
Desa Terpencil
Jam sebelas siang ini Ibu Jiu telah selesai memandikan bayi Hanna dan setelah itu pun beliau menidurkan bayi Hanna di tempat tidur yang ada di ruang tamu rumah nya itu.
"Maafkan nenek ya karena kali ini kamu mandi terlalu kesiangan dari pada biasa nya", ujar Ibu Jiu kepada bayi Hanna.
Lalu Ibu Jiu pun segera melanjutkan kembali merontokkan jagung yang ada di dalam rumah nya itu.
Jagung itu adalah hasil panen dari kebun Ibu Jiu dari beberapa hari yang lalu jadi saat ini semua jagung itu akan di rontok kan dan setelah itu Ibu Jiu akan menjemur nya untuk mengeringkan jagung tersebut.
Setelah kering nanti nya semua jagung itu akan di jadikan sebagai tepung jagung untuk bahan masakan dan sebagian dari jagung itu nanti nya juga akan di jual oleh Ibu Jiu.
Lalu Ibu Jiu pun segera menghidupkan TV yang ada di depan nya saat ini untuk menemani nya merontokkan jagung itu di dalam rumah nya.
***
Hotel
"Malam ini aku harus mendapatkan bayi itu", ujar Alex.
"Agar hidup ku bisa lebih makmur dari pada biasa nya", ujar Alex lagi.
Saat ini Alex sedang duduk di sofa yang ada di depan TV kamar hotel nya itu karena saat ini Alex baru saja telah selesai makan siang.
Lalu setelah cukup lama bersantai di depan TV itu Alex pun segera beristirahat ke tempat tidur yang ada di dalam kamar hotel itu karena pada malam ini ia akan pergi ke desa terpencil untuk melakukan aksi nya itu.
***
Kediaman Ara
"Semoga saja malam ini Alex berhasil mendapatkan bayi itu", ujar Ara sambil mondar mandir di dalam kamar nya.
"Aku harus pergi ke kediaman Diego untuk membuat alibi", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun segera mengambil mantel nya untuk segera pergi ke kediaman Diego.
Namun tiba-tiba saja langkah nya terhenti dan Ara pun kembali lagi mengambil ponsel nya yang sedang terletak di atas sofa kamar nya itu.
"Sekarang jam sebelas siang", ujar Ara sambil melihat layar ponsel nya itu.
"Apa aku yakin kalau saat ini Diego ada di kediaman nya", ujar Ara lagi.
"Atau dia sedang ada di rumah besar keluarga nya ya", ujar Ara lagi sambil kebingungan.
"Kalau begitu aku coba untuk menelpon nya lagi", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun segera menelpon Diego dengan ponsel nya namun setelah beberapa kali mencoba Diego tetap tak kunjung mengangkat panggilan telpon dari nya itu.
"Apa dia sengaja untuk tidak mengangkat panggilan telpon dari ku", ujar Ara.
"Diego benar-benar keterlaluan", ujar Ara lagi.
"Kalau begitu aku akan pergi untuk mencari mu dimana pun kamu berada saat ini", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun segera pergi menuju ke kediaman Diego untuk pergi mencari Diego disana dengan membawa mobil nya.
***
Tempat Berkemah Diego
Saat ini Diego, Ayah nya, Krystal, Leo, Rey dan Clara sedang makan siang bersama di depan tenda mereka.
"Wah setiap kali aku makan disini entah kenapa rasa nya itu enak sekali di lidah ku", ujar Leo.
"Iya aku juga merasakan hal yang sama dengan mu", ujar Rey.
"Diego apa kamu juga merasakan nya?" Tanya Rey kepada Diego.
"Iya mungkin karena keterbatasan sumber makanan maka nya apa pun yang kita makan pada saat ini rasa nya selalu enak setiap kita memakan nya", ujar Diego.
"Iya itu benar", ujar Ayah nya.
"Daging ini jika di makan dengan daun selada ini rasa nya benar-benar sangat enak sekali", ujar Krystal.
"Makan lah yang banyak selagi kita makan siang karena jadwal makan kita berikut nya hanya ada di malam hari", ujar Diego kepada adik nya itu.
