Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Amerika


__ADS_3

Kediaman Diego


Saat ini Hanna dan Clara telah sampai di kediaman Diego. Setelah selesai mandi mereka segera tidur dan beristirahat di kamar masing-masing.


Diego masih berada di ruang kerja nya dan Hanna di suruh Diego untuk segera tidur duluan karena besok mereka harus mengemas segala keperluan mereka untuk pergi ke Amerika.


Diego masih terlihat sibuk di meja kerja nya dan ia masih memeriksa dokumen yang sedang bertumpuk di atas meja kerja nya.


Semua itu harus Diego selesaikan menjelang hari keberangkatan nya ke Amerika. Jadi hanya tersisa hari esok untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya.


Setelah beberapa jam berada di ruang kerja nya akhirnya Diego memutuskan untuk segera tidur dan melanjutkan pekerjaan nya besok pagi.


***


Markas Octopus


Pagi ini Rey sedang berada di markas Octopus dan ia sedang memeriksa keadaan Yae Won dan juga pelayan Lee.


Yae Won tampak di rawat oleh perawat dengan baik begitu pun dengan pelayan Lee.


Mereka berada di kamar yang berbeda dan juga di temani oleh orang yang berbeda.


Yae Won ditemani oleh kedua orang tua nya sedangkan pelayan Lee ditemani oleh adik perempuan nya.


Pertama kali Rey masuk ke dalam ruangan Yae Won bersama dengan seorang dokter yang ada disana begitu pun dengan perawat yang sedang mendampingi dokter tersebut.


"Apa kamu sudah baik-baik saja sekarang?" Tanya Rey kepada Yae Won.


"Aku sudah baik-baik saja", jawab Yae Won.


"Apa Yae Won masih harus di beri obat dokter?" Tanya Rey.


"Saat ini dia hanya perlu untuk memberikan salep pada luka nya agar tidak meninggalkan bekas ke depan nya", ujar dokter.


"Kalau begitu sebentar lagi kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit ini", ujar Rey.


"Walau pun sekarang kamu sudah baik-baik saja tapi Diego menyuruh ku untuk menahan mu disini sebentar lagi sampai dia kembali dari Amerika", ujar Rey.


"Baiklah kami mengerti", ujar Ibu Yae Won.


"Saat ini pelayan Lee sudah kami tangkap dan dia juga ada disini sekarang", ujar Rey.


Mendengar perkataan Rey langsung membuat Yae Won dan orang tua nya kaget dengan mendengar nya.


"Dia mengalami luka tembak di kaki nya", ujar Rey.


"Dan sekarang adik nya sedang menemani nya di ruangan sebelah ini", ujar Rey lagi.


"Apa kami akan baik-baik saja kalau berdekatan seperti ini?" Tanya Ibu Yae Won khawatir.


"Tenang saja kalian akan baik-baik saja selama berada di dalam markas ini", ujar Rey.


"Aku rasanya ingin memukul pelayan itu dengan tangan ku", ujar Ayah Yae Won.


"Dia telah berani mempermainkan putri ku dan juga telah mengurung ku", ujar Ayah Yae Won lagi.


"Tenang lah paman, kami sudah mengurus nya untuk mu", ujar Rey.


"Saat ini dia tidak boleh keluar dari ruangan nya jadi paman juga tidak bisa pergi untuk menemui nya", ujar Rey lagi.


"Baiklah", ujar Ayah Yae Won.


"Kalau perlu apa pun kalian bisa memberi tau perawat yang ada disini", ujar dokter.


"Mereka selalu bergantian untuk berjaga disini", ujar dokter lagi.


"Baiklah kami mengerti", ujar Yae Won.


"Dan untuk keperluan lain nya anggota kami sudah menyiapkan semua nya dan kalian hanya perlu untuk berdiam diri disini", ujar Rey.


"Baiklah", ujar Yae Won.


Kemudian Rey segera pergi dari ruangan Yae Won dan masuk ke dalam ruangan pelayan Lee.


Saat ini Rey, dokter dan beberapa orang perawat sedang berdiri di samping tempat tidur pelayan Lee.


"Apa kakak mu masih belum bangun?" Tanya Rey kepada adik pelayan Lee.


"Belum dia belum bangun sama sekali", ujar adik pelayan Lee.


"Bagaimana dengan kondisi nya sekarang dokter?" Tanya adik pelayan Lee.


"Dia sudah baik-baik saja namun dia perlu beristirahat yang cukup untuk saat ini dan luka di kaki nya butuh waktu yang sedikit lama untuk sembuh", ujar dokter.


