Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Gejolak Cinta


__ADS_3

Setelah melepaskan handuk dari tubuh nya, Hanna segera berjalan menuju ke tempat tidur dengan kondisi tubuh nya yang tak tertutupi oleh sehelai benang pun.


Ketika Hanna telah berada di atas tempat tidur yang luas itu, Hanna kemudian berbaring dan menyelimuti diri nya.


Rambut Hanna masih sedikit basah, dan saat ini Hanna berada dalam satu selimut dengan Diego.


"Apa aku harus mendekati nya sekarang?" Tanya Hanna dalam hati nya.


"Bagaimana kalau dia tidak membalas tindakan ku?" Tanya Hanna lagi di dalam hati nya.


Lalu, Hanna kemudian memejamkan kedua mata nya, dan sedang berfikir dengan keras.


"Aku tidak peduli dengan reaksi nya, yang penting keinginan ku terpenuhi", batin Hanna.


Kemudian, perlahan Hanna mendekati Diego, dan langsung naik ke atas tubuh nya tanpa peringatan terlebih dahulu, dan dengan cepat menancapkan bibir seksi nya di permukaan bibir Diego.


Sontak saja Diego kaget dengan apa yang sedang terjadi pada nya saat ini, begitu pun dengan Hanna.


Walau pun Hanna yang telah memulai, namun ia juga merasa dag dig dug ketika bertatapan mata dengan Diego.


Merasakan sentuhan lembut dari bibir Hanna, membuat senyuman Diego terukir di wajah nya.


Tak butuh waktu lama, Diego langsung membalas tindakan Hanna dengan sangat membara.


Sentuhan kedua bibir itu berlangsung cukup lama, dan sangat bergairah.


Tak sampai disana saja, Diego berniat untuk membuka pakaian Hanna, tapi ketika tangan nya sudah mulai merajalela, Diego di buat kaget dengan apa yang telah di rasakan nya.


Diego merasakan tubuh polos Hanna tanpa sehelai benang pun yang menutupi nya, dan di waktu yang bersamaan, tangan Hanna bergerak kesana kemari untuk membuka helai demi helai kain yang menutupi tubuh bidang Diego.


Setelah semua nya terbuka, dan pakaian milik Diego telah berserakan di atas lantai, kedua nya tampak sedang berada di dalam selimut yang tengah menutupi tubuh polos mereka dengan sangat rapi.


Diego tak henti-henti nya melepaskan hasrat yang cukup lama ia pendam, karena Hanna menawarkan diri nya secara langsung, membuat Diego sangat percaya diri untuk melakukan nya.


Mereka berdua terlihat sedang membara satu sama lain nya, tak ada yang berniat untuk segera berhenti.


Kecupan mesra itu terdengar dengan jelas di kamar nya, dengan rintihan Hanna yang menyertai nya.


"Hanna, I Love You", bisik Diego di telinga nya.


"I Love You Too", balas Hanna di telinga Diego dengan nada menggoda nya.


Lalu, aksi mereka terus berlanjut sampai beberapa jam kemudian, dan setelah nya mereka berpelukan satu sama lain nya.


***


Pagi hari nya, setelah matahari menyinari kamar mereka, Diego dan Hanna segera terbangun dari tidur nya, dengan posisi yang masih berpelukan satu sama lain nya.


Melihat ada Diego yang sedang tertidur di samping nya, membuat Hanna tersenyum lebar, dan tak henti-henti nya memandang wajah tampan suami nya itu.


Kemudian, Hanna mendekatkan wajah nya dengan wajah Diego, dan jari tangan nya sedang menelusuri setiap lekukan yang ada di wajah Diego.


Akibat sentuhan Hanna kepada nya, Diego langsung membuka mata nya, dan menarik tengkuk Hanna untuk menyambar bibir mungil milik istri nya itu.


Lalu, kejadian itu terulang kembali, padahal mereka baru saja melakukan nya semalam, dan itu pun sudah beberapa kali.


"Aku akan pergi bekerja sebentar lagi", ucap Diego.


Kini mereka sedang melihat ke atas, melihat lampu hias yang sedang di gantung dengan indah nya di dalam kamar, dengan posisi tangan Diego memeluk tubuh Hanna.


