Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Sembunyi


__ADS_3

Rumah Mewah Di Dekat Perbatasan Kota


Malam ini Alex telah berada di sekitar rumah mewah itu dan saat ini Alex pun sedang memperhatikan gerak gerik semua orang yang berada di pekarangan rumah mewah itu dari kejauhan.


"Apa aku harus masuk ke dalam rumah mewah itu", ujar Alex.


Setelah Alex berkata seperti itu tiba-tiba saja ada seseorang yang baru saja ke luar dari gerbang rumah mewah itu dengan menggunakan sebuah mobil.


Melihat itu Alex pun langsung bersembunyi di belakang mobil nya itu dan sewaktu mobil itu melewati nya Alex pun bisa melihat siapa orang yang sedang berada di dalam mobil itu karena kaca bagian depan mobil itu terbuka sehingga Alex pun bisa melihat nya dengan sangat jelas.


Orang yang baru saja lewat dengan mobil itu adalah Pak Oskar dan Alex sama sekali tidak mengenal Pak Oskar jadi Alex pun berpikir Pak Oskar itu adalah pemilik rumah mewah itu.


Karena Alex berpikir seperti itu Alex pun berinisiatif untuk mengikuti mobil Pak Oskar dan itu Alex lakukan karena Alex sudah bosan menunggu di sekitar rumah mewah itu.


Selama menunggu dan memperhatikan rumah mewah itu Alex tidak ada menemukan tanda-tanda yang mengisyaratkan keberadaan Ara disana.


Bahkan Alex pun sempat bertanya kepada salah seorang pelayan yang baru saja pulang dari rumah mewah itu.


Saat pelayan itu berjalan sambil melewati mobil nya Alex pun langsung bertanya mengenai Ara dengan cara menunjukkan foto Ara.


Namun pelayan itu mengatakan kalau wanita yang ada di dalam foto itu sama sekali tidak ada di dalam rumah mewah itu dan pelayan itu juga berkata kalau ia sama sekali belum pernah melihat wanita yang ada di dalam foto itu datang ke rumah mewah itu.


Walau pun pelayan itu berkata seperti itu kepada nya Alex pun tetap menunggu Ara di sekitar rumah mewah itu dan tak lama kemudian datang lah Pak Oskar yang menurut nya adalah orang yang berkuasa di dalam rumah mewah itu.


Karena dari pembawaan dan penampilan Pak Oskar tampak seperti seorang bos sehingga Alex pun yakin kalau Pak Oskar ada kaitan nya dengan Ara.


Alex mengikuti mobil Pak Oskar secara sembunyi-sembunyi dan ketika mobil mereka mulai berdekatan Alex pun mulai melambatkan laju kecepatan mobil nya agar ia tidak di curigai oleh Pak Oskar.


"Aku harus mengikuti nya sampai aku menemukan Ara", ujar Alex.


Lalu Alex pun fokus mengikuti mobil Pak Oskar tanpa melihat ke ponsel nya sedikit pun dan Alex juga memperhatikan semua jalan yang telah ia lalui ketika ia mengikuti mobil Pak Oskar dari belakang itu.


***


Kediaman Sera


Saat ini Branden sedang berada di dalam kamar nya dan ia sedang duduk di kursi yang ada di dekat jendela kamar nya itu.


Penutup jendela kaca itu di buka sehingga tatapan Branden langsung tertuju kepada kolam renang yang ada di depan nya itu.


Suasana pada malam hari itu terlihat sunyi dan hanya ada suara jangkrik yang menghiasi telinga Branden saat ini.


"Apa aku harus pergi ke apartemen untuk menemui wanita itu lagi", ujar Branden sambil menghisap sebatang rokok yang ada di tangan nya itu.


"Untuk apa aku mengkhawatirkan nya apa lagi dia bukan lah siapa-siapa bagi diri ku", ujar Branden lagi.


Lalu Branden pun mengambil ponsel nya yang ada di atas meja dan kemudian ia pun mencoba menghubungi Ara dengan ponsel nya itu.


Setelah mencoba menghubungi Ara sebanyak dua kali tapi Ara tetap saja tidak mengangkat panggilan telpon dari Branden itu dan itu tentu saja membuat Branden merasa kalau saat ini Ara sedang marah kepada nya karena ia tidak memperbolehkan Ara menggunakan nama nya dimana pun Ara berada.


Lalu Branden pun memutuskan untuk tetap diam saja di dalam kamar nya itu sambil menghabiskan rokok yang ada di tangan nya itu.


Tak lama kemudian Branden pun merasa kalau diri nya sedikit penasaran dengan kegiatan Ara hari ini di rumah mewah itu dan karena itu lah Branden pun memutuskan untuk pergi ke apartemen nya pada malam ini.

__ADS_1


Sebelum nya Ara meminta Branden untuk menemui nya di dalam apartemen nya karena masih ada hal yang ingin di bicarakan oleh Ara kepada nya.


Karena Branden membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra untuk pergi ke apartemen nya itu maka Branden pun tidak terlalu memikirkan permintaan Ara kepada nya itu.


Namun karena tingkat penasaran nya yang cukup tinggi kepada Ara saat ini maka akhirnya Branden pun memutuskan untuk mengganti pakaian nya agar bisa pergi secara menyelinap dari kediaman Sera itu.


Setelah mengganti pakaian nya Branden pun mulai ke luar dari dalam kamar nya sambil memperhatikan keadaan di sekitar ruangan yang akan ia lalui itu.


