
"Iya,tapi hanya diatas kertas! Kalian tidak saling mencintai"
"Terlepas dari,kami tidak saling mencintai urusan nya sama kamu apa? Kenapa kamu malah sibuk dengan urusan orang lain? Urus aja urusan kamu!" Ujar Aldi.
"Aku cuma mau bilang,kalau kamu berpura- pura melakukan ini cuma untuk mengindari perasaan mu yang masih ada untuk ku "sahut Novi percaya diri.
"Hem,percaya diri sekali kamu"Aldi tersenyum miring. "Aku tidak tertarik sama kamu lagi setelah kamu pergi dari kehidupan ku"ujar Aldi menohok membuat hati Novi berdenyut sakit.
"Sudah lah Al,aku udah tahu bagaimana kamu sama buk Yana.yang kerjaan nya selalu berantem,bahkan kamu selalu mencari kesalahan beliau.katakan saja terus terang di depan bu Yana kalau kamu masih cinta sama aku! Bu Yana tidak apa-apa kok,lagian bu Yana juga gak cinta sama kamu,iya kan bu?" Tembak Novi,sungguh Yana tidak bisa berkata-kata.bibir nya sulit untuk di gerakkan.Aldi masih ingin mendengar pernyataan Yana tapi dia tidak suka melihat Zaky memandang istri nya dengan tatapan penuh cinta seperti itu.
"Sudahlah! Gak penting juga ngomong sama kalian"ucap Aldi sembari menarik pelan tangan istri nya,agar bisa menjauh dari dua manusia menyebalkan itu.
"Tunggu! Kalian mau kemana? Al tunggu aku dong!"Novi mengejar pasangan suami istri itu,Zaky juga ikut mengejar.
"Yana tunggu! Kamu mau kemana? Aku datang jauh-jauh kesini buat jemput kamu lho"ucap Zaky sedikit kencang,tapi Aldi terus saja menarik tangan istri nya hingga sampai di mobil,Aldi membukakan pintu mobil kemudian menutup nya.
"Lo tetap disini! Jangan keluar apapun yang terjadi!" Tegas Aldi,istri nya hanya mengangguk,dia terlihat menurut tidak seperti biasa nya.
Zaky semakin mendekat dengan mobil mereka,Aldi yang tidak tahan dengan sikap terbuka Zaky,dia pun memegang kerah baju lelaki itu.
"Sekali lagi lo berani dekati istri gue,hidup lo gak akan tenang!"ucap Aldi penuh tekanan.
"Hemm,saya gak takut sama anda.cuma di kantor anda berada diatas saya tapi setelah keluar anda bukan siapa-siapa"balas Zaky membuat Aldi semakin emosi,bersamaan dengan itu,Novi datang mendekat dan melepaskan tangan Aldi dari kerah baju Zaky.
"Udah dong Al! Jangan main kasar begitu!"ucap nya sembari memegang tangan Aldi,Yana melihat dari kaca mobil.
"Lepasin !"Aldi menepis tangan tangan Novi.
"Kamu jangan ikut campur lagi dengan urusan ku! "Ucap Aldi dengan wajah yang merasa geram.
"Kalian jangan pernah brani-brani nya menganggu rumah tangga ku"ucap aldi sembari menunjuk mereka,dia pun berjalan menuju mobil nya dan meninggalkan Novi dan juga Zaky .
Di sepanjang perjalanan,Aldi dan Yana hanya diam tidak ada yang berbicara.hanya ada suara musik yang berasal dari bagian mobil Yana.
"Ekhem,Yan! Ada sesuatu yang ingin gue sampaikan sama lo" Akhir nya Aldi mengeluarkan suara,setelah berdiam beberapa waktu.
"Apa itu?" Tanya Yana sedikit menoleh ke arah suami nya.
"Kayak nya ini adalah waktu yang tepat"Aldi berbicara dalam hati nya,dia masih bingung dengan perasaan nya.
Sepuluh menit,Yana menunggu ucapan suami nya.Yana kembali menoleh ke arah Aldi.
"Lo mau ngomong apaan sih? Gak jelas juga lo ini,gue sampai hampir lupa lho"tanta Yana heran,karena Aldi malah terdiam seribu bahasa.
"Sebenar nya gue udah mencintai lo semenjak kita kerja bareng di perusahaan nya Leon"ucap Aldi,dia mengucapkan kalimat itu dengan satu tarikan nafas dan berdurasi satu detik,teramat kencang tanpa ada jeda sedikit pun.
"Gimana? Gimana?, lo kalau ngomong yang serius dikit dong! Malu sama anak kecil" ucap Yana,dia tidak bisa mencerna ucapan suami nya karena terlalu cepat berbicara seperti JNT Ekspress.
