Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
masa lalu atau Istri?


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Aldi menuju kantor,dia mengingat semua kenangan manis nya bersama Novi,tiba tiba saja hati nya kembali berdenyut sakit.dia masih ingat bagaiamana mereka tertawa bareng di sebuah taman dan mengucapkan mimpi mereka yang akan berumah tangga setelah sukses.


Tapi mimpi itu telah sirna dan hilang di telan bumi karena Novi yang tidak ingin berjuang kala itu.Memang di hati kecil Aldi sekarang masih ada sedikit rasa sayang terhadap mantan kekasih nya itu,tapi disisi lain dia juga sudah sedikit mencintai Yana.dan saat ini dia sedang berada di tengah lautan.tidak memiliki pelampung dan juga kapal,ingin ke masa lalu takit tenggelam di telan ombak,ingin ke masa depan juga sama.


Tapi dia harus berpikir reallistis,dia sudah memiliki istri yang cantik, juga idaman para jantan jantan.seharus nya dia memperjuangkan istri nya.tapi itu kembali lagi kepada Aldi sendiri apakah dia akan memperjuangkan cinta nya ke Yana atau malah berbalik ke masa lalu.


"Aku tidak bahagia dengan suami ku sekarang!" Ucapan Novi terngiang ngiang di pikiran nya.


Hingga pada saat dia sudah sampai di kantor dia bertemu dengan Leon si calon ayah.


"Kenapa wajah lo cemberut gitu? Gak di kasih jatah sama istri?" Leon langsung bertanya tanpa berpikir.


"Bukan!" Mereka pun duduk sofa yang ada di ruangan Leon.


"Teruss???"


"Akhir akhir ini gue jumpa sama Novi"ujar Aldi,Leon sangat terkejut mendengar ucapan sepupu nya.dia sangat tahu betapa Aldi sangat  prustasi saat di tinggal oleh Novi kala itu.


"Dimana? Dia ngomong apa? Apa dia sudah memiliki pasangan?" Cecar Leon.


"Lo nanya nya satu satu dong!"Aldi berdecak.


"Tinggal jawab aja apa susah nya"


"Dia sekarang kerja di kantor Yana,dia udah punya anak tapi seperti nya rumah tangga nya sedang ada masalah"curhat Aldi.


"Lo mau balikan sama dia? Dan ninggalin Yana yang jelas jelas begitu sempurna?" Leon mendelik.dia ingin mendengar keluh jesah sepupu nya sekaligus memberi sedikit wejangan agar dia tidak salah jalan.


"Itu yang gue gak tahu,jujur aja gue masih cinta sama dia,dan untuk Yana gue belum tahu gimana perasaan gue sama dia" ucap Aldi,dia menyenderkan bahu nya ke sofa.


"Lo mungkin belum suka sama dia,tapi bukan berarti lo mengabaikan dia kan? Dan mengejar cinta lo yang belum kelar!"Leon sedikit memberi saran kepada sepupu nya,kali ini dia berbicara serius karena dia tidak ingin sepupu nya akan menyesal dikemudian hari.


"Lo denger ya! Lo kan udah nikah sama dia.dan lo sendiri kan yang bilang sama tulang Erik kalau lo bakal serius sama pernikahan lo.saran gue lo fokus aja sama Yana dan perlakukan dia sebagaimana suami memperlakukan istri nya dengan baik!"


"Gue juga mikir nya udah seperti itu,tapi gimana kalau ternyata gue gak bisa lupain Novi? Gue sih udah bilang kalau gue udah gak mau lagi sama dia" Ucap Aldi dia terlihat gusar sekarang.


"Yaudah berarti sekarang lo tinggal membangun rumah tangga yang harmonis bersama Yana,gue sih yakin kalau kalian emang udah di takdirkan untuk bersama"sahut Leon sembari melipat kaki nya.


"Ingat jangan pernah sia sia kan istri lo! Lagian nih ya kalau gue lihat pun lebih cantik Yana dibandingkan Novi" ujar Leon sedikit mengompori.


