
"Ternyata dugaan ku benar", ujar Rey kepada Zhen Shui.
"Jadi selama ini kamu tau kalau aku mempunyai seorang adik", ujar Zhen Shui.
"Aku juga baru mengetahui nya ketika aku pertama kali bertemu dengan adik mu", ujar Rey.
"Jadi kalian saling mengenal?" Tanya Ling Ling.
"Tentu saja kami saling kenal karena kami pernah bekerja sama walau pun itu sudah lama, ujar Rey.
"Seperti nya hubungan kalian tidaklah baik", ujar Ling Ling.
"Anggap saja seperti itu", ujar Zhen Shui kepada adik nya.
"Ternyata sikap mu tidak berubah sama sekali", ujar Rey.
"Sejak terakhir kali kita bertemu aku melihat tidak ada tanda-tanda perubahan dari diri mu", ujar Rey lagi.
"Itu bukan urusan mu", ujar Zhen Shui.
"Kamu urus saja urusan mu dan jangan pernah urus urusan ku", ujar Zhen Shui lagi.
"Katakan kepada bos mu itu kalau sampai detik ini perasaan ku tidak akan pernah berubah kepada nya", ujar Zhen Shui lagi.
"Tenang saja dia pun juga tidak mau melihat mu lagi jadi kamu jangan mengkhawatirkan itu", ujar Rey.
"Ck", desis Zhen Shui sambil tersenyum dengan sinis nya.
Kemudian Clara pun segera pamit kepada Ling Ling dan Clara pun langsung mengajak Rey untuk pulang ke rumah nya karena saat ini Clara takut kalau Rey dan Zhen Shui ribut di dalam ruangan nya Ling Ling.
Melihat Clara yang seperti itu Ling Ling hanya bisa pasrah dan cukup mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Clara saat ini.
Apa lagi tatapan mata kakak nya sangat mencekam ketika melihat Rey dan Rey juga melontarkan perkataan yang membuat Zhen Shui terlihat akan marah kepada nya.
***
Kediaman Diego
Saat ini Diego sedang berada di dalam ruangan rahasia yang ada di dalam rumah nya. Sedangkan Hanna masih pergi dengan Krystal untuk menemani nya berbelanja.
Diego sedang mengecek senjata api nya yang telah ia simpan di dalam lemari khusus yang telah ia rancang untuk senjata api itu.
"Seperti nya senjata ini masih betah berada di dalam lemari ini", ujar Diego.
"Aku harap bisnis ku tidak akan pernah menyebabkan pertempuran lagi dan semoga semua yang telah aku rencanakan berjalan dengan lancar sehingga senjata ini tidak akan aku gunakan lagi", ujar Diego lagi.
"Tapi semua itu hanyalah harapan ku saja karena selama aku berada di dalam dunia gelap ini aku selalu saja mempunyai musuh yang membuat ku ingin menghabisi mereka ketika mereka telah berusaha untuk menyerang ku", ujar Diego lagi.
"Dan karena senjata ini lah aku bertemu dengan Hanna", ujar Diego lagi.
Lalu Diego pun segera meletakkan senjata itu lagi di dalam lemari nya kemudian Diego pun duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan rahasia milik nya yang terlihat seperti perpustakaan itu.
"Aku akan kembali lagi ke rumah besar karena Ayah telah mengajak ku untuk makan malam bersama malam ini", ujar Diego.
Kemudian Diego pun langsung pergi meninggalkan ruangan rahasia milik nya dan ia segera berangkat menuju ke rumah besar keluarga nya.
***
Rumah Besar Keluarga Diego
Saat ini Diego dan Ayah nya sedang makan malam bersama dan mereka tampak sedang berbicara mengenai fashion show yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh perusahaan.
"Ok nanti aku akan mengurus nya", ujar Diego kepada Ayah nya.
"Lalu bagaimana dengan Krystal apakah Ayah serius ingin membiarkan nya untuk ikut di dalam acara ini", ujar Diego.
"Jika dia ingin melakukan nya Ayah tidak keberatan sama sekali dengan hal itu apa lagi dia juga pernah menjadi seorang model di Amerika", ujar Ayah nya.
