Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Pak Oskar


__ADS_3

Kantor Ayah Diego


Saat ini Ayah Diego sedang menyambut kedatangan rekan kerja nya yang baru saja datang dari Amerika.


Rekan kerja Ayah Diego itu mempunyai bisnis perhiasan dan perusahaan nya itu sangat terkenal di Amerika.


Ayah Diego pertama kali bertemu dengan nya dari dua tahun yang lalu dan pertemuan itu berkat ada nya campur tangan dari Ayah Leo.


Jadi pada dua tahun yang lalu itu Ayah Diego pernah bekerja sama dengan pengusaha itu namun Diego tidak sempat untuk bertemu dengan nya.


Karena pada saat itu Diego sangat sibuk mengurus kerja sama nya dengan rekan kerja Ayah nya yang ada di Jepang dan kerja sama itu mengenai sepatu kerja pria dan wanita.


Saat ini Ayah Diego sedang sibuk membahas kerja sama untuk yang ke dua kali nya dengan pengusaha yang baru datang dari Amerika itu.


Tak lama kemudian Rey pun masuk ke dalam ruangan kerja Ayah Diego sambil membawa beberapa dokumen yang telah di minta oleh Ayah Diego itu.


"Jadi bagaimana apa anda setuju dengan semua yang telah tertulis di dalam dokumen itu", ujar Ayah Diego kepada pengusaha itu.


"Tentu saja aku menyetujui nya", ujar pengusaha itu.


"Rey", panggil Ayah Diego kepada nya.


"Iya Paman", ujar Rey.


"Dimana Diego?" Tanya Ayah Diego.


"Diego sedang pergi ke tempat produksi Paman", ujar Rey.


"Oh ok", ujar Ayah Diego.


Lalu Ayah Diego pun kembali lagi bercengkrama dengan pengusaha yang baru datang dari Amerika itu sedangkan Rey kembali lagi ke meja kerja nya untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya.


***


Markas Octopus


Saat ini Diego sedang memeriksa data keuangan markas nya dan setelah itu Diego pergi ke ruangan rahasia yang ada di dalam markas nya itu.


Ruangan rahasia itu hanya di ketahui oleh Diego dan selain diri nya tidak ada lagi yang tau mengenai keberadaan ruangan rahasia itu.


Ruangan rahasia itu juga berada di belakang ruangan kerja Diego yang ada di dalam markas nya itu dan hanya saja ruangan rahasia yang ada di markas Octopus itu tidak lah seluas dan sebanyak ruangan rahasia yang ada di dalam kediaman nya itu.


Setelah masuk ke dalam ruangan rahasia itu Diego pun langsung mengambil sebuah kotak yang sudah sangat lama tidak pernah ia sentuh.


"Isi kotak ini adalah bukti kepemilikan semua aset yang ada di dalam brankas ruangan rahasia yang tidak bisa di buka itu", ujar Diego.


"Kotak ini harus aku simpan dengan sebaik-baik nya sampai kunci itu di temukan", ujar Diego lagi.


"Jika sampai kotak ini di lihat oleh orang lain maka semua orang yang ingin mendapatkan aset ini sudah bisa aku pastikan kalau mereka semua akan sibuk mencari kunci brankas itu walau pun mereka belum menemukan dimana keberadaan brankas yang telah aku sembunyikan dengan susah payah itu", ujar Diego lagi.


"Mereka tidak boleh menemukan kotak ini apa lagi mengetahui keberadaan brankas itu", ujar Diego lagi.


"Jika mereka sampai mengetahui nya maka semua aset yang telah aku dapatkan secara susah payah ini bisa di rebut oleh mereka", ujar Diego lagi.


Aset yang di maksud oleh Diego itu adalah aset yang ia dapatkan sewaktu Diego masih berkuliah.


Waktu itu Diego melakukan segala cara untuk memusnahkan semua mafia yang suka melakukan perdagangan manusia baik itu menculik anak di bawah umur atau pun menjual organ seseorang secara paksa.


Ketika Diego sedang bertarung untuk melawan para mafia itu Diego pun berhasil mendapatkan semua barang berharga dan uang yang ada di dalam brankas semua para mafia itu.


