi Lili.
"Hanna saja setuju dengan perkataan ku", ujar Bibi Lili lagi.
"Aku berkata seperti itu karena di kota masih banyak wanita yang seperti putri Bibi Lili itu dan aku sendiri juga telah menyaksikan itu semua", ujar Hanna.
"Berarti putri ku itu cocok untuk tinggal di kota", ujar Bibi Lili dengan girang nya.
"Kalau putri mu itu tinggal di kota dan menikah dengan pria yang ada disana apa kamu tidak takut kalau hidup nya nanti akan berakhir seperti Hanna karena para pria di kota itu lebih kejam jika di bandingkan dengan para pria yang ada di desa terpencil ini", ujar Ibu Jiu.
"Iya juga ya", ujar Bibi Lili.
"Apa kamu mau menjodohkan putra mu itu dengan putri ku", ujar Bibi Lili lagi kepada Ibu Jiu.
"Iya aku setuju kalau kamu ingin menjodohkan putra mu itu dengan putri nya Lili", Ujar Bibi Yuri kepada Ibu Jiu.
"Iya Jiu adalah pemuda yang sangat tampan di desa ini jadi aku rasa putri mu itu akan beruntung jika mendapatkan Jiu sebagai suami nya", ujar Bibi Jandi.
"Jadi bagaimana menurut kalian", ujar Bibi Yuri.
"Aku setuju dengan perkataan kalian", ujar Bibi Lili.
"Baiklah kita coba saja dulu dan aku akan mencoba untuk mengatakan nya kepada Jiu", ujar Ibu Jiu.
"Ok aku juga akan melakukan hal yang sama dengan mu", ujar Bibi Lili.
"Wah seperti nya aku mendengar ada sesuatu yang menarik disini", ujar Hanna.
"Oh iya kita minta bantuan saja kepada Hanna untuk bisa membujuk Jiu melakukan perjodohan ini dengan putri mu", ujar Ibu Jiu.
"Iya Hanna kan dekat dengan Jiu karena Jiu sering membantu Hanna selama berada di desa ini", ujar Bibi Lili.
"Kalau begitu aku setuju dengan perkataan mu itu", ujar Bibi Lili.
"Jadi bagaimana Hanna apa kamu mau membantu kami?" Tanya Ibu Jiu.
"Tentu saja aku akan membantu Bibi apa lagi Jiu adalah teman baik ku selama berada di desa ini", ujar Hanna.
"Baguslah aku lega mendengar nya", ujar Bibi Lili.
"Hanna bayi mu terbangun ayo cepat beri dia ASI", ujar Bibi Yuri.
"Baiklah", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun bergegas pergi menuju ke tempat bayi nya berada saat ini dan setelah itu Hanna pun langsung memberikan ASI nya kepada bayi nya itu.
Sedangkan para Bibi yang ada di rumah Hanna itu masih tetap melanjutkan pembicaraan mereka mengenai perjodohan yang akan mereka lakukan di antara Jiu dan putri Bibi Lili itu.
***
Kediaman Diego
Saat ini Ara sedang berada di pekarangan kediaman nya Diego dan Ara hendak menemui Diego di dalam kediaman nya itu.
"Nona ada perlu apa kesini?" Tanya seorang penjaga yang ada di kediaman Diego itu.
"Aku ingin menemui Diego", ujar Ara.
"Tuan Diego sedang tidak berada disini nona", ujar penjaga itu.
__ADS_1
"Apa!" Teriak Ara.
"Lalu dimana Diego saat ini?" Tanya Ara.
"Tuan muda Diego sedang berada di rumah besar nona", ujar penjaga itu lagi.
"Rumah Besar", ujar Ara.
"Iya di rumah besar keluarga tuan muda Diego nona", ujar penjaga itu lagi.
"Aku baru tau kalau ternyata Diego mempunyai tempat tinggal yang lain selain disini", ujar Ara.
"Kalau begitu dimana alamat kediaman keluarga besar Diego itu", ujar Ara kepada penjaga itu.
"Kami tidak bisa memberikan alamat rumah besar kepada sembarang orang nona", ujar penjaga itu.
"Apa!" Teriak Ara.