"Ok", ujar Krystal sambil tersenyum kepada Diego.
"Apa kalian tidak berencana untuk memiliki seorang anak saat ini?" Tanya Ayah nya kepada Krystal dan Leo.
"Entahlah Ayah", ujar Krystal.
"Bagaimana mau bisa punya anak kalau kami berdua belum pernah melakukan itu sama sekali", ujar Krystal di dalam hati nya sambil melihat ke arah Leo dengan tatapan curi-curi pandang nya.
"Apa! Apa maksud mu berkata seperti itu", ujar Ayah nya kepada Krystal.
"Maksud ku mungkin hanya Tuhan yang tau jawaban nya Ayah", ujar Krystal lagi dengan senyuman manis nya.
"Leo percepat lah untuk segera mempunyai seorang keturunan karena pada saat ini Ayah mu selalu bertanya kepada Ayah mengenai hal itu", ujar Ayah Diego kepada Leo.
"Iya Ayah aku akan selalu mengusahakan nya", ujar Leo dengan tenang nya.
"Bagus lah kalau seperti itu", ujar Ayah Diego.
"Ayah harap kalian tidak tertekan karena hal itu karena Ayah juga tidak ingin memberatkan kalian dengan hal itu saat ini", ujar Ayah Diego lagi.
"Tapi mau bagaimana lagi saat ini Ayah mu sudah mulai cerewet kepada Ayah mengenai hal itu", ujar Ayah Diego lagi kepada Leo.
"Biarkan aku saja yang berbicara kepada Ayah ku jadi Ayah jangan mengkhawatirkan masalah ini lagi ke depan nya", ujar Leo kepada Ayah mertua nya itu.
__ADS_1
"Ok", ujar Ayah Diego.
"Gurita nya sudah matang", ujar Clara.
"Kalau begitu ayo kita makan bersama-sama", ujar Clara lagi.
Lalu mereka semua pun langsung mengambil mie instan dan gurita yang telah matang itu dan setelah itu mereka semua pun memakan nya dengan sangat lahap.
Karena mie instan yang telah di masak dengan gurita itu rasa nya sangat enak sekali jadi siapa pun yang telah memakan nya pasti ingin memakan nya lagi.
"Ini adalah mie instan terenak yang pernah aku makan dalam minggu ini", ujar Krystal.
"Iya aku juga", ujar Clara.
"Ini makan yang banyak", ujar Rey kepada Clara sambil meletakkan mie instan yang telah masak itu di dalam mangkok makan Clara.
"Terima kasih", ujar Clara kepada Rey.
Lalu mereka semua pun melanjutkan kembali memakan makanan yang telah mereka masak pada saat ini.
***
Di Tempat Perkemahan Lain Di Jarak 250 Meter Dari Tempat Perkemahan Diego
"Hanna", panggil Bibi Yuri.
"Iya Bibi", ujar Hanna.
"Di dekat air pancuran sana ada orang-orang kota yang sedang berkemah disana", ujar Bibi Yuri lagi.
"Benarkah!" Ujar Hanna.
"Iya kamu lihat saja kalau kamu tidak percaya", ujar Bibi Yuri.
"Aku percaya dengan perkataan Bibi", ujar Hanna lagi.
"Aku juga telah berbincang dengan salah satu dari mereka", ujar Bibi Yuri lagi.
"Lalu apa yang telah dia katakan kepada Bibi", ujar Hanna.
"Aku hanya ingin mengajak mu pergi kesana untuk bertemu dengan mereka dan itu pun kalau kamu mengenal nya", ujar Bibi Yuri lagi.
"Kota itu sangat besar Bibi jadi mana mungkin aku kenal dengan mereka", ujar Hanna.
Lalu pada saat Hanna sedang sibuk berbicara dengan Bibi Yuri tiba-tiba saja putri Bibi Lili datang menghampiri nya.
"Hanna yang bagian ini sudah aku iris semua nya jadi sisa nya kamu yang kerjakan ya karena saat ini aku akan pergi membantu Jiu untuk mengambil air minum ke dalam mobil", ujar putri Bibi Lili itu kepada Hanna.