Lalu mulai dari sana lah Diego bertekad untuk menghabisi para mafia itu satu persatu dan kemudian mengambil semua harta mereka yang telah mereka hasilkan dari kegiatan haram mereka itu.


Jadi semua harta itu Diego simpan di suatu ruangan yang telah di jadikan nya sebagai brankas untuk menyimpan segala hal yang telah di dapatkan nya dari para mafia yang keji itu.


Diego berniat akan membagikan seluruh harta itu kepada keluarga para korban dan juga kepada orang yang membutuhkan dan orang yang membutuhkan yang di maksud oleh Diego itu adalah orang yang harus sesuai dengan kriteria Diego.


Karena aksi Diego yang selalu bisa menghabisi para mafia yang keji itu dengan mudah nya maka muncul lah spekulasi bahwa Diego adalah seorang mafia yang paling kejam di Negara ini.


Namun tak sedikit juga yang berambisi untuk menghancurkan Diego dan ada juga yang berniat untuk membunuh nya.


Oleh karena itu lah Diego tidak mau kalau Ayah nya mengetahui mengenai semua perbuatan nya itu karena selain Ayah nya tidak ingin Diego masuk ke dalam dunia gelap yang seperti Diego lakukan itu Ayah nya juga sangat menentang segala perbuatan yang bisa mengancam nyawa nya.


Maka nya selama ini Diego selalu berusaha untuk mendapatkan harta warisan dari Ayah nya agar diri nya tidak kekurangan uang pada saat ia di serang oleh para musuh nya itu.


Selain itu Diego selalu beranggapan bahwa kalau dia telah berhasil mendapatkan warisan dari Ayah nya itu maka hidup nya sudah bisa di pastikan sangat aman dan sangat tentram.


Karena kekayaan dan harta Ayah nya itu sangat lah banyak dan bahkan sudah sangat melimpah.


Walau pun Diego tidak bekerja sekali pun maka ia juga bisa dapat hidup dengan mewah dari harta kekayaan Ayah nya itu.


Namun Diego bukan lah tipikal orang yang suka bermalas-malasan dan Diego juga seorang pria yang suka bekerja keras demi diri nya dan juga demi keluarga nya.


Jadi walau pun Diego sampai kehilangan seluruh harta kekayaan nya yang telah di hasilkan nya dari pekerjaan gelap nya itu maka hidup nya juga akan bisa makmur dari warisan yang telah diberikan oleh Ayah nya itu.


Namun sayang nya kunci ruangan brankas itu telah hilang jadi Diego belum bisa melakukan apa pun pada saat ini sampai kunci brankas itu telah di temukan.


"Apa Tuhan murka dengan semua harta itu maka nya Tuhan menutup pintu Brankas itu untuk selama-lama nya tanpa ada yang bisa untuk menyentuh nya", ujar Diego.


"Jangan sampai Ayah ku tau mengenai semua ini kalau tidak Ayah ku bisa saja tidak akan memberikan ku harta warisan", ujar Diego lagi.


Lalu Diego pun segera memasukkan kotak itu lagi ke dalam sebuah lemari yang ada di dalam ruangan rahasia itu.


Setelah itu Diego pun langsung kembali lagi ke dalam ruangan kerja nya yang ada di dalam markas nya itu.


***


Rumah Clara


"Suami ku", panggil Clara dengan suara manis nya itu.


"Iya sayang ada apa?" Tanya Rey.


"Lihat ini", ujar Clara sambil memperlihatkan apa yang ada di dalam ponsel nya itu.


"Untuk apa kamu melihat jadwal penerbangan itu?" Tanya Rey.

__ADS_1


"Aku ingin meminta liburan kepada mu", ujar Clara.


"Apa! Liburan", ujar Rey.


"Iya", ujar Clara lagi.


"Saat ini aku belum bisa mengambil cuti karena sebentar lagi Diego akan pergi ke Amerika", ujar Rey lagi.


"Ke Amerika", ujar Clara.


"Iya besok Diego akan berangkat ke Amerika bersama dengan Hanna", ujar Rey lagi.


"Wah Hanna tidak memberi tau ku mengenai hal itu", ujar Clara.


