
Saat ini, Hanna masih bersembunyi di tumpukan meja dan kursi. Usai mendengar suara dari kedua bawahan Diego yang sedang berusaha untuk mencari nya.
"Kamu ke kanan, dan aku ke kiri" ucap salah seorang dari mereka.
"Ok", jawab teman nya.
Lalu, salah seorang dari mereka mendekat ke arah Hanna, dan sedikit lagi jarak nya dengan Hanna.
"Ya Tuhan, selamatkan lah aku!" Bisik Hanna.
Tepat setelah salah seorang dari mereka akan menemukan Hanna, langsung saja teman nya berteriak.
"Disini!" Teriak nya.
"Aku menemukan sumber suara itu, dan ternyata itu hanya seekor kucing yang sedang mencari makan", ucap nya lagi.
"Benarkah?", Tanya teman nya.
"Kalau begitu kita balik saja, masih banyak yang harus kita selesaikan", ucap teman nya lagi.
Mendengar itu, Hanna langsung bernafas dengan lega. Lalu bergegas pergi dari tempat persembunyian itu menuju ke rumah mereka.
***
Setibanya di rumah, Diego membersihkan diri, dan masuk ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.
Namun, setelah beberapa jam berlalu, Diego merasa Hanna terlalu lama pergi ke rumah Clara.
Lalu, Diego segera menuju ke ruang keluarga, dan melihat keluar jendela sambil menunggu kedatangan istri nya, sesekali membaca dokumen dari kantor untuk keperluan meeting besok pagi.
Dokumen itu ia baca melalui ponsel nya, dan kemudian satu persatu semua pekerjaan nya telah selesai.
"Ada apa dengan nya?" Tanya Diego.
"Apa dia tidak ingat, kalau ia sudah menikah?" Tanya nya lagi.
Lalu, Diego segera menelpon Hanna. Namun, telpon itu tak kunjung di angkat.
"Apa aku harus bertanya kepada orang tua nya?", Tanya Diego.
"Tidak mungkin, itu bisa membuat mereka khawatir", gerutu Diego.
Lalu, terlihat seseorang yang sedang melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam pekarangan rumah.
"Akhirnya aku bisa bernafas dengan lega, setelah berhasil sampai di rumah ini", ucap Hanna.
"Kenapa kamu baru pulang?" Tanya Diego.
"Dan kenapa kaki mu terlihat seperti, tidak sedang baik-baik saja?" Tanya Diego pada Hanna.
"Aku baru saja sampai di rumah, tapi kenapa aku sudah merasa seperti diintrogasi oleh mu?" Tanya Hanna.
Lalu, Hanna segera melangkah menuju ke dalam kamar, dan ia tidak menghiraukan Diego yang sedang mengikuti nya dari belakang.
"Jangan ikuti aku", teriak nya.
"Aku ini suami mu! Jadi terserah aku mau bersikap seperti apa!" Ucap Diego.
"Tidak lihat kah kaki ku sedang keseleo?" Tanya Hanna.
"Apa yang terjadi pada mu?" Tanya Diego.
"Aku hanya tidak sengaja terjatuh, ketika membantu Clara di rumah nya", bohong Hanna.
"Lain kali jangan terlalu memaksakan diri, lihat diri mu sudah seperti nenek usia lanjut", ucap Diego.
"Apa! Enak saja mulut mu berbicara seperti itu", gerutu Hanna.
"Aku hanya peduli pada mu, jadi jangan selalu berfikir negatif pada ku", jawab Diego.
"Baiklah, kalau memang peduli, tunjuk kan kepedulian mu saat ini", pinta Hanna.
"Ok", jawab Diego.
Lalu, Diego mengangkat Hanna menuju ke dalam kamar mandi.
"Ya..., Apa ini?" Tanya Hanna.
"Kenapa kamu membawa ku kesini?" Tanya nya lagi.
Kemudian, Hanna menepuk dada bidang milik Diego.
"Untuk memperlihatkan kepedulian ku pada mu", jelas Diego.