"Baiklah aku akan mengurus nya", ujar Diego.
Kemudian Diego melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas piring nya.
"Oh iya kamu saja yang mengurus acara berkemah kita setalah acara fashion show itu selesai", ujar Ayah nya.
"Baiklah", ujar Diego.
"Seperti nya mereka belum pulang jadi aku akan pergi keluar sebentar setelah makan malam ini", ujar Diego kepada Ayah nya.
"Pergi kemana?" Tanya Ayah nya.
"Ada sesuatu yang harus aku urus sebelum acara fashion show itu di mulai", ujar Diego.
"Jangan lupa bawakan Ayah cemilan yang ada di restoran langganan Ayah", ujar Ayah nya.
"Baiklah", ujar Diego.
Kemudian Diego pun segera menghabiskan makanan yang ada di atas piring nya dan setalah itu Diego langsung pergi meninggalkan rumah besar dan menuju ke markas Octopus.
***
Pusat Perbelanjaan
Saat ini Hanna dan Krystal sedang makan malam bersama di sebuah restoran yang ada di pusat perbelanjaan.
Mereka tampak menikmati waktu mereka hari ini karena ini adalah pertama kali nya bagi mereka untuk pergi keluar bersama.
Saat ini mereka sangat lapar karena mereka telah berkeliling sejak mereka telah sampai di pusat perbelanjaan itu dan setalah berjalan seharian mencari barang yang diinginkan oleh Krystal meraka pun memutuskan untuk malam malam terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke rumah.
"Woah makanan ini terlihat lezat sekali", ujar Krystal.
__ADS_1
"Iya air liur ku seperti akan menetes melihat nya", ujar Hanna.
Kemudian mereka memakan makanan itu dan setalah nya mereka kaget dengan rasa makanan yang sedang mereka makan saat ini.
Terutama Krystal karena saat ini dia merasa tak percaya dengan rasa makanan yang ada di depan nya saat ini karena makanan ini sangat lezat sekali bagi diri nya.
"Woah selama aku berada di Amerika aku tidak pernah merasakan makanan yang seperti ini", ujar Krystal.
"Jadi apakah kamu bahagia karena telah berada di Korea saat ini", ujar Hanna.
"Seperti nya begitu", ujar Krystal.
"Aku sangat suka dengan masakan Korea karena aku adalah orang Korea", ujar Hanna.
"Iya aku setuju dengan mu", ujar Krystal.
"Ayo cepat habiskan makanan ini karena sebentar lagi waktu akan menunjukkan pukul sembilan malam", ujar Hanna.
"Baiklah", ujar Krystal.
Kemudian mereka segera memakan makanan yang ada di atas meja mereka dan setelah nya mereka kembali lagi ke rumah besar keluarga Diego.
***
Markas Octopus
Saat ini Diego, Rey dan Clara sedang berada di dalam ruangan nya Diego. Diego dan Rey telah selesai membicarakan mengenai pekerjaan.
Sedangkan Clara hanya memperhatikan mereka dengan tatapan bingung nya karena saat ini Clara masih penasaran mengenai hubungan Diego, Rey dan juga Kakak nya Ling Ling.
"Oh iya tadi aku bertemu dengan Zhen Shui", ujar Rey kepada Diego.
"Benarkah", ujar Diego.
"Hari ini aku pergi dengan Clara ke rumah sakit untuk menjenguk Ling Ling dan di sanalah aku bertemu dengan nya", ujar Rey.
"Kamu tau bagaimana reaksi nya setalah melihat ku ada di dalam ruangan adik nya", ujar Rey lagi.
"Aku sudah bisa menebak nya", ujar Diego.
"Dia takut kalau kita akan menggunakan adik nya untuk kepentingan bisnis kita", ujar Rey.
"Kita bukanlah orang yang licik seperti itu kecuali dia telah berani bermain-main dengan keluarga ku", ujar Diego.
"Iya itu benar", ujar Rey.
"Aku tidak akan pernah mau untuk bekerja sama lagi dengan nya semenjak dia telah berani menyerang ku waktu itu", ujar Diego.
"Iya aku telah mengatakan itu kepada nya", ujar Rey.
