
Melihat Diego yang seperti itu langsung saja membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Diego dan Krystal.
Apa lagi saat ini mereka telah membawa-bawa nama Branden di dalam percakapan telpon nya dan di tambah lagi dengan wajah Diego yang sudah mulai terlihat sedikit merah.
"Jangan lelaki itu aku tidak setuju dengan pilihan mu", ujar Diego kepada Krystal.
"Kenapa?" Tanya Krystal.
"Inti nya aku tidak setuju kalau kamu dengan nya", ujar Diego.
"Apa lagi sampai menikah", ujar Diego lagi.
"Beri aku satu alasan agar aku bisa mengerti dengan perkataan kakak ini kepada ku", ujar Krystal.
"Kenapa kakak tidak setuju dengan pilihan ku?" Tanah Krystal.
"Karena dia bukan lah lelaki yang baik untuk mu", ujar Diego.
"Itu hanya lah alasan klasik yang selalu kakak katakan kepada ku kalau saat diri ku mulai menyukai seseorang", ujar Krystal.
"Sudah lah lebih baik kamu tidak usah dekat-dekat dengan Branden itu saja sudah cukup bagi ku", ujar Diego.
"Hufff", bunyi helaan nafas Krystal setelah mendengarkan perkataan kakak nya itu.
"Aku akan segera pulang jadi tolong di ingat perkataan ku itu", ujar Diego lagi.
Kemudian Diego segera mematikan panggilan mereka itu dan setelah nya Diego fokus kembali dengan semua orang yang ada di dalam ruangan nya.
"Ada apa?" Tanya Hanna.
"Kenapa wajah mu terlihat memerah?" Tanya Hanna lagi.
"Iya aku juga penasaran dengan perkataan mu karena telah membawa-bawa nama ku", ujar Rey.
"Kalau tidak ada masalah berarti bukan Krystal nama nya", ujar Diego.
"Astaga apa lagi kali ini?" Tanya Rey.
"Dia mengatakan kalau dia ingin mendekati Branden", ujar Diego.
"Apa!" Teriak Hanna, Clara dan Rey secara bersamaan.
"Ini tidak bisa dibiarkan", ujar Diego.
"Aku tidak bisa membiarkan Krystal untuk datang ke perusahaan ketika acara fashion show yang akan datang", ujar Diego lagi.
"Aku jadi tidak percaya kenapa Krystal bisa tertarik kepada Branden", ujar Hanna.
"Apa lagi kalau bukan dari wajah nya dan juga fisik nya bukankah kita bisa melihat tampilan Branden secara keseluruhan dari atas sampai ke bawah dan tentu saja Krystal tertarik untuk mendekati nya", ujar Clara.
"Iya karena semua itu lah Branden bisa bekerja di perusahaan Ayah Diego", ujar Rey.
"Sudahlah masalah Branden nanti saja kita bahas setelah pertemuan ku dengan Pak Oskar", ujar Diego.
"Jadi bagaimana pertemuan kita dengan nya?" Tanya Diego kepada Rey.
"Besok siang kita akan pergi menemui Pak Oskar dan aku juga telah memesan tempat untuk itu", ujar Rey.
"Ok", ujar Diego.
"Oh iya aku belum membawa dokumen permintaan mu hari ini karena aku belum mencari nya dengan benar", ujar Rey kepada Diego.
"Aku sudah mengambil nya sendiri jadi kamu tidak perlu mencari nya lagi", ujar Diego.
"Apa! Jadi kamu telah pergi ke rumah Clara untuk mengambil dokumen itu", ujar Rey.
Mendengar itu Clara kaget dibuat nya dan Clara hanya bisa melongo menyaksikan percakapan antara Rey dengan Diego.
"Dari mana kamu tau kalau dokumen itu ada di dalam rumah Clara?" Tanya Rey.
"Karena aku pakai ini", ujar Diego sambil mengetuk kening nya sebanyak dua kali.
"Ayo kita pulang", ujar Hanna di tengah-tengah pembicaraan Diego dengan Rey.
"Ok", ujar Diego.
