
Mendengar perkataan Ayah Diego membuat hati Rey rapuh dan sakit mendengar nya.
Kemudian Rey melihat ke arah Clara dan perasaan menyesal itu telah muncul kerena Rey menyesal telah memberi jeda waktu kepada Clara.
"Clara pikirkan dulu sebelum menjawab nya", ucap Hanna.
"Jangan sampai kamu menyesal dengan jawaban mu", ucap Hanna lagi.
Lalu semua orang masih melihat ke arah Clara dan masih menunggu jawaban dari Clara mengenai permintaan Branden itu pada nya.
Clara hanya menundukkan kepala nya dan masih berfikir untuk menjawab pertanyaan dari Ayah Diego.
"Apa yang harus aku jawab?" Tanya Clara di dalam hati nya.
"Kalau aku jawab tidak mau, tapi ini adalah kesempatan bagus untuk ku", batin Clara lagi.
"Dan kalau aku jawab mau, tapi hati ku masih ada untuk Rey", ucap Clara lagi di dalam hati nya.
"Aku takut kalau aku bertahan untuk Rey hanya akan memberi luka pada ku karena Rey hanya setia kepada wanita itu", ucap Clara lagi di dalam hati nya.
"Kalau aku bertahan untuk Rey dan jika aku sampai disia-siakan oleh nya maka aku akan terlihat sangat bodoh di mata orang-orang lebih baik aku terima saja kalau begitu", batin Clara lagi.
"Tapi aku masih ragu", batin Clara lagi.
"Seperti nya Clara masih ingin berfikir paman", ucap Rey.
"Iya tolong beri waktu untuk Clara agar bisa menjawab nya dengan sungguh-sungguh", ujar Hanna.
"Bisakah Ayah menunda nya sebentar dan memberikan waktu beberapa hari untuk Clara, itu pertanyaan yang harus dipikirkan jawaban nya dengan maksimal", ujar Hanna lagi.
"Aku setuju", ujar Diego.
"Aku juga", ucap Rey.
"Baiklah aku akan bicarakan ini ke Branden dan akan aku tunggu jawaban nya minggu depan", ucap Ayah Diego.
Lalu Ayah Diego melanjutkan makan malam nya dan melihat ke arah Hanna.
"Oh iya apa kamu tidak ingin pergi ke Amerika untuk bertemu dengan putri ku yang ada disana?" Tanya Ayah Diego kepada Hanna.
"Apa! Putri mu?" Tanya Hanna.
Lalu Hanna dan Clara segera melihat ke arah Ayah Diego untuk menunggu penjelasan dari nya.
"Diego! Apa kamu belum menceritakan nya kepada istri mu?" Tanya Ayah nya.
"Belum", jawab Diego.
"Kamu tidak bisa diharapkan sama sekali", ucap Ayah nya.
"Seperti nya dia tidak ingin kembali lagi ke Korea, jadi untuk apa aku memperkenalkan nya kalau dia memang ingin hidup seperti itu", jelas Diego.
"Aku tidak mau tau secepat nya kamu bawa istri mu untuk segera menemui nya", ucap Ayah nya.
"Aku hanya tidak ingin dia merasa kamu tidak peduli pada nya dan tambah membuat diri nya tidak ingin pulang untuk selama nya", jelas Ayah nya lagi.
"Baiklah aku akan mengurus nya dan tunggu saja", ucap Diego.
"Krystal adalah satu-satu nya anak perempuan ku", ucap Ayah Diego.
"Benarkah?" Tanya Hanna.
"Kenapa aku tidak mengetahui nya dan juga tidak ada satu orang pun yang berniat untuk memberi tau ku sebelum nya", ujar Hanna.
Lalu Ayah Diego menjelaskan nya kepada Hanna dan membuat Hanna merasa tak percaya setelah mendengar nya.
"Hebat! Aku hampir merasa kalau Diego adalah anak satu-satu nya di keluarga ini", ujar Hanna.
"Kenapa Krystal tidak ingin pulang ke Korea?" Tanya Hanna.
"Dia hanya menikmati hidup nya disana dan dia telah merasa nyaman berada disana", jawab Ayah Diego.
"Apa dia sudah lulus kuliah?" Tanya Hanna lagi.
"Sudah tahun lalu dan saat ini dia sedang sibuk dengan hobi nya", jawab Ayah Diego.
"Wah, aku jadi tidak sabar untuk segera melihat nya", ujar Hanna.
"Jangan terlalu antusias seperti itu, dia juga belum tentu ingin melihat kita", ujar Diego.