Aldi pun memberhentikan mobil nya,dia menarik nafas dalam lalu membuang nya lagi.
Huff
"Yana,sebenar nya gue cinta sama lo!"
Degg.
Jantung Yana berdegup kencang,hati nya berbunga bunga.tapi logika nya berperang dengan hati,bagaimana bisa Aldi menyatakan cinta kepada nya.
"Gue gak salah dengar? Lo lagi bercanda ya?" Tanya Yana heran sekaligus gugup.
"Lo tatap mata gue! Ada gak gue lagi bercanda? " ucap Aldi membuka seft bell nya,lalu menghadap ke arah Yana.
"Ya gak tahu,mata lo kan bunglon! Gak bisa di tebak!" Jawab Yana,dia pun memalingkan pandangan nya.dia terlalu gugup karena telah melihat ketampanan Aldi yang begitu dekat.
"Gue serius,gue jatuh cinta sama lo!"ujar Aldi menyakinkan.
"Gue gak tu! Gimana dong?" Tanya Yana,padahal dia belum menyadari saja perasaan nya.
"Yang terpenting sekarang lo udah tahu isi hati gue,kalau lo gak suka sama gue iya itu terserah lo"jawab Aldi
"Gimana bisa gue percaya,lo cinta sama gue.Lo gak menyadari bagaimana sikap dan perlakuan lo sama gue selama ini? Lo kelihatan benci sama gue" ujar Yana.
"Itu karna gue mau menutupi,maksud nya biar lo gak tahu kalau gue sebenar nya cinta sama lo"
"Sekarang gue udah tahu,apa yang terjadi? Gak ada kan? Jadi ngapain lo nutupin segala"
"Iya udah kita lupakan masalah itu,sekarang gue gak mau lo dekat sama Zaky apalagi ketemuan di belakang gue"ucap Aldi tegas
"Hmm,paham gue! Lo bilang cinta cuma gara-gara,biar gue gak dekat sama Zaky? Bener-bener lo ya Al!"ucap Yana marah,dia mengira jika Aldi mempunyai maksud lain.
"Gue ngelarang lo dekat sama dia,karna gue cemburu Yana.gue takut kehilangan lo!"Aldi terlihat seperti orang bodoh sekarang.
"Gak percaya gue"
Aldi pusing sekarang,dia mengira Yana akan langsung percaya tanpa debat terlebih dahulu tapi ternyata,,Yana tetap lah Yana yang hobi nya mendebat ucapan Aldi.
"Oke,gue bakalan buktiin kalau ucapan gue itu benar"
__ADS_1
Aldi kembali menjalankan mobil nya menuju rumah.
Sementara di sebuah cafe,Zaky dan Novi sedang menyusun rencana bagaimana memisahkan Yana dan suami nya.
"Apa kamu punya rencana,bagaimana Yana bisa menjadi milik ku?" Tanya Zaky,dia berusaha keras agar bisa mendapatkan Yana.
"Punya,dan ini bakalan hal yang paling mujarap.aku yakin kita akan mendapatkan cinta kita"jawab Novi tersenyum manis.
"Apa itu?"
Novi pun membisikkan sesuatu di telinga Zaky.
"Apa kamu Yakin ini akan berhasil?" Tanya Zaky.
"Yakin,yang akan pertama kita lakukan adalah mencari pesaing perusahaan Aldi"ujar Novi.
"Bukan perusahaan nya,dia cuma pekerja di situ,beda nya dia menjadi kepercayaan boss"Ralat Zaky.Novi terkejut mendengar itu.dia pikir Aldi lah pemilik perusahaan KING KARL,tapi dia tidak terlalu perduli yang terpenting bagi nya sekarang,dia akan mendapatkan mantan kekasih nya itu.
"Oke,inti nya kita cari dulu saingan perusahaan yang kamu sebutkan tadi"ujar Novi
"Bagaimana dengan perusahaan tempat kamu bekerja tadi?"
"Itu mikik Yana,mana mungkin mereka bersaing sedangkan pemilik nya adalah istri Aldi sendiri"
"Whatt? Yana yang punya perusahaan TIONGHAI?" Zaky terkejut,dia heran mengapa dulu Yana bekerja di KING KARL,jika dia punya perusahaan sebesar ini.
"Biasa aja kali,dia CEO disitu.aku pikir kamu ngedekatin dia karna harta nya"Ucap Novi sembari meminum teh yang ada di depan nya.
"Aku suka sama dia bukan karna harta! Kamu camkan itu baik baik" Zaky marah karena di tuduh mengejar Yana karena harta.
"Yaudah,sekarang tugas kamu untuk mencari perusahaan yang bersaing sama KING KARL"ucap Novi,wanita ini telah menyusun rencana untuk menjebak Aldi.