"Mungkin dia tidak sempat mengabari mu apa lagi saat ini Hanna selalu memikirkan bayi nya yang telah lama hilang itu", ujar Rey.


"Iya aku juga tau itu", ujar Clara.


"Ibu", panggil seorang anak kecil kepada Clara.


"Iya ada apa?" Tanya Clara kepada anak kecil itu.


"Aku mau sebuah pistol", ujar anak kecil itu lagi.


"Apa! Pistol", ujar Clara dan Rey secara bersamaan.


"Ye Joon", ujar Rey lagi.


"Apa kamu memainkan pistol Ayah lagi?" Tanya Rey kepada anak nya.


"Iya aku suka memainkan nya walaupun tidak ada peluru di dalam nya", ujar anak nya lagi.


"Mulai dari sekarang Ayah tidak akan membiarkan mu lagi untuk memainkan pistol Ayah", ujar Rey.


"Kenapa aku tidak boleh memainkan nya?" Tanya anak nya.


"Ibu akan menjelaskan nya kepada mu nanti karena sekarang Ayah akan menyelesaikan semua pekerjaan Ayah dulu", ujar Rey lagi.


"Katakan saja kalau kamu tidak mau menjelaskan nya", bisik Clara kepada Rey sambil tersenyum menggoda.


Lalu Rey pun segera pergi ke meja yang ada di ruang tamu rumah nya itu untuk mengerjakan semua tugas nya.


"Ye Joon", ujar Clara kepada anak nya itu.


"Iya Ibu", ujar anak nya itu.


"Kamu masih berumur dua tahun lebih dua bulan dan anak seusia kamu itu belum boleh memainkan benda yang berbahaya seperti pistol Ayah mu itu", ujar Clara lagi.


"Apa kamu mengerti dengan apa yang telah Ibu katakan kepada mu itu", ujar Clara lagi.


"Baik lah jika Ibu dan Ayah melarang ku untuk memainkan pistol Ayah itu lagi maka aku tidak akan memainkan nya lagi", ujar anak nya.


"Ok! Anak Ibu memang pintar", ujar Clara.


"Kalau begitu ayo kita belajar membaca dan setelah itu kamu harus segera tidur karena besok pagi kita akan pergi berkunjung ke kediaman Bibi Hanna", ujar Clara lagi.


Lalu Clara dan anak nya itu pun segera masuk ke dalam kamar nya untuk belajar membaca sementara Rey masih sibuk dengan pekerjaan nya itu.


***


Perjalanan Pulang Ke Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Diego sedang menyetir mobil nya untuk pulang ke rumah besar dan setelah menempuh setengah perjalanan tiba-tiba saja ada sekitar lima buah mobil sedang mengejar nya dari arah belakang.


Melihat itu Diego pun segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat yang sepi dan jarang di lalui oleh pengendara mobil mau pun alat transportasi yang lain nya.


Diego sama sekali tidak berniat untuk menghindar dari kejaran orang-orang itu dan selagi Diego membawa mobil nya itu dengan kecepatan tinggi Diego juga sempat menyuruh anggota nya untuk menyusul nya dengan menggunakan GPS dari ponsel nya itu.


Setelah cukup lama kejar-kejaran dengan mobil itu akhirnya Diego pun memutuskan untuk berhenti di sebuah tempat yang sepi.


Lalu setelah mobil nya berhenti Pak Oskar dengan semua anak buah nya itu pun langsung mengelilingi mobil Diego sambil menodongkan senjata tajam nya.


"Ke luar atau aku akan membakar mobil mu ini", ujar Pak Oskar dari depan mobil Diego.


Diego melihat kalau Pak Oskar dan anak buah nya itu tidak memegang senjata api dan setelah melihat dan mengamati semua itu Diego pun langsung ke luar dari dalam mobil nya itu sambil mengangkat ke dua tangan nya.


Melihat Diego yang telah ke luar dari dalam mobil nya itu anak buah Pak Oskar pun langsung menghampiri Diego dan kemudian mereka pun langsung menahan ke dua tangan Diego ke belakang tubuh Diego.