Kemudian mereka semua segera pergi dari ruangan Diego dan langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Diego, Hanna, Krystal dan Ayah nya sedang makan malam bersama. Kemudian Ayah Diego meminta Diego untuk mengawasi adik nya Krystal saat acara fashion show yang akan datang.
Mendengar permintaan Ayah nya itu tentu saja membuat Diego kaget sekaligus khawatir dengan adik nya itu.
"Apa Ayah yakin kalau Krystal mampu melakukan semua nya?" Tanya Diego.
"Tentu saja karena dia adalah anak ku", jawab Ayah nya.
"Ini adalah pertama kali nya Krystal ikut andil dalam acara perusahaan jadi aku takut untuk membiarkan nya melakukan itu semua karena aku tidak mau mengambil resiko untuk saat ini", ujar Diego.
"Tidak apa-apa aku tidak akan menyalahkan mu untuk hal itu", ujar Ayah nya.
"Kenapa kakak terlihat sangat kejam sekali kepada ku?" Tanya Krystal.
"Aku hanya tidak mau kamu datang ke perusahaan untuk saat ini dan aku hanya ingin memperingatkan mu mengenai apa yang telah aku bicarakan kepada mu hari ini", ujar Diego.
__ADS_1
"Terserah kakak saja yang penting Ayah mendukung ku untuk ikut dalam acara itu", ujar Krystal.
"Sudah lah biarkan saja Krystal ikut dalam acara itu kamu jangan terlalu memaksakan kehendak mu", ujar Hanna.
"Lagian kamu juga yang di suruh oleh Ayah mu untuk mengawasi adik mu", ujar Hanna lagi.
"Lihat! Kakak ipar saja bersikap baik kepada ku tidak seperti kakak kandung ku yang selalu membuat ku berada di posisi yang mengkhawatirkan", ujar Krystal.
"Baiklah terserah kamu saja dan jika terjadi sesuatu kepada mu maka kamu tidak boleh mengadu kepada ku", ujar Diego.
Melihat kedua anak nya yang beradu mulut saat makan malam Ayah Diego hanya diam saja menyaksikan itu semua karena dia tau kalau Diego sangat mengkhawatirkan adik satu-satu nya itu.
Jadi Ayah nya hanya membiarkan Diego untuk memberikan nasehat dan arahan kepada krystal sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua anak nya itu.
Sementara Hanna tak mempedulikan Diego dan Krystal lagi karena saat ini yang ada di dalam pikiran Hanna adalah memakan makanan yang ada di atas meja makan yang besar itu.
***
Restoran Cina
Saat ini Diego, Rey dan juga Pak Oskar sedang makan siang bersama di salah satu restoran Cina langganan organisasi Octopus.
Mereka terlihat sedang serius membicarakan mengenai kerja sama yang akan mereka sepakati untuk bisnis kokaina yang telah Diego sepakati dengan Alexander.
"Jadi berapa banyak yang bisa kamu bawa?" Tanya Diego kepada Pak Oskar.
"Aku bisa membawa semua nya namun dalam dua kali proses pengiriman", jawab Pak Oskar.
"Kenapa harus dua kali bukan kah itu sangat merepotkan bagi mu dan aku juga menunggu nya sedikit lebih lama kalau begitu", ujar Diego.
"Permasalahan nya anggota ku hanya bisa membawa setengah nya untuk satu kali proses pengiriman karena aku hanya bisa menjamin setengah dari semua nya untuk di angkut sampai di tempat tujuan", ujar Pak Oskar.
"Kalau semua barang itu sekaligus dibawa dan jika mengakibatkan kerugian karena tertangkap basah atau karena permasalahan apa pun itu maka aku tidak sanggup untuk bertanggung jawab apa lagi untuk mengganti semua kerugian yang di akibatkan oleh proses pengiriman", ujar Pak Oskar.
"Kalau begitu kamu hanya bisa membawa separuh dari semua barang itu", ujar Diego.
"Kenapa aku tidak bisa untuk membawa semua nya dalam dua kali proses pengiriman?" Tanya Pak Oskar.
"Permasalahan nya adalah barang itu harus sampai di tempat tujuan pada waktu yang bersamaan", ujar Diego.
"Kalau begitu aku hanya bisa mengambil separuh nya saja untuk aku bawa pada hari yang telah di tentukan", ujar Pak Oskar.
