
"Aku harus membawa kabur bayi itu bagaimana pun cara nya", ujar Alex sambil memakan makanan nya yang ada di atas meja di dalam kamar hotel itu.
"Kali ini aku harus meminta bayaran yang sangat mahal kepada wanita itu atau aku akan memberikan bayi itu kepada Ayah nya agar Ayah nya yang memberikan uang untuk ku", ujar Alex lagi.
"Itu lebih baik aku lakukan untuk saat ini dari pada aku hanya menyimpan rahasia besar wanita itu tanpa keuntungan apa pun", ujar Alex lagi sambil tetap memakan makanan nya itu.
Lalu Alex pun fokus menonton TV yang ada di depan nya saat ini tanpa berbicara lagi mengenai bayi Hanna.
***
Rumah Clara
"Wah ada banyak mainan nih", ujar Clara.
"Iya tadi aku ke pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota dan aku melihat mainan ini jadi aku membeli nya saja karena mainan ini terlihat sangat lucu sekali di mata ku dan aku pun memutuskan untuk membawa nya kesini", ujar Krystal.
"Apa kamu menyukai nya?" Tanya Krystal kepada bayi Clara.
"Tentu saja aku menyukai nya Bibi", ujar Clara.
"Apa! Bibi", ujar Krystal dengan ekspresi kaget nya.
"Aduh aku tidak mau di panggil Bibi oleh nya", ujar Krystal lagi.
"Lalu kamu mau di panggil apa oleh nya?" Tanya Clara.
"Bukankah Bibi adalah yang seharusnya dia katakan kepada mu", ujar Clara lagi.
"Pokok nya aku tidak mau di panggil Bibi", ujar Krystal.
"Panggil saja aku kakak dan itu lebih bagus menurut ku", ujar Krystal lagi.
"Apa! Kakak", ujar Clara.
"Baiklah kalau begitu terima kasih kakak Krystal untuk semua mainan nya", ujar Clara lagi.
"Entah kenapa aku merasa sedikit aneh ketika aku mengatakan nya", ujar Clara lagi.
"Tidak apa-apa nanti kakak juga akan terbiasa sendiri ketika kakak sering mendengar nya memanggil ku seperti itu", ujar Krystal.
"Baiklah terserah kamu saja", ujar Clara.
"Lalu jika Diego memiliki anak apa dia juga akan memanggil mu dengan kakak", ujar Clara lagi.
"Seperti nya begitu", ujar Krystal.
"Aku rasa entah kapan kakak ku bisa memiliki seorang bayi", ujar Krystal lagi.
"Semoga saja Diego dan Hanna bisa bersatu kembali seperti dulu", ujar Clara.
"Aku harap juga begitu", ujar Krystal.
"Tapi aku rasa Diego adalah seorang pria yang sempurna di mata para wanita jadi aku rasa saat ini pasti sudah banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pasangan hidup nya jika orang-orang pada tau kalau saat ini Diego sedang bermasalah dengan Hanna", ujar Clara.
"Itu benar karena pada beberapa hari ini aku sangat jengkel kepada salah seorang wanita itu", ujar Krystal.
"Apa! Sekarang sudah ada saja yang mencoba untuk mendekati Diego", ujar Clara.
"Iya bahkan wanita itu sudah gila", ujar Krystal.
"Apa! Bagaimana mungkin seorang wanita yang gila bisa mendekati pria seperti Diego yang terlihat sempurna seperti itu", ujar Clara.
"Aku juga tidak tau kenapa bisa seperti itu tapi kata kakak ku mereka sudah berteman semenjak masa sekolah mereka dulu", ujar Krystal.
"Tunggu seperti nya aku tau dengan wanita itu", ujar Clara.
"Benarkah!" Ujar Krystal.
"Siapa nama wanita itu?" Tanya Clara.
"Ara", ujar Krystal.
"Sudah ku duga", ujar Clara lagi.
"Jadi kakak mengenal wanita gila itu?" Tanya Krystal.
"Entah sejak kapan aku tau dengan nya tapi yang jelas dia adalah cinta pertama nya suami ku", ujar Clara.