"Beberapa hari ini dia kesulitan tidur mungkin karena tingkat kecemasan yang berlebihan dan karena itu mata nya terlihat seperti kelelahan dan kurang tidur", ujar dokter lagi.


"Untuk luka di kaki nya kami akan mengobati nya dengan baik jadi jangan khawatirkan itu", ujar dokter lagi.


"Baiklah", ujar adik pelayan Lee.


Kemudian Rey memberi tau adik pelayan Lee kalau butuh sesuatu atau pertolongan dia bisa memberi tau kan semua itu kepada para perawat yang ada disini atau pun kepada anggota mereka.


Setelah berkunjung ke ruangan pelayan Lee, Rey segera kembali ke kediaman Diego dan sarapan pagi disana.


***


Kediaman Diego


Saat ini Diego, Hanna, Clara dan Rey sedang sarapan pagi bersama dan mereka tampak dalam suasana hati yang tenang saat ini.


"Besok kami akan pergi ke Amerika jadi apa kamu akan baik-baik saja disini?" Tanya Hanna kepada Clara.


"Seperti nya aku akan kembali ke rumah ku saja", ujar Clara.


"Apa kamu tidak takut kalau Alex akan mengganggu mu lagi?" Tanya Hanna.


"Aku rasa sekarang dia tidak tau kalau aku akan kembali ke rumah itu", ujar Clara.


"Aku sudah lama berada disini dan ku pikir Alex sudah tidak membuntuti ku lagi", ujar Clara lagi.


"Baiklah terserah pada mu tapi jika kamu merasa tidak aman kamu boleh untuk datang kesini lagi", ujar Hanna.


"Terima kasih aku akan mengingat kata-kata mu ini", ujar Clara.


"Jadi bagaimana apa kalian jadi menikah?" Tanya Diego.


Mendengar pertanyaan dari Diego membuat Clara tersedak dengan makanan yang ada di dalam mulut nya.

__ADS_1


"Aku masih menunggu jawaban dari nya", ujar Rey.


"Kamu suka menggantungkan perasaan seseorang", ujar Hanna kepada Clara.


Hanna geleng-geleng kepala dengan tingkah Clara saat ini sedangkan Clara terlihat masih berfikir tentang jawaban yang akan ia berikan kepada Rey.


Clara memang menyukai Rey dan ia terlalu takut kalau perasaan Rey pada nya hanya lah sebuah keterpaksaan dan ia takut kalau tiba-tiba Rey pergi meninggalkan diri nya dengan wanita lain.


"Aku rasa Ara sudah mulai di lupakan nya", ujar Clara di dalam hati nya sambil melihat Rey secara diam-diam.


"Baiklah aku akan menerima lamaran mu", ujar Clara secara tiba-tiba.


Mendengar perkataan Clara yang seperti itu langsung saja membuat semua orang yang ada disana kaget dan senang mendengar nya.


"Kalau seperti ini maka aku akan bisa membuat Ayah menjelaskan situasi ini kepada Branden tanpa harus memikirkan alasan penolakan yang lain", ujar Diego.


"Aku akan menemui Ayah mu untuk membicarakan masalah Branden dan kamu fokus saja dengan perjalanan mu ke Amerika", ujar Rey kepada Diego.


"Baiklah", ujar Diego.


"Wah sebentar lagi akan ada pesta pernikahan", ujar Hanna.


"Aku sudah tidak sabar untuk melihat nya", ujar Hanna lagi.


"Tenang saja setelah kamu pulang dari Amerika maka kamu akan bisa melihat pesta pernikahan kami", ujar Rey kepada Hanna.


"Baiklah", ujar Hanna.


Setelah mereka sarapan pagi Hanna langsung kembali ke dalam kamar nya dan memilih pakaian yang akan dibawa nya ke Amerika.


Semua barang-barang Hanna sudah di pilih nya dan diletakkan nya di atas tempat tidur nya. Baik itu pakaian, sepatu atau pun tas dan perlengkapan lain nya yang dibutuhkan nya selama berada di Amerika.


Setelah Hanna selesai dengan semua itu para pelayan langsung mengemas semua barang-barang Hanna dan memasukkan nya dengan rapi ke dalam koper nya.


Semua nya telah selesai di kemas dan sekarang saat nya bagi Hanna dan Diego untuk pergi ke pusat perbelanjaan.


Hanna meminta Diego untuk mengantar nya ke pusat perbelanjaan karena Hanna ingin membelikan sebuah hadiah untuk adik Diego.


"Apa adik mu menyukai ini?" Tanya Hanna kepada Diego sambil memperlihatkan sebuah gaun kepada nya.


"Kalau kamu suka berikan saja itu pada nya", ujar Diego.