"Apa kamu akan lama berada di luar sana?" Tanya Hanna.


"Hmm sepertinya sore hari aku sudah ada di rumah", jawab Diego.


"Baiklah, aku akan menunggu mu", ucap Hanna.


"Oh iya, kenapa semalam kamu tiba-tiba melakukan itu pada ku?" Tanya Diego dengan nada menggoda.


"Apa harus aku jelaskan?" Tanya Hanna sambil memalingkan wajah merah nya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tau, apakah diri ku sebegitu menggoda nya di mata mu?" Tanya Diego tak henti-henti nya menggoda Hanna.


Namun, Hanna malah menyembunyikan wajah nya di balik selimut, dan tidak menjawab pertanyaan Diego kepada nya.


"Jangan malu pada ku, jujur beberapa waktu belakangan ini, aku sangat tergoda oleh mu", ucap Diego.


"Melihat bibir seksi mu, dan tubuh seksi mu itu, membuat ku selalu menelan ludah setiap malam", jelas Diego.


Perkataan Diego itu telah berhasil membuat Hanna tersipu, dan melihat ke arah nya. Tampak wajah Hanna sudah memerah seperti udang rebus.


"Benarkah?" Tanya Hanna dengan sedikit menggoda.


"Apa perlu aku buktikan sekali lagi", ucap Diego sambil memperlihatkan senyum killer nya kepada Hanna.


"Nanti malam saja, sekarang kamu harus segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor", ujar Hanna dengan malu-malu.


"Apalagi sekarang perusahaan tengah meluncurkan produk baru, pasti kamu sangat sibuk di sana", jelas Hanna.


"Baiklah, ayo kita mandi bersama", ucap Diego.


Lalu, Diego segera menggendong Hanna ke dalam kamar mandi, dan melihat tingkah Diego kepada nya, membuat Hanna jadi semakin terpesona dengan suami nya itu.


***


Setelah sampai di kantor, Diego di sapa oleh beberapa orang karyawan yang tengah di lewati nya saat menuju ke ruang kerja nya.


Diego langsung masuk ke dalam ruang kerja nya, dan segera mengerjakan semua pekerjaan yang harus diselesaikan nya hari ini juga.


Setelah menyelesaikan semua berkas-berkas itu, Diego berjalan menuju ke ruangan desain.


Saat ini, semua karyawan yang ada di departemen desain, tengah berkumpul dan sedang berdiskusi mengenai model pakaian yang akan mereka kerahkan di acara fashion show nanti.


Lalu, Diego masuk, dan segera mengambil alih ruangan itu.


"Kita mulai dari sini", ucap Diego sambil memperlihatkan sebuah gambar desain pakaian musim semi wanita dewasa.


"Bagaimana, apa terlihat bagus?" Tanya Diego.


"Ini adalah salah satu desain dari seorang desainer yang sangat terkenal, aku mendapatkan nya ketika masih sedang kuliah", jelas Diego.


"Aku sengaja untuk menyimpan nya, karena ini adalah salah satu karya yang patut untuk di pelajari lebih lanjut", jelas Diego lagi.


"Ada yang tau ini karya siapa?" Tanya Diego.


Lalu, terlihat ada seorang wanita yang duduk di sudut ruangan sedang mengangkat sebelah tangan nya ke atas.


"Itu adalah salah satu karya dari desainer yang ada di Paris, dan nama desainer itu adalah Jessika", jawab wanita itu.


"Benar! Ini adalah salah satu karya milik Jessika", ujar Diego.


"Aku hanya ingin menunjukkan kepada kalian semua, bahwa poin penting nya adalah, buatlah desain yang setidaknya sebanding dengan karya ini", ucap Diego.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, aku percaya kalau kalian bisa melakukan nya", ucap Diego lagi.


"Baiklah! Aku akan segera pergi, dan jangan lupa untuk bekerja dengan keras, waktu yang kita miliki hanya singkat", ucap Diego lagi.


Lalu, semua karyawan menjawab, "Baiklah pak direktur, kami akan berkerja dengan keras demi kemajuan perusahaan", ucap mereka.


***


Saat ini, Diego dan Rey sedang makan siang bersama, mereka makan di sebuah restoran yang ada di seberang kantor.