"Apa!" Teriak Krystal sambil tak sengaja menyemburkan minuman dari mulut nya.
Saat ini Krystal dan Clara sedang makan siang bersama karena pada saat Krystal datang ke rumah Clara itu Krystal belum makan siang.
Jadi Clara pun mengajak nya untuk makan siang bersama dengan nya dan Krystal pun menyetujui permintaan dari Clara tersebut.
"Benarkah!" Ujar Krystal lagi dengan ekspresi kaget nya.
"Iya aku mengetahui semua itu dari Hanna", ujar Clara.
"OMG", ujar Krystal.
"Aku tidak percaya ini", ujar Krystal lagi.
"Bagaimana mungkin kakak Rey bisa menyukai wanita gila itu", ujar Krystal lagi.
"Apakah Ara separah itu sampai-sampai kamu mengatakan nya sebagai seorang wanita gila", ujar Clara.
"Tentu saja dia gila bahkan sangat gila di mata ku", ujar Krystal.
"Jika kakak melihat cara nya untuk mendekati kakak ku mungkin kakak juga akan sepemikiran dengan ku", ujar Krystal lagi.
"Wanita itu bahkan telah menyayat tangan nya ketika kakak mu telah menyuruh nya untuk pergi dari kehidupan nya", ujar Krystal lagi.
__ADS_1
"Apa! Menyayat tangan nya", ujar Clara dengan ekspresi kaget nya.
"Iya dan aku juga ikut melihat nya ke rumah sakit waktu itu dengan kakak ku", ujar Krystal lagi.
"Astaga Ara sungguh tidak tanggung-tanggung untuk mengejar Diego", ujar Clara.
"Iya bahkan aku saja sudah malas melihat nya apa lagi kakak ku padahal aku baru beberapa hari ini bertemu dengan nya", ujar Krystal lagi.
"Aku juga tau bagaimana dengan perasaan mu saat ini karena aku pun juga tidak suka melihat nya", ujar Clara.
"Apa kakak sudah bertanya kepada kakak Rey kenapa dia menyukai wanita gila itu", ujar Krystal.
"Tentu saja aku malas membicarakan wanita itu kepada Rey jadi mana mungkin aku akan bertanya kepada nya", ujar Clara lagi.
"Jadi hubungan mereka bertiga adalah cinta segitiga semenjak mereka bersekolah dulu", ujar Krystal.
"Aku sungguh tidak percaya dengan semua ini dan rasa nya ini tidak mungkin terjadi di mata ku tapi bagaimana lagi memang seperti ini kenyataan nya", ujar Krystal lagi sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Tapi Rey berkata kepada ku kalau dia sudah menetapkan hati nya untuk ku tetapi tetap saja aku tidak suka melihat Ara", ujar Clara lagi.
"Iya aku tau bagaimana dengan perasaan kakak saat ini kepada wanita gila itu dan juga kepada kakak Rey", ujar Krystal.
"Semoga saja aku tidak mengalami hal yang kakak rasakan itu", ujar Krystal lagi.
"Iya aku harap juga begitu", ujar Clara.
Lalu mereka pun melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja ruang tamu itu sambil menonton TV bersama karena pada saat ini bayi Clara telah tertidur di dalam kamar nya.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Diego", panggil Ayah nya.
"Bagaimana kerja sama kita dengan rekan kerja Ayah yang ada di Los Angeles?" Tanya Ayah nya.
"Semua nya telah berjalan dengan lancar", ujar Diego.
"Bagus lah kalau begitu Ayah bisa tenang ketika pergi berkemah kali ini", ujar Ayah nya.
"Leo dimana Krystal?" Tanya Ayah mertua nya.
"Dia pergi menemui istri nya Rey", ujar Leo.
"Aku rasa saat ini Krystal telah berada di rumah Rey", ujar Leo lagi.
"Lusa kita akan berangkat berkemah dan kalian menginap lah disini setidaknya sampai kalian pulang dari berkemah", ujar Ayah Diego lagi.
"Baiklah", ujar Leo kepada Ayah mertua nya itu.
Sedangkan Diego hanya diam saja sambil menatap makanan yang ada di atas piring nya.
