Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Desa Terpencil


__ADS_3

Rumah Sakit


"Bagaimana dengan kondisi bayi saya dokter?" Tanya Sera kepada dokter yang telah memeriksa kondisi bayi nya itu.


"Saat ini bayi anda harus di rawat di rumah sakit", ujar dokter itu.


"Apa!" Ujar Sera.


"Apakah separah itu dokter?" Tanya Sera lagi.


"Anda jangan khawatir bayi anda hanya membutuhkan infus pada saat ini karena tubuh bayi anda saat ini sangat panas sekali jadi harus butuh perawatan yang intensif agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan", ujar dokter itu lagi.


"Kalau di rawat di rumah bisa kan dokter", ujar Sera.


"Kalau soal biaya saya tidak akan mempermasalahkan nya asalkan bayi ku bisa di rawat di rumah saja karena aku juga mengurus beberapa hal di rumah ku", ujar Sera lagi.


"Baiklah saya akan mengirimkan seorang suster ke rumah anda", ujar dokter itu lagi.


"Terima kasih dokter", ujar Sera.


Lalu Sera pun segera mengurus semua nya dan setelah itu Sera pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan membawa seorang suster ke kediaman nya.


Pada saat Sera sedang melewati lobby rumah sakit tiba-tiba saja Clara dan Rey juga lewat disana dan saat ini pun mereka saling melihat satu sama lain nya apa lagi saat ini mereka sedang berada di posisi yang berlawan.


Sera sedang berjalan menuju keluar rumah sakit sedangkan Clara dan Rey sedang berjalan untuk masuk ke rumah sakit.


Namun mereka hanya tetap berjalan tanpa saling bertanya satu sama lain nya.


Saat ini Rey dan Clara sedang berada di IGD rumah sakit dan setelah di periksa ternyata perut Clara keram karena akibat kebanyakan memakan makanan yang terlalu pedas jadi itu bisa berpengaruh kepada kandungan nya saat ini.


"Lalu bagaimana dengan kondisi kandungan istri saya dokter?" Tanya Rey.


"Apa kandungan istri saya baik-baik saja dokter?" Tanya Rey lagi.


"Jangan khawatir saat ini istri anda hanya perlu meminum obat yang telah saya resep kan ini", ujar dokter itu.


"Lain kali jangan terlalu banyak memakan makanan yang pedas karena itu bisa berpengaruh kepada kandungan anda saat ini apa lagi jika di lakukan secara terus menerus dan tentu saja itu bisa lebih berbahaya lagi", ujar dokter itu lagi.


"Baiklah dokter aku mengerti", ujar Clara.


Lalu setelah itu pun mereka langsung pergi ke apotik yang ada di rumah sakit itu untuk mengambil obat Clara dan setelah itu mereka pun langsung pulang ke rumah untuk melanjutkan istirahat mereka kembali.


***


Desa Terpencil


Pagi ini Hanna telah sampai di desa terpencil dan saat ini pun Hanna telah berhenti di depan sebuah toko yang menjual bahan-bahan masakan dan juga menjual berbagai macam keperluan lain nya.


Setelah keluar dari dalam mobil Hanna pun langsung berjalan di jalan setapak untuk mencari sebuah restoran yang ada di sekitar kawasan itu.


"Permisi", ujar Hanna kepada seorang Ibu-Ibu yang sedang lewat di jalanan setapak itu.


"Iya ada apa?" Tanya Ibu-Ibu itu.


"Apakah ada sebuah restoran di sekitar sini?" Tanya Hanna.


"Ada di belakang toko penjahit itu", ujar Ibu-Ibu itu.


"Baiklah terima kasih", ujar Hanna.


Kemudian Ibu-Ibu itu pun segera pergi meninggalkan Hanna dan Hanna pun langsung berjalan menuju ke restoran yang di maksud oleh Ibu-Ibu itu.


"Seperti nya ini adalah restoran yang paling besar yang ada di sekitar sini", ujar Hanna saat berdiri di depan restoran itu.


Lalu Hanna pun segera masuk ke dalam restoran itu untuk memesan beberapa makanan yang akan ia makan pada pagi hari ini.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya Hanna pun langsung memakan makanan yang telah di pesan nya itu dengan santai nya sambil mendengarkan lagu yang di putar lewat headset yang di pasang di telinga nya.


***


Kediaman Keluarga Hanna


Saat ini Diego dan Ayah nya telah bangun dari tidur nya sementara Krystal masih belum bangun sama sekali dan masih tertidur dengan pulas nya di dalam kamar nya.


"Ayo kita sarapan dulu", ujar Nenek Hanna.


