
Mendengar kalimat pendek dari Hanna, membuat Diego tertegun dan menelan ludah nya.
Apalagi saat ini ia baru saja terpesona dengan Hanna, adik kecil nya seperti meronta-ronta melihat nya.
"Aku tidak akan menceraikan mu", ucap Diego.
"Tapi aku ingin bercerai dari mu", bohong Hanna.
"Kenapa tiba-tiba kamu begini?" Tanya Diego.
"Menurutmu bagaimana?" Tanya Hanna.
Kemudian, Hanna melirik ke kotak coklat yang ada di atas meja.
Sebelum nya Hanna sempat melempar coklat itu ke atas kasur, lalu meletakkan nya di atas meja kamar.
Setelah Diego melihat itu, ia baru tersadar dan berusaha menjelaskan.
"Aku tidak mengetahui nya, memang itu dari siapa?" Tanya Diego.
"Teman mu Ara", jawab nya.
"Ooh, Ara", ucap Diego.
"Iya, apa ada seorang teman yang mengirim coklat valentin?" Tanya Hanna.
"Itu ada", jawab Diego.
"Tidak", ucap Hanna.
Lalu, Hanna menatap mata Diego dengan tajam.
"Berapa coklat yang sudah kamu terima hari ini?" Tanya Hanna.
"Seperti nya hanya itu saja", jawab Diego.
"Pembohong!" Ucap Hanna.
"Aku tidak tau mengenai hal itu", jelas Diego.
"Aku melihat nya sendiri dengan mata kepala ku, kalau Sera datang membawa coklat ke sini, lalu mengantar coklat itu ke kantor mu", jelas Hanna.
"Aku lupa maafkan aku", ucap Diego.
"Pria kalau tidak di tanya, dia akan diam membisu menikmati perlakuan wanita lain pada nya", ucap Hanna.
"Sekali lagi maafkan aku, aku benar-benar lupa mengenai hal itu", ujar Diego.
"Bagaimana kalau kita bermesraan saja di sini", ajak Diego sambil tertawa menggoda.
Lalu, Diego membawa Hanna menuju ke kasur.
Malam itu adegan dewasa terulang kembali, dan setelah nya mereka turun dan makan ke bawah.
"Aku baru sadar kalau kamu cemburu", ucap Diego sambil tersenyum.
"Aku tidak cemburu, siapa bilang aku cemburu", elak Hanna.
Lalu setelah makan, Hanna menepuk jidat nya di depan Diego, kalau ia telah lupa pergi ke rumah Clara untuk membantu nya.
"Ada apa?" Tanya Diego.
"Tidak, aku hanya lupa kalau hari ini ada janji dengan Clara", jawab nya.
"Bukankah kemaren kalian sudah bertemu", ucap Diego.
"Iya, tapi ini urusan lain, dia ingin aku menemani nya untuk berbelanja", bohong Hanna.
"Bolehkah aku pergi sekarang?", tanya Hanna.
"Tidak, ini sudah hampir larut malam, besok pagi saja", ucap Diego.
"Baiklah", jawab Hanna.
Lalu, Rey datang dan turun dari taksi yang di tumpangi nya di pekarangan rumah Diego.
"Sial, aku gagal mendapatkan nya", gerutu Rey.
Lalu, Rey masuk ke dalam rumah untuk menemui Diego.
"Bagaimana, apa kamu berhasil? Seperti nya tangan mu terluka", ucap Diego.
"Aku di kepung, lalu berhasil kabur dari mereka, lain kali akan ku bawa anggota", jelas Rey.
"Bodoh sekali!" Ujar Diego.
"Sudah ku perintahkan untuk menangkap nya, seharusnya bawa anggota untuk antisipasi", Tatap Diego dengan tajam.
"Besok aku akan menangkap nya, biarkan aku istirahat sebentar, tidak kah kamu lihat tangan ku sedang terluka", tutur Rey.
"Baiklah kali ini aku biarkan, lain kali jangan seperti ini lagi, kalau tidak ku patahkan semua gigi mu", ucap Diego.
"Dasar, sama teman sendiri begitu", kesal Rey.
Lalu, Rey duduk dan mengambil makanan yang ada di atas meja makan.
"Jangan banyak bicara, makan saja!" Ucap Diego.
__ADS_1
"Bodoh lah", jawab Rey tanpa mempedulikan Diego, dan tetap makan dengan lahap.
Mereka berdua terlihat sangat akrab di mata Hanna, sampai ia kaget melihat kedekatan mereka.