"Tapi,Yana gak suka sama gue! Dia udah terang terangan mau cari lelaki lain" ucap Aldi dia semakin pusing,dia mengingat bagaimana selama ini mereka berinteraksi.dan sangat mustahil jika mereka akan saling jatuh cinta.


"Itu bisa diatur! Lo tinggal ubah sikap dingin lo terhadap dia! Dan jangam lupa untuk berdo'a.minta sama allah agar hati Yana berpihak sama lo" ucap Leon gemes,sejak dia menikah dengan Mira dia lebih dekat dengan sang maha pencipta.


"Gue bilang ini ke Lo biar lo sadar kalau kalian menikah memang atas kehendak allah.jadi jangan lo buat setan bersorak ria atas pernikahan kalian yang akan bubar"ucap Leon.membuat Aldi hanya terdiam mencerna kata kata sepupu nya.


Apa yang di katakan oleh Leon memang benar ada nya,mereka menikah atas kehendak yang maha kuasa,dan Yana lah yang di takdirkan untuk menjadi istri nya,sekarang Aldi hanya memikirkan bagaimana membangun rumah tangga nya bersama Yana.


Sementara di kantor TIOHAING, perusahaan jtu sedang mengadakan rapat.Novi terkejut setengah mati ketika melihat Yana yang menjadi peminpin saat meeting.


"Lho kok dia yang jadi peminpin?"batin Novi.


"Eh mbak? Yana itu tangan kanan nya bos ya ? Kok dia bisa berada di kursi utama?" Busik Novi kepada salah satu staff yang ada di samping nya.


"Kamu gak tahu,dia itu anak dari pemilik perusaaahn ini,sekarang dia menjabat sebagai CEO!" Balas teman nya.dia mengutuk diri nya sendiri ketika tidak tahu berita sepenting ini.


"Hmm,ini pasti salah satu akal Aldi agar bisa menguasai perusahaan Yana,setelah dia mendapatkan nya pasti dia akan kembali sama aku" manolog Novi dalam hati,dia sedang membayangkan yang tidak akan terjadi.


Setelah selesai rapat,ternyata ada pertemuan dengan perusahan KING KARL, terpaksa Yana datang kesana diantar oleh supir pribadi ayah nya.


Di kantor KING KARL,Leon dan juga yang lain nya ternyata sudah menunggu di ruang rapat.


"Senang bertemu dengan anda lagi buk Yana eferentiana! Kali ini anda datang dengan membawa nama perusahaan TIOHAING" Ucap Leon sembari menjabat tangan sahabat istri nya.


Leon tahu jika Yana pernah menyimpan perasaan terhadap diri nya,tapidia yakin jika Yana sudah melupakan semua itu karena mereka sudah sama sama menikah.


"Senang juga bekerjasama dengan anda pak Leon"balas Yana,dia menyalam satu persatu orang penting yang ada disana.


Mulai dari Aldi,dan juga Anhar,dia hanya bisa tersenyum ramah karena sekarang adalah jam kerja dan dia akan bersikap profesional


"Ekhem,pertemuan kali ini adalah membahas tentang proyek yang kita bangun satu bulan yang lalu" ucap Aldi


"Ya,sudah sampai mana perkembangan proyek itu bu Yana?"timpal Leon.


"Proyek itu sudah di bangun 70% oleh tim kami pak,dan saya akan usahakan proyek itu akan selesai dalam dua minggu kedepan"jawab Yana,tampilan nya saat ini begitu memukau di mata suami nya,terlihat wajah yang tegas dan senyuman yang manis.


Setelah beberapa puluh menit,akhir nya rapat pun selesai.mereka keluar dari ruang rapat,dan kebetulan sudah waktu nya  jam istirahat di kantor itu,tidak sengaja Zaky melihat Yana keluar dari ruang rapat.

__ADS_1


"Eh,Yan! Kamu ngapaim disini?"Tanya Zaky sembari mendekat.