"Aku akan pulang dulu karena seperti nya Hanna dan Krystal sudah kembali ke rumah", ujar Diego.
Kemudian mereka segera pergi dari ruangan Diego itu dan setalah nya mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Ayah ini ada makanan kesukaan Ayah", ujar Krystal kepada Ayah nya.
Kemudian Krystal memberikan makanan itu kepada Ayah nya dan Krystal pun meletakkan makanan itu di atas meja yang ada di ruang keluarga rumah mereka.
"Ayah apakah Diego ada di rumah?" Tanya Hanna.
"Dia sedang pergi keluar dan mungkin sebentar lagi dia akan pulang", ujar Ayah Diego.
"Ayah baru ingat kalau Ayah juga telah menyuruh kakak mu untuk membawakan Ayah makanan yang ada di restoran langganan Ayah", ujar Ayah nya kepada Krystal.
"Kalau begitu Ayah bisa menyimpan makanan ini untuk besok pagi atau Ayah juga bisa memakan nya saat ini karena ini hanyalah cemilan dan tidak akan membuat Ayah kekenyangan", ujar Krystal.
"Baiklah", ujar Ayah nya.
Tak lama kemudian datang lah Diego sambil membawa makanan yang telah di minta oleh Ayah nya.
"Ayah ini makanan untuk mu", ujar Diego kepada Ayah nya.
"Astaga ini juga cemilan jadi Ayah tidak perlu khawatir jika menghabiskan semua nya malam ini juga", ujar Krystal kepada Ayah nya.
"Iya Ayah rasa juga begitu", ujar Ayah nya.
Kemudian Diego pun duduk di samping Ayah nya dan melihat ke arah TV yang sedang menyala dan menampilkan berita yang sedang trending saat ini.
"Dimana Hanna?" Tanya Diego kepada adik nya.
"Sedang ada di dalam kamar nya dan seperti nya kakak ipar sedang mandi saat ini", ujar Krystal.
"Apakah semua yang ada di atas meja ini adalah belanjaan mu?" Tanya Diego kepada adik nya lagi.
"Iya", ujar Krystal sambil melihat ponsel nya.
"Krystal jika ada yang sedang berbicara kepada mu tolong kamu melihat ke arah nya dan jangan berkelakuan seperti itu", ujar Ayah nya.
"Itu tidak sopan apa lagi kamu adalah seorang wanita", ujar Ayah nya lagi.
"Baiklah maafkan aku", ujar Krystal kepada Ayah nya.
Kemudian Diego pun segera masuk ke dalam kamar nya dan setelah berada di dalam kamar nya Diego pun melihat Hanna yang sedang duduk di meja rias nya.
"Apakah kamu lelah hari ini?" Tanya Diego kepada Hanna.
__ADS_1
"Tidak karena aku sangat menikmati waktu berbelanja dengan Krystal", ujar Hanna.
"Krystal memang suka berbelanja dan terkadang dia lupa waktu untuk itu", ujar Diego.
"Aku rasa adik mu itu mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan mu", ujar Hanna.
Kemudian Diego pun duduk di atas tempat tidur mereka dan Hanna pun membalikkan badan nya dan menatap Diego dari tempat duduk yang ada di meja rias nya.
"Bersikap baiklah kepada adik mu itu karena aku rasa dia menginginkan mu untuk itu", ujar Hanna lagi.
"Aku mengerti maksud mu itu tapi kali ini aku harus mewanti-wanti nya untuk hal yang satu itu", ujar Diego.
"Jangan sampai dia berpacaran dengan Branden apa lagi sampai menikah dengan nya", ujar Diego lagi.
"Oh iya besok aku akan pergi ke rumah sakit karena Clara telah memberi tau ku mengenai Ling Ling yang sedang di rawat di rumah sakit", ujar Hanna kepada Diego.
"Lebih baik kamu jangan pergi kesana karena aku tidak mau kamu menjadi sasaran orang itu kali ini", ujar Diego.
"Siapa?" Tanya Hanna.
"Jangan mengkhawatirkan aku seperti itu karena aku bisa menjaga diri ku dengan baik disana apa lagi Ling Ling tidak akan berbuat jahat kepada ku", ujar Hanna.
