Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
s3 tian yang malang


__ADS_3

Lima tahun kemudian,kini Tian telah tumbuh menjadi dewasa.saat ini dia sedang menempuh pendidikan SMK di sebuah sekolah ternama yang ada di sumatra utara.seperti pada laki-laki pada umum nya,Tian kerap mengikuti lomba balab liar,Mira sudah berulang kali sudah memperingati agar putra nya itu tidak ikut dalam golongan anak yang liar,namun tampak nya Tian hanya bermanis di ucapan saja,berkata iya namun terus saja di lakukan.


Hingga pada akhir nya Mira merasa lelah menasehati putra nya,dan menyerahkan semua nya kepada suami tercinta.


Namun didikan ayah sangat lah keras,ketika putra nya tidak bisa di bilangin maka ancaman dan hukuman berlaku.


Dan hari ini,Tian tidak boleh membawa motir ke sekolah,uang jajan juga di hilangkan dan lebih memprihatinkan lagi,Mira tidak di perbolehkan oleh Leon untuk memberikan nya bekal makan siang,semua itu karena Tian kedapatan ikut lomba balap liar lagi tadi malam.


"Papa yakin dengan tindakan papa sekarang ini? Kasihan lho anak kita pah!"


"Mama sendiri kan yang udah nyerahin Tian ke papa,ya sudah ikuti aja permainan papa"


Mira hanya bisa diam dan mengikuti permainan Leon seperti apa yang di ucapkan suami nya barusan.


"Mah,Tian berangkat dulu ya?"Putra sulung nya itu menyalim pungung tangan Mira.


"Iya,hati-hati ya!"jawab Mira,dia memandang wajah Tian yang memelas,meminta belas kasihan dari ibu nya agar sedikit di beri uang saku untuk sekolah hati ini,namun Mira langsung berpura-pura cuek dan memilih menyibukkan diri di dapur.


Namun ternyata Tian mengikuti dari belakang.


"Kenapa bang? Ada yang ketinggalan? "Tanya Mira.


"Iya ma,duet nya ketinggalan.ada di kantong mama"jawab Tian sembari berbisik,agar Leon tidak memdengar perkataan nya,tetapi ternyata Leon siap siaga di belakang nya.


"Ekhem,papa brangkat kerja dulu ya!"Leon mencium kening istri nya lalu berlalu pergi.


"Cepat masuk mobil,nanti kamu di tinggal papa lho"


Mau tidak mau,Tian pun berangkat ke sekolah tanpa uang jajan,di dalam hati dia mengumpat "percuma anak sultan,tapi gak Royal"


Sementara di jakarta,Yana tengah sibuk membangun kan putri pertama nya yaitu Chelsee.


"Chel,bangun sayang! Hari ini kan hari kamu masuk sekolah"Yana dengan lembut membangunkan anak gadis nya yang masih terlelap.namun tubuh Chelsee tidak memberikan respon.hari ini adalah hari Chelse masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas,dan alhamdulillah nya Chelsee naik ke kelas 3,walaupun tidak mendapatkan rangking.


"Eh ni anak susah banget di bangunin"gerutu Yana sembari menggoyang-goyangkan tubuh putri sulung nya.


"Ehmm" dengan mata yang masih tertutup Chelse terduduk dengan malas.

__ADS_1


"Emang udah jam berapa ma"tanya Chelsee sembari meregangkan otot-otot nya.


"Jam enam"ujar Yana sembari membereskan selimut putri nya yang berantakan.


"Ah masih juga jam segitu,masih ada waktu tiga puluh menit lagi untuk tidur"ucao Chelsee sembari mebaringkan tubuh nya kembali ke ranjang.


"Gak boleh,tidur lagi.cepat mandi sana! Mama hapal bangat kamu tuh,pasti untuk berkemas aja lama nya minta ampun,CEPATT"


Setelah mendengar repetan ibu nya,Chelsee segera bergegas ke kamar mandi,rasa kantuk tidak di rasakan lagi oleh nya.


"Iya mama,jangan marah terus nanti kolestrol"ucap Chelsee dari kamar mandi,Yana hanya bisa menggeleng,bagaimana dia tidak marah anak gadis bangun nya jam enam.


Sama seperti diri nya beberapa puluh tahun lalu.


