Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
pelaku nya


__ADS_3

Brakkkkk....


Leon menabrak tong sampah  yang ada di sebuah gedung yang kosong, seperti nya memang tempat pembuangan sampah.


Sampah yang berada di dalam tong nya bercecer akibat mobil dari CEO KING KARL.


"Huff,syukur lah"ujar Leon mengelus dada,mobil nya sudah bercampur dengan sampah


"Sayang"ujar Leon melihat ke arah istri nya yang tengah pingsan.


Segera dia turun dan menggendong istri nya keluar dari mobil,dia membawa Mira sedikit jauh dari mobil nya,karena bau sampah begitu menyengat di Indra penciuman nya


Dengan satu tangan mengamit istri nya,dan satu tangan nya lagi,menggenggam ponsel untuk menghubungi supir nya.


"Kamu kesini sekarang,mobil yang saya bawa rem nya blong,hubungi ambulans istri saya pingsan,gak pake lama"ucap Leon ketika sambungan telpon nya sudah terhubung dengan Ujang.


Dia berusaha setenang mungkin,karena jika dia terlalu khawatir bisa semakin menambah masalah.


Leon membuka jas kerja nya,kemudian di letakkan di bawah untuk mengalasi tubuh istri nya.


Dia mencoba melakukan pertolongan pertama,di tekan dada istri nya pelan,kemudian memberikan nafas buatan kepada istri nya itu.


"Bangun sayang,"ucap Leon yang terus saja memberikan nafas buatan untuk istri nya,lama Leon melakukan itu hingga pada akhir nya Mira terbatuk setelah menarik nafas nya dalam.


Istri nya itu belum sepenuh nya sadar,dia melihat samar samar ke arah Leon.


"Ya Allah tampan nya"gumam Mira,dia berpikir diri nya sudah berada di alam yang berbeda.


Leon menepuk nepuk pipi istri nya pelan.


"Sayang,sadar yank"ucap Leon,membuat Mira tersadar sepenuh nya,Mira mencubit kita pipi tampan suami nya.


"Aww,sakit sayang,bandel kamu yah"ujar Leon mengelus pipi nya yang memerah.


"Aku belum meninggal"ucap Mira,membuat Leon mencubit hidung pesek istri nya


"Kamu gak boleh ngomong seperti itu"


"Syukurlah kamu udah sadar,"ujar Leon memeluk istri nya kuat,istri nya hanya pasrah di peluk Leon seperti itu.


"Ini pasti sakit yah"ucap Leon mengelus kening istri nya,yang terlihat memar.


"Gak terlalu sakit kok sayang"ucap Mira,dia hanya terkejut saat suami nya menabrak tong sampah di gedung yang kosong tadi.


Ciiiittt.


Ujang datang dengan membawa mobil BMW Leon dari gudang.


"Tuan dan nyonya gak apa apa"tanya Ujang ketika keluar dari dalam mobil.


"Sudah gak apa apa,sekarang kamu panggilkan montir,lihat kerusakan rem nya, alami atau di sengaja"ucap Leon,dia sudah menebak mobil nya sengaja di rusak untuk mencelakakan diri nya dan istri nya.


Sesuai dengan perintah,Ujang menghubungi montir,lalu dia mengecek mobil bos nya yang berada di tumpukan sampah.


Tak berselang lama ambulans datang dengan menghidupkap suara peringatan


Wiu wiu wiu wiu.


"Siapa yang mau di bawa pak"tanya supir ambulans itu,dia melihat Mira yang sedang berada di pangkuan suami nya.


"Kita ke rumah sakit ya sayang"ucap Leon,Mira mengangguk.


"Jang,kamu bawa mobil ini aja,biar saya naik ambulans,mobil yang rusak itu biar montir saja yang bawa,ingat beri tahu saya kerusakan nya nanti"ucap Leon sembari menggendong istri nya masuk ke mobil ambulans.


"Seperti nya aku bisa jalan lho bg"ucap Mira,dia merasa suaminya terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara dulu"ucap Leon sembari meletakkan istri nya di brangkar.


"Jalan pak"ujar Leon datar.


"Astaga,sama istri nya aja senyum manis,sama aing, muka nya datar kayak papan"batin supir ambulans kesel.


Di tengah perjalanan,ponsel Leon berdering.


Kring kring kring.


"Hallo mom"ucap Leon,ternyata mommy nya yang menghubungi.


"Kamu lagi nyetir..?"tanya Nia.


"Ngak mom,lagi di dalam ambulans"jawab Leon santai,dia tidak tahu mommy nya khawatir mendengar kata ambulans.


"Kamu kenapa, kecelakaan??"


"Iya,tapi aku gak apa apa,Menantu mommy yang sedikit cedera di kening nya"jawab Leon.


"Astaga Brata,baru satu Minggu kamu menjadi suami tapi gak bisa menjaga istri  mu,suami macam apa kamu ini"omel Nia.


Leon terdiam,dia mencerna kata kata mommy nya,benar baru saja satu Minggu dia menjadi suami tapi sudah dua kali Mira kecelakaan.


"Kenapa kamu malah diam,mana Mira nya,kalau mommy kasih tahu sama endang bisa di pecat kamu jadi mantu nya"ujar Nia kesel.


"Nanti Leon hubungi lagi kalau udah di rumah sakit,"


"Hal" ucapan Nia terpotong karena Leon mengakhiri sambungan telpon nya.


