Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Niat Jahat


__ADS_3

"Siapa yang telah menulis surat ini?" Tanya Hanna.


"Aku rasa dia adalah orang yang tidak suka kepada bayi mu", ujar Hanna lagi.


"Aku merasa kalau aku sedang tidak bermusuhan dengan seseorang", ujar Clara.


"Mungkin Rey", ujar Hanna.


"Benarkah!" Ujar Clara.


Kemudian mereka pun segera menelpon Rey dan menyuruh nya untuk segera pulang karena hari juga sudah menunjukkan pukul lima sore.


"Halo", ujar Clara.


"Iya ada apa?" Tanya Rey.


"Apa kamu sudah pulang ke rumah?" Tanya Clara.


"Aku baru saja selesai mengerjakan tugas ku dan sebentar lagi aku akan pulang", ujar Rey.


"Tumben kamu bertanya kepada ku tidak seperti biasa nya", ujar Rey lagi.


"Aku baru saja mendapatkan surat misterius", ujar Clara.


"Katakan pada ku apa isi surat itu?" Tanya Rey.


"Dia menyuruh ku untuk menggugurkan bayi kita", ujar Clara.


"Apa!" Ujar Rey.


"Kalau tidak dia yang akan menggugurkan bayi kita itu yang dia tulis di dalam surat itu", ujar Clara lagi.


"Baiklah aku akan segera pulang dan jangan kemana-mana selain ditemani oleh diri ku", ujar Rey.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Clara pun segera mengajak Hanna untuk duduk di ruang tamu sambil menonton TV bersama.


***


Kediaman Diego


"Dimana Hanna?" Tanya Diego kepada Krystal.


"Kakak ipar sedang pergi ke rumah teman nya", ujar Krystal.


"Apa dia mengatakan kepada mu kalau dia pulang jam berapa?" Tanya Diego.


"Tidak aku juga tidak bertanya kepada nya", ujar Krystal.


Kemudian Diego pun segera pergi menuju ke rumah Clara dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


***


Kantor Ayah Diego


Saat Rey hendak masuk ke dalam mobil nya untuk pulang ke rumah nya tiba-tiba saja Rey melihat ada sebuah surat yang sedang di letakkan di atas kap mobil nya.


"Apa ini?" Tanya Rey.


"Siapa yang mengirim surat kepada ku?" Tanya Rey lagi.


Kemudian Rey segera mengambil dan melihat surat itu.


"Tidak ada nama pengirim nya", ujar Rey lagi.


Kemudian Rey pun segera membaca isi surat itu dan setelah membaca surat itu Rey pun langsung kaget dengan isi yang ada di dalam surat itu.


"Siapa yang telah berani mengancam ku", ujar Rey.


Kemudian Rey pun melihat ke sekeliling basement untuk melihat orang-orang yang sedang berada disana.


Setelah merasa tidak ada yang dicurigai nya Rey pun segera masuk ke dalam mobil nya dan langsung pulang menuju ke rumah nya.


***


Kediaman Ara


Saat ini Ara sedang makan bersama dengan seseorang di dalam rumah nya.


"Bagaimana dengan ajakan ku itu?" Tanya Ara kepada orang itu.


"Berapa yang akan kamu berikan kepada ku?" Tanya orang itu pada nya.


"Asalkan kamu berhasil membuat wanita itu di buang oleh Diego aku bersedia membayar mu berapa saja sesuai dengan keinginan mu", ujar Ara.


"Baiklah", ujar orang itu.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya orang itu pada Ara.


Kemudian Ara pun membisikkan sesuatu ke telinga orang itu dan setalah itu mereka saling tersenyum satu sama lain nya.


***


Rumah Clara


Saat ini Diego dan Rey juga telah berada di dalam rumah Clara dan mereka sedang duduk bersama di ruang tamu rumah itu.


"Apa mungkin musuh kita yang mengirim surat itu kepada mu", ujar Diego kepada Rey.


"Aku rasa itu bukan mereka karena apa keuntungan nya bagi mereka jika mereka mengancam mu seperti ini", ujar Diego lagi.


"Apa lagi bayi itu tidak ada hubungan nya dengan mereka", ujar Diego lagi.


"Iya aku juga berpikir seperti itu", ujar Rey.


Kemudian terdengarlah bunyi suara bel rumah Clara dan itu adalah si pengantar makanan yang telah membunyikan bel rumah Clara karena makanan itu telah di pesan oleh Hanna dan Clara.