"Wajah mu terlihat bersinar sekali hari ini?" Tanya Rey pada Diego.


"Benarkah?" Tanya Diego sambil tersenyum.


"Apa telah terjadi sesuatu kepada mu?" Tanya Rey


"Tidak seperti biasa nya", celetuk Rey.

__ADS_1


"Menikah lah, maka kamu akan tau jawaban nya", ucap Diego dengan senyum maut nya.


"Lagi-lagi menikah, lagi-lagi menikah, aku jadi iri mendengar nya", gerutu Rey.


"Bagaimana, apa kamu sudah menetapkan hati mu?" Tanya Diego.


"Entahlah, bahkan aku sudah cukup lama tidak bertemu dengan mereka", ucap Rey.


"Jadi kamu bertemu Ara terakhir kali ketika waktu itu?" Tanya Diego.


"Lalu, bagaimana dengan Clara, apa kamu tidak ada inisiatif untuk mendekati nya terlebih dahulu?" Tanya Diego.


"Aku bahkan belum memikirkan nya", ucap Rey.


"Lamban sekali diri mu, bagaimana tidak di tolak wanita, kalau kamu selalu begini", ujar Diego.


Lalu, mereka segera menghabiskan makanan yang ada di atas meja, dan setelah nya pergi menuju ke markas Octopus.


***


Markas Octopus


Saat ini, semua anggota Octopus beserta Diego sedang mengadakan rapat untuk menyusun strategi dalam menghadapi musuh nya.


Setelah menceritakan mengenai hasil penyelidikan nya, Diego membagi tim untuk mengerjakan tugas yang telah di tulis nya.


Lalu, Diego memerintahkan semua anggota nya untuk berlatih setiap hari, dan setelah nya Diego dan Rey segera pergi dari markas tersebut


Semua anggota Octopus tidur di apartemen yang telah di sediakan oleh Diego, itu sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh anggota nya karena telah mengabdikan diri kepada nya.


Markas Octopus itu sendiri terlihat megah dan luas, layak nya seperti kantor yang besar.


Di sana ada ruangan yang di peruntukkan seperti layak nya sebuah rumah sakit, dengan di lengkapi oleh seorang dokter profesional.


Ada ruangan latihan bela diri, kolam renang, ruangan rapat, dan masih banyak ruangan lain nya, yang di tujukan untuk menunjang tumbuh kembang nya organisasi.


Namun, tak semua orang dapat tinggal di dalam apartemen. Setiap orang yang telah bergabung, dan yang telah memenuhi semua syarat, sehingga telah resmi menjadi anggota dari Octopus, akan diberi hadiah berupa sebuah apartemen mewah yang ada di sebelah markas tersebut, dan hidup nya beserta keluarga telah di jamin oleh Diego.


Melihat itu, banyak orang yang tertarik untuk ikut bergabung dengan mereka, namun tidak semua orang di beri kesempatan untuk ikut bergabung, semua nya juga di seleksi, dan di latih di tempat lain.


Setelah mereka siap berlatih, dan siap untuk bergabung, maka mereka akan di pindahkan ke markas Octopus.


Memang perjalanan untuk menjadi anggota elit sangat susah di capai, namun ketika berhasil mencapai nya, membuat hati terasa damai.


***


Ketika dalam perjalanan pulang menuju ke kediaman Diego, terlihat panggilan masuk dari Clara.


"Halo", jawab Rey.


"Rey, tolong aku!" Ucap Clara dengan suara pelan nya.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Rey.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Rey lagi.


Namun, Clara tidak menjawab pertanyaan dari Rey, dan itu membuat Rey khawatir.


Lalu, Rey segera menancapkan gas menuju ke rumah Clara.


Diego yang melihat nya langsung mengerti, dan membiarkan Rey untuk menyetir ke rumah Clara.


Lalu, Diego menelfon Hanna untuk memberi tau nya, kalau ia akan sedikit terlambat untuk pulang ke rumah.


Mendengar penjelasan dari Diego, membuat Hanna khawatir dengan keadaan Clara, dan ia terus berdoa untuk keselamatan teman nya itu.


Apa yang akan terjadi kepada Clara?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2