"Apa kalian memang sedekat ini?" Tanya Hanna.
"Tidak", ucap Diego.
"Apa! Bukankah kita sudah berteman dari TK, akrab yang bagaimana lagi maksud mu", celoteh Rey.
"Apa! Sudah dari TK?" Ucap Hanna. dengan lantang.
Lalu, Hanna melihat ke arah mereka berdua secara bergantian.
Melihat itu, Diego hanya diam saja, dan terlihat fokus membaca koran yang ada di atas meja.
"Iya benar, apa kamu tidak tahu?", Tanya Rey.
"Tidak, dia tidak pernah bercerita apa pun pada ku", imbuh nya.
"Diego, kamu dingin sekali", ucap Rey dengan nada tak percaya setelah mendengar kalimat Hanna.
"Biarkan saja dia, Diego memang seperti itu, sudah sejak lama memang begitu kepada setiap wanita, terlalu dingin", celoteh Rey.
"Benarkah?" Tanya Hanna seakan tidak percaya.
"Iya benar", jawab Rey.
"Bukankah dia punya pacar? Aku pernah melihat nya", tutur Hanna.
"Ooh, Sera", ucap Rey.
"Iya, mereka terlihat sangat mesra", ucap Hanna.
"Benarkah?" Tanya Rey seolah tak percaya.
"Mana mungkin batu es bisa mesra begitu", cemooh Rey.
Lalu, Diego melempar koran ke atas meja makan.
"Lihat di halaman nomor tujuh", ucap nya.
Lalu, Rey mengambil dan membaca koran itu dan berkata, "Pemilik perusahaan Blossom Technology, mengumumkan bahwa cucu nya yang bernama Sera, telah mengandung anak dari Diego, putra dari konglomerat Joks".
"Apa!" Ucap Rey lagi.
Mendengar itu, Hanna langsung menatap Diego dengan tatapan marah, dan pergi menuju ke dalam kamar nya.
"Aku di jebak", ucap Diego.
"Aku tidak pernah melakukan itu pada nya, jadi tolong segera urus ini secepat nya", ucap Diego.
Di dalam kamar, Hanna terlihat mengambil tote bag berwarna kuning, dan memasukkan ponsel, dompet, kosmetik, dan lain sebagai nya.
Diego datang, lalu mencegah Hanna melakukan itu semua.
"Tolong percaya pada ku, aku tidak pernah melakukan itu pada nya", jelas Diego.
Namun, Hanna tidak menggubris nya, dan tetap terdiam sambil mengambil beberapa barang yang ia perlukan.
"Aku bersumpah kalau janin itu bukan milik ku", ucap Diego.
"Saat ini aku tidak bisa berada di dekat mu, aku butuh waktu untuk memutuskan semua ini", jelas Hanna.
Lalu, Hanna segera pergi dari rumah itu, dan meminta Rey untuk mengantar nya. Namun, Diego terus mencegah nya.
"Serahkan saja pada ku, aku akan mengantar nya dengan aman", ucap Rey.
Lalu, Rey meminta kunci mobil ke Diego.
"Aku akan menunggu mu pulang, dan akan menyelesaikan masalah ini", teriak Diego saat melihat mobil nya sudah mulai berjalan.
"Sial", ucap Diego sambil melihat mobil yang sudah pergi jauh dari kediaman nya.
"Turunkan aku", ucap Hanna tepat di depan stasiun kereta.
"Tidak! aku akan mengantar mu kemana pun kamu pergi", jawab Rey.
"Aku tidak mau kamu tau dimana keberadaan ku", ucap Hanna.
"Aku harus memastikan kamu aman sampai tujuan", ucap Rey.
"Baiklah, kalau begitu aku akan lompat saja dari sini", ucap Hanna.
Lalu, Hanna akan membuka pintu mobil.
"Jangan! Jangan lakukan itu", pinta Rey.
Lalu, Rey memberhentikan mobil yang di bawa nya.
Hanna turun dari mobil, dan langsung masuk ke stasiun kereta.
Lalu, Rey balik ke rumah Diego, untuk mengantarkan mobil, dan sekalian bermalam disana.
***
Sesampainya di depan rumah Clara, Hanna membunyikan bel.
__ADS_1
Ting tong! Ting tong! Ting tong!
Lalu, Clara membukakan pintu untuk nya, setelah melihat Hanna di layar monitor di dekat pintu.
"Minum lah", ucap Clara.