"Diego! Kamu tidak boleh berbicara seperti itu", ujar Ayah nya.
"Dia selalu membuat ku repot", ucap Diego.
Lalu mereka semua melanjutkan makan malam bersama dan setelah nya Ayah Diego segera pulang ke rumah besar dan Diego masuk ke dalam ruang kerja nya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.
Sedangkan Rey sedang duduk di depan TV sambil menyaksikan acara yang sedang di tayangkan dan memakan cemilan yang ada di atas meja.
Lalu Hanna telah berada di dalam kamar nya dan segera bersiap-siap untuk tidur.
Sedangkan Clara malah duduk di sofa kamar nya sambil mengingat perkataan Ayah Diego pada nya dan saat ini hati nya sedang gundah dan malam ini adalah malam yang sangat membuat nya kebingungan.
***
Pagi hari nya jam delapan pagi mereka berempat sedang makan pagi bersama di ruang makan.
Hari ini adalah hari sabtu jadi hari ini adalah hari libur dari kantor dan mereka berencana akan pergi ke sekolah yang telah didirikan oleh organisasi Octopus.
Setelah makan pagi bersama Diego meminta Rey untuk menyiapkan segala keperluan dan setelah nya mereka berangkat menuju ke sekolah yang di maksud.
Perjalanan menuju ke sekolah itu sangat membutuhkan waktu dan mungkin sekitar beberapa jam dari kota.
"Aku merasa akhir-akhir ini kita selalu bepergian bersama", ucap Hanna.
"Iya", ucap Clara.
"Ini adalah permintaan mu", ujar Diego kepada Hanna.
Mendengar perkataan Diego, Hanna hanya tertawa mendengar nya.
Setalah hari menunjukkan siang hari Diego meminta Rey untuk memberhentikan mobil nya di sebuah restoran yang ada di perjalanan yang mereka lalui.
"Ayo kita keluar dan makan siang", ucap Diego.
"Ok", ucap Hanna.
Lalu mereka segera keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam restoran yang ada disana.
__ADS_1
Setelah duduk di dalam restoran Diego meminta pelayan untuk segera datang ke meja mereka.
Lalu seorang pelayan datang ke meja Diego sambil membawa beberapa menu yang ada di restoran.
Pelayan memberikan menu itu kepada mereka, lalu Diego telah memesan beberapa makanan begitu pun dengan Rey.
Sedangkan Hanna masih memilih beberapa makanan begitu pun dengan Clara.
Setelah lima menit berlalu, baru Hanna dan Clara telah menentukan pilihan nya dan mereka segera memesan makanan yang akan di santap nya pada siang hari ini.
"Aku ingin tau kenapa kamu ingin membuat sekolah karena kalau di lihat-lihat kamu bukan tipe orang yang peduli dengan hal-hal seperti itu", ujar Hanna.
"Sewaktu kecil aku pernah di culik dan aku melihat orang-orang yang berada di sekitar ku sangat kesusahan", ucap Diego.
"Apa! Di culik?" Tanya Hanna.
"Iya dan aku berhasil kabur dari penculik itu", ucap Diego.
"Aku tidak menyangka kalau kamu pernah mengalami kejadian seperti itu", ucap Hanna.
"Itu sudah sangat lama dan membuat ku berpikir kalau aku akan membalas semua perbuatan orang-orang jahat itu kepada anak-anak kecil maupun kepada orang dewasa", jelas Diego.
"Maka nya aku menjadi seperti ini karena aku tidak mau ada mafia yang berusaha untuk bertindak jahat kepada orang-orang", jelas Diego.
"Terutama mereka yang berusaha untuk mengeksploitasi anak-anak kecil maupun orang dewasa dan juga mereka yang terlibat dalam perdagangan manusia", jelas Diego lagi.
"Aku sungguh tidak percaya dengan semua ini, aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu sebaik ini dan rela berkorban demi orang-orang lemah", ujar Hanna.
"Jadi saat ini kamu terpesona dengan ku", ucap Diego dengan senyum maut nya.
"Iya", ucap Hanna di dalam hati nya.
Kemudian mereka semua melanjutkan makan siang bersama dan setelah nya mereka segera melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah.
Sekitar jam tiga siang mereka telah sampai di sekolah dan segera masuk ke gerbang sekolah, lalu Rey memarkirkan mobil mereka di pekarangan sekolah.
Setelah keluar dari dalam mobil mereka segera mengikuti Diego dari belakang dan masuk ke ruang kepala sekolah.
