
"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Hanna kepada Clara.
"Seperti nya tidak, aku juga mendengar nya", ucap Clara.
Lalu mereka melihat ke arah Diego seolah menunggu penjelasan dari nya.
Namun Diego hanya diam dan melihat ke arah Rey.
"Ayo ikut aku", ucap Rey.
Lalu Diego mengikuti langkah Rey dan begitu pun dengan Hanna dan Clara.
"Kenapa dia tidak menjawab ku", ucap Hanna dengan kesal.
"Aku juga tidak tau", ucap Clara.
Kemudian mereka terus berjalan dan menuju ke bagian belakang markas.
Setelah sampai di depan pintu Hanna dan Clara kaget melihat nya karena di bagian ini terlihat seperti rumah sakit.
Lalu mereka masuk ke dalam pintu itu dan benar saja sesuai dengan perkiraan Hanna.
Setelah masuk ke pintu yang besar itu terlihat ada ruangan yang sangat besar, di tengah-tengah ruangan itu ada seorang perawat yang bertugas sebagai resepsionis.
Kemudian terdapat beberapa ruangan yang di tutup oleh pintu. Dua kamar operasi, tujuh kamar rawat inap, satu ruangan intensif, dua ruangan tempat obat dan segala keperluan medis lain nya.
Satu ruangan komputer termasuk tempat pantau CCTV rumah sakit markas Octopus, satu ruangan untuk tenaga medis, dan satu lagi ruangan dokter.
Di rumah sakit Octopus ini terdapat tiga orang perawat dan satu orang dokter yang sangat ahli di bidang nya.
Mereka semua di rekrut oleh Diego dengan tawaran yang sangat fantastis jika di bandingkan dengan rumah sakit pada umum nya.
Namun syarat untuk bisa menjadi bagian dari rumah sakit ini juga tidak tanggung-tanggung.
Mereka yang bekerja di sini sudah sangat profesional bahkan keahlian nya sebanding dengan dokter dan perawat yang ada di rumah sakit.
Karena semua pekerja di sini telah dilatih oleh Diego ke luar Negeri untuk mengasah kemampuan nya, sehingga mereka tidak hanya ahli di satu bidang saja tapi di semua penyakit yang ada di tubuh manusia.
Walaupun begitu tidak menutup kemungkinan kalau mereka juga bisa mengalami beberapa kendala yang bisa menghambat proses pengobatan.
Karena rumah sakit ini didirikan oleh Diego dan bukan dari pemerintah atau pun dari swasta yang memang beroperasi penuh dalam hal pengobatan.
Termasuk susah nya mendapatkan obat yang sangat langka dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori langka untuk di dapatkan.
Lalu Diego segera melangkahkan kaki nya menuju ke arah perawat yang sedang duduk di ruangan resepsionis dan langkah nya juga di ikuti oleh semua nya.
"Dimana dokter Park"? Tanya Diego pada perawat itu.
"Ada di ruang pemeriksaan Pak di kamar nomor satu", jawab perawat itu.
Lalu perawat itu mengarahkan semua nya ke kamar nomor satu dan langkah nya di ikuti oleh semua orang. Kemudian perawat itu segera membukakan pintu kamar nomor satu.
"Silahkan masuk Pak", ucap perawat itu.
Lalu Diego segera masuk begitu pun dengan Hanna, Rey dan Clara.
"Kondisi nya sudah lebih membaik jika dibandingkan dengan hari kemaren Pak", ucap dokter Park.
"Baguslah", ujar Diego.
"Lalu bagaimana dengan keadaan nya dokter, apakah ada luka yang parah?" Tanya Hanna.
"Terdapat satu tusukan di bagian perut nya dan itu butuh waktu penyembuhan yang lebih lama di bandingkan dengan luka yang lain", jawab dokter Park.
"Kira-kira berapa hari proses penyembuhan nya dokter?" Tanya Clara.
"Tunggu luka nya sampai mengering mungkin dua hari lagi sudah mulai mengering dan dia sudah bisa beraktifitas kembali", jawab dokter.
"Namun dia hanya boleh melakukan aktifitas yang ringan saja sampai luka nya benar-benar sembuh", ucap dokter lagi.
"Ok!" Ucap Diego.
Lalu Yae Won tersadar dan melihat ke semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Dimana aku?" Tanya Yae Won dengan suara yang terdengar seperti dipaksakan untuk berbicara.
"Di markas ku", jawab Diego.
"Bagaimana keadaan mu, apa kamu sudah merasa lebih baik?" Tanya Hanna.
Lalu Yae Won menganggukkan kepala nya.
"Baguslah", ucap Hanna.
"Lalu bagaimana bisa kamu sampai menjadi seperti ini?" Tanya Hanna lagi.
Lalu Yae Won melihat ke arah Diego.
"Aku telah melakukan nya di luar rencana kita dan jadilah aku seperti sekarang ini", ucap Yae Won.
"Aku merasa tidak sabar dan bertindak gegabah", ucap nya lagi.
"Lalu aku melihat nya lewat di desa dan aku segera mengikuti nya dari belakang", jelas Yae Won.