"Diego ada apa dengan mu?" Tanya Ayah nya.
"Aku rasa kamu lebih banyak memukul tanah dengan tongkat golf mu itu", ujar Leo.
"Benarkah!" Ujar Ayah Diego.
"Iya aku telah melihat nya dengan jelas dari balkon kamar ku", ujar Leo lagi.
"Diego apa yang sedang terjadi kepada mu saat ini?" Tanya Ayah nya.
"Entahlah Ayah aku hanya merasa hidup ku sudah tidak punya tujuan lagi saat ini", ujar Diego.
"Astaga aku tidak percaya dengan semua ini", ujar Ayah nya.
"Kalau begitu apa kamu mau pergi dengan ku untuk melepaskan semua kekesalan mu pada saat ini", ujar Leo kepada Diego.
"Pergi kemana?" Tanya Diego.
"Ikut saja dengan ku maka kamu akan tau dengan sendiri nya", ujar Leo lagi.
"Ok aku akan ikut dengan mu", ujar Diego lagi.
"Kalau begitu setelah makan siang ini kita langsung pergi kesana", ujar Leo.
"Ok", ujar Diego.
Lalu mereka pun melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja yang luas itu sedangkan Ayah Diego tidak menggubris percakapan mereka saat ini.
***
Desa Terpencil
"Wah harum sekali masakan Ibu mu", ujar Hanna kepada Jiu.
"Tentu saja Ibu ku sangat pandai sekali dalam memasak makanan", ujar Jiu.
"Jangan memuji ku seperti itu", ujar Ibu Jiu.
"Perkataan kalian itu sudah sangat ingin membuat ku berteriak kegirangan pada saat ini", ujar Ibu Jiu lagi kepada mereka berdua.
"Tapi benar Bibi apa yang telah di katakan oleh Jiu", ujar Hanna.
"Masakan Bibi sangat harum sekali dan aku rasa masakan Bibi juga sangat enak", ujar Hanna lagi memuji masakan Ibu Jiu.
"Kalau begitu bagus lah jadi kalian makan lah sekarang makanan yang telah aku masak ini dan jangan lupa untuk menghabiskan semua nya", ujar Ibu Jiu kepada mereka berdua.
"Ok! Bibi tenang saja soal itu karena saat ini perut ku sudah sangat lapar dan akan aku pastikan untuk menghabiskan semua nya", ujar Hanna.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama dengan Hanna", ujar Jiu.
__ADS_1
"Bagus", ujar Ibu Jiu sambil memberikan jempol nya kepada Hanna dan Jiu.
Lalu mereka pun langsung memakan makanan yang ada di atas meja makan rumah Ibu Jiu itu sedangkan bayi Hanna sedang tertidur dengan nyenyak nya di atas sofa yang ada di dalam rumah Ibu Jiu itu.
***
Pusat Perbelanjaan
Saat ini Krystal dan Clara sedang sibuk memilih bahan makanan yang akan mereka bawa ke perkemahan nanti.
Clara mengajak Krystal untuk menyiapkan semua bahan makanan itu dari sekarang karena besok adalah hari untuk mereka berkemas.
Awal nya Krystal menolak tapi karena Clara merasa tidak keberatan untuk pergi berbelanja dengan nya hari ini jadi Krystal pun hanya bisa pasrah untuk mengikuti arahan dari Clara itu.
Jadi saat ini mereka berdua hanya pergi berdua saja ke pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota itu.
Karena sebelum nya Clara telah menitipkan bayi nya kepada para pelayan yang ada di rumah besar keluarga Diego.
"Apa kita juga harus membeli ini?" Tanya Krystal kepada Clara sambil mengangkat botol soju ke atas.
"Seperti nya kita harus membeli nya", ujar Clara.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu mereka pun langsung memasukkan beberapa botol soju itu ke dalam troli yang mereka bawa.
"Kita sudah membeli semua nya dan saat ini hanya tinggal makanan beku saja yang belum kita beli", ujar Krystal.
"Kalau begitu ayo kita pergi mengambil makanan beku yang kita perlukan", ujar Clara.
"Ayo", ujar Krystal.
