Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Malu


__ADS_3

"Istri mu", ujar Ibu Ara kepada Diego.


"Iya dia adalah istri ku", ujar Diego.


Lalu Ibu Ara pun langsung melihat ke arah putri nya itu dengan memberikan kode lewat mata nya dan seolah meminta penjelasan kepada Ara.


Sedangkan Ara juga memberikan kode lewat mata nya kepada Ibu nya itu dan seolah tidak mau gelagat mereka berdua ini di ketahui oleh Diego dan Hanna.


"Astaga kenapa Ibu harus meminta penjelasan kepada ku saat ini", ujar Ara di dalam hati nya.


Lalu Ara pun melanjutkan kembali memakan hidangan yang ada di depan nya saat ini.


"Ara kenapa kamu tidak memberi tau Ibu mengenai hal ini", ujar Ibu nya di dalam hati sambil melihat ke arah putri nya itu.


Sementara Ayah Ara hanya fokus untuk memakan makanan yang telah di hidangkan di atas meja makan itu karena beliau berusaha untuk tidak menunjukkan rasa kesal beliau pada saat ini.


"Paman Bibi", ujar Diego sambil melihat ke arah Ayah Ara dan Ibu Ara secara bergantian.


"Iya ada apa Diego", ujar Ayah Ara.


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada paman", ujar Diego.


"Apa itu?" Tanya Ayah Ara.


"Tolong paman jauhkan Ara dari kehidupan ku terutama istri ku", ujar Diego lagi.


"Apa!" Teriak Ibu Ara dengan ekspresi kaget nya saat ini sambil melihat ke arah putri nya itu.


"Apa maksud mu berkata seperti itu kepada ku", ujar Ayah Ara kepada Diego.


Lalu Diego pun segera menceritakan semua nya kepada ke dua orang tua Ara itu dan Diego juga memperlihatkan semua bukti yang telah ia miliki itu kepada ke dua orang tua Ara itu.


"Apa ini", ujar Ayah Ara sambil melihat ke arah putri nya itu.


"Ara apa benar yang telah Diego katakan itu?" Tanya Ibu nya.


Namun Ara hanya bisa terdiam saja pada saat ini dengan perasaan kesal dan marah nya kepada Diego karena ini adalah hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelum nya yang akan terjadi di kehidupan nya saat ini.


Ara tidak menyangka kalau Diego akan mengatakan semua itu kepada ke dua orang tua nya saat ini bahkan Ara juga sangat kaget dengan semua bukti yang telah di miliki oleh Diego itu.


"Diego aku kira kamu akan melamar ku pada malam ini dan ternyata kamu malah membuat hidup ku di permalukan seperti ini di depan ke dua orang tua ku", ujar Ara di dalam hati nya sambil menatap tajam ke arah Diego saat ini.


Namun Diego tidak mempedulikan tatapan Ara itu kepada nya dan Diego hanya tetap melanjutkan memakan makanan nya kembali.

__ADS_1


Sementara Hanna hanya bisa diam saja pada saat ini dengan ekspresi kaget nya karena Hanna juga tidak mengetahui kalau ternyata Diego telah mempunyai bukti sebanyak itu.


Bahkan selama ini Hanna tidak pernah membayangkan kalau Diego akan berusaha untuk mencari semua bukti itu demi diri nya.


Setelah melihat apa yang sedang terjadi di depan nya saat ini Hanna pun merasa sangat tersentuh dengan perlakuan Diego kepada nya itu.


Awal nya Diego hanya mengatakan akan pergi ke kediaman Ara untuk meminta bantuan kepada ke dua orang tua Ara agar Ara tidak lagi mengganggu kehidupan nya.


Tetapi setelah sampai di kediaman Ara ini Hanna pun malah di buat kaget dengan semua bukti yang telah Diego perlihatkan kepada ke dua orang tua Ara itu.


Perasaan Hanna saat ini sudah mulai campur aduk karena di satu sisi Hanna sangat tersentuh dan senang dengan perlakuan Diego kepada nya dan di satu sisi lagi Hanna sangat sedih karena telah kehilangan bayi nya.


"Paman harus lebih memperhatikan Ara lagi pada saat ini agar dia tidak berniat untuk melakukan aksi bunuh diri lagi", ujar Diego kepada Ayah Ara.


"Karena tindakan nya itu sangat mengganggu pikiran ku setelah dia mencoba untuk mengakhiri hidup nya di depan ku", ujar Diego lagi kepada Ayah Ara.


"Ara kenapa kamu tega melakukan itu kepada Ibu mu", ujar Ibu nya kepada Ara.