"Bukan seperti ini maksud ku", teriak Hanna.
"Ini adalah cara ku untuk peduli pada mu, diam saja, aku akan membuat mu bersih setelah ini", ucap Diego sambil menyeringai.
Lalu, Diego membuka baju nya, dan membuat Hanna berteriak pada nya.
"Ya...", Teriak Hanna.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Hanna.
"Berhenti disana!" Ucap Hanna.
"Jangan buka semua nya!" Teriak Hanna lagi.
"Aku hanya ingin mandi bersama mu, dari pada baju ku basah, lebih baik aku ikut saja", jelas Diego.
Lalu, Diego segera membuka baju istri nya satu demi persatu, dan itu sedikit ribet karena di mulai dari adegan pertengkaran.
"Aku tidak bisa melihat tubuh nya seperti ini", ucap Diego di dalam hati nya.
"Kenapa ekspresi mu seperti itu?" Tanya Hanna.
"Bukan kah sudah terlihat jelas", goda Diego pada nya.
Lalu, Hanna mengalihkan pandangan nya dari Diego.
Bagaimana tidak, Diego saat ini sedang sangat menggoda, apalagi dengan tubuh bidang yang dimiliki nya, dan dalam kondisi basah akibat berendam.
"Ayo kita lakukan", bujuk Diego.
"Lakukan apa?", Tanya Hanna.
"Jangan macam-macam, mandi saja sana", tutur Hanna.
"Apalagi kalau bukan permintaan ayah ku", jawab Diego.
"Nanti saja jangan sekarang, aku masih shock untuk sementara ini", jelas Hanna.
"Sebenarnya aku sudah mandi dari beberapa jam yang lalu, dan berniat mengganggu mu saat ini", jelas Diego.
"Cup", bunyi yang dihasilkan Diego setelah mengecup bibir mungil milik Hanna.
Hanna diam membisu, dan kemudian melihat ke arah Diego dengan tatapan seolah bertanya.
Lalu, Diego mengulang lagi aksi nya itu dengan lembut, dan semakin lama mulai memanas.
"Ah, kenapa aku hanya pasrah", ucap Hanna dalam hati.
__ADS_1
"Ternyata dia tidak menolak sentuhan ku", ucap Diego dalam hati.
Lalu, ia segera mengangkat istri nya dengan penuh gairah, menuju ke atas ranjang, dan melanjutkan adegan dewasa itu tanpa jeda.
"Ah ah ah, erang Hanna.
"Aku akan membuat mu merasakan keindahan dunia ini", gumam Diego.
Hanna terlihat pasrah sambil memeluk Diego, lalu adegan itu berlangsung cukup lama, sampai mereka terdiam sambil ngos-ngosan di atas tempat tidur yang luas itu.
"Aku tau kamu menyukai nya", ucap Diego sambil tersenyum.
Hanna hanya terdiam membisu, karena ia merasa malu, dan tidak tau mau bicara apa ke suami nya itu.
"Semoga bayi itu segera muncul di rahim mu", ucap Diego sambil tersenyum bahagia.
"Kalau tidak bagaimana?" Tanya Hanna.
"Apa kamu akan marah pada ku?" Tanya Hanna lagi.
"Untuk apa aku marah, lebih baik akan selalu ku coba sampai bayi itu muncul", jelas Diego dengan santai nya.
"Jadi setelah ada bayi, kamu akan melepaskan ku?" Tanya Hanna.
"Apa wanita memang seperti ini, selalu bertanya hal yang tidak akan mungkin terjadi", ucap Diego.
"Itu mungkin saja", timpal nya.
"Bukan kah kita sudah menikah, jadi wajar saja kalau aku tiba-tiba ingin menyerang mu tanpa permisi", jelas Diego.
Diego selalu ingin menggoda istri nya itu, sampai mereka berdua terlelap.
***
Pagi hari, Diego akan segera bersiap untuk pergi ke kantor, ia terlihat sedang memakai dasi.
"Apa direktur perusahaan memang pergi sepagi ini?" Tanya Hanna.