Melihat kedatangan Diego membuat kepala sekolah kaget dan segera menyuruh Diego dan semua orang yang ikut dengan nya untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kepala sekolah.
"Ya Tuhan, Tuan Diego", ucap kepala sekolah.
Lalu kepala sekolah segera bergabung dan ikut duduk di sofa itu.
"Ada apa Tuan datang ke sini?" Tanya kepala sekolah.
"Kalau saya tau tuan akan datang saya akan menyiapkan jamuan yang lebih baik lagi dari hari ini", ucap kepala sekolah.
Kemudian datang lah seorang guru, guru itu di panggil oleh kepala sekolah untuk menyiapkan minuman.
"Aku hanya ingin memperlihatkan sekolah ini kepada istri ku", jawab Diego.
"Benarkah", ucap kepala sekolah.
"Kalau begitu aku akan mengajak kalian untuk berkeliling di sekolah ini", ucap kepala sekolah lagi.
"Sebelum itu kita makan dulu di ruangan yang telah disiapkan oleh para guru, mereka telah menyediakan makanan yang enak disana", ucap kepala sekolah lagi.
Lalu kepala sekolah menganggukkan kepala nya kepada salah satu orang guru yang ada di dalam ruangan itu.
Saat ini mereka telah selesai makan dan sedang berkeliling untuk melihat semua yang ada di sekolah.
"Iya mereka pulang sekolah pada sore hari dan sebagian dari mereka masih tetap belajar sampai malam hari", ucap kepala sekolah.
"Ini semua mereka lakukan supaya bisa lulus dan berhasil masuk ke universitas yang mereka inginkan", jelas kepala sekolah.
"Namun pada saat ini anak-anak yang masih berada di tingkat dasar dan tingkat menengah sudah pulang sekolah lebih awal", ucap kepala sekolah lagi.
"Aku mengerti", ucap Hanna.
"Apa kamu masih penasaran?" Tanya Diego kepada Hanna.
"Tidak aku sudah mengetahui nya", jawab Hanna.
"Baiklah kalau begitu kita akan kembali sekarang", ucap Diego.
"Rey", panggil Diego.
Kemudian Diego memberikan kode kepada Rey dan Rey segera pergi menuju ke dalam mobil dan ia membuka bagasi belakang mobil untuk mengambil beberapa barang yang akan diberikan kepada sekolah.
"Kami akan segera kembali dan ini ada beberapa keperluan untuk sekolah dan juga ada beberapa makanan", ucap Diego kepada kepala sekolah.
Kemudian Rey segera meletakkan semua barang yang dibawa nya itu ke depan kepala sekolah.
Melihat itu kepala sekolah langsung memanggil beberapa orang guru untuk mengangkat semua barang-barang itu ke dalam ruangan.
"Aku sudah mengeluarkan semua isi bagasi dan sudah bolak balik untuk mengangkat nya ke sini, jadi apa kita akan segera berangkat?" Ucap Rey kepada Diego.
"Iya ayo masuk ke dalam mobil", ucap Diego.
Lalu kepala sekolah berterima kasih kepada Diego dan melepas kepergian Diego bersama dengan guru-guru lain nya yang ada disana.
Saat ini mereka berempat sedang dalam perjalanan pulang menuju ke kediaman Diego.
"Apa kamu juga ingin datang ke panti asuhan dan panti jompo?" Tanya Diego kepada Hanna.
"Iya aku mau", jawab Hanna.
"Tapi kita hanya akan melalui nya saja dan aku hanya akan memperlihatkan nya pada mu dari kejauhan", ucap Diego.
"Kenapa?" Tanya Hanna.
"Kita tidak mempunyai cukup waktu hari ini", ucap Diego.
"Bukankah sekarang adalah hari Sabtu?" Tanya Hanna.
"Iya tapi besok aku harus pergi ke markas, ada hal yang harus aku urus", ucap Diego lagi.
"Lain kali aku akan membawa mu kesana jadi bersabarlah", ucap Diego lagi.
"Baiklah", ujar Hanna.
Kemudian Rey menambah laju kecepatan mengemudi nya dan segera melaju ke rumah Diego.
Selama di perjalanan pulang hari hujan dan membuat suasana jadi mendukung untuk segera tidur.
Lalu Hanna dan Clara segera tertidur selama di perjalanan pulang sampai akhirnya berhenti di depan kediaman Diego.
__ADS_1
"Hanna", panggil Diego.