"Aku melihat dia sedang memperjual belikan narkoba", ucap Yae Won lagi.
"Narkoba?" Tanya Hanna.
"Maksud mu dia pengedar narkoba, begitu?" Tanya Hanna lagi.
"Seperti nya dia disuruh oleh seseorang untuk mengantarkan barang haram itu", ucap Clara.
Kemudian Yae Won menganggukkan kepala nya setelah mendengar perkataan Clara.
"Dari mana kamu tau?" Tanya Hanna sambil melirik ke arah Clara.
"Bukankah dia bekerja di rumah mewah dan menurut ku orang yang ada di rumah itu yang menyuruh nya", jawab Clara.
"Tidak mungkin dia bergerak sendiri memang nya dia punya uang yang banyak untuk itu", ucap Clara lagi.
__ADS_1
Lalu Rey bertepuk tangan setelah mendengar perkataan Clara.
"Benar aku telah menyelidiki nya", ucap Rey.
Kemudian Rey melirik ke arah Diego.
"Seperti yang kalian lihat ini adalah markas ku dan aku yang mengendalikan semua ini", ucap Diego.
Lalu Hanna baru tersadar dengan semua ini.
"Apa kata mu", ucap Hanna.
"Markas mu?" Tanya Hanna.
"Iya", jawab Diego.
"Aku merasa tidak percaya dengan apa yang aku lihat dan dengar hari ini", ucap Hanna.
"Jadi kamu seorang mafia?" Tanya Hanna lagi.
"Ikuti aku ke ruangan ku", ucap Diego.
Lalu Rey segera mengikuti langkah Diego dari belakang.
"Yae Won beristirahat lah aku akan pergi dulu", ucap Clara.
Sedangkan Hanna masih terpaku di tempat dan kemudian ia langsung di tarik oleh Clara untuk segera mengikuti Diego.
***
Di ruangan Diego mereka berempat telah duduk di atas sofa yang empuk dan berukuran besar.
"Jelaskan pada ku mulai dari awal", ucap Hanna.
Kemudian Hanna meminum minuman kaleng yang ada di atas meja.
"Tenanglah aku akan memberi tau mu", ujar Diego.
Lalu Diego menceritakan apa yang telah di lihat oleh Hanna hari ini tapi ia tidak menceritakan seluruh hal tentang diri nya seperti ruang rahasia milik nya.
"Astaga aku merasa telah di tipu oleh mu", ucap Hanna.
"Jadi waktu itu kamu menolong ku karena tak sengaja melihat ku dan ingin menghajar orang-orang jahat itu", ucap Hanna.
"Iya", jawab Diego.
"Entah aku yang di tipu atau aku yang memang bodoh padahal aku sudah melihat nya dengan mata kepala ku sendiri", celoteh Hanna.
"Apa alasan mu untuk melakukan ini semua?" Tanya Hanna.
"Aku hanya tidak suka melihat orang-orang melakukan kejahatan dengan sesuka hati nya", jawab Diego.
"Salah satu nya itu", tambah nya lagi.
"Bukankah mafia juga tidak ada beda nya dengan mereka, dunia ini terlalu kejam", celoteh Hanna.
"Aku hanya meluruskan apa yang aku bisa dan aku membenci perdagangan manusia", ucap Diego.
"Benar, beberapa persen dari uang itu juga di donasikan ke panti asuhan, panti jompo dan juga untuk mendirikan sekolah bagi orang-orang susah", ucap Rey.
"Wah hebat", ucap Clara.
"Benarkah?" Tanya Hanna tak percaya.
"Apa perlu aku buktikan pada mu dan membawa mu ke tempat yang telah di sebutkan oleh Rey?" Tanya Diego.
"Ok ayo kita kesana", ucap Hanna.
"Sebelum aku melihat nya dengan mata kepala ku, aku tidak akan percaya dengan semua ini", ucap Hanna lagi.
"Baiklah", ucap Diego.
"Rey buat jadwal untuk berkunjung kesana", ucap Diego lagi.
"Ok seperti nya lusa kamu bisa pergi kesana", ucap Rey.
"Ok lusa kita akan pergi kesana", ucap Diego.
"Kenapa tidak sekarang saja?" Tanya Hanna.
"Aku sangat penasaran dengan jawaban nya, tidak bisakah di percepat lagi", ucap Hanna.
"Sekarang hari sudah sore dan perjalanan menuju kesana lumayan jauh apalagi besok aku cukup sibuk di kantor jadi tunggu saja kalau kamu ingin melihat nya", jelas Diego.
"Baiklah aku akan sabar dalam menunggu nya", ucap Hanna.
"Lalu orang tua Yae Won bagaimana, apa mereka perlu di bawa kesini?" Tanya Hanna.
"Iya aku juga khawatir dengan mereka", ucap Clara.
"Tenang saja anggota ku sudah mengurus semua nya", ujar Diego.
"Aku benar-benar tidak menyangka nya", gerutu Hanna.
***
Malam ini mereka telah ada di kediaman Diego dan sedang makan malam bersama di ruang makan. Lalu pelayan Park datang menemui Diego di ruang makan.
"Tuan muda", panggil nya.
