
Saat ini Diego, Ayah Hanna, Leo, Rey, Ibu Hanna, Clara, Krystal, Nenek Hanna, Ye Joon dan Bibi Im sedang berada di ruang tamu kediaman keluarga Hanna untuk menunggu Hanna sadar dari pingsan nya itu.
Leo adalah orang yang telah membantu Ibu Hanna dan Bibi Im untuk memindahkan Hanna dari ruang makan menuju ke atas sofa ruang tamu kediaman itu.
Sewaktu Bibi Im naik ke lantai dua tiba-tiba saja Bibi Im di kaget kan dengan keberadaan Leo yang hendak menuruni anak tangga yang menghubungkan lantai bawah dan lantai dua kediaman itu.
Karena melihat Leo ada di depan nya langsung saja Bibi Im meminta pertolongan kepada nya dan setelah itu mereka pun langsung bergegas pergi ke ruang makan untuk memindahkan Hanna.
Setelah Leo memindahkan Hanna ke atas sofa ruang tamu Bibi Im pun langsung memanggil semua orang yang ada di rumah itu untuk berkumpul di ruang tamu agar mereka dapat membantu Ibu Hanna untuk membuat Hanna segera sadar dari pingsan nya itu.
Saat ini Ayah Hanna telah meminta seorang dokter kenalan nya untuk segara datang ke kediaman nya agar dokter itu dapat memeriksa kondisi Hanna saat ini.
Setelah dokter itu memeriksa kondisi Hanna dan dokter itu juga telah memberikan resep obat kepada Ayah Hanna lalu dokter itu pun langsung menghembuskan nafas berat nya sambil melihat ke arah Hanna.
"Apa yang telah terjadi kepada istri ku dokter?" Tanya Diego dengan raut wajah dengan penuh kekhawatiran nya itu.
Lalu dokter itu pun langsung melihat ke arah Diego dan setelah itu dokter itu pun menghembuskan nafas berat nya lagi.
"Makanan apa saja yang telah di makan oleh istri anda hari ini?" Tanya dokter itu kepada Diego.
"Makanan", gumam Diego.
"Dia memakan apa yang juga kami makan jadi aku rasa itu bukan lah karena makanan", ujar Diego kepada dokter itu lagi.
"Oh iya mungkin kah karena minuman itu", ujar Ibu Hanna.
"Minuman", ujar Diego.
"Iya minuman yang telah kamu beli itu", ujar Ibu Hanna lagi kepada Diego.
"Aku tidak membeli minuman apa pun untuk nya hari ini", ujar Diego lagi.
"Maksud ku minuman yang telah kamu kirimkan ke rumah ini lewat pengantaran paket", ujar Ibu Hanna.
"Aku tidak pernah membeli paket apa pun saat ini", ujar Diego.
"Apa! Bukan kah paket itu dari mu dan Bibi Im lah saksi nya karena beliau lah yang telah menerima paket itu bersama ku", ujar Ibu Hanna lagi.
"Ibu aku tidak mengirim paket apa pun ke rumah ini", ujar Diego.
"Lalu itu paket dari siapa", ujar Ibu Hanna dengan ekspresi kaget nya itu.
"Iya tuan paket itu dari tuan Diego saya telah melihat nya dengan jelas sewaktu saya menandatangani bukti dari penerimaan paket itu", ujar Bibi Im.
"Aku rasa ada seseorang yang dengan sengaja melakukan semua ini agar Hanna celaka", ujar Leo.
"Iya aku rasa juga begitu", ujar Rey.
"Aku rasa bukan Hanna yang menjadi target nya dan target orang itu adalah Diego karena minuman itu di kirim untuk Diego", ujar Clara.
"Aku rasa minuman itu di tujukan untuk kakak ku dan juga kakak ipar karena tidak mungkin kakak ku akan meminum minuman itu sendiri", ujar Krystal.
"Iya itu bisa saja terjadi", ujar Leo.
Kemudian dokter itu pun meminta kepada Bibi Im agar beliau membawa minuman yang di maksudkan oleh Ibu Hanna itu ke hadapan nya saat ini.
Lalu Bibi Im segera pergi ke dapur untuk mengambilkan sebotol minuman itu dan setelah itu Bibi Im pun memberikan minuman itu kepada dokter itu.
"Seperti nya minuman ini lah yang telah menyebabkan Hanna menjadi seperti ini", ujar dokter itu.
"Bukan kah minuman itu tidak berbahaya dokter karena aku sering meminum nya dan aku baik-baik saja sampai saat ini", ujar Leo kepada dokter itu.