"Kakak nya adalah musuh ku saat ini jadi aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk pergi kesana apa lagi dia pernah menyerang ku dan aku tidak mau dia melakukan hal yang sama kepada mu", ujar Diego.
"Jadi tolong dengarkan perkataan ku dan jangan membuat ku khawatir kepada mu", ujar Diego lagi.
"Baiklah aku mengerti", ujar Hanna.
Kemudian Diego pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya disana dan Diego mandi di bawah pancuran air shower yang terasa sangat sejuk bagi siapa pun yang terkena guyuran nya.
***
Apartemen Branden
"Ting Tong Ting Tong", bunyi suara bel apartemen Branden.
"Masuk lah", ujar Branden setelah membuka pintu apartemen nya.
"Baiklah", ujar Krystal.
Kemudian Krystal dan Branden pun segera duduk di atas sofa yang ada di ruang tamu apartemen Branden.
"Minum lah", ujar Branden sambil memberikan sekaleng minuman soda kepada Krystal.
"Apa kamu mau yang lebih dingin?" Tanya Branden kepada Krystal.
"Iya aku mau yang lebih dingin dari ini", ujar Krystal.
"Kamu ambil saja di dalam kulkas ku karena aku akan pergi mandi dulu sebentar dan anggap saja ini sebagai rumah mu jadi kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan disini karena yang akan membersihkan apartemen ku saat ini adalah kamu", ujar Branden dengan panjang lebar.
"Ok", ujar Krystal.
Kemudian Branden pun segera meninggalkan Krystal di ruang tamu apartemen nya dan diri nya segera pergi mandi ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya.
"Ternyata untuk mendekati nya aku perlu keluar dari zona nyaman ku", ujar Krystal lagi.
"Hari ini aku harus berpura-pura untuk tidak pernah belajar berjalan di atas panggung", ujar Krystal lagi.
Kemudian Krystal pun berjalan ke arah kulkas yang ada di dapur apartemen Branden dan Krystal pun tak sengaja melihat sebuah alat kontrasepsi yang telah di buang di dalam tong sampah dapur apartemen nya Branden.
"Apa ini?" Tanya Krystal.
Kemudian Krystal pun semakin mendekat ke arah tong sampah itu untuk melihat benda yang dicurigai nya itu.
"Astaga apa yang aku khawatirkan itu benar ada nya", ujar Krystal lagi.
Pada saat Krystal sedang mengambil minuman dingin di dalam kulkas Branden tiba-tiba saja masuk panggilan telpon dari kakak nya.
"Halo", ujar Krystal sambil membuka minuman kaleng yang ada di tangan nya.
"Dimana kamu sekarang?" Tanya Diego.
"Aku sedang berada di rumah teman", ujar Krystal.
Lalu tiba-tiba saja Branden datang menghampiri Krystal dan Branden masih memakai handuk yang menutupi bagian bawah tubuh nya itu.
Saat ini Branden melihat Krystal sedang mengambil minuman di dalam kulkas nya dan wajah Krystal juga telah tertutupi oleh pintu kulkas.
"Aku akan memakai baju ku dulu dan setelah nya kita akan memulai latihan", ujar Branden kepada Krystal.
Mendengar perkataan Branden yang seperti itu kepada nya langsung saja membuat Krystal menyemburkan minuman yang ada di dalam mulut nya karena saat ini Krystal sedang kaget dan sangat panik dengan situasi yang sedang dihadapi nya saat ini.
Tak hanya Krystal saja yang kaget Diego pun lebih kaget lagi setelah mendengar perkataan seorang lelaki yang seperti itu kepada adik nya itu.
"Krystal dimana kamu sekarang?" Tanya Diego.
"Siapa pria yang sedang berbicara dengan mu itu?" Tanya Diego lagi.
"Katakan kepada ku sekarang atau aku akan membuat mu menyesal", ujar Diego lagi dengan amarah nya yang sudah menggebu-gebu.
Saat ini Krystal pun sudah sangat panik di buat nya dan Krystal juga tidak tau harus berkata apa kepada Diego apa lagi sampai membawa-bawa nama Branden kepada kakak nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1