Ia tampak memperhatikan Diego dari kursi, dan mengambil dasi bermotif dari laci.
"Gunakan yang ini saja, tampak cocok dengan kemeja polos mu itu", ucap Hanna.
"Benarkah, kalau begitu pakaikan pada ku", ucap Diego.
"Baiklah, ini akan membuat mu lebih berseri ketika di lihat oleh banyak orang", jelas Hanna.
Lalu, Hanna memakaikan dasi itu ke Diego.
Setelah dasi terpasang dengan rapi, Diego langsung menahan pinggang Hanna dengan kedua tangan nya, lalu Diego mengecup bibir Hanna sekilas.
"Ini hadiah untuk mu, karena telah perhatian pada suami mu", ucap nya.
Hanna tampak mengedipkan kedua mata nya, lalu Hanna di tarik menuju ke pekarangan rumah.
Secara tidak langsung, Diego menyuruh Hanna untuk melepas kepergian nya menuju ke kantor.
Setelah Diego pergi ke kantor, Hanna hanya melihat kepergian mobil yang dinaiki oleh suami nya itu dari teras rumah.
Lima menit kemudian, Hanna menuju ke kursi taman yang ada di bagian kiri rumah itu. Bisa di bilang, di bawah pohon persik yang sedang bermekaran indah.
Bunga demi bunga berjatuhan ke atas permukaan tanah. Melihat keindahan itu, Hanna hanya terbayang dengan kejadian semalam.
"Ternyata dia sangat tangguh", ucap Hanna sambil tersenyum.
Lalu, Hanna melihat Sera masuk ke pekarangan rumah dengan membawa kado di tangan nya. Melihat itu, Hanna langsung menghampiri Sera.
"Mengapa kamu kesini?" Tanya Hanna.
"Apa ini?" Tanya Hanna lagi.
"Coklat", jawab Sera.
"Apa! Untuk apa kamu membawa coklat kesini?" Tanya Hanna.
"Apa kamu tidak tau sekarang hari Valentin, melihat reaksi mu seperti ini, aku sudah mengerti", ucap Sera sambil tersenyum sinis pada nya.
"Bawa kembali coklat ini, aku tidak menerima apa pun yang kamu bawa ke rumah ini", tutur Hanna.
"Aku tidak memberikan nya pada mu, tapi ke suami mu", ucap Sera.
"Dia tidak ada di rumah, jadi segera pergi dari sini", ujar Hanna.
"Oh, jadi Diego ada di kantor sekarang" ucap Sera.
"Seperti biasa, aku akan kesana membawa coklat untuk nya", ucap Sera.
Lalu, Sera pergi meninggalkan Hanna dengan tampang kesal.
Tak lama kemudian, datang lah sebuah paket dari Ara yang di tujukan untuk Diego.
Melihat itu, kemarahan Hanna langsung memuncak, dan segera melihat apa isi yang ada di dalam paket itu.
Ternyata dugaan nya benar, isi dalam box kecil itu adalah beberapa coklat dengan pita merah yang di lengkapi dengan kartu ucapan.
"Happy Valentin Diego" tulis Ara dengan emoticon senyum kemerahan di kedua pipi.
"Apa ini ancaman?" Tanya Hanna.
"Bagaimana bisa mereka berdua melakukan ini pada ku, tidak bisa dibiarkan", ucap Hanna.
Lalu, Hanna segera masuk ke dalam rumah, dan meletakkan box berisi coklat itu di atas meja ruang keluarga.
Ia menghempaskan nya begitu saja, dan bergumam mengenai kedua wanita itu.
***
Terlihat, Rey sedang memata-matai seorang pria. Ia melihat pria itu masuk ke sebuah tempat karaoke dengan keadaan waspada.
Ketika masuk, langsung saja Rey mencari di setiap ruangan yang ada. Namun, Rey langsung bersembunyi ketika melihat pria itu keluar dari salah satu ruangan dengan beberapa pria lain nya.
"Barang nya sudah ada, kalian berani berapa?" Tanya pria itu sambil sumringah.
