Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Kecelakaan


__ADS_3

Salah paham antara Diego dan Hanna, sudah di selesaikan dengan baik, dan kini mereka tengah duduk di ruang tamu rumah Clara.


Clara membawa beberapa makanan yang telah di buat nya ke atas meja ruang tamu, dan Rey tampak juga ikut membantu Clara, untuk membawa dan menata makanan di atas meja.


"Tadaaa", ucap Rey.


"Ini adalah karya Clara, selama di dapur sejak pagi buta", ucap Rey lagi.


"Cepatlah duduk, aku sudah lapar", ucap Hanna.


Lalu, mereka semua duduk di lantai mengelilingi meja ruang tamu, dan segera mengambil sendok untuk melahap makanan yang ada di depan mereka.


"Hanna makan lah ini", ucap Clara sambil meletakkan telur gulung di atas bubur milik Hanna.


"Terima kasih", ucap Hanna sambil tersenyum dengan tingkah teman nya itu.


"Kali ini aku akan memuji mu, masakan mu lumayan enak", ucap Rey pada Clara.


"Tentu!" Ucap Clara pada Rey.


Mereka melahap makanan dengan sangat baik, kecuali Hanna yang terlihat seperti memilih-milih makanan yang masuk ke dalam mulut nya.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Diego pada Hanna.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja", jawab Hanna.


"Bukan kah kamu lapar?" Tanya Diego.


"Lalu, kenapa sekarang malah jadi seperti ini?" Tanya Diego lagi.


"Aku sudah kenyang, dan tidak bisa menerima makanan lagi", bohong Hanna.


Lalu, Clara segera mengambil air minum, dan memberikan nya kepada Hanna.


"Minum lah", ucap Clara.


"Terima kasih", ucap Hanna.


"Beristirahat lah sebentar, semalam kamu susah tidur, dan seperti nya kamu kelelahan", bohong Clara.


"Ok! Aku akan tidur sebentar", ucap Hanna.


Lalu, Hanna segera menatap Diego, seolah memberi tau nya kalau ia akan pergi untuk beristirahat sebentar.


"Baik lah, aku akan menunggu mu di sini", ucap Diego.


Lalu, Hanna segera pergi menuju ke dalam kamar, dan segera tidur.


Diego dan Clara sudah selesai sarapan pagi, sedangkan Rey masih melanjutkan mengunyah makanan nya. Ia terlihat seperti orang yang sedang kelaparan.


"Apa perut mu masih banyak ruangan kosong", ledek Diego.


"Diam saja, jangan mengganggu ku", ucap Rey.


"Kenapa kamu ke sini semalam?" Tanya Diego.


"Kamu belum menjelaskan nya pada ku", ucap Diego.


"Aku hanya kebetulan lewat sini, jadi sekalian mampir", jawab Rey.


Tenaga ku seperti terkuras semalam, jadi pagi ini aku akan mengisi bahan bakar untuk memulihkan nya", ucap Rey lagi.


"Rey, lihat lah aku, kenapa kamu tidak berusaha untuk mendekati ku saja", ucap Clara.


Lalu, Diego dan Rey kaget mendengar nya.


"Benar apa yang Clara ucapkan, akhiri saja masa lajang mu saat ini", ucap Diego.


Lalu, Clara terlihat antusias dengan ucapan Diego, seperti nya Diego memberi lampu hijau pada nya.


"Yang benar saja, pernikahan itu harus dari hati, bukan seperti ini cara nya", ucap Rey.


"Bagaimana kalau sudah dari hati?" Tanya Clara.


"Wah luar biasa!" Ujar Diego.


"Clara, kamu sungguh berani", ucap Diego lagi.


"Tunggu apa lagi", ucap Diego sambil menepuk pundak Rey.


"Sudah lah, jangan bahas lagi mengenai diri ku, bagaimana kelanjutan pertemuan dengan Pak Oskar?" Tanya Rey.


"Selalu mengubah topik pembicaraan", gerutu Clara.

__ADS_1


"Seperti nya akan aku cancel untuk hari ini, mungkin besok aku akan pergi menemui nya", jawab Diego.