"Hati Ibu sangat sakit ketika mendengar putri nya pernah melakukan aksi bunuh diri dan itu berarti kamu tidak pernah sama sekali memikirkan perasaan Ibu mu ini", ujar Ibu Ara lagi sambil menangis.


"Kamu dengan gampang nya ingin mengakhiri hidup mu itu tanpa mempedulikan Ayah dan Ibu mu ini", ujar Ibu Ara lagi.


"Sudah lah istri ku jangan menangis lagi", ujar Ayah Ara kepada Ibu Ara.


"Tapi dia malah berniat untuk mengakhiri hidup nya itu", ujar Ibu Ara lagi sambil menghapus air mata nya dengan tissue yang ada di atas meja makan itu.


"Diego tolong maafkan semua perbuatan putri ku itu terhadap mu dan juga terhadap istri mu", ujar Ayah Ara kepada Diego.


"Aku mohon maafkan dia kali ini", ujar Ayah Ara lagi kepada Diego.


"Ok! Kali ini aku akan memaafkan nya tapi dengan satu syarat jangan pernah muncul lagi di kehidupan ku apa lagi sampai membuat keributan seperti ini lagi", ujar Diego.


"Jika kamu sampai membuat ulah lagi dengan ku maka aku tidak akan mengampuni mu lagi dan aku juga akan memberi mu hukuman yang setimpal dengan apa yang telah kamu lakukan kepada ku", ujar Diego lagi kepada Ara.


"Beruntung lah karena telah menjadi teman ku sewaktu kita masih bersekolah dulu dan jika tidak saat ini aku pasti sudah memberi hukuman kepada mu saat ini", ujar Diego lagi kepada Ara.


"Baik lah aku akan memastikan putri ku tidak akan lagi mengganggu kehidupan mu saat ini", ujar Ayah Ara kepada Diego.


"Kalau begitu aku akan pulang dulu karena aku datang kesini hanya untuk pergi menyampaikan itu", ujar Diego.


"Baik lah sekali lagi maafkan putri ku", ujar Ayah Ara kepada Diego.


Lalu Diego dan Hanna pun segera pergi meninggalkan kediaman Ara itu dan setelah itu mereka pun langsung pulang ke kediaman Diego.

__ADS_1


Sementara Ara hanya bisa diam saja saat Ayah dan Ibu nya sudah mulai memarahi nya saat ini.


"Diego lihat saja pembalasan ku kepada mu nanti", ujar Ara di dalam hati nya.


Lalu Ara pun segera masuk ke dalam kamar nya tanpa mempedulikan Ayah dan Ibu nya yang terus memarahi nya itu tanpa henti.


***


Kediaman Sera


Saat ini Sera sedang berada di ruang tamu kediaman nya itu bersama dengan bayi mungil Hanna.


Sementara putri nya Rachel sudah tertidur di dalam kamar nya sedangkan Branden dan Kakek nya sedang berada di dalam ruang kerja Kakek nya.


Kakek Sera dan Branden saat ini sedang membicarakan hadiah yang akan di dapatkan oleh Branden karena dia telah berhasil membawa bayi mungil Hanna ke kediaman nya saat ini.


"Berisik sekali", teriak Sera kepada bayi mungil Hanna yang sedang berada di depan nya saat ini.


"Aku sangat benci dengan Ayah dan Ibu mu itu", ujar Sera lagi.


"Karena Ayah dan Ibu mu itu telah membuat hidup ku menjadi seperti ini", ujar Sera lagi.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan mu kembali lagi kepada Ayah dan Ibu mu itu", ujar Sera lagi.


Lalu bayi Hanna pun menangis lagi dengan kencang nya setelah Sera mengatakan hal itu kepada nya.


"Kamu", teriak Sera.


"Apa kamu tidak mendengarkan ku", ujar Sera lagi.


"Aku katakan kepada mu untuk berhenti menangis sekarang juga atau aku akan memberi pelajaran kepada mu", ujar Sera lagi dengan amarah nya yang sudah memuncak saat ini.


"Oek oek oek", bunyi tangisan bayi Hanna lagi dan kali ini dengan suara yang sangat kencang sekali dan sudah sangat histeris.


Mendengar itu Sera pun langsung murka di buat nya dan Sera pun segera pergi mengambil bantal yang ada di atas sofa ruang keluarga kediaman nya itu.


Lalu setelah mengambil bantal itu Sera pun langsung pergi mendekati bayi mungil Hanna yang masih menangis dengan histeris nya saat ini.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2