
Kediaman Keluarga Hanna
Pagi ini Ibu Hanna sedang mengambil koran yang baru saja di antarkan ke depan rumah nya itu dan koran itu biasa nya langsung di baca oleh Ayah Hanna setelah sarapan pagi.
Sewaktu berjalan menuju ke teras depan rumah itu Ibu Hanna pun memeriksa koran tersebut dan setelah membolak-balikkan koran itu beliau pun menemukan ada nya sebuah lowongan pekerjaan yang membuat beliau sangat tertarik dengan iklan yang telah di tampilkan di salah satu halaman koran itu.
"Wah cuma seminggu", ujar Ibu Hanna dengan ekspresi wajah bahagia nya.
Lalu Ibu Hanna pun langsung berjalan memasuki rumah beliau itu dan setelah itu beliau pun langsung pergi menuju ke tempat dimana Ayah Hanna berada.
Saat ini semua orang sedang berada di ruang makan untuk sarapan pagi bersama dan pada saat semua nya sedang sibuk memakan makanan yang ada di atas meja makan itu tiba-tiba saja Ibu Hanna datang dengan sangat antusias nya.
"Suami ku", ujar Ibu Hanna dengan semangat nya.
Mendengar itu semua orang yang ada di ruang makan itu pun langsung melihat ke arah Ibu Hanna yang saat ini sedang berjalan menuju ke tempat duduk Ayah Hanna.
"Ada apa lagi?" Tanya Ayah Hanna kepada Ibu Hanna ketika Ibu Hanna telah berdiri tepat di depan Ayah Hanna.
"Lihat ini", ujar Ibu Hanna sambil memperlihatkan iklan yang ada di koran itu.
Lalu Ayah Hanna pun langsung mengambil koran yang ada di tangan Ibu Hanna itu dan kemudian beliau pun membaca nya.
"Lalu kenapa dengan iklan itu?" Tanya Ayah Hanna yang baru saja selesai membaca iklan yang telah diberi tau oleh Ibu Hanna kepada nya itu.
Lalu Ibu Hanna pun langsung mengatakan keinginan beliau itu kepada Ayah Hanna untuk bisa mengikuti wawancara yang telah diberitakan di koran itu.
Ayah Hanna yang mendengar keinginan Ibu Hanna itu pun langsung kaget di buat nya dan begitu pun dengan semua orang yang ada di ruang makan itu.
"Ibu kenapa Ibu sangat menginginkan pekerjaan itu?" Tanya Hanna kepada Ibu nya.
Lalu Ibu Hanna pun mengatakan kalau beliau ingin menghasilkan uang dari keahlian beliau itu dan Ibu Hanna juga mengatakan kalau pekerjaan yang sedang di tawarkan itu hanya berlaku selama satu minggu saja dan itu tentu saja membuat Ibu Hanna merasa punya kesempatan untuk mengikuti nya.
Namun Ayah Hanna dan Hanna tidak mengizinkan beliau untuk mengikuti wawancara itu karena mereka berpikir keluarga mereka tidak kekurangan uang sehingga Ibu Hanna tidak perlu bekerja untuk mendapatkan uang.
Walau pun Ayah Hanna dan Hanna menentang beliau namun Ibu Hanna tetap saja berusaha untuk meyakinkan suami nya dan anak nya itu agar mereka mau mengizinkan beliau untuk mengikuti wawancara pekerjaan itu.
"Sekar kalau kamu kekurangan uang maka kamu bisa meminta uang itu kepada suami mu dan berapa pun yang kamu inginkan maka suami mu itu akan memberikan nya untuk mu dan bekerja dengan orang itu tidak lah menyenangkan", ujar Nenek Hanna kepada Ibu Hanna.
"Iya Ibu tapi dari dulu aku memang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang chef walau pun itu cuma selama satu hari saja dan kebetulan di iklan itu mereka hanya membutuhkan nya untuk selama satu minggu saja jadi aku rasa aku bisa melakukan nya", ujar Ibu Hanna kepada mertua nya itu.
"Anggap saja setelah itu aku telah berhasil menggapai keinginan ku itu karena dari kecil aku memang memimpikan nya", ujar Ibu Hanna lagi.
