
"Lo jaga ya ucapan lo! Gue kerja bagus bagus disini!" Marah Aldi.
"Kalau lo kerja nya bagus,gak mungkin lo kerja sambil nelpon begini" cibir Yana.
"Gue nelpon,karna lagi mau denger suara lo.gak usah malah pergi kemana mana omongan lo" Marah Aldi.niat hati untuk menyegarkan pikiran,ucapan Yana malah membuat kepala Aldi menjadi ingin pecah.
Sambungan telepon pun berakhir.Yana memutuskan sambungan telpon nya karena dia ingin fokus mengerjakan pekerjaan nya.
"Sial,Yana. Kenapa kamu jadi istri melawan terus sih" gerutu Aldi. Dia meletakkan ponsel nya ke dalam laci
"Lagian kenapa gue malah nelpon dia terus sih.apa guna nya coba!" Gumam Aldi.dia pun melanjutkan pekerjaan nya.
Di rumah kontrakan sederhana,Novi sedang mengumpulkan berkas berkas untuk mengurus surat cerai nya dengan suami nya.Mantan pacar Aldi ini ternyata sudah lima bulan di tinggal pergi oleh sang suami, karena perempuan lain.suami Novi selingkuh dengan rekan kerja nya.
Wanita berumur 26 tahun itu giat mengurus surat cerai karena dia sempat bertemu dengan Aldi dan berharap untuk balikan lagi.dia sangat ingin melanjutkan hubungan mereka yang dulu sempat berhenti.Novi juga bertekat untuk merebut Aldi dari istri nya karena wanita itu merasa diri nya yang lebih berhak atas Aldi.
"Mama,papa kok gak pulang pulang? " tanya putri nya.
"Papa masih sibuk kerja,kamu di rumah bu ani dulu yah! Mama cari kerjaan dulu, biar kita bisa makan dan bisa beli mainan "ucap Novi membujuk putri nya.
"Siap mama!"
Novi pun pergi dengan beberapa berkas penting di tangan nya,dia pergi ke pengadilan agama untuk menggugat cerai suami nya.dengan menggunakan kendaraan umum Novi tampak begitu semangat.
Sampai di pengadilan agama,Novi langsung menyerahkan berkas nya,dia menunggu beberaoa minggu agar di panggil lagi oleh hakim.
Perjalanan pulang,tepat di lampu merah.dia bertemu dengan Aldi yang menggunakan mobil mewah inventaris dari perusahaan King karl
"Ini adalah waktu yang tepat" gumam Novi,dia keluar dari kendaraan umum lalu bergegas mendekat ke arah mobil Aldi.karena bus kota itu terlalu sempit dia jadi susah keluar,dan membuat Aldi keburu pergi dari lampu merah itu.
"Aih,sial! Tenang Nov.masih banyak waktu.sekarang kamu cari pekerjaan dulu! Nanti setelah keuangan jalan,barulah kamu kejar cinta pertama mu" batin Novi.dia kembali duduk di kendaraan umum.
Tepat di perusahaan TIOHAING,Novi berhenti di sana dia melihat secalik kertas yang bertuliskan lowongan pekerjaan.
Karena sudah sore hari,dia hanya mengambil kertas itu lalu membawa nya pulang ke rumah,dan menyiap surat lamaran ke perusahaan itu.
Semenatara di villa Tio forguso,Yana sedang beres beres karena mereka akan pindah rumah.Yah rumah milik mereka sendiri lebih tepat nya rumah Aldi.
"Lo bawa semua baju lo lah! Kok cuma bawa beberapa pasang aja?" Protes Aldi.
"Nanti kan lo bisa beliin gue baju! Yang ada di lemari itu udah lama.gue udah bosan make nya" sahut Yana sembari mengunci koper nya.
Aldi duduk di ranjang dan melipat kedua tangan nya,pandangan nya mengarah ke Yana.
"Yan gue bukan orang kaya,gue masih merintis dari bawah jadi tolong,pakailah baju yang lama dulu"pinta Aldi,entah kemana Aldi yang dulu songong.Yana sudah tidak mmelihat nya lagi.
"Gue punya uang sendiri,lo gak perlu repot repot beliiin gue baju" ucap Yana.
"Gak bisa karna itu sudah tanggung jawab gue" tolak Aldi.
"Oke! Biar mbak rini yang akan siapin baju gue nanti" ucap Yana.
Tumbuh dengan harta yang berlimpah membuat Yana tidak terlalu bisa melakukan apa apa dalam rumah.seperti melipat kain menyuci dan pekerjaan lain nya,semua itu di kerjakan oleh asisten rumah tangga nya.
"Emang lo gak bisa beresin ? Pake nyuruh orang segala ?"