Lalu mereka pun segera pergi menuju ke bagian makanan beku dan setelah itu mereka pun mulai mengambil semua bahan masakan yang mereka butuhkan disana.
Setelah semua nya lengkap mereka pun langsung pergi ke kasir untuk membayar semua bahan makanan yang telah mereka ambil itu.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Diego telah pulang ke kediaman keluarga besar nya bersama dengan Leo dan mereka langsung menuju ke ruang keluarga untuk menonton TV disana.
"Bayi siapa ini?" Tanya Leo saat diri nya telah melihat ada seorang bayi yang sedang tertidur di atas karpet berbulu yang ada di tengah-tengah ruang keluarga rumah besar itu.
Bayi itu adalah bayi Clara dan saat ini bayi Clara sedang tertidur dengan nyenyak nya di atas karpet berbulu yang mewah itu.
Saat ini bayi Clara di alas dengan menggunakan kain yang cukup tebal dan dengan di selimuti oleh selimut bayi yang telah di bawa oleh Clara dari rumah nya.
"Apa! Bayi", ujar Diego.
Lalu Diego pun langsung mendekati Leo dan melihat bayi itu.
"Pelayan", teriak Diego dengan kencang nya.
"Iya tuan", ujar pelayan sambil berjalan mendekati Diego.
"Bayi siapa ini?" Tanya Diego.
"Itu bayi nya tuan Rey tuan muda", ujar pelayan itu.
"Apa! Bayi Rey", ujar Diego.
"Kenapa bayi nya bisa berada di dalam rumah ini?" Tanya Diego lagi.
"Oh itu tuan muda bayi ini di bawa oleh nona Clara dan juga nona muda Krystal kesini tuan muda dan saat ini mereka sedang pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota untuk membeli bahan masakan yang akan di bawa ke acara perkemahan nanti", ujar pelayan itu menjelaskan.
"Apa! Jadi mereka hanya pergi berdua saja", ujar Leo.
"Iya tuan Leo", ujar pelayan itu lagi.
"Kenapa mereka tidak menyuruh para pelayan saja untuk menyiapkan semua nya jadikan mereka tidak perlu melakukan ini lagi", ujar Diego.
"Apa lagi saat ini Clara sudah cukup kerepotan dengan hal ini", ujar Diego lagi.
"Entahlah mungkin mereka sendiri yang ingin pergi untuk berbelanja saat ini", ujar Leo kepada Diego.
"Ada-ada saja yang sedang terjadi saat ini", ujar Diego.
Lalu Diego pun langsung menelpon Rey dan menyuruh nya untuk segera datang ke rumah besar saat ini dan tak lama kemudian Rey pun datang ke rumah besar keluarga Diego dan Rey pun langsung pergi menemui Diego ke ruang keluarga rumah besar keluarga Diego itu.
"Astaga kenapa bayi ku bisa ada disini?" Tanya Rey kepada Diego.
Lalu Diego pun menjelaskan semua nya kepada Rey dan Rey pun hanya bisa terdiam pada saat mendengarkan penjelasan dari Diego itu.
"Untung dia menitipkan nya disini kalau tidak aku bisa khawatir dengan bayi ku saat ini", ujar Rey sambil menatap bayi mungil nya itu.
"Iya jika kalian ingin menitipkan nya maka kalian bisa membawa nya kesini karena disini sangat aman dan aku jamin itu", ujar Diego lagi.
"Iya aku tau itu", ujar Rey.
Lalu tak lama kemudian Ara pun datang ke kediaman keluarga besar Diego dan tentu saja hal itu membuat Diego dan yang lain nya kaget apa lagi Rey.
"Tuan muda nona Ara sudah berada di ruang tamu sekarang", ujar seorang pelayan kepada Diego.
"Baiklah aku akan segera turun ke bawah", ujar Diego kepada pelayan itu.
Lalu Diego pun segera pergi meninggalkan Leo, Rey dan bayi Rey di ruang keluarga itu dan setelah itu Diego berjalan menuruni anak tangga yang ada di dalam rumah besar keluarga nya itu menuju ke ruang tamu tempat Ara berada saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...