"Minuman ini telah di kontaminasi oleh seseorang dan orang itu telah memasukkan zat berbahaya ke dalam minuman ini", ujar dokter itu lagi sambil mencium aroma dari minuman botol yang ada di tangan nya itu.
"Apa! Lalu bagaimana dengan kondisi istri saya saat ini dokter", ujar Diego.
"Apa kita harus membawa nya pergi ke rumah sakit saat ini juga", ujar Diego lagi.
"Kamu tenang lah karena aku telah memanggil ambulance sewaktu aku baru datang ke rumah ini", ujar dokter itu.
"Apa! Berarti kondisi nya saat ini sedang tidak baik-baik saja sehingga Hanna perlu di bawa ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut", ujar Diego dengan nada lirih nya.
"Iya saat ini Hanna harus saya operasi demi keselamatan diri nya", ujar dokter itu lagi.
"Apa! Operasi", ujar Ayah Hanna.
"Astaga kenapa ini bisa sampai menjadi seperti ini", ujar Ibu Hanna dengan raut wajah sedih nya.
Mendengar perkataan dokter yang seperti itu semua orang pun langsung panik di buat nya dan mereka pun juga sangat khawatir dengan kondisi Hanna saat ini.
"Kenapa istri saya harus di operasi dokter apa tidak ada jalan lain selain itu", ujar Diego.
Pada saat Diego baru saja menyelesaikan perkataan nya itu tiba-tiba saja Krystal berteriak dengan histeris nya ketika ia melihat ada darah yang menetes dari atas sofa yang sedang di tiduri oleh Hanna.
Melihat Krystal menunjuk ke arah darah yang menetes itu semua orang yang ada disana pun langsung melihat ke arah Hanna dan kemudian mereka pun langsung panik dan sangat kaget di buat nya terutama Diego, Ayah dan Ibu Hanna apa lagi Nenek Hanna yang sudah terlihat sedang menangis saat ini.
"Apa maksud dari semua ini dokter", ujar Diego lagi sambil berusaha untuk menahan tangis nya.
"Ibu Bibi Hanna kenapa?" Tanya Ye Joon kepada Clara.
"Ssttt", ujar Clara kepada putra nya itu.
"Istri anda sedang mengalami keguguran akibat dari mengkonsumsi minuman yang telah terkontaminasi itu", ujar dokter itu kepada Diego.
"Apa!", Ujar semua orang yang ada disana dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.
__ADS_1
"OMG", ujar Krystal sambil menutup mulut nya dengan menggunakan tangan nya.
"Krystal untung saja kamu tidak meminum minuman itu", ujar Leo dengan nada lirih nya.
"Walau pun begitu aku juga sangat sedih melihat kakak ipar mengalami kejadian seperti ini", ujar Krystal kepada Leo.
"Iya aku juga merasa seperti itu", ujar Leo.
Lalu Diego pun segera mendekat ke arah Hanna dan ia pun langsung menggenggam tangan Hanna dengan erat sambil menatap Hanna yang masih belum sadar dari pingsan nya itu.
Walau pun sudah berusaha untuk menahan air mata nya tapi air mata itu tetap saja ke luar dengan sendiri nya dan membuat wajah Diego basah dengan air mata nya itu.
Tak lama kemudian mobil ambulance itu pun datang dan Diego pun segera membawa Hanna masuk ke dalam mobil ambulance itu.
Setelah itu mereka semua pun pergi menuju ke rumah sakit dengan menggunakan mobil mereka masing-masing kecuali Diego yang ikut masuk ke dalam mobil ambulance itu untuk menemani Hanna.
Sementara Clara tetap berada di kediaman keluarga Hanna itu untuk menemani putra nya dan Clara juga di temani oleh Bibi Im yang selalu berada di dalam kediaman keluarga Hanna itu.
***
Kediaman Ara
"Bagaimana apa kamu sudah mulai beraksi", ujar Ara kepada Alex lewat panggilan telpon nya itu.
"Sudah dan sebelum aku kembali ke kota aku telah menyuruh seorang pengantar paket untuk mengantarkan minuman itu ke rumah keluarga Hanna", ujar Alex.
"Bagus dan terus kabari aku megenai perkembangan nya", ujar Ara lagi.
"Ok", ujar Alex.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Ara pun langsung tertawa dengan senang nya setelah mengetahui semua itu.
"Sebentar lagi kamu akan mati dan meninggalkan dunia ini untuk selama-lama nya", ujar Ara sambil tersenyum dengan sinis nya.
Lalu Ara pun langsung pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan seseorang yang telah berjanji dengan nya.