"Ok aku akan melanjutkan nya", ujar Hanna kepada putri Bibi Lili itu.
Lalu putri Bibi Lili pun segera pergi bersama dengan Jiu untuk mengambil air minum ke dalam mobil sedangkan Hanna mulai melanjutkan kembali pekerjaan nya putri Bibi Lili yang masih belum selesai di kerjakan itu.
"Aku rasa aku tidak mengenal mereka Bibi jadi untuk apa kita pergi kesana nanti yang ada mereka malah merasa terganggu dengan kehadiran kita disana", ujar Hanna.
"Benar juga apa yang kamu katakan", ujar Bibi Yuri.
"Oh iya nama pria itu", ujar Bibi Yuri terpotong karena tiba-tiba saja Bibi Doksun memanggil Bibi Yuri untuk segera membantu nya menakar bumbu yang akan mereka masukkan ke dalam masakan mereka itu.
"Nanti lagi kita lanjutkan pembicaraan kita", ujar Bibi Yuri kepada Hanna.
Lalu Bibi Yuri pun segera pergi menuju ke tempat Bibi Doksun untuk segera membantu nya sedangkan Hanna tetap melanjutkan pekerjaan nya untuk mengiris semua sayuran yang ada di depan nya saat ini.
***
Kediaman Diego
"Ting tong ting tong", bunyi bel di kediaman Diego.
"Iya nona tuan Diego sedang tidak berada di rumah nona", ujar penjaga itu kepada Ara tanpa bertanya terlebih dahulu kepada nya.
Karena pada saat ini semua penjaga yang ada di kediaman Diego itu atau pun yang ada di kediaman keluarga besar Diego itu semua nya telah mengetahui kalau Ara selalu mencari Diego setiap Ara datang ke kediaman Diego itu.
"Apa! Lalu dimana Diego sekarang?" Tanya Ara kepada penjaga itu.
"Tuan muda Diego saat ini sedang pergi berkemah dengan keluarga besar nya nona", ujar penjaga itu lagi.
"Berkemah", ujar Ara.
"Iya nona", ujar penjaga itu lagi.
"Berkemah kemana?" Tanya Ara lagi.
"Seperti nya tuan muda Diego sedang pergi berkemah ke hutan yang ada di dekat desa terpencil sana nona", ujar penjaga itu lagi.
"Apa!" Teriak Ara.
"Gawat jangan sampai Diego bertemu dengan istri nya disana", ujar Ara di dalam hati nya.
"Ok aku akan pergi dulu", ujar Ara kepada penjaga itu.
"Iya nona", ujar penjaga itu sambil menundukkan kepala nya kepada Ara sebagai tanda hormat yang biasa nya orang Korea lakukan kepada orang lain.
Lalu Ara pun segera pergi meninggalkan kediaman Diego itu dan saat ini Ara pun berniat untuk pergi menyusul Diego ke tempat perkemahan nya yang ada di hutan di dekat desa terpencil itu.
Ara mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi sambil tetap fokus ke depan.
Karena pada saat ini perasaan nya sudah tidak tenang semenjak dia telah mengetahui kalau ternyata Diego pergi berkemah ke hutan yang ada di dekat desa terpencil itu.
"Tidak akan aku biarkan kalau kamu bertemu dengan istri mu itu", ujar Ara dengan tatapan nya yang penuh dengan amarah.
__ADS_1
Lalu Ara pun segera menambah laju kecepatan mobil nya untuk pergi ke tempat perkemahan Diego itu.
***
Markas Octopus
Saat ini kepala tim dua sedang mengumpulkan semua anggota nya untuk latihan di dalam markas Octopus itu.
Pada saat mereka semua sedang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing tiba-tiba saja Alexander datang ke markas Octopus itu untuk pergi menemui Diego.
"Silahkan masuk tuan", ujar kepala tim dua kepada Alexander.
Lalu Alexander pun segera di arahkan untuk duduk di ruang tamu yang ada di dalam markas Octopus itu.
Saat ini hanya ada kepala tim dua yang sedang stay di markas Octopus itu bersama dengan para anggota nya.