"Ok", ujar Ayah Diego.


Lalu mereka bertiga pun segera pergi menuju ke ruang makan dan setelah itu mereka bertiga pun sarapan bersama disana.


"Diego pergi bangunkan Krystal sekarang juga", ujar Ayah nya.


"Biarkan saja putri mu itu tidur di dalam kamar karena seperti nya dia sangat kelelahan sekali akibat perjalanan yang kalian lakukan semalam", ujar Nenek Hanna.


"Iya Ayah biarkan saja dia untuk saat ini", ujar Diego.


"Baiklah kalau begitu", ujar Ayah Diego.


Kemudian mereka melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja makan itu dengan santai nya.


Lalu setelah itu Diego dan Ayah nya pergi mandi dan bersiap-siap untuk segera pergi ke rumah sakit.


Pada saat Diego dan Ayah nya sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit pada saat itu juga Krystal baru terbangun dari tidur nya.


Lalu setelah itu pun Krystal langsung mandi dan juga berdandan di dalam kamar nya sebelum akhirnya dia pergi keluar menemui Diego dan Ayah nya.


"Dimana Ayah?" Tanya Krystal pada diri nya sendiri.

__ADS_1


Saat ini Krystal sedang duduk di sofa ruang tamu sambil melihat ponsel nya.


"Kamu sudah bangun", ujar Nenek Hanna.


"Iya", ujar Krystal sambil tersenyum dengan malu nya.


"Diego dan Ayah mu sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit", ujar Nenek Hanna.


"Ayo sarapan dulu menjelang mereka selesai mandi", ujar Nenek Hanna lagi.


Kemudian Krystal pun segera mengikuti Nenek Hanna dari belakang dan akhirnya Krystal pun duduk di kursi ruang makan.


"Diego dan Ayah mu sudah sarapan jadi sekarang hanya kamu saja yang belum sarapan saat ini", ujar Nenek Hanna.


"Ayo di makan karena Bibi Im baru saja menyiapkan nya untuk mu", ujar Nenek Hanna lagi.


"Iya terima kasih", ujar Krystal dengan senyuman nya.


Lalu Krystal pun segera memakan makanan itu dengan lahap nya karena saat ini Krystal sangat lapar apa lagi semalam dia tidak makan dengan baik.


"Kamu sudah siap?" Tanya Ayah nya kepada Krystal di saat Ayah nya baru saja selesai bersiap-siap.


"Sudah Ayah aku kan sudah dewasa", ujar Krystal.


"Lebih tepat nya setengah dewasa", ujar Diego yang baru saja datang menghampiri nya ke ruang makan.


"Apa-apa an kakak ini", ujar Krystal dengan kesal kepada Diego.


"Sudah lah ayo cepat selesaikan makan mu lalu kita akan segera pergi ke rumah sakit", ujar Diego.


Kemudian Krystal pun langsung memakan makanan nya dengan lebih cepat lagi dan setelah itu pun mereka langsung berangkat menuju ke rumah sakit tempat Ayah Hanna di rawat.


***


Rumah Sakit


"Bagiamana dengan keadaan nya saat ini?" Tanya Ayah Diego kepada Ibu Hanna.


"Sekarang kondisi nya sudah mulai membaik dan sore ini beliau akan di pindahkan ke ruangan rawat inap", ujar Ibu Hanna.


"Baguslah kalau sudah akan di pindahkan ke ruangan rawat inap", ujar Ayah Diego lagi.


Saat ini mereka hanya berdiri di luar ruangan perawatan Ayah Hanna itu karena mereka tidak boleh masuk ke dalam ruangan itu dan mereka hanya boleh melihat dari kaca besar yang ada di luar ruangan tersebut.


"Aku rasa penyakit beliau kambuh lagi setelah mendengar kabar Hanna yang seperti itu", ujar Ibu Hanna.


Mendengar perkataan Ibu Hanna yang seperti itu tentu saja membuat Diego merasa bersalah kepada Ayah Hanna karena diri nya lah yang telah memberi tau Ayah Hanna lewat telpon yang ada di rumah nya.


"Ibu maafkan aku karena aku tidak bermaksud untuk membuat Ayah seperti itu", ujar Diego kepada Ibu Hanna.


"Tidak apa-apa Ibu juga tidak marah kepada mu", ujar Ibu Hanna.


"Walau pun begitu aku tetap saja harus meminta maaf kepada Ibu karena setelah aku menelpon Ayah beliau langsung kepikiran dan akhirnya di rawat di rumah sakit", ujar Diego.