***
Kediaman Sera
Saat ini Sera dan teman nya sedang duduk di ruang keluarga yang ada di kediaman nya itu.
Tak lama kemudian Branden pun datang menghampiri mereka sambil membawa beberapa bubuk narkotika yang di simpan nya di dalam kotak kecil.
"Kenapa kamu membawa barang itu kesini", ujar Sera kepada Branden.
"Aku hanya suntuk saja berada di rumah ini dan aku hanya ingin mencoba menikmati nya disini", ujar Branden.
"Apa! Disini", teriak Sera.
"Apa salah nya lagian disini tidak ada Rachel", ujar Branden lagi.
"Tidak boleh", ujar Sera.
"Kamu tidak boleh melakukan hal itu jika berada di rumah ini", ujar Sera lagi.
"Lalu aku harus melakukan nya dimana", ujar Branden.
"Aku sudah tidak tahan lagi untuk melakukan nya", ujar Branden lagi.
Lalu Branden pun mulai membuka kotak kecil yang ada di tangan nya itu dan pada saat itu juga Sera pun langsung berteriak dengan histeris nya sambil melihat ke arah Branden dengan tatapan tajam nya.
"Ok! Kali ini pergi lah ke apartemen mu dan ini adalah terakhir kali nya kamu boleh pergi ke apartemen mu itu karena lain kali kamu tidak boleh lagi pergi ke apartemen mu itu apa pun alasan nya aku tidak akan mengizinkan mu lagi ingat itu", ujar Sera.
Lalu Branden pun langsung menutup kotak kecil yang ada di tangan nya itu dan kemudian ia pun langsung berjalan pergi meninggalkan kediaman Sera dengan di antar oleh sopir Sera untuk menuju ke apartemen nya.
Setelah Branden pergi dengan sopir Sera kemudiaan Sera pun langsung mengajak Coco untuk pergi membuntuti Branden dan Coco pun menyetujui permintaan Sera pada nya itu.
Lalu mereka berdua pun langsung bergegas pergi dengan menggunakan mobil Sera yang lain nya menuju ke apartemen Branden dan tanpa sopir karena kali ini Sera yang akan menyetir mobil itu sendiri.
***
Rumah Sakit
Saat ini Diego, Rey, Leo, Krystal, Ayah Hanna, Ibu Hanna dan juga Nenek Hanna sedang berada di depan ruangan operasi karena pada jam sepuluh malam ini Hanna akan di operasi oleh dokter yang telah memeriksa Hanna sebelum nya itu.
Semua nya terlihat sangat khawatir dengan kondisi Hanna saat ini apa lagi Diego yang hanya bisa merenung dan berusaha untuk menahan air mata nya itu.
Hari ini adalah hari dimana Diego akan kehilangan bayi nya lagi dan itu tentu saja membuat Diego tidak berdaya dengan keadaan yang menimpa Hanna dan diri nya saat ini.
Diego merasa hati nya sangat hancur karena ini adalah ke tiga kali nya ia akan kehilangan bayi nya dan Diego merasa tidak sanggup untuk menjelaskan semua ini kepada Hanna ketika Hanna telah sadar dari proses operasi yang sedang di jalani nya itu.
Leo dan Rey berusaha untuk menenangkan Diego karena mereka tau kalau saat ini Diego sedang tidak baik-baik saja apa lagi ini adalah ke tiga kali nya Diego kehilangan bayi nya.
Sementara Nenek dan Ibu Hanna di tenangkan oleh Ayah Hanna karena sedari tadi mereka selalu menangis dan itu tentu saja membuat Ayah Hanna merasa tambah sedih melihat semua itu.
Pada saat Hanna di operasi Rey pun menghubungi anggota tim nya untuk menyelidiki siapa yang telah berusaha untuk mengirim minuman itu ke kediaman keluarga Hanna dan setelah itu Rey pun kembali lagi duduk di samping Diego sambil menunggu operasi Hanna selesai.
Setelah operasi selesai di laksanakan semua orang pun langsung berjalan menghampiri dokter yang baru saja ke luar dari dalam ruangan operasi Hanna itu.
"Dokter bagaimana dengan istri saya?" Tanya Diego.
"Hanna telah berhasil kami selamatkan dan saat ini Hanna sedang di bersihkan dulu dan setelah itu baru akan di bawa ke dalam ruangan nya", ujar dokter itu.
"Lalu bagaimana dengan cucu saya dokter?" Tanya Ibu Hanna.
__ADS_1
"Bayi nya telah kami keluarkan dan sudah bisa di ambil ketika Hanna telah berada di dalam ruangan nya", ujar dokter itu lagi.