Saat ini Diego hanya pasrah dengan perlakuan anak buah Pak Oskar itu kepada nya.


Lalu setelah Diego di pegang dengan erat oleh ke dua anak buah Pak Oskar itu Pak Oskar pun segera menghampiri Diego sambil menodongkan sebuah pisau kecil kepada nya.


"Kenapa kamu tidak mengajak ku untuk bekerja sama dengan mu lagi", ujar Pak Oskar dengan penuh amarah.


Kemudian Diego pun tersenyum kecut di depan Pak Oskar sambil meludahkan air liur nya itu ke tanah yang ada di depan nya.


"Apa kamu ingin mati di tangan ku", ujar Pak Oskar dengan amarah nya yang sudah memuncak akibat tingkah Diego itu.


"Bunuh saja aku kalau kalian bisa", ujar Diego.


Lalu Diego pun langsung melepaskan diri nya dengan sigap dari ke dua anak buah Pak Oskar itu dan kemudian semua anak buah Pak Oskar yang ada disana itu pun langsung menyerang Diego.


Melihat itu Diego pun langsung mengambil sebuah pisau kecil yang telah di jatuhkan oleh salah satu anak buah Pak Oskar itu dan kemudian Diego pun berusaha untuk melawan anak buah Pak Oskar itu.


Saat ini pertarungan di antara Diego dan anak buah Pak Oskar itu pun berlangsung dengan penuh ketegangan.


Setelah cukup lama bertarung akhirnya satu persatu anak buah Pak Oskar itu pun telah berhasil Diego kalahkan dan pada saat ini hanya tersisa dua orang lagi anak buah Pak Oskar yang sedang berusaha untuk melawan Diego.


Pada saat Diego sedang fokus untuk melawan anak buah Pak Oskar itu tiba-tiba saja Pak Oskar datang menghampiri nya dari arah belakang dan kemudian Pak Oskar pun langsung melayangkan pisau kecil nya itu ke arah Diego.


Namun pisau kecil Pak Oskar itu tidak berhasil mengenai kepala Diego karena Diego dengan sigap nya menghindar dari Pak Oskar namun sayang nya pisau kecil Pak Oskar itu telah berhasil mengenai bahu nya.


Sehingga saat ini bahu sebelah kiri Diego telah mengeluarkan tetesan darah dan aksi dari Pak Oskar itu telah membuat pakaian Diego robek dan terkena noda darah.


Walau pun tangan nya terluka tapi Diego tetap berusaha untuk melawan Pak Oskar dan ke dua anak buah Pak Oskar itu dengan hanya menggunakan pisau kecil yang ada di tangan nya itu.

__ADS_1


Karena jika mereka menggunakan pistol maka orang yang ada di sekitar lokasi itu pun akan mengetahui perkelahian mereka itu dan jika sudah seperti itu maka sudah bisa di pastikan polisi juga akan datang ke tempat perkelahian mereka itu.


Pertarungan di antara Diego dan Pak Oskar itu pun masih berlanjut dengan penuh ketegangan dan pada saat Pak Oskar sudah tidak sabar lagi untuk mengalahkan Diego tiba-tiba saja Pak Oskar mengeluarkan sebuah pistol dari arah belakang nya.


Lalu Pak Oskar pun langsung menodongkan pistol itu kepada Diego namun pada saat yang sama Rey pun langsung menembak Pak Oskar dari arah kejauhan dan sayang nya tembakan Rey itu hanya mengenai tangan kanan Pak Oskar.


Sehingga pistol yang ada di tangan Pak Oskar itu pun langsung jatuh ke atas tanah dan kemudian Pak Oskar beserta anak buah nya itu pun langsung kabur dan lari sejauh mungkin dari Rey dan juga dari anggota Octopus yang baru saja datang ke lokasi kejadian itu.


Melihat Diego yang sedang terluka Rey pun langsung membantu Diego untuk masuk ke dalam mobil nya dan setelah itu mereka pun langsung pergi menuju ke rumah sakit markas Octopus untuk mengobati luka yang ada di bahu Diego itu.


Kemudian anggota Octopus yang lain nya itu pun langsung membawa mobil Diego menuju ke markas Octopus.