"Baiklah", ujar Diego.
"Lalu siapa yang akan membawa separuh nya lagi?" Tanya Rey kepada Diego.
"Bagaimana dengan kenalan mu", ujar Diego kepada Pak Oskar.
"Kenalan ku yang bisa aku percaya untuk melakukan kerja sama dengan mu juga bertransaksi dan melakukan proses pengiriman di wilayah yang aku kuasai", ujar Pak Oskar.
"Jadi tentu saja mereka tidak bisa kamu ajak untuk bekerja sama saat aku sedang melakukan transaksi disana itu sama saja kamu telah mengambil resiko yang tinggi", ujar Pak Oskar lagi.
"Kalau begitu siapa yang berbeda jalur dengan mu?" Tanya Rey kepada Pak Oskar.
"Cuma orang Cina itu dan tidak ada lagi selain itu", ujar Pak Oskar.
"Aku juga tau kalau Zhen Shui mempunyai jalur yang berbeda dengan Pak Oskar tapi aku tidak mau bekerja sama lagi dengan nya", ujar Diego kepada Rey.
"Baiklah pembicaraan ini telah selesai aku bicarakan dengan mu", ujar Diego kepada Pak Oskar.
"Ok kita telah sepakat untuk separuh dari barang itu", ujar Pak Oskar sambil menjulurkan tangan nya kepada Diego.
"Deal", ujar Diego sambil menyambut uluran tangan Pak Oskar.
"Kalau kamu mempunyai relasi yang bisa kita ajak untuk bekerja sama maka kamu hubungi saja aku", ujar Rey kepada Pak Oskar.
"Ok", ujar Pak Oskar.
Kemudian Pak Oskar segera pergi dari ruangan privat itu sementara Diego dan Rey masih duduk di dalam ruangan itu sambil menunggu waktu istirahat kantor selesai.
"Jadi bagaimana apa kamu sudah menemukan orang yang tepat untuk bisa melakukan itu?" Tanya Rey kepada Diego.
"Tidak ada nama orang yang terlintas di pikiran ku saat ini", ujar Diego.
"Mengenai itu nanti saja kita bahas karena kita masih mempunyai waktu sekitar dua minggu lagi", ujar Diego lagi.
"Ok", ujar Rey.
"Ayo kita segera pergi ke kantor karena ada banyak pekerjaan yang telah menunggu ku saat ini", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Rey.
Kemudian Diego dan Rey segera pergi meninggalkan restoran Cina itu dan mereka segera memasuki mobil yang sedang terparkir di depan restoran dan setelah itu mereka langsung menuju ke kantor Ayah Diego.
***
Kantor Ayah Diego
Saat ini Krystal sedang berada di dalam ruangan kerja Ayah nya dan tak lama kemudian Ayah nya datang menghampiri nya.
"Putri ku", ujar Ayah nya.
"Oh Ayah sudah selesai meeting hari ini?" Tanya Krystal.
"Sudah dan sekarang Ayah akan bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah", jawab Ayah nya.
"Apa! Jadi Ayah tidak bekerja sampai sore hari ini?" Tanya Krystal lagi.
__ADS_1
"Hari ini Ayah tidak sampai sore di kantor", jawab Ayah nya.
"Bukan kah disini ada kakak mu yang bisa mengurus semua nya jadi tentu saja kakak mu yang akan Ayah andalkan kali ini", ujar Ayah nya lagi.
"Ayo kita pulang", ajak Ayah nya.
"Ayah pulang duluan saja aku akan pergi ke ruangan kakak dulu sebentar", ujar Krystal.
"Apa kamu ingin Ayah tunggu?" Tanya Ayah nya.
"Tidak usah aku tidak mau mengganggu waktu istirahat Ayah karena Ayah pasti kelelahan setelah bekerja", ujar Krystal.
"Baiklah kalau begitu Ayah pulang duluan", ujar Ayah nya.
"Ok hati-hati di jalan Ayah", ujar Krystal.
"Ok", ujar Ayah nya.
Kemudian Krystal segera pergi menuju ke dalam ruangan Diego sementara Ayah nya berjalan menuju ke mobil nya dan segera pulang ke rumah nya.