Selebihnya sedang berpencar untuk mencari keberadaan Hanna sementara Diego dan Rey pun juga sedang sibuk dengan urusan mereka saat ini.
"Tuan saat ini bos sedang tidak berada disini jadi apa ada pesan yang perlu saya sampaikan kepada bos kami", ujar kepala tim dua itu kepada Alexander.
"Aku kira Diego selalu berada di dalam markas nya dan ternyata tidak", ujar Alexander.
"Iya biasa nya jika ingin bertemu dengan bos kami maka harus membuat janji temu dulu dengan nya tuan", ujar kepala tim dua itu lagi.
"Baiklah lain kali aku akan datang lagi kesini dan membuat janji temu dengan nya", ujar Alexander lagi.
"Baik tuan", ujar kepala tim dua itu lagi kepada Alexander.
Lalu Alexander pun segera pergi dengan semua anggota nya dari markas Octopus itu.
Sementara kepala tim dua menundukkan kepala nya kepada Alexander bersama dengan semua anggota nya untuk menghormati Alexander.
***
Tempat Perkemahan Diego
"Diego ponsel mu berbunyi", ujar Leo sambil melihat ke ponsel Diego yang sedang terletak di atas meja yang ada di depan nya.
Lalu Diego pun segera mengambil ponsel nya dari atas meja tersebut dan langsung mengangkat panggilan telepon dari markas nya itu.
"Ada apa?" Tanya Diego.
"Tuan Alexander telah datang ke markas kita bos", ujar kepala tim dua kepada nya.
"Lalu apa dia masih berada di dalam markas sekarang?" Tanya Diego.
"Tidak bos karena bos tidak ada disini jadi tuan Alexander pun memutuskan untuk segera pergi dari sini dan lain kali dia akan menemui bos lagi dengan membuat janji temu", ujar kepala tim dua itu lagi kepada Diego.
"Ok! Nanti aku akan menghubungi nya jadi kamu handle saja semua urusan yang ada di markas saat ini", ujar Diego.
"Baik lah bos", ujar kepala tim dua itu lagi.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Diego pun bergabung kembali dengan Leo, Rey dan Ayah nya.
"Siapa yang telah menelpon mu itu di saat kamu sedang berkemah?" Tanya Ayah nya.
"Apa itu dari kantor?" Tanya Ayah nya lagi.
"Bukan ini tidak ada urusan nya dengan pekerjaan", ujar Diego.
"Lalu dari siapa?" Tanya Ayah nya.
"Apa dari wanita itu?" Tanya Ayah nya lagi.
"Bukan hanya dari kenalan ku saja", ujar Diego.
"Kalau begitu bagus lah jika tidak ada telpon dari kantor maka itu berarti di kantor baik-baik saja pada saat ini", ujar Ayah nya lagi.
"Ayah kita kekurangan daun untuk makan malam kita pada hari ini", ujar Krystal kepada Ayah nya.
"Siapa yang mau pergi untuk mengambil daun itu?" Tanya Ayah Diego.
"Biar aku saja yang mengambil nya", ujar Diego.
"Ok", ujar Ayah nya.
"Kakak jangan terlalu lama ya untuk pergi mengambil daun itu karena aku akan mencuci daun itu terlebih dahulu sebelum kita gunakan pada makan malam hari ini", ujar Krystal.
"Ok", ujar Diego.
Lalu Diego pun segera pergi menuju ke dalam hutan untuk pergi mencari daun yang mereka butuhkan saat ini.
Setelah cukup lama mencari daun itu akhirnya Diego pun menemukan daun yang sesuai dengan kebutuhan nya saat ini.
"Ini dia", ujar Diego sambil meraih daun tersebut.
Tepat pada saat Diego sedang meraih daun itu tiba-tiba saja Diego tidak sengaja melihat seorang wanita yang sedang membelakangi nya dari jarak seratus meter dari tempat nya saat ini.
Langsung saja itu membuat Diego berhenti meraih daun yang ada di depan nya itu.
"Langkah wanita itu mirip sekali dengan Hanna", ujar Diego.
Lalu Diego pun memutuskan untuk pergi menghampiri wanita yang sedang berjalan membelakangi nya saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...