Tidak berselang lama,Chelsee berlari ke dapur untuk sarapan lalu berangkat ke sekolah.


"Cepat lah kak! Jangan lelet kayak sifut dong"ucap Azam,dia kelas satu SMA sekarang,dan mereka satu sekolah.karena umur nya dengan Chelsee hanya beda dua tahun saja.postur tubuh mereka yang hampir sama,bahkan lebih tinggi Azam dibandingkan Chelsee.


"Ini masih ada waktu lima belas menit lagi,masih bisa nyantai"sahut Chelsee sembari memakan roti bakar yang sudah di sediakan oleh Yana.


"Sabar lah dek,kamu tahu kan.perempuan memang selalu lambat"timpal Aldi membuat Yana seketika menoleh ke arah suami nya,begitu juga Chelsee dia menatap lurus ke ayah nya dengan mulut yang berisi Roti.


"Benar banget!"


Aldi hanya diam sembari memakan sarapan nya.


***


Dan pada akhir nya mereka telah sampai di depan gerbang sekokah,yang sudah sangat di rindukan oleh Chelsee.


"Akhir nya masuk sekolah juga,udah gak sabar oen ketemu teman-teman"gumam Chelsee.


"Oi kak,ayo masuk! Mau ngelamun disana sampai pulang sekolah?"tanya Azam ketika melihat kakak nya mesem-mesem gak jelas.


"Iya,udah ah kamu duluan sana"usir Chelsee


Saat ingin masuk ke perkarangan sekolah,dia mendengar nama nya di panggil oleh seseorang yang sangat ia kenal.

__ADS_1


"Tunggu!"seru renaa


"Eh gue kangen banget sama lo tahu gak"ujar Renna,sahabat Chelsee yang dia dapat waktu SMP.


"Sama ren"sahut Chelsee sembari memeluk sahabat nya.


"Adik lo sekolah disini juga?"tanya Rena,dia sempat melihat Chelsee di bonceng oleh Azam tadi.


"Iya,tuh baru aja masuk"jawab Chelsee


"Adek lo ganteng banget ya"puji Rena.


Chelsee membenarkan perkataan sahabat nya,karena Azam seperti foto kopian dari ayah nya Aldi,mancung kulit putih tinggi dan juga memiliki wajah yang hampir sempurna.siapapun pasti akan jatuh cinta.


Tiba-tiba dari arah belakang seseorang menepuk bahu mereka dengan cukup keras,membuat kedua sahabat itu terkejut.


"Astaga siapa sih"umpat kedua nya.


"Kalian baru datang juga?" Tanya Angga yang merupakan satu kelas mereka.


"Iya"


***


Kini mereka sudah berada di kantin karena bel sudah berbunyi,keadaan kantin yang begitu penuh membuat sesak sudah sering terjadi karena para siswi akan selalu heboh jika Imran,yang merupakan cowok terganteng di sekolah itu sedang berada di kantin.


Ketika orang-orang akan terhipnotis dengan ketampanan Imbran,Chelsee malah sebalik nya.dia tidak tertarik karna menurut gadis itu orang yang tampan di dunia ini adalah ayah nya.


Saat Chelsee sedang santai menunggu makanan,selalu saja perempuan yang menurut Chelsee nenek lampir menganganggu nya.


"Kami duluan disini,apa hak kalian buat mengusir kami?"tanya Chelsee santai,dia sama sekali tidak takut kepada siapa pun.


"Brani banget lo sama gue? Bokap gue pemilik sekolah ini,jadi li harus nurutin perintah gue"ujar Amy kesel.


"Lah,gue sekolah disini lo pikir gratis? Gue bayar pe'a.jadi gak usah sok berkuasa!"balas Chelse membuat Emosi Amy tersulut.


Amy yang ingin selalu bisa memandang wajah tampan Imran dari sebrang,terus keukeh agar dia bisa duduk di kusri yang di duduki Chelsee sekarang.karena Imbran berada di hadaoan Chelsee.

__ADS_1


"Apa susah nya sih pindah?"tanya Amy,dia sudah sangat jengkel.


"Malas,lo cari aja tempat lain! Itu disana masih ada kursi kosong.jangan memaksakan diri untuk selalu di mengerti"ujar Chelsee,


__ADS_2