***


Rumah Sakit Octopus


Saat ini Diego sedang di obati oleh dokter yang ada di rumah sakit markas Octopus itu dan pada saat itu juga Rey berdiri di samping Diego.


"Rey", panggil Diego.


"Iya ada apa?" Tanya Rey kepada nya.


"Suruh anggota kita untuk mencari Pak Oskar dan setelah itu bawa dia ke markas ini dan kurung dia di ruangan yang ada di belakang markas sampai aku telah kembali dari Amerika", ujar Diego.


"Baik lah", ujar Rey.


Lalu Rey pun segera menyuruh anggota nya untuk pergi mencari Pak Oskar dan setelah itu Rey pun pergi kembali ke rumah sakit markas untuk menghampiri Diego lagi.


"Apa kamu ingin pulang ke rumah besar?" Tanya Rey kepada Diego.


"Seperti nya malam ini aku akan tidur di markas", ujar Diego.


"Kalau begitu kamu bisa pergi ke rumah ku", ujar Rey.


"Benarkah!" Ujar Diego.


Lalu Rey pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Diego.


"Kalau begitu ayo kita pergi ke rumah mu sekarang", ajak Diego.


"Ok", ujar Rey.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju ke rumah Rey dengan menaiki mobil Rey dan tentu saja Rey yang menyetir mobil nya itu.


***


Rumah Clara


"Paman kenapa tangan paman bisa terluka?" Tanya anak Rey kepada Diego.


"Ini hanya kecelakaan kecil", jawab Diego.


"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Diego.


"Ini aku akan pergi tidur dengan Ibu", ujar anak Rey lagi.


Lalu Clara pun segera mengajak anak nya untuk pergi tidur ke dalam kamar nya.


Sedangkan Diego dan Rey saat ini sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah itu sambil memakan makanan yang telah di sediakan oleh Clara.


Setelah cukup lama bercerita mengenai pekerjaan mereka tiba-tiba saja terdengar bunyi bel rumah dan Rey pun langsung melihat ke layar monitor yang ada di dekat pintu rumah itu.


Ketika melihat siapa yang telah membunyikan bel itu tiba-tiba saja Rey langsung melihat ke arah Diego sambil menyuruh Diego untuk bersembunyi dengan secepat mungkin.


"Siapa?" Tanya Diego.


"Hanna", jawab Rey.


"Apa! Hanna", ujar Diego.


"Iya ayo cepat bersembunyi kalau tidak Hanna akan melihat tangan mu yang sedang terluka itu", ujar Rey lagi.


"Biarkan saja dia masuk", ujar Diego lagi.


"Apa kamu sudah gila", ujar Rey.


"Buka saja pintu nya lambat laun dia juga akan tau dengan luka ku ini", ujar Diego lagi.


Lalu Rey pun segera membuka pintu rumah nya itu dan setelah itu Rey pun langsung menyuruh Hanna untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Kenapa dengan tangan mu?" Tanya Hanna ketika ia melihat tangan Diego yang sedang terluka.


"Ini karena seseorang yang benci kepada ku", ujar Diego.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Hanna lagi.


Lalu Diego pun menganggukkan kepala nya dan Rey pun menceritakan sedikit mengenai perkelahian Diego dengan Pak Oskar itu kepada Hanna.


Setelah cukup lama membahas luka yang ada di tangan Diego itu Clara pun langsung ke luar dari dalam kamar nya dan setelah itu Clara pun langsung bergabung dengan mereka.


Pada saat mereka sedang sibuk bercerita satu sama lain nya tiba-tiba saja ponsel Clara berdering dan Clara pun langsung mengambil ponsel nya yang berada di atas meja yang ada di dekat TV.


Setelah itu Clara pun langsung melihat siapa yang telah menghubungi nya pada saat tengah malam begini.


"Ara", ujar Clara.


Lalu semua orang yang ada disana itu pun langsung melihat ke arah Clara setelah mereka mendengar nama Ara keluar dari mulut Clara.


"Kenapa dia menelpon ku", ujar Clara lagi.


Lalu Clara pun langsung mengangkat panggilan telpon dari Ara itu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2