"Ada rapat, mas leon mengundang perusahaan  tempat aku bekerja"jawab Yana,dia tidak ingin mengatakan jika TIOHAING adalah perusahaan nya


"Emm,kebetulan sekaki ya! Aku juga lagi kangen sama kamu!" Ucap Zaky.sejak pertemuan mereka waktu itu.zaky sudah tidak sungkan lagi mengungkapkan isi hati nya.


"Aku duluan ya!" Yana mencari celah agar bisa menjauh dari Zaky.karena sejak Aldi jatuh wanita ini sudah tidak lagi pernah membalas chat dari Zaky,bahkan dia sudah mencopot aplikasih berwarna hijau itu.


"Eh tunggu sebentar!" Zaky menahan lengan Yana,Wanita itu ferlek mengelak.


"Maaf,jangan sembarangan sentuh aku! Bukan muhrim"ujar Yana,dia melihat ke arah sudut ruangan kantor berharap tudak ada yang melihat nya.


"Kenapa? Kamu gak usah khawatir! gak akan ada yang lihat! Lagian kamu sama suami juga nikah pura pura kan,pak Aldi gak akan marah kalau ngelihat kita"ucao zaky dia sedikit mundur karena takut Yana akan ilfil.


"Tapi gak enak Zak,lebih baik kamu menjauh sedikit! Atau kita gak usah ngomong! Aku duluan" Yana tampak buru buru,dia seperti sedang takut ketahuan selingkuh dari suami nya.


Tapi Zaky seperti nya tidak mengerti maksud Yana,lebih tepat nya tidak mau tahu.dia terus saja mengikuti Yana dari belakang.sehingga Anhar yang melihat itu tampak berpikir yang aneh aneh.


Anhar pun menemui Aldi di ruangan Leon untuk memberi tahu apa yang di lihat nya barusan.


"Mas,itu mbak Yana kaya nya lagi dekat sama salah satu staff kita"


"Mas,itu mbak Yana kaya nya lagi dekat sama salah satu staff kita"


"Kamu salah lihat kali!"jawab Aldi sembari fokus ke laptop nya,dia masih mempunyai sedikit pekerjaan.


"Gak mas,mereka lagi mengarah ke cafe kantor"ucap Anhar.


Memang Anhar ini bisa di sebut sebagai tukang adu,tapi itu dia lakukan agar rumah tangga abang nya tetap utuh.


Dan benar saja,Aldi langsung keluar dan mencari keberadaan istri nya.dia setengah berlari ke arah cafe untuk melihat kebenaran yang di katakan oleh Anhar.sampai di kantin,dia melihat Yana yang tengah duduk bersama Zaky di Cafe kantor,dia pun langsung mendekat ke arah mereka.


"Lo belum pulang?" Tanya Aldi dingin,wajah nya terlihat sedikit menahan sesuatu.menahan cemburu dan menahan emosi yang ingin memukul wajah Zaky.


"Belum,rencana mau maka dulu baru pulang" jawab Yana.


"Suami istri apaan kayak gitu panggil Lo,gue" batin Zaky.


"Tapi gak harus makan bereng laki laki lain kan?"


"Kebetulan kami gak sengaja bertemu tadi di..." belum selesai Zaky berbicara Aldi langsung menyela.


"Kursi disini semua penuh! Lo bisa lihat sendiri kan tinggal meja ini yang tidak ada orang nya"jawab Yana,dia berusaha cuek walaupun hati nya sebenar nya tidak merasa enak karena duduk bersama laki laki lain.


"Trus kita ini apaan Yan? Mahluk goib" batin Zaky,dia belum berani untuk berbicara.


Aldi pun melihat ke semua sudut cafe ini dan benar saja,maja dan kursi terisi oleh semua para staff.dia pun memilih untuk duduk di kursi diamana Yana duduk.


"Cepat makan,kerjaan gue masih banyak!" Ucao Aldi.


"Lah,makanan nya aja belum datang.lo mau nyuruh gue makan meja ini?" Tanya Yana heran membuat Zaky ingin tertawa.