"Seperti biasa", ucap pria lain.
"Seperti nya pria ini adalah bos dari beberapa orang yang ada disana", batin Rey.
"Ok", jawab pria itu sambil mengulurkan tangan nya.
Lalu, mereka berjabat tangan dengan ekspresi bahagia satu sama lain nya.
"Kali ini tempat nya berbeda, tidak seperti biasa, karena tingkat kewaspadaan yang semakin tinggi", ucap pria itu.
"Ok", jawab pria yang telah memesan barang tersebut.
Lalu, Rey kembali ke dalam mobil dan melaporkan kejadian itu ke Diego.
***
Saat ini, Diego masih mempresentasikan dokumen yang telah ia buat kemaren.
Setelah selesai, ia melihat sebuah pesan dari Rey lalu menelpon nya.
__ADS_1
"Tangkap dia", ujar Diego.
"Baik lah", jawab Rey.
Lalu, Diego kedatangan tamu yang tak diundang, tamu itu masuk ke dalam ruangan nya dengan membawa kotak yang telah di kemas dengan rapi.
"Sayang, ini ada hadiah untuk mu, selamat hari Valentin", ucap Sera dengan wajah bersemangat.
"Jangan bawa apa pun kesini, kita sudah tidak mempunyai hubungan lagi", ucap Diego dengan tegas.
"Kenapa kamu begini padaku, apa salah ku, aku hanya ingin membawakan mu coklat seperti biasa nya", jelas Sera.
"Aku sudah menikah, dan tidak mau di ganggu oleh mu lagi" ucap nya.
"Baik lah, untuk saat ini aku akan pergi, suatu saat aku akan mendapatkan mu, dan tunggu pembalasan ku pada istri mu itu", ucap Sera.
Lalu, Sera meninggalkan sekotak coklat di atas meja.
Diego hanya menatap kepergian Sera tanpa berdebat dengan nya. Ia malas meladeni orang yang menurut nya akan menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
***
Rey sedang mengejar orang yang sempat dimata-matai nya. Setelah Diego menyuruh nya untuk menangkap pria itu, Rey langsung bergegas dengan melajukan mobil nya.
Ia hanya sendirian, karena menurut nya satu lawan satu adalah seimbang. Jadi tidak perlu membawa anggota seperti biasa nya.
Ketika di perjalanan, ban mobil nya kempes. Lalu Rey berusaha untuk naik taksi, dan turun ketika melihat pria yang di kejar nya itu masuk ke lorong yang ada di sekitar perumahan warga.
Langsung saja, Rey mengejar dengan sekuat tenaga. Sesampainya di area kosong, tampak pria itu sadar kalau Rey telah mengikuti nya sewaktu akan pergi keluar.
Aksi kejar-kejaran itu membuat Rey terjebak, karena pria itu berusaha untuk membawa Rey ke tempat komplotan nya berada.
Perkelahian itu pun terjadi, dengan keahlian Rey yang sangat pintar dalam berkelahi, ia berhasil kabur dari geng tersebut.
Namun, tangan nya sedikit terluka. Terlihat geng itu masih mengejar nya, lalu Rey melihat seorang wanita yang hendak memasuki rumah nya.
Langsung saja Rey melompat ke pagar, dan ikut masuk ke dalam rumah sambil menutup pintu dan mulut wanita itu.
Wanita itu tampak terkejut melihat Rey, dan berusaha menjerit untuk meminta pertolongan.
Namun, Rey memohon untuk memperbolehkan diri nya bersembunyi, dan menjelaskan kalau ia sedang di kejar oleh sebuah geng yang sangat kejam.
Mendengar itu wanita itu langsung mengerti, dan mempersilahkan Rey untuk duduk di sofa rumah nya.
"Siapa nama mu?" Tanya Rey.
"Clara", jawab nya.
"Aku Rey", ucap nya.
Lalu, Clara membuka kulkas, kemudian mengambil dua kaleng soda, dan memberikan salah satu nya kepada Rey.