"Iya ada apa?" Tanya Diego.
"Ayah tuan muda akan datang sebentar lagi, sekarang beliau sedang dalam perjalanan menuju kesini", jelas pelayan Park.
"Ok", ucap Diego.
Lalu pelayan Park segera pergi menuju ke pekarangan rumah untuk menunggu kedatangan Ayah Diego.
"Apa aku tidak apa-apa berada di rumah ini?" Tanya Clara.
__ADS_1
"Aku ada disini jadi kalau kamu tidak boleh berada disini aku akan menemani mu untuk tinggal di rumah mu", ucap Hanna.
"Tenang saja ini rumah ku lagi pula Ayah ku bukan orang yang seperti itu", ujar Diego.
"Syukurlah", ucap Hanna.
Lalu Hanna menyendok makanan ke dalam mulut nya.
Beberapa menit kemudian Ayah Diego datang dan beliau ikut bergabung dengan mereka di meja makan. Kemudian pelayan Park mengambilkan makanan untuk Ayah Diego.
"Ini tuan silahkan di makan", ucap pelayan Park.
Lalu Ayah Diego langsung menyantap makanan yang ada di depan nya saat ini.
"Ayo di makan jangan takut pada ku", ucap Ayah Diego kepada Clara.
Lalu Clara hanya tersenyum mendengar perkataan Ayah Diego dan ia segera meminum minuman yang ada di depan nya.
"Hanna bagaimana kabar mu sekarang, apa sudah lebih baik?" Tanya Ayah Diego.
"Sudah Ayah, lihat! Aku sudah baik-baik saja sekarang", jawab Hanna.
"Baguslah aku senang mendengar nya", ucap Ayah Diego.
"Tumben Ayah datang ke rumah ku", ucap Diego.
"Ada hal yang harus Ayah bicarakan dengan mu", ucap Ayah nya.
"Apa itu?" Tanya Diego.
"Sebelum nya aku akan bertanya dulu", ujar Ayah nya.
"Tanyakan lah aku akan menjawab nya", ucap Diego.
"Bukan pada mu", ucap Ayah nya.
"Bukan pada ku", ucap Diego.
"Lalu kepada siapa, Hanna?" Tanya Diego lagi.
"Bukan", jawab Ayah nya lagi.
"Apa kepada ku?" Tanya Rey.
"Aku ingin bertanya kepada teman Hanna", jawab Ayah Diego.
"Clara?" Tanya Hanna dengan ekspresi kaget nya.
"Apa! Aku?" Tanya Clara.
"Ya Tuhan aku takut jika disuruh pindah malam ini juga, tunggu besok pagi saja Ya Tuhan", batin Clara.
"Tenang saja", bisik Hanna kepada Clara.
"Aku ada disini", bisik Hanna lagi.
"Apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Ayah Diego.
"Apa!" Ucap semua nya.
Lalu semua nya segera melihat ke arah Ayah Diego dengan wajah kaget nya masing-masing.
"Ayah", lirih Diego.
"Apa Ayah ingin mendekati Clara, aku tidak setuju sangat tidak setuju", ujar Diego.
"Aku juga tidak setuju karena Clara adalah teman baik ku, aku ingin dia bahagia dengan pilihan nya sendiri", ucap Hanna.
"Maafkan aku karena aku tidak mendukung Ayah saat ini", ucap Hanna lagi.
"Aku juga tidak setuju", ucap Rey.
"Apalagi aku", gerutu Clara.
Setelah mendengar penolakan dari mereka semua, Ayah Diego jadi geleng-geleng kepala dan tertawa setelah nya.
"Ada apa dengan kalian semua?" Tanya Ayah Diego sambil tertawa dengan lantang nya.
"Aku hanya ingin bertanya apa aku salah?" Tanya Ayah Diego lagi.
Lalu semua nya hanya diam setelah mendengar perkataan Ayah Diego.
"Jadi bagaimana, apa kamu sudah memiliki pacar?" Tanya Ayah Diego lagi kepada Clara.
Kemudian Clara sedikit melirik ke arah Rey dan Rey hanya pura-pura tidak mengetahui nya.
"Dasar lelaki, disaat seperti ini dia acuh pada ku", batin Clara.
"Aku..., Aku belum punya pacar", jawab Clara.
"Baguslah", ucap Ayah Diego.
"Apa nya yang bagus?" Tanya Diego.
"Aku berencana ingin menjodohkan nya dengan Branden", jawab Ayah nya.
"Apa!" Teriak semua nya.
"Kenapa Ayah jadi sibuk menjodoh-jodohkan orang saat sekarang ini, apa aku tidak cukup?" Tanya Diego.
"Ini bukan keinginan ku tapi ini adalah permintaan dari Branden pada ku beberapa hari yang lalu", jelas Ayah nya.
"Jadi aku hanya ingin menyampaikan nya dan kalau memang tertarik dengan nya aku akan mengatakan nya kepada Branden", ucap Ayah Diego lagi.
Lalu semua orang melihat ke arah Clara dan sedang menunggu jawaban dari nya.
Apa yang akan di jawab oleh Clara?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...