"Lagian kalau lo masih ada kerjaan,bereskan dulu baru datang kemari"sambung Yana lagi.


"Kamu,pesan kan makanan untuk saya!" Perintah Aldi kepada Zaky,dengan berat hati Zaky pun melakukan perintah atasannya itu dia pun berjalan ke meja cafe,sampai disana dia lupa tidak menanyakan makanan apa yang diinginkan oleh Aldi.


"Sial" umpat nya,dia pun balik lagi ke meja dimana Yana dan Aldi duduk.


"Bapak mau pesan makanan apa tadi?"Tanya Zaky dengan wajah yang di buat sesopan mungkin.


"Kentang goreng dan kopi putih"


Zaky pun kembali dan memesan sesuai dengan perintah Aldi.


"Itu yang lo bilang cinta sejati lo?"Yana tidak bisa menjawab,niat hati ingin membohongi Aldi dia malah terjebak dengan ucapan nya sendiri.


"Untuk apa lo tahu,gak penting juga!" Jawab Yana.


*****


Malam hari nya,Yana di suruh menginap di rumah Erik,karena sedang ada acara syukuran di rumah mertua nya tersebut yaitu ulang tahun Talita adik paling kecil Aldi.


Dan saat ini mereka sedang berkumpul berada di meja makan rumah Erik,untuk apa lagi kalau bukan menyantap makanan yang ada di meja tersebut.


Ini adalah kali pertama Yana makan bersama keluarga Aldi,dia sangat canggung dan terlihat sangat polos.


"Gimana makanan nya Yan, enak?" Tanya Lila,Yana hanya mengangguk karena masih ada nasi di mulut nya.

__ADS_1


"Enak banget bu,saya suka!"jawab Yana setelah dia berhasil menelan makanan nya


"Bagus lah kalau kamu suka,ibu jadi senang"ucap Lila,dia sangat senang karena menantu nya suka dengan masakan buatan nya apalagi,ini adalah menu baru yang dia buat.


"Laki laki yang di cafe bersama mbak Yana tadi siang siapa." Tanya Anhar.


"Uhuk"Yana hampir saja tersedak oleh makanan yang belum habis dari mulut nya,segera Aldi memberikan segelas air mineral


"Kalau makan tu pelan pelan"tegur Aldi.


"Kamu juga An,kalau lagi makan jangan bahas yang gak penting"tegur Aldi kepada adik nya itu.


"Iya mas"


Selesai makan malam,mereka berkumpul di ruang tamu untuk sekedar berbincang apa yang terjadi siang tadi,saat adik adik Aldi satu persatu masuk ke dalam kamar,Yana pun meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar.


"Bu,pak saya ijin istirahat dulu ya" pinta Yana.


"Aduuh menantu ibu,biasa aja kali kami ini orang tua kamu,gak usah sungkan- sungkan kayak lagi berhadapan sama atasan aja" ucap Lila.


"Yaudah sana istirahat,besok kan kamu juga kerja" ucap Erik.


Yana pun pergi dari ruangan tamu,namun bukan nya ke kamar suami nya Yana malah menuju kolam berenang yang ada di rumah mertua nya,dia duduk dan melamun di sana.


"Hoii,mbak Yana? Melamun aja" ucap Anhar menghampiri kakak ipar nya.


"Ohh kamu An,ngagetin aja!"sahut Yana,dia benar benar terkejut dengan kedatangan Anhar yang datang tiba tiba seperti hantu.


"Mbak lagi mikirin apa sih? Cowok yang di kantor tadi ya?" Tebak Anhar,mereka saat ini berada di pinggir kolam.


"Ya ngak lah,mbak gak ada hubungan apa- apa sama cowok itu" ujar Yana,benar sih wanita ini gak mempunyai hubungan dengan Zaky tapi hampir saja memiliki hubungan.


"Aku tahu dari mama, kalau mbak dan mas Aldi menikah hanya karna terpaksa"ucap Anhar membuat Yana terkaget.


