
"aku udah sembuh lho ini"ujar Mira berjalan ke arah Leon.
"Kamu belum boleh kerja sayang,tapi kalau kamu bosan di rumah kamu boleh main ke mari,kapan pun kamu mau"ujar Leon sembari merogoh ponsel dari dalam kantong jas nya.
Dia membuka aplikasi kontak di ponsel nya lalu menghubungi asisten nya.
"Lo datang ke mari,ada yang mau gue bicarakan"ujar Leon ketika aldi sudah menerima panggilan nya.
"Kita lunch yuk,belum makan kan pasti nya"ucap Leon kepada istri nya
"Emang nya abg udah selesai kerja,tadi aja ku lihat pandangan nya gak bisa beralih dari laptop "ujar mira,dia tidak ingin menganggu pekerjaan suami nya.
"Iya,kalau masih sibuk kami bisa pulang sekarang kok, ya mir"tanya Yana ke sahabat nya itu.
"He'em"jawab Mira mengangguk
Bersamaan dengan itu pintu ruangan Leon pun terbuka
Clek.
"Mau ngomong apaan Lo"tanya Aldi,sembari berjalan ke arah ketika manusia dewasa itu.
Yana memperhatikan lelaki yang baru saja datang ke ruangan suami Mira itu dengan alis yang berkerut,dia bingung mengapa dia tidak sopan terhadap bos di perusahaan ini.
"Nih, sekretaris buat Lo,biar kerjaan Lo sedikit longgar"ujar Leon menunjuk ke arah Yana,Aldi menatap ke arah Yana sekilas,lalu mengangguk.
"Yan,kenalin dia sepupu aku sekaligus asisten,kamu akan jadi sekretaris nya "ujar Leon memperkenalkan sepupu nya.
"Yana eferintiana"ujar Yana senyum sembari mengulurkan tangan ke arah Aldi.
"Aldi Hutapea"ujar Ardi datar,menjabat uluran tangan Yana.
"Astaga ini sih lebih dingin dari suami Mira,senyum dikit kek"batin Yana.
"Kita lunch dulu"ujar Leon sembari berdiri dan mengamit tangan kekasih nya.
"Ber empat ? Tanya Yana.
"Iya, yuk"ujar Leon sembari berjalan menggandeng tangan istrinnya.
"Aku pulang duluan aja,masih ada urusan,mir gue pulang duluan ya"ujar Yana sembari berjalan ingin keluar,tampak nya dia kesel jika bergabung dengan Aldi.
"Emang urusan Lo apan Yan,"tanya Mira,ketika Yana sudah sampai di pintu.
"Ada lah pokok nya"
"Nanti kita urus sama sama,kita makan dulu,kita udah gak pernah lho makan bareng lagi"ujar Mira,dia tidak mungkin membiarkan Yana pulang sendiri,sedangkan ke kantor suami nya tadi mereka pergi berdua.
Mendengar ucapan Mira,akhir nya Yana pun ikut lunch bersama.
Mereka pergi dengan menggunakan mobil Leon ,sepasang suami istri itu duduk di belakang kemudi,Yana di depan tepat di samping Aldi sebagai supir.
__ADS_1
"Yan"panggil Mira dari belakang ketika sahabat nya itu menetap lurus kedapan.
"Kenapa"tanya Yana menoleh ke arah Mira sekilas.
"Ngetes doang"ujar Mira tertawa,dia melihat sahabat nya itu terlalu tegang
"Bisa aja Lo"ujar nya tanpa menoleh.
Tak berselang lama mereka kini telah sampai di animal restaurant.
Mereka memesan menu,sepasang suami istri itu saling menyikut melihat ekspresi Yana dan juga aldi,kedua nya berwajah datar.
"Al,Lo Anter Yana pulang ya,soal nya gue Sama Mira masih ada urusan "ujar Leon ketika mereka telah selesai makan.
"Lo bisa naik taksi kan??"tanya Aldi ke sahabat Mira itu.
"Bisa kok"jawab Yana cepat.
"Ya jangan lah,lagian mobil Yana masih di kantor"ujar leon.
"Iya Al,kasihan Lho dia naik taksi,"ujar Mira mereka punya rencana untuk sahabat nya ini.