"Mommy pasti khawatir sayang"ucap Mira menatap lekat wajah suami nya.


"Iya,abg tahu,"jawab Leon senyum,sesekali dia mengelus lembut pipi istri nya.


Tak berselang lama,kini mereka telah sampai di rumah sakit persada,dengan badan yang kekar,Leon kembali menggendong istri nya masuk ke dalam rumah sakit.


"Suster,tolong periksa istri saya "ucap Leon,dia di tuntun oleh suster untuk masuk ke ruangan UGD.


"Ini tidak apa apa,hanya memar di luar saja"ucap dokter ketika sudah selesai memeriksa kening Mira.


"Gak bakalan membuat istri saya hilang ingatan kan Dok"tanya Leon takut


"Gak pak,cukup di oleskan salep ini nanti memarnya bakalan hilang"ujar dokter memberikan satu kotak salep.


"Baik,lah terimakasih"ujar Leon menerima salep itu.


Kring kring kring.


Lagi,Nia kembali menghubungi anak nya


"Hallo mom"jawab Leon merebahkan badan nya di kursi yang ada di ruangan UGD.


"Gimana keadaan Mira"tanya Nia khawatir.


Leon langsung memberikan ponsel nya kepada istri nya.


"Hallo mom"ujar Mira lembut.


"Gimana keadaan kamu sayang,apa sudah baikan"


"Sudah mom,Mira gak apa apa kok,cuma terbentur aja tadi"ucap Mira,dia tidak mau melihat mertuanya khawatir seperti itu.


"Syukur lah,kalau kamu gak apa apa"ujar Nia lega.


"Mommy sehat ? "

__ADS_1


"Sehat kok,mommy cuma mau ngabarin Minggu depan kalian fitting baju"ujar Nia.


"Oh iya mom,Mira hampir lupa"


"Iya hampir lupa,Udah nikah pulaan"ujar Nia menggoda.


"Hehe" Mira hanya bisa cengar cengir di goda seperti itu.


"Mommy tutup dulu ya,jangan lupa mingguu depan kalian pulang ke sini".


"Iya mom,pasti bakalan Mira ingat"


Sambungan telepon pun berakhir.


"Minggu depan fitting baju"ujar Mira sembari memberikan ponsel suami nya.


"Kalau sempat,Minggu depan kan kita mau jalan jalan ke Lombok"ujar Leon.


"Jalan jalan bisa kapan saja,"ucap Mira datar,membuat Leon yang tadi nya cuek langsung senyum senyum malu kepada istri nya.


"Iya,kita fitting baju Minggu depan"ucap nya.


Dia kembali menghubungi supir pribadi nya.


"Hallo Jang,jemput di rumah sakit persada"ucap Leon dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Kita jalan ke kantin rumah sakit sebentar yuk,"ajak Mira,sudah lama dia tidak memakan jajanan pasar.


Sesuai permintaan tuan Putri nya,Leon mengekori Mira ke kantin rumah sakit itu.mira pun memilah Milah jajanan dan memakan nya di sana.


"Sayang kita pulang yuk,Ujang udah ada di depan"ucap Leon ketika dia sudah mendapat kabar jika supir nya sudah berada di depan.


"Bagaimana keadaan mobil saya"tanya Leon ketika sudah masuk ke dalam mobil,kali ini Ujang membawa mobil Inova yang tadi di pinjam oleh Aldi.


"Rem nya sengaja di putus pak"ucap Ujang,dia sudah memeriksa keadaan mobil bos nya.


"Kurang ajar,siapa yang berani bermain main dengan saya"ucap Leon,Mira mengelus tangan suami nya yang menggepal seperti es kepal.


"Kamu pulang duluan ya,abg mau lihat keadaan mobil kita dulu"ucap Leon mengecup kening istri nya.


"Bawa pulang istri saya,jangan lecet sedikit pun"ujar Leon sembari keluar dari dalam mobil.


Ketika sudah melihat mobil nya hilang dari pandangan,dia menghubungi sepupu nya.


"Al,Lo jemput gue di rumah sakit persada"ucap Leon.


Tanpa menunggu lama Aldi datang dengan membawa mobil BMW yang di pakai oleh Ujang tadi.


"Gue yang bawa"ujar Leon masuk ke kursi kemudi,dengan kecepatan yang tinggi Leon memacu mobil nya.


"Keceng banget Lo,gue belum mau mati "ucap Aldi takut.


Ciiittt.


"Huhh,hampir copot jatung gue"gumam Aldi.


Leon mengetuk pintu rumah Wati,dia ingin memeriksa cctv di rumah mantan karyawan nya itu,untuk mengetahui siapa pelaku yang mau menghilangkan nyawa nya.


"Maaf pak,saya belum mendapatkan pembeli"ucap Wati gugup,dia berpikir Leon datang untuk menagih uang yang ia korupsi waktu itu


"Saya mau memeriksa cctv di rumah ini"ucap Leon menunggu persetujuan dari mantan karyawan nya.


"Silahkan pak"ucap Wati mempersilahkan.


Leon menatap fokus ke arah monitor,menunggu tampilan layar sosok siapa pelaku yang hampir  mencelakaan diri nya dan istri nya.

__ADS_1


"Kurang ajar"


__ADS_2