"Aku takut dia tidak menyukai selera ku", ujar Hanna.


"Kamu pilih saja sesuai dengan pandangan mu", ujar Diego.


"Aku rasa dia akan menerima apa pun hadiah dari mu", ujar Diego lagi.


"Baiklah", ujar Hanna.


Kemudian mereka melanjutkan kembali untuk memilih hadiah yang akan mereka berikan kepada Krystal.


Setelah mereka selesai berbelanja mereka kembali lagi ke rumah dan setelah nya Hanna meminta seorang pelayan untuk mengemas hadiah yang akan dia berikan kepada Krystal.


***


Amerika


Saat ini Diego dan Hanna telah turun dari pesawat dan mereka tampak keren dengan style mereka masing-masing.


Diego terlihat sedang menarik sebuah koper yang berukuran besar di belakang nya sedangkan Hanna berjalan di samping nya dengan memegang sebelah tangan nya.


Setelah itu Diego dan Hanna langsung masuk ke dalam mobil. Perjalanan menuju ke rumah mereka hanya memakan waktu sekitar satu jam lama nya.


Hanna hanya diam selama perjalanan menuju ke rumah keluarga Diego yang ada di Amerika.


"Sebentar lagi kita sampai", ujar Diego kepada Hanna.


Mendengar perkataan Diego, Hanna merasa tak sabar untuk segera bertemu dengan Krystal.


Saat ini mobil telah berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat sangat mewah dan terawat. Para pelayan dan pekerja yang bekerja di rumah itu berasal dari Negara mereka.


Setelah mobil berhenti di depan rumah, para pekerja yang ada disana langsung membukakan pintu untuk mereka.


"Terima kasih", ujar Hanna kepada para pekerja yang telah membukakan pintu mobil untuk nya.


Kemudian Diego menarik tangan Hanna untuk segera masuk ke dalam rumah dan setelah mereka masuk ke dalam rumah Hanna tampak takjub dengan semua yang ia lihat.


Rumah ini terlihat sangat indah di pandang oleh mata siapa pun yang telah masuk ke dalam nya. Rumah ini juga sejuk dan membuat siapa pun yang ada di dalam nya jadi betah untuk berlama-lama di dalam rumah.


"Ayo masuk ke dalam kamar", ajak Diego.


Kemudian Hanna mengikuti langkah Diego dari belakang untuk menuju ke lantai dua rumah itu.


"Tuan muda makanan nya sudah siap", ujar seorang pelayan kepada Diego saat sedang berada di atas tangga.


"Iya sebentar lagi kami akan turun ke bawah", ujar Diego kepada pelayan itu.


"Dimana adik mu, kenapa aku tidak melihat nya?" Tanya Hanna kepada Diego.


"Dia sedang tidak ada di rumah", ujar Diego.


"Lalu dia dimana sekarang?" Tanya Hanna lagi.


"Aku juga tidak tau", ujar Diego.


Kemudian mereka telah sampai di depan kamar mereka dan Diego segera membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar itu.


Saat Hanna sudah masuk ke dalam kamar tiba-tiba ia takjub dengan pemandangan yang ada di balkon kamar nya.


"Wah indah sekali pemandangan yang ada disini", ujar Hanna.


"Apa kamu menyukai nya?" Tanya Diego.


"Tentu saja", jawab Hanna.


"Ayo kita turun ke bawah untuk makan", ujar Diego.


"Ok", ujar Hanna.


Saat ini Diego dan Hanna sedang makan bersama dan mereka tampak menikmati semua hidangan yang telah disajikan di atas meja.


"Tuan muda", panggil pelayan kepada Diego.


"Nona muda sudah datang", ujar pelayan itu lagi.


"Suruh dia kesini sekarang", ujar Diego.

__ADS_1


"Baiklah tuan", ujar pelayan.


Kemudian pelayan itu segera pergi menemui Krystal dan setelah itu kembali lagi menemui Diego bersama dengan Krystal.


"Tumben kakak datang kesini", ujar Krystal.


"Apakah itu kata sambutan hangat mu untuk ku?" Tanya Diego.


"Apa kakak ini adalah istri mu?" Tanya Krystal.


"Perkenalkan aku Hanna", ujar Hanna sambil tersenyum.


Kemudian Krystal hanya tersenyum menanggapi nya sedangkan Diego hanya menganggukkan kepala nya sambil memakan makanan yang ada di atas piring nya.


Setelah itu Krystal melihat Hanna dari atas sampai ke bawah dan kemudian melihat ke arah Diego.


"Dimana kakak menemukan istri mu?" Tanya Krystal.