Lalu Diego menggerakkan tangan Hanna agar Hanna segera bangun dari tidur nya.
"Apa kita sudah sampai?" Tanya Hanna sambil menguap.
"Sudah ayo turun", jawab Diego.
Lalu Hanna meregangkan badan nya kemudian segera turun dari dalam mobil.
Sedangkan Clara sudah dibangunkan oleh Rey dan mereka telah berada di pekarangan rumah saat ini.
Setelah sampai di rumah, mereka semua segera membersihkan diri dan mandi di kamar masing-masing. Lalu setelah itu mereka segera turun ke bawah untuk makan malam bersama.
Walau pun hari sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, mereka tetap makan malam dan mengisi perut mereka.
Itu karena mereka sangat lapar dan belum mengisi apa pun selama di perjalanan pulang, karena mereka tidak berhenti untuk makan di jalan.
Jika mereka berhenti di jalan maka mereka akan sampai di rumah pada saat tengah malam.
Oleh karena itu mereka telah sepakat untuk tidak berhenti di jalan dan akan makan malam bersama di rumah.
Setalah makan malam selesai mereka semua pergi beristirahat di kamar masing-masing.
***
Pagi hari nya Diego segera pergi ke markas Octopus bersama dengan Rey.
Baru ingin memasuki mobil, Hanna telah datang untuk mengehentikan mereka.
"Tunggu", teriak Hanna.
"Ada apa?" Tanya Diego.
"Aku ingin ikut dengan mu", pinta Hanna.
"Baiklah cepat masuk", ucap Diego.
Kemudian Hanna masuk ke dalam rumah dan segera menarik Clara yang ada di belakang pintu.
"Ayo", ucap Hanna.
Lalu mereka berdua segera masuk ke dalam mobil.
***
Setelah sampai di markas Octopus mereka langsung menuju ke rumah sakit dan ingin melihat keadaan Yae Won.
"Apa kamu sudah merasa sehat?" Tanya Hanna kepada Yae Won.
"Sudah luka ku sudah mulai mengering", jawab Yae Won.
"Baguslah", ucap Hanna senang begitu pun dengan Clara.
Kemudian terdengar suara ponsel berdering dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu segera melihat ke arah Yae Won.
Lalu Yae Won segera mengangkat panggilan itu.
"Halo", jawab nya.
"Apa!" Teriak Yae Won.
"Tolong lepaskan orang tua ku", pinta Yae Won.
"Aku akan melakukan apa pun yang kamu inginkan asalkan kamu melepaskan orang tua ku", ucap Yae Won.
"Baiklah aku akan menunggu perintah dari mu", ucap Yae Won lagi.
Kemudian panggilan itu telah berakhir.
"Ada apa?" Tanya Diego.
"Mereka telah menculik orang tua ku", jawab Yae Won.
"Bagaimana bisa?" Tanya Diego lagi.
Lalu Rey datang menghampiri Diego.
"Kedua orang tua nya telah kabur dari tempat yang kita sediakan untuk mereka", ucap Rey.
"Kenapa bisa kabur?" Tanya Diego lagi.
"Seperti nya mereka ingin pergi sejauh mungkin untuk menyelamatkan diri", ucap Rey.
"Jadi anggota kita tidak bisa melindungi mereka karena mereka telah kabur secara diam-diam", jelas Rey lagi.
"Apa!" Ucap Yae Won.
"Seperti nya mereka sangat cemas berada di kota", ucap Hanna.
"Aku ingin pergi mencari mereka", ucap Yae Won.
Lalu Yae Won segera membuka infus yang ada di tangan nya.
"Jangan bertindak gegabah seperti ini", ucap Diego.
"Memang nya kamu ingin pergi mencari mereka kemana?" Tanya Diego.
"Ke rumah pelayan Lee, aku rasa dia mengetahui dimana kedua orang tua ku berada", jawab Yae Won.
Kemudian Yae Won segera berdiri dari tempat tidur nya.
"Yae Won jangan", ucap Hanna sambil memegang tangan Yae Won.
"Kalau kamu tetap pergi ke sana aku tidak menjamin kalau kamu akan baik-baik saja", ucap Diego.
"Ingat apa yang telah terjadi kepada mu bahkan nyawa mu hampir melayang", ucap Diego lagi.
"Aku tidak peduli yang penting aku akan menyelamatkan kedua orang tua ku bahkan aku tidak takut kalau kehilangan nyawa ku", ucap Yae Won.
Lalu Yae Won segera melangkahkan kaki nya untuk segera keluar dari ruangan itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...