Namun pada saat Branden melewati dapur yang ada di kediaman itu tiba-tiba saja ia di kaget kan dengan suara Kakek Sera yang memanggil nama nya itu.


"Opss", ujar Branden.


Lalu Branden pun langsung membalikkan badan nya untuk melihat ke arah Kakek Sera.


"Mau pergi kemana kamu?" Tanya Kakek Sera kepada nya.


"Aku hanya mau mengambil minuman", ujar Branden yang langsung berjalan menuju ke arah kulkas yang ada di dekat nya itu.


Namun pada saat Branden baru membuka kulkas tersebut Kakek Sera pun langsung menghempaskan koran yang baru saja ia baca itu ke atas meja yang ada di dapur itu.


Karena Kakek Sera bersikap seperti itu kepada nya maka Branden pun sudah tidak bisa mengelak lagi kalau saat ini ia telah ketahuan ingin pergi ke luar oleh Kakek Sera.


"Jangan temui wanita itu", ujar Kakek Sera kepada Branden.


"Astaga selama ini Kakek telah memata-matai ku", ujar Branden di dalam hati nya.


"Apa aku salah kalau aku ingin bersenang-senang dengan nya", ujar Branden.


"Apa!" Ujar Branden dengan ekspresi kaget nya.


"Jadi jangan pergi kemana pun saat ini apa lagi kondisi nya sudah semakin rumit sekarang", ujar Kakek Sera lagi.


"Mulai dari sekarang hidup mu akan terus bersembunyi disini", ujar Kakek Sera lagi.


"Lalu bagaimana dengan kondisi wanita itu saat ini?" Tanya Branden.


"Dia sedang di kurung di suatu tempat oleh anggota Octopus itu", ujar Kakek Sera lagi.


"Sekarang semua anggota Octopus telah tau kalau kamu saat ini sedang berada di Korea dan karena itu lah keberadaan mu saat ini sudah mulai di incar lagi oleh semua anggota Octopus itu", ujar Kakek Sera lagi.


Mendengar penjelasan dari Kakek Sera yang seperti itu kepada nya Branden pun hanya bisa mematung dan diam saja tanpa berani menyanggah perkataan dari Kakek Sera itu.


"Mulai dari sekarang jangan pernah mencoba untuk pergi ke luar secara sembunyi-sembunyi lagi karena pada saat ini nyawa mu sedang berada di dalam bahaya", ujar Kakek Sera.


Lalu Kakek Sera pun segera pergi dari dapur itu dan setelah itu Branden pun hanya bisa terduduk dengan lemas nya di atas meja makan yang ada di ruangan makan sambil meminum soju yang baru saja ia ambil dari dalam kulkas itu.


"Kacau", ujar Branden.


"Ini lah akibat nya jika kamu membawa-bawa nama ku", ujar Branden lagi.


Lalu Branden pun meminum lagi minuman yang ada di depan nya itu dengan perasaan kacau nya saat ini.


***

__ADS_1


Kediaman Keluarga Hanna


Saat ini Diego sedang berada di pekarangan belakang rumah yang ada di kediaman keluarga Hanna itu karena saat ini Diego ingin menjawab panggilan telpon dari Rey yang menurut nya sangat privasi itu.


"Lalu bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Diego.


"Dia sedang di kurung di sebuah sekolah yang sudah lama terbengkalai dan sekolah itu jarak nya tak jauh dari rumah mewah yang ada di dekat perbatasan itu", ujar Rey.


"Apa kamu sudah mengintrogasi wanita itu?" Tanya Diego lagi.


"Salah satu dari anggota tim ku yang sudah mengintrogasi nya dan saat ini anggota tim ku sedang pergi menuju ke apartemen Branden", ujar Rey lagi.


"Berarti pada pagi buta mereka akan menyerang Branden", ujar Diego.


"Iya", ujar Rey.


"Lalu akan aku apakan wanita itu?" Tanya Rey.


"Apa dia wanita miskin atau wanita yang mempunyai banyak tanggungan?" Tanya Diego.


"Aku juga tidak tau karena aku tidak bertanya mengenai hal itu kepada anggota tim ku", ujar Rey.


"Kalau begitu tanyakan hal itu kepada anggota tim mu", ujar Diego.


"Karena jika status nya berbeda maka hukuman nya juga berbeda", ujar Diego lagi.


"Ok", ujar Rey.


"Lalu kalau dia ternyata adalah seorang wanita yang tidak kekurangan apa pun maka kamu akan melepaskan nya begitu saja", ujar Rey lagi.


"Justru jika status nya seperti itu maka kamu harus membunuh nya", ujar Diego.


"Karena orang seperti itu lah yang pantas mendapatkan hukuman dari ku", ujar Diego lagi.


"Orang miskin terkadang terpaksa melakukan semua itu dan begitu juga dengan orang yang mempunyai banyak tanggungan", ujar Diego lagi.


"Baik lah", ujar Rey.


"Dan jika wanita itu adalah wanita yang tidak kekurangan apa pun di dunia ini maka pastikan wanita itu harus di bunuh dengan tangan mu sendiri", ujar Diego lagi.


"Ok aku mengerti", ujar Rey.


Lalu panggilan telpon itu pun segera berakhir dan Diego pun langsung pergi meninggalkan pekarangan belakang rumah itu.


Kemudian Diego pun masuk ke dalam kamar nya untuk pergi beristirahat.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2