Mendengar perkataan dokter yang seperti itu langsung saja air mata Diego ke luar dengan sendiri nya karena hati Diego sangat hancur ketika mendengar kata-kata bayi nya telah di keluarkan itu.
Melihat Diego seperti itu Leo pun langsung merangkul bahu Diego dan kemudian Leo pun mengajak Diego untuk duduk di kursi rumah sakit yang ada di belakang mereka itu.
***
Apartemen Branden
Saat ini Branden telah berada di dalam apartemen nya dan ketika ia masuk ke dalam apartemen nya itu Ara sudah berada di dalam apartemen nya itu karena Ara juga mengetahui kata sandi apartemen Branden itu.
"Apa kamu sudah lama menunggu ku disini?" Tanya Branden.
"Aku sudah berada disini selama satu jam", ujar Ara.
Lalu Branden pun memutuskan untuk memesan makanan secara online dan setelah itu mereka berdua pun makan bersama di ruang tamu apartemen Branden itu sambil menonton TV yang ada di depan mereka itu.
Saat ini Branden tidak sengaja melihat faktur pemesanan barang di atas meja ruang tamu apartemen nya itu dan kemudian Branden pun langsung mengambil faktur itu dan melihat nya.
"Apa ini", ujar Branden.
"Branden itu punya ku", ujar Ara sambil mengambil faktur itu dari tangan Branden.
"Untuk apa kamu memesan minuman sebanyak itu?" Tanya Branden.
"Itu bukan lah minuman yang bisa di minum dalam jumlah yang banyak", ujar Branden lagi.
"Aku hanya ingin menyetok nya di rumah ku", ujar Ara.
"Aneh sekali karena minuman itu bukan lah minuman yang bisa di minum pada setiap saat", ujar Branden.
"Apa lagi kamu ingin menyetok nya dan aku rasa itu aneh", ujar Branden lagi.
"Sudah lah jangan bahas mengenai minuman itu terus karena niat ku kesini bukan untuk itu", ujar Ara.
"Kenapa kamu ingin bertemu dengan ku?" Tanya Branden.
"Aku hanya ingin meminta mu untuk membantu ku", ujar Ara.
"Membantu apa?" Tanya Branden.
Lalu Ara pun menceritakan keinginan nya itu kepada Branden dan Branden pun kaget mendengar nya.
"Aku tidak bisa membantu mu untuk pergi ke rumah mewah itu", ujar Branden.
"Kenapa?" Tanya Ara.
"Aku tidak bisa menceritakan itu kepada mu", ujar Branden.
"Lalu kenapa kamu ingin pergi kesana", ujar Branden lagi.
"Tidak semua orang bisa mengetahui tempat itu dan hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang bisa mengetahui tempat itu", ujar Branden lagi.
"Lalu apa tujuan mu pergi kesana?" Tanya Branden.
"Hanya tiga kepentingan saja yang bisa kamu lakukan disana yaitu yang pertama narkotika yang ke dua *** dan yang terakhir adalah bekerja sama dengan mereka", ujar Branden.
"Kamu masuk ke dalam kategori yang mana?" Tanya Branden lagi.
"Yang pertama", jawab Ara.
"Apa! Untuk apa kamu memakai narkotika karena itu adalah sesuatu yang tidak akan bisa kamu lepaskan jika kamu sudah ketergantungan dengan nya", ujar Branden.
"Itu bukan untuk ku", ujar Ara.
"Kalau bukan untuk mu lalu kenapa kamu malah repot menyuruh ku untuk pergi ke rumah mewah itu", ujar Branden.
"Karena itu untuk seseorang yang kehadiran nya berdampak terhadap hidup ku", ujar Ara lagi.
"Apa kamu berniat untuk menyingkirkan seseorang?" Tanya Branden.
Namun Ara hanya diam saja dan tidak menanggapi perkataan Branden itu sedangkan Branden tidak percaya dengan apa yang akan di lakukan oleh Ara itu.
"Aku mohon kepada mu untuk bisa membantu ku", ujar Ara.
"Apa pun yang akan kamu minta maka aku akan memberikan nya kepada mu", ujar Ara lagi.
"Benarkah!" Ujar Branden.
Lalu Ara pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Branden dengan memasang wajah berharap nya itu.
"Siapa orang yang ingin kamu singkirkan itu?" Tanya Branden.
"Hanna", ujar Ara.
"Apa!" Teriak Branden.
Lalu Branden pun langsung memejamkan mata nya sambil menggeleng-gelengkan kepala nya sementara Ara bingung dengan apa yang sedang di lakukan oleh Branden di hadapan nya saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...