"Aku sudah menemukan nya"balas Zaky,dia tahu betul siapa pesaing yang selalu mengganggu perusahaan itu.
"Apa kamu bisa menghubungi nya sekarang,lebih cepat lebih baik" ujar Novi
"Aku akan mencari nya terlebih dahulu,karena aku tidak memiliki nomor ponsel nya"
Sementara di rumah Aldi,mereka sedang sibuk masing masing.Yana yang sedang membersihkan diri,dan Aldi yang sedang memasak di dapur.
Dia memasak Ayam kecap yang dulu pernah dia pelajari sewaktu kuliah.
"Mulai sekarang,gue bakal tunjukin bagaimana perasaan gue sama lo" manolog Aldi dalam hati
Setelah selesai masak,Aldi menata makanan itu di meja.dan mengambil dua piring untuk nya dan istri nya.
Setelah selesai,Aldi lun memanggil Yana ke kamar
"Lapar sih,tapi kok aneh ya?"gumam Yana,yang masih bisa di dengar oleh Aldi.
"Aneh bagaimana maksud nya?"
"Iya,tadi panggilan Lo berubah"
"Kita kan udah suami istri,jadi wajar lah panggilan nya berubah,udah lah gak usah bahas yang gak jelas! Sekarang kita makan,aku tunggu di ruang makan"ujar Aldi dia pun pergi duluan.
Yana mengangguk lalu menyekesaikan pekerjaan nya kemudian menyusul suami nya.
"Lo yang masak?"tanya Yana,ketika melihat ayam kecap yang menggoda lidah.
"Bukan,tukimin"jawab Aldi menyendokkan nasi ke piring.
"Siapa itu?"tanya Yana sembari duduk,yang dia tahu mereka tidak pernah membahas tentang asisten rumah tangga,dia berpikir Aldi telah memanggil tukang masak di rumah mereka hari ini
"Iya aku lah yang masak,ini spesial buat kamu.kamu tahu gak ? resep ini aku pelajari di luar negri waktu kuliah dulu dan ini masakan perdana aku khusus buat istriku tercinta" ucap Aldi,Yana tercengang baru kali ini dia melihat Aldi panjang berbicara dengan nada lembut dan hangat.dia tidak melihat lagi Aldi yang dingin.
"Serius?"Yana memperhatikan makanan itu di meja.
"He'em,nih buar aku suap" Yana tidak tahu entah kapan Aldi memyiapkan makanan nya di piring dan sekarang suami nya ini ingin menyuapi nya.
"Kok malah begong,udah buka mulut nya Aa!" Perintah Aldi,tidak mau banyak cingcong Yana pun membuka mulut,lalu mengunyah makanan lezat itu setelah Aldi menyuapkan nya.
"Enak banget!"ucap yana setelah berhasil menelan masakan suami nya.
"Syukurlah kalau kamu suka,yaudah aa biar aku suapin lagi!"Aldi menyuapkan lagi makanan itu,Yana pun menurut namun setelah dia memakan.Yana pun langsung mengambil piring dari tangan Aldi.
"Biar gue sendiri aja,gak kenyang kalau di suapin,Lo makan aja!" Ucap istri nya merebut piring yang ada di tangan nya,mau tidak mau Aldi pun makan tanpa melanjutkan suapan ke Yana,padahal Aldi ingin sekali di suap juga oleh istri nya tapi ya sudah lah,Aldi bilang perjuangan nya masih panjang.tapi tahu kah kalian,saat ini Yana sedang berbunga bunga dia ingin sekali senyum tapi dia tahan dalam hati agar Aldi tidak ke GR -an
"Enak banget sumpah! Lo serius masakan se-enak ini lo sendiri yang masak?" Yana masih belum percaya jika suami nya yang memasak.
"Iya bawel! Kamu tuh gak percayaan banget sih"jawab Aldi.
"Kalah dong sama gue,perempuan tapi gak pinter masak"ucap Yana,dia merasa minder melihat kepintaran suami nya yang serba bisa.
Bisa masak,bisa dingin sedingin kulkas tujuh pintu dan juga bisa membuat diri nya terbang.
"Gak lah,nanti kamu juga bakalan tahu masak setelah aku ajarin"sahut Aldi.
__ADS_1
"Gue bisa belajar kursus di luar kalau emang gue mau belajar,tapi gue gak mau"ucap Yana.
"Harus mau! Kan kamu udah menjadi seorang istri jadi harus serba bisa"
"Lo mau cari pembantu atau istri? Masa lo bilang gue harus serba bisa"ucao yana kesel.