"Kalau begitu aku akan membayar mu jika kamu mengatakan nya kepada ku", ujar Ara lagi.
"Saya tetap tidak bisa memberi tau nona jika nona tidak membuat janji temu dengan salah satu keluarga besar tuan Diego nona", ujar penjaga itu lagi.
"Ini adalah perintah dari tuan besar nona jadi saya tidak berani untuk mengatakan nya kepada nona karena saya bisa di pecat jika saya tidak melakukan perintah dari tuan besar nona", ujar penjaga itu lagi.
"Baiklah aku akan mengkonfirmasi kepada mu kalau aku adalah calon istri nya tuan muda Diego mu itu", ujar Ara.
"Apa!" Teriak penjaga itu.
"Saya tetap tidak percaya jika nona tidak memperlihatkan bukti nya kepada saya saat ini", ujar penjaga itu lagi.
"Baiklah tunggu sebentar", ujar Ara.
Lalu Ara pun segera mengambil ponsel nya dari dalam tas nya dan setelah itu Ara pun memperlihatkan nomor ponsel Diego kepada penjaga itu.
"Ini nomor ponsel Diego bukan?" Tanya Ara.
"Iya ini memang nomor ponsel tuan muda Diego", ujar penjaga itu.
"Lalu tunggu apa lagi cepat katakan kepada ku dimana alamat rumah besar tuan muda Diego mu itu", ujar Ara dengan kesal nya.
"Tapi saya tetap tidak bisa untuk mengatakan nya kepada nona karena semua orang mungkin bisa saja mendapatkan nomor ponsel nya tuan muda Diego karena tuan muda Diego adalah seorang direktur di perusahaan Ayah nya", ujar penjaga itu lagi.
"Baiklah ini adalah foto ku dengan Diego ketika kami pergi kencan bersama", ujar Ara kepada penjaga itu sambil memperlihatkan foto yang ada di ponsel nya itu kepada penjaga itu.
"Ini adalah foto terbaru kami ketika kami pergi makan siang bersama pada beberapa hari yang lalu", ujar Ara lagi.
"Benar ini adalah tuan Diego dan nona hanya berdua saja dengan tuan Diego di foto ini", ujar penjaga itu.
"Lalu tunggu apa lagi ayo cepat berikan alamat rumah besar itu kepada ku", ujar Ara.
"Baiklah nona tunggu sebentar", ujar penjaga itu.
Lalu Ara pun langsung tersenyum dengan licik nya setelah ia berhasil meyakinkan penjaga itu kalau diri nya ini adalah calon istri dari Diego.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Ting tong ting tong", bunyi bel kediaman keluarga besar Diego.
"Ada perlu apa nona?" Tanya seorang penjaga kepada nya.
"Aku ingin menemui Diego", ujar Ara.
"Tuan Diego ada di dalam rumah nona", ujar penjaga itu.
"Kalau begitu cepat panggilkan Diego untuk ku", ujar Ara.
"Nama nona siapa?" Tanya penjaga itu.
"Katakan saja kepada nya kalau aku adalah calon istri nya", ujar Ara.
"Apa!" Teriak penjaga itu.
"Calon istri", ujar penjaga itu lagi.
"Iya cepat katakan itu kepada nya", ujar Ara.
"Baiklah nona tunggu sebentar", ujar penjaga itu.
Lalu penjaga itu pun langsung masuk ke dalam rumah untuk pergi menemui Diego.
Saat ini Diego, Krystal, Leo dan Ayah nya sedang duduk di ruangan keluarga.
"Tuan Diego", ujar penjaga itu setelah sampai di dalam ruangan keluarga.
"Iya ada apa?" Tanya Diego.
"Di gerbang masuk ada calon istri tuan", ujar penjaga itu.
"Calon istri siapa?" Tanya Diego.
"Calon istri tuan muda", ujar penjaga itu.
"Apa!" Ujar Diego dengan ekspresi kaget nya begitu pun dengan Krystal, Leo dan Ayah nya.
Saat ini mereka semua saling bertatapan satu sama lain nya dan setelah itu mereka semua pun langsung melihat ke arah Diego.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...