Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
sebel


__ADS_3

"lepasin gak"ujar Yana menatap tajam ke arah Aldi.


"Lepasin pak,jangan kasar sama perempuan dong"ucap Zaki melepaskan cekalan Aldi dari tangan Yana.


"Kamu gak usah ikut campur,kamu mau saya pecat"balas Aldi berkecak pinggang,menatap garang kenarah zaki


"Silahkan di pecat,saya tidak takut"tantang Zaki senyum,dia ikhlas jika harus kehilangan pekerjaan nya,asal Yana tidak di kasari oleh atasan nya ini.


"Kalian benar benar tidak menghargai saya,jangan salahkan saya jika kalian berdua akan kehilangan pekerjaan"geram Aldi sembari berlalu,melihat Aldi pergi Yana tersenyum simpul.


"Buat apa kami menghargai orang yang tidak segan terhadap orang lain,lagian kalau bukan karna sahabat saya,tidak akan saya mau bertahan disini"ujar Yana setengah teriak,Aldi menoleh ke arah Yana,seketika dia ingat dengan istri sepupu nya.


"Aduh mampus gue,apa kata mbak Mira nanti kalau Yana gue pecat"gumam nya dalam hati,dia sendiri bingung kenapa dia selalu mencari masalah dengan Yana,dan parah nya dia tidak suka jika Yana dekat-dekat dengan Zaki.


"Kalau seperti itu,saya tunggu surat pengunduran diri kamu,atau saya sendiri yang akan memecat kamu nanti"balas Aldi lepas begitu saja.


"Sial,kenapa mulut sama hati gue ngomong nya lain"gumam Aldi,sembari berlalu meninggalkan dua insan itu.


Yana,dan Zaki melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin,meraka duduk dan memesan makanan.


"Mbak yana gak apa apa, kalau dipecat dari perusahaan ini"tanya Zaki,dia berpikir mereka pasti akan di pecat.


"Dia tidak punya alasan buat mecat kita mas Zaki,kita kan gak punya kesalahan sama perusahaan"jawab Yana santai,dia melihat Zaki khawatir.


"Memang,tapi dia kerabat dari orang yang punya perusahaan ini,jadi dia pasti mudah buat mecat kita"


"Lagian kalaupun kita di pecat,masih banyak kan perusahaan yang mau menampung kemampuan kita"Yana santai,karena walaupun nanti dia akan di pecat dia punya  skill yang akan di berikan bagi perusahaan lain.


"Atau jangan jangan mas Zaki masuk di perusahaan ini karna orang dalam"tembak Yana, mendengar ucapan Yana,Zaki tertawa.


"Di bilang seperti itu sih ngak,tapi memang waktu itu perusahaan lagi butuh karyawan banyak,mungkin saya di terima karna itu"


"Bukti nya mas Zaki gak di kick,berarti kemampuan mas memenuhi kualifikasi"


"Mungkin"


Pesanan telah datang merek menyantap makanan sembari berbincang.


"Umur mbak berapa sih kalau boleh tahu"


"Umur 23 mas"


"Oh,masih ade'an aku lah,kita beda 3 tahun,kamu udah punya pacar apa belum ni..?" Zaki memberanikan diri.

__ADS_1


"Belum mas,masih mau sendiri dulu"ujar Yana.


"Ah iya,nanti mau pulang bareng gak"


"Boleh deh mas"ucap Yana,padahal dia bawa mobil sendiri,namun dia ingin menepati janji nya,walaupun sekedar janji di dalam hati waktu itu.


Mendengar ucapan Yana,sungguh Zaki merasa sangat senang.


Setelah selesai makan, mereka masih di kantin untuk menghabiskan waktu istirahat,hingga kurang 20 menit kembali masuk kerja,Yana pamit duluan.


"Em,mas aku duluan ya,mau buat surat pengunduran diri dulu"pamit Yana.


"Mau ku temani gak"tawar Zaki.


"Gak usah mas,lanjut istriahat saja"ujar Yana berlalu pergi,Zaki tidak bisa memaksa.


Yana keluar dari kantor menuju Soraya photo,kebetulan disana menerima pembuatan surat, setelah selesai Yana kembali ke kantor dan langsung menuju ruangan Aldi dan memberikan berkas pengunduran diri nya kepada Aldi.