"Ya engak gitu maksud nya,emang kamu gak mau nyenangin suami dengan masakan enak buatan kamu sendiri? Apalagi nanti bakalaan punya anak,pasti anak kita bakalan minta di masakin oleh ibu nya"Aldi berusaha menjelaskan.
"Oh iya ya,bener juga"ucap Yana,tidak terasa mereka telah selesai makan.
"Bener banget,sekarang kamu cuci piring nya ya! Aku mau mandi dulu,kita berbagi kerjaan"ucap Aldi sembari pergi ke kamar untuk mandi.
"Baik lah"jawab Yana,dia pun membersihkan meja bekas mereka lalu menyuci piring di wastefel.dia senyum senyum sendiri karena membayangkan bagaimana perlakuan Aldi kepada nya hari ini,yang penting hari ini dia merasa senang,kalau besok suami nya ini berubah dia tidak perduli.karena dia menganggap suami nya ini adalah bunglon,terlalu gampang berubah. dia tidak tahu saja jika Aldi benar benar sayang sama diri nya.
Sementara di sebuah rumah mewah,Zaky dan Novi sedang duduk di sofa dengan seorang lelaki paruh baya.
"Ada apa kalian mencari ku?" Tanya pria paruh baya itu.
"Saya ingin mengajak anda bekerja sama"ucao zaky.
"Kerja sama tentang?"
"Saya akan mempermudah bapak untuk bekerja sama dengan perusahaan KING KARL" ucap Zaky,selama yang dia tahu perusahan pria ini begitu sulit menjalin kerja sama dengan Leon,karena ada nya perusahaan lain yang lebih memenuhi syarat.
"Menarik! apa yang membuat mu datang kemari menawarkan diri untuk membantu saya?" Tanya pria paruh baya itu.
"Itu tidak penting pak,saya akan mengadakan meeting besok,dan disitu lah bapak akan membantu saya"ujar Zaky.
"Apa yang dapat saya bantu?"
Zaky pun membisikkan rencana nya besok.
"Oke,itu sangat gampang!"sahut pria paruh baya itu.
"Kalian akan berbicara dengan anak saya,sebentar lagi dia akan pulang"
***
Pagi telah datang,Yana berteriak histeris karena terkejut Aldi sedang berada di belakang nya dan sedang memeluk tubuh nya
"Aaaaaa"
"Aduh,kenapa sih? Pagi pagi teriak begini?" Aldi menerjabkan mata nya melihat ke arah Istri nya.
"Lo kenapa meluk-meluk gue? "Ucao yana kesel,dia duduk di kepala ranjang.
"Emang nya kenapa? Aku ini udah menjadi suami sah kamu! Udah muhrim,aku udah bebas melihat bahkan menyentuh kamu" ujar Aldi.
"Enak aja lo kalau ngomong! Jangan macam macam ya"Yana siaga melipat tanaan nya di dada.
"Ah,kamu malu-maku begitu"Aldi pun duduk lalu mengecup kening dan dan bibir Yana.
Cups cups
Kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Aldi..."teriak yana gemes.
"Apa sayang"sahut Aldi dari dalam kamaar mandi.
"Huh,untung cepat ke kamar mandi.kalau ngak,bisa gue terkam istri solehah gue itu" gumam Aldi
Kini jam sudah menunjukkan pukul tujuh,mereka pun berangkat ke kantor.seperti biasa Aldi akan mengantar Yana ke kantor nya terlebih dahulu.
Mobil aldi yang di bawa ke bengkel,belum juga dia ambil karena dia merasa lebih nyaman menggunakan mobil Yana karena bisa dekat-dekat dengan istri nya.
Kali ini,tidak ada Novi di depan kantor yang selalu menunggu kedatangan Aldi.
"Tumben mantan lo gak ada di sana"ucap Yana,dia bahkan hapal bagaimana Novi yang selalu menunggu kedatangan mereka.
"Udah sadar kali,kalau sekarang aku cinta nya cuma sama kamu"jawab Aldi.
"Dasar buaya!"
"Kualat lho kamu,bilangin suami buaya"
"Udah ah,gue mau masuk"
"Bentar,kamu kalau mau pergi kerja.harus cuim tangan suami dulu"Aldi mehan tangan Yana yang hendak keluar dari dalam mobil.
"Sejak kapan? Kita kan gak..."
"Gak apa? Kita udah suami istri,dan aku adalah suami kamu,sekarang cepat cium tangan ku! Kalau ngak,aku gak bakalan bukain pintu mobil ini"Aldi langsung memotong ucapan istrinya.
Karena tidak mau berdebat,Yana pun mengikuti perintah suami nya.
"Dah,gue pergi dulu"
__ADS_1
Cupps.
Yana terpelongo ketika AldiĀ mencium bibir nya.