"Bahkan coklat panas pun terasa hambar di saat seperti ini", ucap Hanna.
Hanna menceritakan semua nya, dan meminta maaf kepada Clara, karena ia baru bisa datang sekarang.
Melihat Hanna mengalami hal yang seperti itu, membuat Clara merasa ikut bersedih dan memaafkan nya.
Lalu, mereka berdua minum Soju untuk meluapkan kekecewaan nya pada Diego, dan pada akhir nya mereka tertidur di ruang tamu dengan TV yang masih menyala.
***
Pagi hari nya, semua keluarga sudah tau akan berita itu, dan membuat keluarga Hanna merasa kecewa dengan Diego.
Begitu pun dengan ayah Diego, ia terlihat sangat marah dan tidak akan peduli lagi dengan Diego.
Hanna, dan Clara terbangun dari tidur nya. Mereka sadar kalau semalam mabuk, dan terbangun dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Di atas meja, terlihat beberapa botol soju yang telah kosong, dan cemilan yang berserakan.
Tidak hanya meja, ternyata di lantai juga sama persis nya dengan apa yang ada di atas meja.
Lalu, mereka segera membersihkan nya, dan mandi. Setelah itu, menyusun semua barang Clara ke tempat yang seharusnya.
"Jangan bersedih, aku tau kamu sangat stres memikirkan nya", ucap Clara.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Hanna.
"Cobalah dengar penjelasan suami mu terlebih dahulu", ucap Clara.
"Kalau sudah sampai masuk koran, dan di beritakan, itu tanda nya memang benar" jelas Hanna.
"Kata siapa?" Tanya Clara.
"Lebih baik cari tau dulu kebenaran nya, cari tau sendiri lebih baik, ketimbang hanya mendengarkan berita yang belum tentu akurat", ucap Clara.
"Aku merasa itu memang benar, karena sewaktu bulan madu, Sera juga ada di sana" jelas Hanna.
"Apa! Bagaimana bisa?" Tanya Clara.
"Entahlah, waktu itu dia menemui Diego di depan kamar kami, lalu setelahnya Diego pergi entah kemana, bisa jadi di saat itu mereka melakukan nya", jelas Hanna dengan putus asa.
"Kalau memang benar, tidak akan aku maafkan dia", ucap Clara.
"Setelah menikah saja, dia berani mendatangi Diego di depan mu, apalagi waktu sebelum menikah", ucap Clara lagi.
"Itu lah mengapa aku bersikap seperti ini", imbuh Hanna.
"Iya, disini saja dulu", ujar Clara.
"Jangan berfikiran yang membuat mu tambah stres dan kecewa, sehingga berakhir sedih begini", tutur Clara.
"Hiks hiks hiks", tangis Hanna.
"Makasih teman ku, aku jadi terharu melihat ketulusan mu selama berteman dengan ku", ucap Hanna sambil memeluk Clara.
"Sudahlah jangan menangis, ayo segera bantu aku", ucap Clara.
Lalu, mereka berdua melanjutkan menata barang Clara dengan suasana yang masih menunjukkan tanda-tanda ada nya kesedihan yang menempel disana.
Saat ini, Diego menelpon Sera untuk meminta penjelasan.
"Cepat konfirmasi ke media kalau yang kamu ucapkan itu tidak benar", ucap Diego.
"Tidak, aku tidak mau", ucap Sera.
"Aku sangat mencintai mu, dan tidak bisa hidup tanpa mu", ucap Sera lagi.
"Bukan seperti ini cara nya", ucap Diego.
"Kalau kamu tidak mau menikah dengan ku, lebih baik aku mati saja", ucap Sera.
"Jangan bertingkah bodoh atau mengancam ku", ucap Diego.
"Kalau kamu tidak percaya, datang saja ke Sungai Han sekarang, aku sedang menuju ke Sungai Han", ucap Sera.
"Dasar bodoh", ucap Diego.
Lalu, Diego mematikan ponsel nya, dan segera pergi menemui Sera.
Sesampainya di jembatan Sungai Han, Sera memarkirkan Mobil nya.
Sera melihat Sungai Han dari atas jembatan, dan segera memanjat untuk melakukan aksi bunuh diri.
"Selamat tinggal Diego", ucap nya dengan menahan tangisan yang sudah membendung di kelopak mata.
Lalu, Sera terlihat akan melompat ke dalam sungai.
Bagaimana pernikahan Diego dan Hanna ke depan nya? dan Apakah Sera jadi bunuh diri?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...