Melihat itu Hanna pun segera mengambil makanan itu dari si pengantar makanan itu dan setelah nya Hanna pun meletakkan semua makanan yang telah dia pesan itu di atas meja ruang tamu rumah Clara.


"Ayo kita makan", ujar Hanna kepada semua nya.


"Ok", ujar Diego dan Rey secara bersamaan.


Kemudian mereka pun segera makan malam bersama di rumah Clara sambil tetap berbicara mengenai ancaman yang telah di dapatkan oleh Rey dan Clara itu.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan pernikahan adik mu?" Tanya Rey kepada Diego.


"Awal bulan depan mereka akan menikah", ujar Diego.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan terlebih dahulu?" Tanya Rey lagi.


"Seperti nya aku akan mengadakan acara fashion show itu terlebih dahulu dan baru setelah itu aku akan melanjutkan kerja sama kita dengan Alexander", ujar Diego.


"Apa Alexander bisa menerima permintaan mu itu?" Tanya Rey lagi.


"Tentu saja dia menerima permintaan ku yang selalu berubah-rubah itu karena kalau aku membatalkan kerja sama itu dia bisa rugi apa lagi dia juga berharap untuk bekerja sama dengan ku jadi mana mungkin dia berani untuk menolak kerja sama dengan ku", ujar Diego lagi.


"Aku juga merasa seperti itu apa lagi kamu selalu menjamin keuntungan yang akan dia dapatkan jika pekerjaan itu berhasil dilakukan nya dan jumlah yang selalu kamu tawarkan juga tidak main-main", ujar Rey.


"Oh iya aku rasa Branden telah memanfaatkan adik mu itu dan Krystal juga pasrah saja di perlakukan seperti itu oleh Branden", ujar Rey.


"Itu lah kenapa aku menyebut nya gadis bodoh", ujar Diego.


"Jangan berkata seperti itu dan kita berharap saja kalau Krystal baik-baik saja selama diri nya bersama dengan Branden", ujar Hanna.


"Iya aku juga berharap seperti itu", ujar Clara.


"Undangan pernikahan Clara dengan Branden sudah siap dan aku akan memberikan nya kepada mu", ujar Hanna kepada Diego.


"Kenapa kamu memberikan nya kepada ku?" Tanya Diego.


"Sudah jelas itu pekerjaan nya Rey jadi kamu berikan saja itu kepada Rey", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Hanna.


"Kamu bisa memberikan nya kepada ku besok", ujar Rey kepada Hanna.


"Baiklah", ujar Hanna lagi.


Kemudian mereka pun melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas piring mereka masing-masing.


***


Acara Fashion Show


Saat ini Branden telah tampil sesuai dengan yang di instruksikan oleh perusahaan kepada nya.


Semua orang tampak sangat menyukai Branden seperti biasa nya apa lagi kalangan wanita muda yang suka melihat setiap majalah yang ada Branden di dalam nya.


"Ok bagus", ujar Diego kepada sekretaris nya.


Kemudian Diego pun segera duduk dengan klien Ayah nya yang juga ikut menyaksikan acara fashion show itu.


"Aku harap anda menyukai acara ini", ujar Diego kepada klien Ayah nya itu.


"Tentu saja aku menyukai nya dan aku akan senantiasa untuk bekerja sama lagi dengan kalian", ujar klien Ayah nya itu.


"Terima kasih atas semua nya", ujar Diego.


"Apa kamu telah menikah?" Tanya klien Ayah nya itu lagi.


"Aku sudah menikah", ujar Diego.


"Apakah istri mu sangat cantik?" Tanya klien Ayah nya itu lagi sambil bercanda.


"Baguslah kalau seperti itu", ujar klien Ayah nya lagi.


"Kalau kamu belum menikah aku akan menjodohkan mu dengan anak ku", ujar klien Ayah nya lagi.


"Tapi dia masih berkuliah di Jepang sekarang jadi aku tidak terburu-buru untuk mencarikan nya seorang pendamping hidup", ujar klien Ayah nya lagi.


"Semoga anak mu mendapatkan jodoh yang lebih baik dari ku", ujar Diego.


"Semoga saja", ujar klien Ayah nya itu lagi.


"Apa anda hanya mempunyai seorang putri?" Tanya Diego.


"Aku mempunyai sepasang anak dan putri ku itu adalah anak kedua ku", ujar klien Ayah nya.