"Bagus lah, hari ini aku ingin beristirahat sejenak", ucap Rey.


Lalu, mereka bertiga menyaksikan drama Korea yang di tampilkan oleh Clara di layar TV nya.


"Apa para wanita menyukai pria seperti nya?" Tanya Rey.


"Pria itu terlihat seperti diri mu, sama-sama dingin dan tegas kepada bawahan", ucap Rey sambil melihat Diego.


"Bukan kah dia terlihat keren?" Tanya Clara.


"Bukan kah dia mempunyai segala nya yang diharapkan oleh wanita?" Tanya Clara lagi.


"Benarkah?" Tanya Diego.


"Kalau benar bagus lah", ucap Diego sambil tersenyum.


Karena Diego, merasa diri nya sedikit mempunyai kesamaan dengan pria yang ada di dalam drama itu.


"Kamu benar-benar percaya diri", ucap Clara kepada Diego.


Namun, Diego hanya tersenyum saja mendengar ucapan Clara kepada nya.


"Wanita benar-benar tidak bisa di tebak", ucap Rey.


Lalu, mereka bertiga sibuk dengan diri nya masing-masing. Diego terlihat sedang membaringkan diri nya di atas sofa panjang yang ada di ruang tamu.


Sedangkan Rey bersandar di kursi ruang tamu, dengan memanjangkan kaki nya ke arah televisi, dan menyaksikan drama Korea yang di tonton oleh Clara.


Namun, Clara telah masuk ke dalam kamar, dan ikut tidur di samping Hanna.


"Seperti nya kamu ingin belajar dari pemeran drama tersebut", celetuk Diego.


"Untuk apa aku belajar, aku sudah sangat ahli dalam urusan wanita", ujar Rey.


"Sudah terlihat dengan jelas, kamu tidak seperti biasa nya, menghabiskan waktu di depan layar TV untuk sekedar menyaksikan drama Korea", ucap Diego.


"Tapi aku tidak habis pikir dengan Clara, kemaren aku melihat nya membeli alat tes kehamilan, dan juga melihat ada seorang lelaki yang memandangi foto nya", ucap Rey.


"Benarkah?" Tanya Diego tak percaya.


"Seperti nya dia bukan tipe wanita yang seperti itu", ucap Diego lagi.


"Lebih baik kamu cari tau dulu kebenaran nya, dan kalau pun kamu memang menyukai nya, ya bicarakan kepada nya, dan minta penjelasan dari nya, mengenai pria yang telah menodai nya itu", jelas Diego.


"Masalah nya aku telah menyukai wanita lain", ucap Rey.


"Ara?" Tanya Diego.


"Aku sudah tau semua nya, bahkan semenjak kita masih bersekolah", jelas Diego.


"Iya" jawab Rey.


"Aku kira kamu tidak tau selama ini", ucap Rey.


"Aku adalah pria yang pintar, dan tidak mungkin aku tidak mengetahui nya", ujar Diego.


"Apalagi ini berhubungan dengan mu", ujar Diego lagi.


"Bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur", ucap Rey.


"Hanya kamu yang bisa menentukan pilihan hidup mu, dan dengan siapa kamu akan menikah, jawaban nya ada di dalam hati mu", ucap Diego.


Lalu, terdengar suara pintu kamar terbuka, dan terlihat Hanna sedang keluar menuju ke kulkas untuk mengambil minuman dingin.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Diego.


"Apa kamu lapar dan ingin makan lagi?" Tanya Diego lagi.


"Tadi makan mu hanya sedikit sekali", ucap Diego kepada Hanna.


"Aku hanya mau makan mie instan", ucap Hanna.


Lalu, Hanna segera memasak mie goreng, dan setelah nya duduk di sebelah Diego.


"Hanna, apa kamu tau yang sedang terjadi kepada Clara saat ini?" Tanya Rey.


"Memang nya ada apa?" Tanya Hanna.


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu pada ku?" Tanya Hanna lagi.


Lalu, Rey segera menjelaskan semua yang dilihat nya mengenai Clara ke Hanna, dan Diego juga ikut mendengarkan.

__ADS_1


"Gawat! Kenapa Rey harus melihat nya?" Ucap Hanna dalam hati.