"Kemana kakak?" Tanya Krystal saat diri nya telah berada di dalam ruangan Diego.
Kemudian Krystal segera duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan Diego.
"Lebih baik aku menunggu disini saja sambil melihat majalah yang telah aku bawa dari rumah", ujar Krystal.
Kemudian Krystal terlihat sibuk melihat-lihat majalah yang ada di tangan nya dan tak lama kemudian Diego dan Rey masuk ke dalam ruangan kerja nya.
"Kakak dari mana?" Tanya Krystal kepada Diego.
"Aku baru saja selesai beristirahat", ujar Diego.
"Kalau begitu perkenalkan aku sekarang ke pegawai yang di tugaskan untuk acara fashion show yang akan datang", ujar Krystal.
"Apa! Jangan mengada-ngada sekarang", ujar Diego.
"Kakak ayo lah", ujar Krystal sambil memohon kepada kakak nya itu.
"Sudah lah lakukan saja permintaan adik mu itu", ujar Rey kepada Diego.
"Aku sedang sibuk sekarang jadi kamu saja yang membawa nya pergi kesana", ujar Diego kepada Rey.
Mendengar perkataan Diego yang seperti itu langsung saja membuat Krystal senang dan langsung menarik tangan Rey untuk segera keluar dari ruangan kakak nya itu.
Kemudian Diego hanya diam melihat tingkah adik nya itu dan ia langsung menuju ke meja kantor nya untuk mengerjakan pekerjaan nya yang harus di selesaikan hari ini juga.
***
Rumah Clara
Saat ini Hanna dan Clara sedang memasak bersama dan mereka telah membagi tugas mereka masing-masing selama proses masak memasak selesai.
"Aku telah selesai mengerjakan semua nya", ujar Hanna.
"Baiklah aku akan menyajikan makanan ini di atas meja", ujar Clara.
Setelah itu mereka segera duduk di meja ruang tamu dan saat ini mereka sedang menunggu kedatangan seseorang.
Tak lama kemudian terdengarlah bunyi suara bel rumah Clara dan Clara langsung saja menyuruh orang itu untuk masuk dan bergabung dengan mereka.
"Ayo makan", ujar Clara.
"Ayo", ujar Hanna dan orang itu secara bersamaan.
"Oh iya Ling Ling bukan kah kamu telah cukup lama berada di Korea jadi kenapa kamu tidak mengabari kami selama ini", ujar Hanna kepada orang itu.
"Aku terlalu sibuk untuk membantu kakak ku bekerja", jawab Ling Ling.
Ling Ling adalah teman masa kecil Hanna dan juga Clara. Namun mereka tak selalu pergi bersama karena setiap mereka ingin pergi bermain Ling Ling selalu sibuk dengan urusan nya sendiri.
Itu semua dikarenakan Ling Ling adalah orang Tiongkok jadi dia jarang terlalu dekat dengan warga lokal dan tentu saja membuat nya cukup sibuk dengan keluarga nya sendiri apa lagi kakak nya yang sangat over protektif kepada nya.
Saat mereka sedang sibuk melahap makanan yang ada di atas meja tiba-tiba terdengar lah suara ponsel Ling Ling dan itu adalah panggilan masuk dari kakak nya.
"Halo", ujar Ling Ling.
"Dimana kamu?" Tanya Kakak nya.
"Aku sedang berada di rumah teman", jawab Ling Ling.
"Ok jangan lama-lama berada di luaran sana", ujar kakak nya.
"Baiklah aku mengerti", ujar Ling Ling.
Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Ling Ling pun segera melanjutkan memakan makanan yang ada di atas piring nya.
"Siapa itu?" Tanya Clara.
"Apa itu kakak mu?" Tanya Hanna.
"Iya kak Zhen Shui selalu saja mengkhawatirkan aku", ujar Ling Ling.
Tepat di saat Ling Ling menjawab pertanyaan dari Hanna dan Clara pada saat itu juga Rey sedang berada di belakang Clara dan ia baru saja datang dari kantor Diego bersama dengan Diego dan tentu saja mereka juga mendengar perkataan dari Ling Ling barusan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...