"Gak apa apa kok mir,gue udah biasa naik taksi"ujar Yana senyum,dia juga tidak mau satu mobil berdua dengan calon bos nya itu.
"Urusan yang Lo bilang tadi,masih bisa kan di urus besok"tanya Mira yang masih ingat dengan ucapan sahabat nya sewaktu mereka di kantor tadi,padahal itu hanya alasan saja agar dia tidak ikut lunch bareng.
"Bisa kok"jawab Yana senyum.
"Iya hati hati"ujar Yana,dia ingin menunggu sahabat nya pergi duluan baru dia akan memesan taksi.
"Inget Al,Lo anterin dia kalau gak,gaji Lo gue potong 50% "ujar Leon mengancam,membuat sepupu nya berdecak.
"Ayo sayang,"ujar Leon sembari mengamit lengan istri nya.
"Yan kami duluan"ujar Mira sembari melambaikan tangan nya.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil Fortuner silver,yang di bawakan oleh supir Leon.
"Berdosa gak ya ngerjain sahabat seperti itu"ucap Mira senyum.
"Ngak lah,kita kan cuma mendekatkan mereka"jawab suami tampan Mira itu.
Sementara di restauran Yana menatap keluar apakah sahabat nya sudah pergi,setelah melihat mobil yang di tumpangi Mira dia berdiri untuk mencari taksi.
"Lo mau kemana"tanya Aldi,ketika melihat Yana bergegas pergi dari meja nya.
"Mau pulang lah"jawab Yana datar.
"Tunggu, minuman gue masih belom habis"ujar Aldi sembari memainkan ponsel nya.
"Gue pulang naik taksi aja"ucap Yana sembari pergi meninggalkan Aldi yang tengah asik bermain ponsel.
__ADS_1
Aldi mengejar Yana yang sudah berada di luar restaurant.
"Eh Tiana,tunggu"ujar Aldi menangkap tangan sahabat Mira itu.
"Apaan sih Lo, lepasin"ujar Yana menghempaskan tangan Aldi.
"Jutek banget Lo jadi perempuan"umpat Aldi,
"Dari pada Lo dingin kek beruang kutup"balas Yana ketus
"Tunggu di sini gue mau bayar makan dulu"perintah Aldi.
"Ogah,bagus gue naik taksi aja"ujar Yana,dia paling gak suka terhadap lelaki dingin.
"Jangan ngebantah gue sekarang atasan Lo"ujar Aldi mengertak.
"Belum kali,gue kan kerja nya besok"
"Bandel banget sih Lo"ujar Aldi menahan emosi.
"Lah,kan Lo sendiri yang bilang kalau gue naik taksi aja"ucap Yana sembari berjalan meninggalkan Aldi.
"Tiana tunggu"ujar Aldi mengejar Yana keluar.
"Eh mbak mas,belum bayar "teriak waiters kepada Yana dan aldi.
Aldi dan juga Yana menoleh ke arah sumber suara,mereka merasa malu.
"Yang kek gini ni,biasa nya alasan orang biar gak bayar"ujar salah satu pengunjung restauran,
"Astaga malu banget gue"batin Yana.
"Ini mbak"ujar Aldi memberikan uang lima ratus kepada waiters yang meneriaki mereka tadi.
"CK,buat malu aja Lo"ujar Aldi sembari mencekal tangan Yana,sehingga Yana meringis kesakitan.
"Sakit bego"ucap Yana menunjuk perut Aldi kuat.
"Aw,Lo cewe apa cowo sih,banci kali yah"ujar Aldi meringis kesakitan.
"Yang banci itu Lo,berani nya sama cewe"ujar Yana berusaha menarik tangan nya namun Aldi tidak mau melepaskan nya,dia terlalu takut di potong gaji,sedangkan ini adalah gaji pertama nya.
"Lepas atau gue teriak"ancam Yana.
"Oke,tapi Lo jangan pergi,gue gak mau gaji gue di potong"ucap Aldi mengalah.
"Emang gue pikirin "ujar Yana,sembari berlari agar terhindar dari Aldi,namun tiba tiba kaki nya terlilir.
"Aww"pekik Yana.
"Lari lagi Lo sana"ujar Adli mengejek,Yana berusaha berdiri namun kaki nya terlalu sakit.
__ADS_1