Melihat Ibu Hanna yang bersikeras seperti itu akhirnya Ayah Hanna dan Hanna pun terpaksa mengizinkan beliau untuk mengikuti wawancara pekerjaan itu pada esok hari.
"Kalau begitu malam ini Ibu akan langsung berangkat ke kota", ujar Hanna.
"Tentu saja belum karena Ibu belum di terima di tempat itu", ujar Ibu Hanna.
"Lalu bagaimana dengan wawancara nya", ujar Hanna lagi.
"Wawancara nya bisa di lakukan secara online", ujar Ibu Hanna lagi.
Lalu Hanna dan semua orang yang ada di ruang makan itu pun langsung mengerti dengan pekerjaan yang akan di lamar oleh Ibu Hanna itu.
Setelah itu Ibu Hanna pun meminta Diego untuk berpura-pura menjadi pewawancara nya agar besok beliau tidak kaku ketika diberi pertanyaan seputar pekerjaan yang akan beliau lakukan itu.
__ADS_1
"Kalau begitu Leo juga sangat ahli dalam mewawancarai orang Ibu", ujar Diego kepada Ibu mertua nya itu.
"Benarkah!" Ujar Ibu Hanna yang langsung melihat ke arah Leo yang sedang fokus memakan makanan nya itu dan Ibu Hanna pun tampak memasang ekspresi wajah yang terlihat sangat semangat itu.
Lalu Leo pun hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala nya kepada Ibu Hanna itu.
"Bagus lah kalau begitu setelah sarapan aku akan menemui mu lagi", ujar Ibu Hanna kepada Leo.
Lalu Ibu Hanna pun segera duduk di tempat duduk beliau yang ada di sebelah Ayah Hanna itu dan setelah itu Ibu Hanna pun mulai memakan makanan yang telah di hidangkan di atas meja makan itu.
Lalu setelah semua orang kembali melanjutkan sarapan mereka itu Diego pun langsung mengangkat panggilan telpon dari seseorang yang saat ini masih belum juga berada di desa itu dan orang itu adalah Rey.
"Halo", ujar Diego.
"Maafkan aku karena aku masih belum juga kembali ke desa itu", ujar Rey.
"Memang nya ada apa lagi dengan mu", ujar Diego.
"Semalam aku pergi ke markas Octopus untuk mendengarkan perkataan Zhen Shui", ujar Rey lagi.
"Kenapa dia tiba-tiba saja mengajak bertemu dengan mu", ujar Diego lagi.
Lalu Rey pun langsung menjelaskan semua nya kepada Diego mengenai kejadian Zhen Shui yang telah di serang oleh Pak Oskar itu.
Rey juga mengatakan kalau saat ini Pak Oskar seperti nya sedang merencanakan sesuatu dengan pemilik rumah mewah itu karena salah satu anggota tim nya telah mengikuti Pak Oskar semenjak kejadian pertempuran itu.
Namun Rey masih belum juga mengetahui apa yang telah di rencanakan oleh Pak Oskar dan pemilik rumah mewah itu ke depan nya.
"Aku rasa kali ini mereka akan lebih waspada lagi dalam menjalankan rencana mereka itu", ujar Diego.
"Kalau begitu untuk saat ini serahkan saja kepada anggota tim mu untuk mengurus semua nya dan setelah itu segera lah kembali ke desa ini karena seperti nya kamu harus menjelaskan sesuatu kepada istri mu secepat mungkin sebelum semua nya terlambat", ujar Diego lagi.
"Ok", ujar Rey.
Lalu panggilan telpon itu pun segera berakhir dan Diego pun kembali lagi memakan makanan yang ada di atas piring nya itu.
***
Kediaman Sera
Saat ini Kakek Sera, Branden, Sera dan Coco sedang duduk di ruang keluarga yang ada di dalam kediaman itu.
Mereka tampak sedang fokus membicarakan mengenai Zhen Shui dan strategi apa saja yang akan mereka lakukan ke depan nya terhadap Zhen Shui.
Sera, Branden dan Coco mendengarkan perkataan dari Kakek Sera itu dengan antusias nya karena strategi awal mereka telah berhasil mereka laksanakan dan karena itu lah mereka semua tampak bersemangat pada saat ini.