Mendengar pertanyaan dari Krystal membuat Hanna kaget dengan nya.


"Apa maksud mu?" Tanya Diego.


"Apa Ayah menjodohkan mu?" Tanya Krystal lagi.


"Memang nya kenapa?" Tanya Diego.


"Bagus juga selera Ayah dan aku rasa kali ini kamu beruntung", ujar Krystal.


Mendengar perkataan Krystal membuat Hanna sedikit tersipu malu dan saat ini Hanna hanya bisa terdiam menyaksikan percakapan di antara kakak beradik itu.


"Ternyata Krystal cantik sekali", ujar Hanna di dalam hati nya.


"Apa dia akan menyukai dress yang telah aku belikan untuk nya?" Tanya Hanna lagi di dalam hati nya.


Kemudian Hanna melihat penampilan Krystal dari atas sampai ke bawah dan ia melihat kalau Krystal sangat modis dan juga stylish dari segi penampilan.


"Wah dia benar-benar fashionable sekali", ujar Hanna di dalam hati nya.


"Ayo makan apa kamu tidak lapar?" Tanya Diego kepada Krystal.


"Tentu saja aku lapar", ujar Krystal.


Kemudian Krystal segera mengambil makanan dan meletakkan nya di atas piring yang ada di depan nya.


Setelah itu Krystal makan dengan santai nya sambil menatap Diego dan Hanna sesekali.


"Hei", panggil Diego kepada Krystal.


"Apa lagi?" Tanya Krystal.


"Apa kamu sudah mengabari Ayah?" Tanya Diego.


"Belum", jawab Krystal.


"Apa-apaan kamu ini", ujar Diego.


"Ayah jelas mengkhawatirkan mu tapi kamu tidak pernah memikirkan nya sama sekali", ujar Diego lagi.


"Nanti aku akan menghubungi Ayah jadi kakak tenang saja", ujar Krystal.


"Malam ini aku ada pertemuan dengan seseorang jadi kamu harus bersikap baik kepada kakak ipar mu", ujar Diego kepada Krystal.


"Kamu mau kemana?" Tanya Hanna.


"Aku mau menghadiri undangan dari salah satu rekan bisnis disini sebentar dan setelah nya aku akan segera pulang", ujar Diego.


"Baiklah jangan terlalu lama meninggalkan ku", ujar Hanna.


"Ok", ujar Diego.


"Apa kalian saling menyukai?" Tanya Krystal.


"Aku rasa perjodohan ini telah berhasil dan sukses", ujar Krystal.


"Tentu saja aku menyukai nya", ujar Diego.


"Sudahlah aku akan bersiap-siap dulu dan kamu baik-baik lah dengan Hanna disini", ujar Diego.


"Tenang saja aku akan membawa istri mu untuk mengelilingi rumah ini", ujar Krystal.


Kemudian Diego segera pergi ke dalam kamar nya untuk mandi dan bersiap-siap sedangkan Hanna dan Krystal masih melanjutkan memakan makanan yang ada di atas meja.


***


Rumah Alexander


Saat ini Diego telah sampai di rumah Alexander dan ia diarahkan oleh pelayan untuk memasuki sebuah ruangan.


Setelah duduk di dalam ruangan itu Diego ditawarkan sebuah minuman oleh Alexander dan Diego menolak nya karena ia tau ada sesuatu di dalam minuman itu.


"Apa kamu benar-benar tidak mau mencoba nya?" Tanya Alexander kepada Diego.


"Aku tidak mau mabuk malam ini apalagi sampai meminum narkotika itu", ujar Diego.


"Sayang sekali kamu tidak bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh kokaina ini", ujar Alexander.


"Nanti anggota ku akan mencoba minuman itu untuk memastikan barang nya dan sekarang mereka sedang berada di luar ruangan ini", ujar Diego.


"Ok", ujar Alexander.


"Jadi apakah kamu sudah sepakat sekarang untuk 1000 ton kokaina", ujar Alexander.


"Tentu saja tapi anggota ku harus mencoba minuman itu terlebih dahulu untuk memastikan nya", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Alexander.


Kemudian Alexander memerintahkan pengawal nya untuk memberikan minuman itu kepada salah seorang anggota Octopus yang ada di luar ruangan ini.


Karena di dalam ruangan ini hanya dikhususkan untuk orang-orang yang berkepentingan dan juga untuk membicarakan sesuatu hal yang penting.


Setelah itu Alexander memerintahkan dua orang wanita untuk menemani Diego dan Diego sudah tau kalau ini akan terjadi pada nya karena di pesta seperti ini selalu ada yang nama nya wanita penghibur.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2