"Kenapa rumah mu terlihat berantakan sekali?" Tanya Rey.
"Aku baru pindah semalam", ucap nya.
"Bukan kah sekarang sudah siang, dan seharusnya sudah mulai di tata dengan rapi", ucap Rey lagi.
"Aku hanya sedang bad mood", ucap nya.
"Kenapa?" Tanya Rey.
"Seharusnya teman ku sudah datang pagi ini, tapi sampai sekarang dia tak juga kunjung datang, jadi aku merasa telah merepotkan nya", ucap nya.
"Lalu, karena dia kamu bad mood, apa teman mu seorang pria?" Tanya Rey.
"Dia seorang wanita", jawab nya.
"Mungkin dia sibuk, jadi berpikir positif lah terlebih dahulu", ucap Rey lagi.
"Sekarang, aku sudah tidak mengharapkan nya lagi untuk membantu ku, aku tau dia sudah berkeluarga, jadi tidak bisa sama seperti dulu lagi", ucap nya.
"Aku tidak setuju dengan itu, bukan kah para wanita suka bergosip bersama?" Tanya Rey.
"Entah lah" jawab Clara.
Kemudian, Clara melihat Rey dengan penuh pertanyaan.
"Kenapa kamu bisa di kejar oleh mereka?" Tanya Clara.
"Aku hanya melihat, apa yang tidak boleh ku lihat", jawab Rey.
"Tangan mu terluka, aku akan mengambil kotak obat", ucap Clara.
Kemudian, Clara melangkah menuju tumpukan dus yang berserakan.
"Tidak usah, kamu pasti sulit menemukan nya, melihat banyak nya dus yang berserakan disini", ucap Rey.
Namun, Clara tak menuruti nya. Melihat itu, Rey ikut membantu Clara untuk mencari kotak obat itu.
***
Saat ini, Hanna tampak kesal di dalam kamar nya. Ia sudah berusaha membuat coklat di dapur, namun tak sesuai dengan ekspektasi nya.
Semua itu terjadi, ketika ia melarang pelayan untuk membantu nya.
Sore ini, Hanna menghabiskan waktu nya hanya dengan membaca novel romansa yang telah lama ia tinggalkan.
"Seperti nya ia pulang lebih lama dari biasa nya", Ucap Hanna.
"Sudah lah, aku akan tidur sebentar", ucap nya lagi.
Beberapa jam kemudian, Hanna bangun dari tidur nya. Lalu, melihat hari sudah malam, dan segera menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Setelah mandi, Hanna membuka lemari yang telah disediakan pelayan untuk nya.
Sebelum nya, Hanna belum pernah menyentuh lemari itu, dan saat ini ia merasa akan mencoba pakaian yang ada di dalam sana.
Ia melihat sebuah dress panjang, berwarna hitam ada disana, lalu Hanna terpesona, dan segera memakai dress hitam tersebut.
Hanna tampak sangat seksi, dan cantik menggunakan nya. Dress itu memperlihatkan punggung putih milik Hanna terekspos, lalu Hanna melangkah menuju ke balkon kamar nya.
Tampak Hanna sedang menikmati pemandangan malam yang ada di dekat rumah nya, dan angin seolah mengibarkan rambut Hanna dengan cantik nya.
Namun, Hanna tak menyadari Diego sudah ada di belakang nya, dan menyaksikan kejadian itu.
Diego sangat terpesona dengan kecantikan Hanna, ia tidak mengedipkan mata nya sedikit pun melihat aura kecantikan istri nya.
Berkali-kali Diego dibuat terpikat oleh Hanna. Diego langsung memeluk Hanna dari belakang, dan mencium tengkuk nya.
Sontak, Hanna terkejut dengan perlakuan Diego pada nya. Lalu, Hanna melepaskan tangan Diego dari nya.
"Ceraikan aku", ucap Hanna dengan menatap kedua mata Diego.
Mendengar itu, membuat Diego sangat terkejut, dan menatap mata Hanna dengan tatapan yang mendalam.
Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...