"Beruntung sekali Hanna memiliki seorang suami seperti diri mu tapi dia malah menyia-nyiakan mu seperti ini Ibu sungguh tidak percaya dengan apa yang telah di lakukan nya kepada mu itu", ujar Ibu Hanna.


"Oh iya Ibu aku tidak melihat Hanna semenjak kami datang ke rumah", ujar Diego pura-pura ingin bertanya mengenai Hanna karena Diego pikir mana tau Ibu Hanna mengetahui keberadaan Hanna saat ini.


"Aku juga tidak melihat kakak ipar ada di rumah", ujar Krystal.


"Bukankah Hanna sudah pulang ke desa?" Tanya Ayah Diego kepada Ibu Hanna.


"Hanna belum ada pulang ke rumah dan terakhir kali Hanna pulang itu ya ketika bersama dengan Diego", ujar Ibu Hanna.


"Apa!" Ujar Ayah Diego.


"Kemaren Rey berkata kepada ku kalau Hanna sudah pulang ke desa dan bahkan Rey dan istri nya yang telah melepaskan kepergian Hanna", ujar Ayah Diego lagi.


"Benarkah seperti itu?" Tanya Ibu Hanna yang tentu saja kaget dengan apa yang telah Ayah Diego katakan kepada nya itu.


"Iya itu benar tidak mungkin aku akan berbohong kepada mu", ujar Ayah Diego.


"Apa lagi kondisi suami mu saat ini sedang di rawat di rumah sakit jadi tidak mungkin aku akan membuat mu tambah khawatir dengan kebohongan ku itu", ujar Ayah Diego lagi.


"Lalu dimana Hanna sekarang?" Tanya Ibu Hanna.


"Aku tidak melihat Hanna pulang ke desa apa lagi Hanna tidak memberi tau ku kalau dia akan pulang ke desa dan biasa nya Hanna selalu memberi tau ku jika dia ingin pulang ke desa", ujar Ibu Hanna.


"Apa jangan-jangan kakak ipar tidak pulang ke desa ini dan malah pergi ke tempat lain", ujar Krystal.


"Apa!" Ujar Ibu Hanna.


"Atau kakak ipar masih berada di kota dan sedang bersembunyi disana", ujar Krystal lagi.


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?" Tanya Ayah nya.


"Mungkin Hanna sedang menginap di rumah teman nya untuk sementara waktu", ujar Ayah nya lagi kepada Krystal.


"Ayah seperti tidak tau saja kalau Krystal dulu suka pergi dari rumah tanpa izin dari Ayah atau pun dari siapa pun itu", ujar Diego.


"Maka nya dia bisa berkata seperti itu karena dia sudah berpengalaman dalam hal itu", ujar Diego lagi sambil mengejek Krystal.


"Kalau tidak percaya ya sudah jangan mengejek ku seperti itu", ujar Krystal kepada Diego.


"Sudah lah jangan ribut lagi apa lagi disini bukanlah tempat untuk ribut dan tidak kah kalian lihat disini ada orang yang sedang sakit dan butuh ketenangan agar mereka semua cepat sehat", ujar Ayah nya kepada Krystal dan Diego.


"Iya aku tidak akan ribut lagi", ujar Krystal.

__ADS_1


"Aku harus menelpon Hanna sekarang juga", ujar Ibu Hanna.


"Iya lebih baik kamu menelpon nya sekarang agar kita tau dimana keberadaan nya saat ini", ujar Ayah Diego.


"Iya", ujar Ibu Hanna.


Lalu Ibu Hanna pun langsung mengambil ponsel nya dari dalam tas nya dan setelah itu beliau langsung menelpon Hanna.


Namun setelah mencoba menelpon putri nya beberapa kali Hanna pun tetap tidak mengangkat panggilan telpon dari Ibu nya itu.


Pada saat Ibu Hanna ingin mencoba menelpon Hanna sekali lagi tiba-tiba saja nomor Hanna tidak aktif dan itu tentu saja membuat Ibu Hanna sangat khawatir kepada putri nya saat ini.


"Biar aku saja yang mencoba nya", ujar Diego.


Lalu Diego pun langsung menelpon Hanna dengan ponsel milik nya namun tetap saja nomor telpon Hanna tidak aktif dan Diego pun juga panik dengan keadaan Hanna saat ini.


Walau pun diri nya juga sangat benci dengan perbuatan Hanna kepada nya itu tapi tetap saja hati kecil nya merasa khawatir dengan kondisi Hanna saat ini.


"Nomor nya tidak aktif", ujar Diego.


"Kalau begitu coba aku saja yang menelpon kakak ipar", ujar Krystal.


"Coba lah", ujar Diego.