"Jadi anda juga memiliki seorang putra", ujar Diego.


"Tentu saja karena dia yang akan mewarisi semua harta ku nanti nya", ujar klien Ayah nya lagi.


"Sayang sekali Joks hanya memiliki seorang putra dan tidak memiliki seorang putri kalau tidak aku pasti sudah menjodohkan nya dengan putra ku", ujar klien Ayah nya lagi.


"Jadi putra anda belum menikah?" Tanya Diego.


"Belum seperti nya umur nya lebih muda dari mu", ujar klien Ayah nya itu.


"Aku dengar waktu aku pertama kali bertemu dengan Joks dia mengatakan kalau kamu telah bekerja sedangkan putra ku masih berkuliah saat itu", ujar klien Ayah nya lagi.


"Aku rasa putra anda itu seusia dengan istri ku", ujar Diego.


"Bisa jadi", ujar klien Ayah nya itu lagi.


"Jadi kalian hanya beda satu tahun?" Tanya klien Ayah nya itu.


"Tidak usia kami terpaut lebih dari satu tahun", ujar Diego.


"Kalau begitu putra ku tidak seusia dengan istri mu itu", ujar klien Ayah nya lagi.


"Karena seperti nya putra ku hanya terpaut satu tahun dengan mu", ujar klien Ayah nya lagi.


"Benarkah!" Ujar Diego sambil berpikir.


"Aku rasa putra anda itu seumuran dengan ku", ujar Diego lagi sambil tertawa.


"Putra ku akan memasuki usia tiga puluh tahun sebentar lagi", ujar klien Ayah nya.


"Benar dugaan ku", ujar Diego.


"Jadi apa kalian benar-benar seumuran?" Tanya klien Ayah nya.


"Tentu saja kami seumuran karena aku lebih cepat setahun untuk bersekolah karena Ayah ku yang menginginkan itu", ujar Diego.


"Wah aku tidak menyangka nya", ujar klien Ayah nya sambil tertawa.


"Jadi dimana putra anda sekarang?" Tanya Diego.


"Saat ini dia masih ada di Jepang dan sebentar lagi perusahaan ku akan mendirikan cabang di Korea Selatan jadi nanti aku akan menyuruh nya untuk memimpin di cabang Korea Selatan", ujar klien Ayah nya.

__ADS_1


"Kalau begitu lain kali aku akan mengundang nya untuk makan malam dengan keluarga ku kalau putra anda telah berada di Korea Selatan", ujar Diego.


"Baiklah aku akan menyampaikan tawaran mu ini kepada putra ku", ujar klien Ayah nya.


"Ada berlian disini tapi Krystal malah memilih Branden", ujar Diego di dalam hati nya.


"Sungguh itu adalah keputusan yang ceroboh", ujar Diego lagi di dalam hati nya.


Lalu Diego pun tersenyum membalas perkataan klien Ayah nya itu.


Kemudian mereka menyaksikan lagi acara fashion show itu dengan tetap duduk di tempat duduk yang telah di persiapkan untuk para tamu VVIP.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


"Ayah", teriak Diego di depan ruangan kerja Ayah nya.


"Ada apa?" Tanya Ayah nya setalah membuka pintu ruangan kerja nya.


"Apa Ayah sedang sibuk?" Tanya Diego.


"Tidak karena Ayah baru saja menyelesaikan semua pekerjaan", ujar Ayah nya.


"Apa kamu ingin makan malam dengan Ayah?" Tanya Ayah nya.


"Tentu saja ayo kita segera pergi ke bawah untuk makan malam bersama karena sekarang sudah pukul tujuh malam", ujar Diego.


"Ok", ujar Ayah nya.


Kemudian mereka segera turun ke bawah dan langsung makan malam bersama karena saat ini pelayan telah selesai menyiapkan semua hidangan untuk makan malam hari ini.


"Jadi apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepada Ayah?" Tanya Ayah nya.


"Apa Ayah tidak berniat untuk menjodohkan Krystal dengan lelaki yang lebih berbobot dari pada Branden yang suka merusak para wanita", ujar Diego.


"Ayah tidak punya pilihan lain lagi selain melakukan permintaan adik mu itu dan dia sangat bersikeras untuk menikah dengan Branden", ujar Ayah nya.