"Gak bisa" sungguh Yana ini adalaah perempuan yang bermulut pedes,berbicara terang terangan dan sedikit usil.dia busa di sebut dengan anak mami.tapi.. dia bisa mencari uang sendiri walau orang tua nya banyak harta.
"Dasar lo!"
__ADS_1
"Baju lo gimana? Jangan baju gue aja yang lo urus! Punya lo juga" Yana mengingat kan.
***
Setelah beberapa menit di perjalanan,akhir nya mereka telah sampai di rumah Aldi. Rumah yang sederhana,tudak bertingkat dan hanya memiliki satu kamar.
"Sorry ya Yan! Rumah yabg gue kasih masih kecil.tapi Gue yakin lo pasti bakalan nyaman disini" ujar Aldi.
"Hemm,semoga aja" ucap Yana,kini mereka sedang duduk di sofa tepat di ruang tamu.
"Kenapa lo gak diskusi dulu sama gue? Gue punya sedikit tabungan dan kemungkinan bisa bantu buat beli rumah" ujar Yana.
" ini rumah udah gue beli pada saat gue masih kuliah di liar negri.Lo jangan anggap remeh rumah ini dong! Biar puj kecil rumah ini muat buat menampung enam orang" ucap Aldi.
Yah,selama Aldi melanjutkan kuliah S2 nya dia mengumpulkan sedikit uang hasil kerja sampingan nya di luar negri untuk membeli rumah yang sekarang mereka tempati.
Aldi juga sedikit sedkit menyikil perabotan di rumah itu,,seperti tempat tidur yang empuk,TV,mesin cuci rak piring kulkas dan perabotan yang lain.
"Kita gak punya asisten?" Tanya Yana,hal pertama yang di pertanuakan oleh Yana.ya tukang masak. Karena dia paling malas jika masalah memasak.
"Gak punya,Lo lah yang nyiapin sarapan setiap hari" jawab Aldi.
"Gak bisa gitu dong! Lo mah gak pengertian banget! Gue kan juga kerja sama keyak lo.gue gak bisa bagi waktu.kalau masak pun gue yang kerjakan" Yana merasa kesel. Apalagi Aldi tidak terkesan tudak perduli kepada nya. EH? sejak kapan Aldi pedulian orang nya ?
"Gue belum dapet! Besok lah gue cari"
***
Sementara di rumah Leon brata, mira begitu diperlakukan saangat baik oleh suami nya.hingga Mira merasa berlebihan atas perlakukan suami nya.
"Sayang,aku bisa sendiri lho"
"Jangan,nanti kalau kamu jatuh gimana? Kan kasihan bayi kita" ucap Leon dia begitu sangat over protektif.
"Mbak iyem,ini kamar mandi nyuci nya yang bersih dong! Lihat nih masih aja licin!" Omel Leon kepada asisten rumah tangga nya.
"Iya pak,maaf"
Makanan yang tidak boleh pedes,serta vitamin yang tidak boleh telat dimakan.Leon begitu sangat cerewet,bukan hanya suami nya.Nia mertua Mira juga sama,Mira tidak boleh dan itu.
Terlihat dari poster tubuh mira,wanita itu terlihat lebih kurus karena tudak berselara makan.pipi yang sudah kempes dan pergelangan tangan yang memperlihatkan tulang nya..
Semenatra di rumah sederhana Aldi,pasangan pengantin baru itu sedang beristirahat karena telah lelah membereskan baju baju yang baru mereka bawa,dan sedikit menyapu rumah yang sudah lama kosong itu.
Butiran butiran keringat terlihat jelas dikening Yana dia terlihat lelah,setelah lelah bekerja seharian di kantor,di rumah dia juga harus membereskan rumah baru yang akan mereka tempati entah sampai kapan nanti nya.
"Lo lelah Yan?" Tanya Aldi,sejak beristirahat,mata Aldi tidak lepas dari bibir Yana yang terlihat seksi di mata nya.
"Iya,baru kali ini gue kayak lagi kerja rodi" jawab Yana menatap sekilas ke arah Aldi.
Mereka sedang suduk di ranjang,setelah beberoa minggu menikah mereka sudah tudak canggung lagi.
"Maaf ya,gue janji besok gue bakalan bawain logfgugugguu asisten! Biar lo gak terlalu capek lagi" ucap Aldi
"Lo capek?" Tanya Aldi,dia tidak tahu lagi harus berkata apa.
"IYA,ini udah yang kedua kali lo nanya itu! " jawab Yana sedikit kesel.
Aldi tertawa kecang,memmperlihatkan ketampanan yang hakiki di wajah nya. Mata nya sampai ber air sangking keras nya dia tertawa.