Lalu Krystal pun langsung menelpon Hanna dengan ponsel milik nya dan tetap saja nomor telpon Hanna tidak bisa dihubungi.


"Tetap saja tidak bisa dihubungi", ujar Krystal.


"Apa yang sedang terjadi kepada Hanna?" Tanya Ibu Hanna.


"Kenapa Hanna tidak bisa kita hubungi", ujar Ibu Hanna lagi.


"Kalau begitu aku rasa suami mu itu down karena hal itu dan aku juga merasa kalau suami mu itu juga telah mencoba untuk menghubungi Hanna tapi Hanna tidak mengangkat telpon dari nya", ujar Ayah Diego.


"Bisa jadi seperti itu tapi dia tidak memberi tau ku mengenai itu", ujar Ibu Hanna.


"Biasa nya dia selalu mengabari ku ketika dia ingin menelpon Hanna", ujar Ibu Hanna lagi.


"Astaga apa yang sedang terjadi kepada putri ku?" Tanya Ibu Hanna.


Lalu Ibu Hanna pun langsung menangis karena sangat khawatir dengan putri satu-satu nya itu apa lagi Hanna baru saja bermasalah dengan Diego jadi pikiran Ibu Hanna saat ini sudah mulai kacau karena memikirkan putri nya itu.


"Aku akan berusaha untuk mencari Hanna jadi Ibu jangan menangis seperti ini lagi disini apa lagi Ayah belum sembuh", ujar Diego.


"Sebentar lagi Ayah akan sembuh jadi Ibu jangan bertingkah seperti ini lagi di depan Ayah kalau Ibu masih ingin Ayah sembuh", ujar Diego lagi.


"Apa yang di katakan oleh Diego itu benar jangan sampai suami mu itu tau kalau Hanna tidak bisa kita hubungi saat ini", ujar Ayah Diego.


"Dia pasti sangat khawatir dengan putri nya kalau dia sampai tau dengan hal ini", ujar Ayah Diego lagi.


"Baiklah aku akan menyembunyikan itu dari nya", ujar Ibu Hanna.


"Iya memang harus seperti itu agar dia tidak banyak pikirin pada saat ini", ujar Ayah Diego.


Lalu Diego pun langsung menelpon anggota nya untuk menyuruh mereka mencari Hanna dan setelah itu Diego pun langsung bergabung kembali dengan Ayah nya, Krystal dan juga Ibu Hanna.


***


Rumah Clara


"Apa!" Ujar Rey.


"Baiklah aku akan ikut mencari nya", ujar Rey lagi.


Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Rey pun segera bersiap-siap untuk pergi mencari Hanna.


Rey baru saja menerima panggilan dari markas Octopus dan Rey juga baru tau kalau ternyata Hanna tidak pulang ke desa nya dan itu tentu saja membuat Rey juga ikut panik dengan hal itu karena pada saat itu dia lah yang ikut melepas kepergian Hanna untuk pulang ke desa nya.


Saat ini Rey sedang berada di kantor Ayah Diego dan setelah mendapatkan kabar mengenai Hanna Rey pun langsung bergegas untuk ikut pergi mencari Hanna apa lagi saat ini pekerjaan nya bisa di handle untuk sementara waktu.


Pada saat Rey telah masuk ke dalam mobil nya Rey pun langsung mengabari Clara mengenai hal itu dan setelah itu Rey pun baru melajukan mobil nya untuk pergi mencari Hanna.


***


Desa Terpencil


Saat ini Hanna telah mendapatkan kontrakan yang akan ia tempati dalam waktu yang sangat lama.


"Udara disini sejuk sekali", ujar Hanna.


"Seperti nya aku akan betah untuk tinggal disini", ujar Hanna lagi.


Lalu Hanna pun segera menyusun semua pakaian nya ke dalam lemari yang ada di dalam kamar nya dan setelah itu Hanna pun tak sengaja melihat foto yang telah ia bawa ke desa terpencil itu.


Hanna membawa dua buah foto ke desa terpencil itu karena foto itu tidak pernah ia keluarkan dari dalam koper nya dan tentu saja foto itu dengan tidak sengaja nya terbawa oleh Hanna menuju ke desa terpencil yang sedang ia tempati saat ini.


Foto yang berbingkai itu adalah foto nya bersama dengan Ibu dan Ayah nya sedangkan foto yang satu nya lagi adalah foto Diego yang waktu itu dia dapatkan sebelum dia menikah dengan Diego.


"Diego", ujar Hanna.


Lalu Hanna pun langsung meneteskan air mata nya ketika Hanna mengingat masa-masa indah yang pernah ia lalui bersama dengan Diego.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2