"Iya,pernikahan kami terjadi karena mas Aldi ingin balas budi karena,aku kemarin sempat nolongin dia dari mantan nya yang bernama Novi"Kali ini Anhar yang terkejut,dia tahu sosok perempuan itu sangat berpengaruh atas hidup abang nya.


"Waktu itu....." Yana pun menceritakan bagaimana Aldi meminta bantuan nya waktu itu.


"Oh begitu cerita nya"


"Tapi,Anhar harap! kalian menjalin pernikahan ini dengan serius.kalau boleh jujur Anhar dan adik -adik senang melihat mbak Yana menjadi bagian dari keluarga kami.dan dengan ada nya mbak Yana di hidup mas Aldi hidup nya terlihat lebih berwarna lagi" ucap Anhar,dia melihat perubahan sikap Abang nya yang berubah ceria saat dia menikah dengan Yana.


"Gimana ya,mbak bingung soal nya selama ini kami kerja nya cuma berantam,gak pernah akur.dan apa lagi kami tidak saling mencintai" jawab Yana


"Mbak tahu kan Talita,dia sayang banget sama mbak.kami sangat berharap jika mbak dan mas Aldi benar benar menjalankan pernikahan ini sebagaimana pasangan lain nya! Maaf kalau kedengaran nya kami egois"


Yana hanya terdiam mendengarkan ungkapan hati adik ipar nya.seandai nya Aldi tidak bersikap dingin dan sangat manis kepada nya mungkin Yana akan mempertimbangkan perasaan nya.


"Mbak lagi sedang berusaha menetapkan hati" jawab Yana dia terlihat sangat berat hati.


"Sekali lagi maaf ya mbak kalau kami terlihat egois"Anhar tersenyum kaku.


"Memang kalian sangat egois" sahut Yana bercanda,akhir nya mereka pun bercerita sampai ke tentang bagaimana kuliah Anhar di kampus.


Yana merasa Anhar sangat enak diajak bercerita.


Semantara di kamar Aldi,lelaki itu sedang memandangi jam tangan nya berulang kali.dia sedang menunggu kedatangan Yana yang tak kunjung memasuki kamar nya.dia yakin dengan jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh semua adik adik nya sudah masuk ke kamar masing masing,dia mengira apakah Yana tidak bisa menemukan kamar nya atau bahkan sedang kayang di ruang makan?


Karena terlalu bosan menunggu,akhir nya Aldi mencari keberadaan istri nya ke seluruh ruangan yang ada di rumah nya.ketika sampai di ruang makan dia tersadar dengan tingkah nya.mengapa dia repot repot mencari Yana ? Kan Yana bisa datang sendiri ke kamar tanpa di suruh.


Dia ingin berbalik tapi langkah nya terhenti saat Erik menegur nya.


"Kau lihat tuh istri kau! Masa kau biarkan Anhar yang buat dia tertawa senang,setahu ku kalau sama kau dia cemberut terus" Erik lalu masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Aldi yang sedang berpikir.


Setelah berpikir panjang,akhir nya Aldi menghampiri Yana yang tengah asik mengobrol dengan Anhar.


"Lo belum mau tidur? Atau lo mau tidur di luar?" Ucap Aldi ketika sudah sampai di kolam berenang.


"Kenapa sih ini mulut gak bisa ngomong bagus sama dia" batin Aldi


"Gue tidur di disini aja" jawab Yana.


"Mbak,mas. saya masuk duluan ya" Anhar minta ijin untuk masuk ke kamar duluan,kini tinggal sepasang suami istri itu yang berada di pinggir kolam.


"Yakin lo mau tidur disini?" Tanya Aldi dia belum merubah nada suara nya yang sedikit judes.dia berdiri melipat tangan nya.


Bukan nya menjawab Yana berdiri dan mendorong Aldi ke kolam berenang.

__ADS_1


"Eehhh,aaaa" karena terkejut Aldi tidak bisa menopang diri nya


Byuurrrr


__ADS_2