__ADS_1
"Lah,aneh banget lo malah ketawa?" Ucap Yana bingung.dia memilit kuku kuku nya karena merasa kebas.
"Yan"Aldi kembali memanggil Yana ketika tawa nya sudah mereda.
"Apaan?"
Aldi menghadapkan badan nya ke arah tubuh Yana.
"Coba lo lihat sini!" Perintah Aldi,istri nya itu pun menurut.
Dengan cahaya senja,wajah Aldi terlihat samar dengan wajah yang memerah,lama Yana memandangi wajah suami nya.
Yana tersentak,saat jari dingin Aldi menekan pelan bibir nya.
"K - kenapa?"
"Em,bibir Lo? Apa udah pernah ciuman?"
Yana melotot dan mendorong tubuh Aldi hingga Aldi hampir saja tersungkur ke lantai.
"Apaan sih Lo" bentak Yana,meski pun tadi mereka sama sama melihat ke arah bibir,tapi Yana merasa terjolimi saat mendengar pertanyaan dari suami nya.
Aldi kembali membenarkan duduk nya,dan menatap ke arah Yana penuh dengan tuntutan
"Pernah atau ngak!"
"Lo pikir gue cewek apaan? bibir gue ini masih perawan! Belum tersentuh sama sekali.jadi binir gue ini masih suci buat suami gue di masa depan!" Tegas Yana.
Senyuman aneh terukir di bibir Aldi.
"Hmm,kalau begitu.gue kan udah jadi suami Lo.beeti bibir lo buat gue lah"
"Halu Lo!" Ucao Yana,dia reflek berdiri dan sembari merapikan baju nya yang sedikit kusut akibat dudukkan.
"Udah,lo mandi sana gih.biar pikiran lo gak kotor terus" ucap Yana sembari keluar daei dalam kamar,namun bukan nya mengindahkan ucapan Yana,Aldi malah menahan tangan Yana agar tidak kekuar dari dalam kamar.
Yana sedikit menarik tangan nya agar lepas dari ,Aldi.tapi bukan nya lepas,Aldi semakin memperkuat tarikan nya dan menarik Yana ke dalam pelukan nya.Aldi menarik salah satu sudut bibir nya kemudian berbisik di telinga Yana.
"Benar kan kalau gue ini suami lo,dan sekarang gue bakalan ambil keperawanan bibir lo" bisik Aldi.
Yana melotot horor,dengan jantung yang berdegup kencang luar biasa.tanpa sempat menghindar Aldi secara tiba tiba menempelkan bibir nya pada bibir Yana.
Pada saat ini,Yana pun telah kehilangan keperawanan bibir nya,karena Aldi telah mengambil nya,bahkan saat ini mereka saling menikmati.
Aldi menekan tengkuk leher Yana,memejamkan mata nya,menikmati setiap ******* yang dia berikan pada bibir seksi Yana yang sangat menggoda nya sore hari ini.
Catat : sore hari.
Dan entah sejak kapan,Yana juga menikmati ******* itu,dia juga ikut menikmati permainan Aldi saat ini.padahal hati nya tahu jika dia sedang berakal,tidak mabuk dan juga tidak dalam pengaruh obat.ini salah! Sangat salah. Tapi entah mengapa Yana tidak bisa berhenti dari permainan Aldi ini. Pikiran wanita itu kosong,tapi hati nya tahu kakau dia menginginkan lebih dari apa yang di berikan oleh Aldi apa lagi,badan nya pun ikut memanas bersamaan dengan usapan lembut di pundak nya.
Aldi mengubah posisi nya,dia mundur dan bersandar di kepala ranjang,Yana mengikuti nya dan malah duduk di pangkuan Aldi sekarang,dengan posisi Yana di atas semakin membuat perempuan itu lebih aktif.
"Buka mulut nya Yan!"
Pikiran Yana yang sudah kosong menuruti saja perkataan suami nya,dengan begitu Aldi dengan mudah menyusupkan lidah nya.ciuman pertama mereka semakin lama semakin dalam sehingga mengeluarkan suara decapan decapan penuh nikmat di tambah lagi badan mereka semakin lama semakin merapat.
Mungkin karena mereka sudah halal,jadi alam pun mendukung perbuatan mereka,alam melancarkan aksi Aldi untuk mengambil hak nya.
Akhir nya Aldi berhenti setelah merasa kehabisan nafas,Aldi pun menempelkan kening mereka dengan tatapan yang penuh gairah.posisi mereka masih sama Yana masih berada di pangkuan Aldi.
__ADS_1
"Gue mau lebih,tapi gue yakin lo belum siap.tapi lo tenang aja hal ini bakalan sering kita lakuin" bisik Aldi dengan nafas yang masih tersengan - sengal.