"Kamu beneran mau rigsain..?"tanya Aldi menatap manik mata Yana


"Yakin lah"jawab Yana cepat.


"Tapi saya tidak akan  ACC berkas kamu"


Kring kring kring


Mira terlebih dahulu menghubungi nya.


"Hallo maten baru,gak lagi sibuk loe"tanya Yana ketika panggilan sudah terhubung.


"Ngak lagi santai aja,kayak nya wajah Lo lagi senang tuh,betah kan Lo kerja di sana"tanya Mira,menebak


"Betah pala Lo,tuh surat rigsain gue udah gue anter ke sepupu Leon"jawab Yana galak


"Beh,galak bener Lo,jangan galak galak ntar cepat tua,tapi Lo benaran mau rigsain "


"Iya benar lah,kalau gak percaya lo tanya ke Aldi "


"Kenapa,Lo ada masalah apa sih sama mas Aldi,perasaan gak pernah akur"


"Dia duluan yang cari gara gara,ya gue jabanin lah,dia jual gue borong"


"Sabar aja lah,dia orang nya baik kok"

__ADS_1


"Iya,gue tahu dia baik,tapi baik nya gak sama gue"


"Yaudah deh,btw Lo udah makan belum,waktu istirahat udah mau habis Lo"


"Udah dong,jangan lupa kasih tahu sama suami Lo,gaji gue di bayar,gue ada lembur 3 hari kemarin itu"ujar Yana, walaupun dia orang kaya dia tidak mau mengiklanlaskan hasil kerja nya ke perusahaan,walau perusahaan ayah nya sekalipun.


"Siapa sayang"tanya Leon ketika mendengar kata suami di telpon Mira.


"Yana,kata nya dia rigsain paling brantem lagi sama mas Aldi"jawab Mira menoleh ke arah suami nya, mereka sedang berada di rumah mommy nya Leon


"Udah dulu lah ya,gue mau pulang"ucap Yana memutuskan sambungan telepon.


Yana masuk ke ruangan para staff untuk mengambil tas nya.


"Saya tunggu di lobby ya mas"ucap Yana kepada Zaki.


"Lho kenapa Yan,kamu di pecat..?"tanya Zaki


"Ngak,aku berhenti kerja,males sama bos seperti itu"ujar Yana senyum


"Oh,tapi gak apa apa kan kalau kamu tunggu aku biar kita pulang bareng"tanya Zaki masih berharap bisa pulang bareng dengan Yana.


"Gak apa apa kok mas,saya tunggu di lobby ya"ucap Yana berlalu keluar.


Yana duduk di lobby menunggu Zaki,namun dia berpikir jika sampai menunggu hingga pukul 17:00,maka dia harus menunggu 3 jam di sana,jadi dia memilih menunggu Zaki di cafe yang ada di depan kantor itu.


Ketika dia sudah sampai di cafe,dia memainkan ponsel nya sembari menunggu waktu pulang datang,namun dia sedikit terganggu ketika ada orang yang ikut duduk di meja nya.


"Lo ngapain sih ngikutin gue terus"ucap Yana protes,orang itu adalah Aldi.


"Enak banget ya kamu santai disini sedangkan jam pulang masih lama"repet Aldi.


"Gue udah berhenti kerja dari perusahaan Lo"ucap Yana menatap Aldi malas


"Tapi gue belum ACC,itu arti nya Lo masih karyawan di kantor"balas Aldi senyum kemenangan.


"Bodo amat,mending Lo kerja sana,jangan mentang mentang Lo asisten bos,kerjaan Lo,Lo bebankan ke orang lain "


"Lo gak bisa seenak nya keluar gitu aja dari kantor "marah Aldi.


"Lah,suka suka gue lah,udah Lo pergi sana Lo udah ganggu kenyamanan gue"sahut Yana sembari kembali memainkan ponsel nya.


Sudah sekitar satu jam Yana sibuk dengan ponsel nya,namun Aldi tetap saja berada di meja dimana yana berada.

__ADS_1


"Eh Aldi Taher,Lo pergi gih,kalau pun gak pergi Lo pindah meja sana gue muak sama muka Lo itu"


__ADS_2