"Apa kamu sudah menanyakan nya pada Clara?" Tanya Diego.


"Tidak mungkin Clara seperti itu, aku sudah mengenal nya, dan tau dengan jelas seperti apa diri nya", jelas Hanna.


"Lalu pria itu siapa?" Tanya Rey.


"Itu Alex, dia sangat tergila-gila dengan Clara, bahkan kami takut kalau sampai bertemu dengan nya", jelas Hanna.


Setelah mereka mengobrol bersama, dan Clara juga telah bangun dari tidur nya, kini mereka akan pergi ke sebuah tempat, yaitu ke taman hiburan yang sedang populer di kota saat ini.


Hanna dan Clara telah selesai bersiap-siap, dan mereka segera memasuki mobil Diego. Sedangkan Diego, dan Rey sudah ada di dalam mobil.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba Ara menelfon Diego.


"Diego, aku sedang di rumah mu, kamu ada dimana sekarang?" Tanya Ara.


"Aku sedang di perjalanan menuju ke taman hiburan", ucap Diego.


"Kenapa kamu pergi ke sana?" Tanya Ara.


"Kamu pergi dengan siapa?" Tanya Ara bertubi-tubi.


"Aku pergi dengan istri ku, Rey, dan juga Clara", jawab Diego.


"Baik lah, aku akan segera menemui mu di sana", ucap Ara.


Lalu, Ara segera mematikan ponsel nya, dan itu membuat Diego merasa kesal dengan nya.


Padahal, Diego tidak mau di ganggu oleh Ara, apalagi saat hendak mengajak Hanna ke taman hiburan.


"Siapa yang menelfon mu?", Tanya Hanna.


"Ara", jawab Diego.


Mendengar itu, membuat Rey semakin sakit hati dengan Ara, sedangkan Hanna hanya menggerutu tidak jelas, dan Clara hanya terdiam mendengarkan nya.


Sesampainya mereka di taman hiburan, Hanna dan Clara ingin berfoto di salah satu wahana bermain, dan mereka sudah berdiri di depan komedi putar.


Rey terlihat sedang memotret mereka, dan setelah nya mereka bergantian untuk berfoto.


Kemudian, mereka meminta seseorang yang lewat untuk memotret mereka bersama.


Setelah mereka berfoto bersama, dan melihat hasil potret diri mereka, tiba-tiba saja Ara datang, dan menghampiri mereka.


"Hei", panggil Ara.


"Kenapa kalian tidak mengajak ku?" Tanya Ara.


Kemudian, Hanna ingin pergi ke toilet untuk membuang air kecil, dan Hanna meminta Clara untuk ikut menemani nya.


"Kalau kamu ingin bergabung terserah", ucap Diego.


"Aku akan pergi ke toilet sebentar", ucap Hanna di tengah-tengah percakapan antara Diego dan Ara.


"Aku akan ikut", ucap Clara.


Lalu, mereka berdua berjalan menuju ke toilet, dan saat Hanna hendak melewati Ara, Hanna tampak langsung menghindar, ketika melihat Ara tiba-tiba berjalan mundur ke belakang, dan itu berhasil membuat Hanna terjatuh.


"Rasakan", ucap Ara dalam hati sambil melihat ke arah Hanna yang sedang terjatuh.


"Hanna", teriak Clara dan langsung membantu Hanna untuk segera berdiri.


Namun, ketika Clara hendak membantu Hanna, ia melihat ada darah segar yang mengalir di kaki Hanna.


"Ya....", teriak Clara dengan histeris.


Mendengar teriakan Clara, Diego langsung berlari ke arah Hanna, dan melihat darah itu mengalir di kaki nya, kemudian Diego segera menggendong Hanna.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego.


"Segera bawa Hanna ke rumah sakit, aku tidak sanggup melihat darah itu terus mengalir", ucap Clara.


Lalu, semua orang segera menuju ke dalam mobil, dan membawa Hanna ke rumah sakit terdekat.


Apakah Hanna akan keguguran? dan Bagaimana kah reaksi Diego terhadap kondisi Hanna saat ini?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2