Kali ini yang bertugas adalah Sera karena Sera lah yang akan mewawancarai orang-orang yang telah melamar untuk menjadi chef di kediaman nya itu.
Walau pun waktu nya cuma seminggu saja tampak nya Sera juga tidak boleh menyepelekan hal tersebut karena itu adalah salah satu kegiatan yang nanti nya akan mendorong Coco untuk bisa mendapatkan hati Zhen Shui dengan lebih mudah lagi.
Mereka semua telah menyepakati orang seperti apa yang akan mereka ambil untuk mengajarkan Coco memasak masakan Chinese.
Jadi Sera hanya tinggal menyeleksi nya saja apakah orang tersebut telah sesuai dengan persyaratan yang telah mereka tetapkan itu dan kalau ternyata tidak ada satu pun dari mereka yang sesuai dengan kriteria itu maka terpaksa mereka akan mencari pelamar baru lagi untuk menempati posisi itu.
"Jadi kapan aku akan bertindak lagi selain belajar memasak itu", ujar Coco.
__ADS_1
"Ketika Zhen Shui datang ke salah satu acara pesta yang akan di laksanakan di pusat kota", ujar Branden.
"Kapan itu?" Tanya Coco.
"Sebentar lagi dan kamu hanya menunggu perintah dari Kakek ku untuk bisa pergi kesana", ujar Sera.
"Ok", ujar Coco.
Lalu Kakek Sera pun langsung menyuruh Sera dan Branden untuk merubah penampilan Coco menjadi penampilan yang lebih mencuri perhatian Zhen Shui lagi.
Karena perintah dari Kakek nya itu Sera pun langsung bertindak pada saat itu juga dan Sera pun langsung memanggil semua orang yang di butuhkan nya saat ini untuk bisa merubah penampilan Coco.
Sedangkan Branden hanya menuruti semua keinginan Sera agar mereka kompak dan akur dalam kerja sama mereka kali ini.
***
Kediaman Keluarga Hanna
Hari ini adalah hari wawancara Ibu Hanna dan wawancara itu akan di laksanakan lewat panggilan video.
Awal nya Ibu Hanna tampak sedikit kaku dan setelah nya Ibu Hanna pun telah berhasil menyesuaikan diri nya untuk bisa menjawab semua pertanyaan yang telah di ajukan kepada beliau itu.
Setelah menjawab sebagian besar pertanyaan itu tiba-tiba saja Hanna berjalan mendekati Ibu nya itu untuk mengambil remote AC yang ada di dekat Ibu nya itu.
"Ok Ibu saat ini tersisa satu pertanyaan lagi", ujar Sera kepada Ibu Hanna.
"Apa itu?" Tanya Ibu Hanna.
"Apakah Ibu bisa tinggal disini selama proses pembelajaran itu?" Tanya Sera lagi.
"Tentu saja aku bisa karena cuma seminggu saja kan", ujar Ibu Hanna lagi.
"Iya Ibu kalau begitu nanti aku akan mengabari Ibu lagi jika Ibu di terima bekerja disini", ujar Sera.
"Ok! Baik lah aku mengerti karena kamu juga harus mewawancarai yang lain nya juga", ujar Ibu Hanna.
Lalu setelah menutup sesi wawancara itu Ibu Hanna pun langsung meletakkan ponsel nya itu di atas meja dan kemudian beliau pun langsung kaget dengan kehadiran Hanna yang entah sejak kapan berdiri di samping nya itu.
"Sejak kapan kamu berdiri di samping Ibu?" Tanya Ibu Hanna.
"Sejak aku datang kesini", ujar Hanna.
"Apa kamu ingin melihat Ibu di wawancara?" Tanya Ibu Hanna lagi.
"Ibu bisakah Ibu tidak mengambil pekerjaan itu jika ternyata Ibu di terima bekerja disana", ujar Hanna.
"Apa!" Ujar Ibu Hanna dengan ekspresi kaget nya.
Lalu Hanna pun mengajak Ibu nya untuk duduk bersama di ruang keluarga yang ada di kediaman orang tua nya itu untuk membicarakan mengenai pekerjaan yang akan di lakukan oleh Ibu nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...