"Apa Ayah tidak tertarik untuk menjodohkan Krystal dengan putra klien Ayah yang ada di Jepang itu", ujar Diego.


"Maksud mu putra dari Pak Irie?" Tanya Ayah nya.


"Iya dan aku telah berbicara cukup banyak dengan beliau hari ini jadi aku rasa Krystal lebih baik di jodohkan saja dengan putra beliau itu akan lebih bagus jika di bandingkan dengan Branden", ujar Diego.


"Siapa yang tidak mau putri nya menikah dengan seorang anak lelaki dari keluarga yang terhormat seperti mereka itu", ujar Ayah nya.


"Masalah nya Krystal itu telah dinodai oleh Branden apa lagi saat ini adik mu itu sangat bersikeras untuk menikah dengan Branden", ujar Ayah nya lagi.


"Baiklah aku mengerti maksud Ayah dan aku tau Ayah sangat mencemaskan keadaan Krystal saat ini", ujar Diego.


"Tapi aku akan tetap mencoba untuk membujuk Krystal supaya dia mau di jodohkan oleh Ayah dan menjauhkan diri nya dari Branden", ujar Diego lagi.


"Coba saja kalau kamu bisa membuat adik mu itu patuh dan menurut kepada perintah mu itu", ujar Ayah nya.


"Ok aku akan mencoba nya sebelum acara pernikahan mereka itu digelarkan", ujar Diego.


Kemudian Ayah nya menganggukkan kepala nya kepada Diego dan setelah itu mereka melanjutkan kembali memakan makanan yang telah di hidangkan di atas meja makan yang luas itu.


***


Toserba


Saat ini Hanna sedang berbelanja di toserba yang ada di dekat rumah Clara.


Hanna berniat untuk membeli beberapa cemilan dan juga beberapa minuman untuk Clara.


Saat Hanna telah selesai berbelanja dan diri nya juga telah berada di luar toserba itu tiba-tiba saja Hanna kaget saat melihat ada seseorang yang sedang duduk dengan santai nya sambil memakan mie instan cup di meja yang telah disediakan oleh toserba itu.


Orang yang di lihat oleh Hanna itu adalah Alex dan Hanna tau kalau Alex sangat menyukai Clara dan selalu membuntuti Clara kemana pun Clara pergi.


Namun itu sudah sangat lama terjadi karena sekarang Clara tidak pernah bercerita kepada nya lagi kalau Alex masih membuntuti nya sampai detik ini.


"Mungkin ini hanya kebetulan saja aku melihat nya", ujar Hanna.


Lalu Hanna melihat kalau Alex akan pergi dari toserba itu dan Hanna pun berniat untuk mengikuti langkah Alex dari belakang.


"Kemana dia akan pergi?" Tanya Hanna.


Kemudian Hanna terus melangkah untuk mengikuti Alex dari belakang.


Setelah cukup lama berjalan dan mengikuti Alex dari belakang tiba-tiba saja terdengar suara Clara dari arah belakang Hanna.


"Hanna", teriak Clara.


Mendengar suara Clara yang memanggil nya dari belakang Hanna pun segera melihat ke arah Clara.


"Astaga kenapa kamu datang kesini?" Tanya Hanna.


"Bukankah Rey sudah melarang mu untuk tidak pergi keluar sendirian", ujar Hanna memarahi Clara.


"Aku hanya ingin pergi ke toserba untuk membeli sesuatu jadi belum sampai aku kesana aku sudah melihat mu sedang berjalan disini maka nya aku langsung memanggil mu", ujar Clara.


"Ayo kita segera pergi ke rumah mu karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada mu", ujar Hanna.


"Apa itu seperti nya penting sekali", ujar Clara.


"Nanti saja aku ceritakan kepada mu", ujar Hanna.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian mereka pun segera berjalan untuk pergi ke rumah Clara dan saat hendak menyeberang jalan tiba-tiba saja ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Seperti nya motor itu memang berniat untuk mencelakai mereka terutama untuk menabrak Clara karena saat ini posisi motor itu sedang mengarah ke arah Clara.


Melihat ada motor yang ingin menabrak nya langsung saja membuat Clara kaget dan tidak tau harus berbuat apa saat ini karena diri nya tengah panik saat ini jadi dia tidak bisa berpikir mengenai apa pun saat ini.


"Clara", teriak Hanna.


Saat ini Hanna pun juga panik dan sangat kaget dengan apa yang sedang ia lihat saat ini.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2