
Leon memasuki ruangan rumah sakit dia benar benar khawatir dengan keadaan istri nya,suami Mira itu berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan di mana keberadaan kamar istri nya,namun karna Mira belum memberikan identitas nya kepada rumah sakit, resepsionis itu tidak menemukan kamar pasien yang bernama Mira Chandra.lalu Leon menunjukkan foto istri nua yang ada di dalam ponsel, resepsionis itu pun tetap berkata jika dia tidak melihat wanita yang ada di dalam foto itu masuk ke dalam rumah sakit.
Leon kembali menghubungi resepsionis nya,untuk menanyakan dimana letak kamar istri nya.
"Hallo Tini,istri saya ada di ruangan mana"tanya Leon, resepsionis nya yang tidak menanyakan hal itu tadi kepada Mira,pun bingung untuk menjawab pertanyaan dari bos nya.
"Maaf pak, saya tidak menanyakan hal itu tadi,karena saya berpikir perempuan itu hanya menipu"balas Tini.
Bos besar itu tidak bisa menyalahkan Tini,karena dia belum memberikan kabar jika diri nya sudah menikah dengan Mira.
"Kamu hubungi kembali nomor itu,lalu beri tahu ke saya dimana letak ruangan istri saya"ujar Leon kemudian memutuskan Sambungan telpon.
Tak berselang lama Leon telah mendapatkan informasi dimana letak kamar istri nya,dia segera menuju ruangan UGD.
Clek.
Mira dan wanita paruh baya yang menolong nya menoleh ke arah pintu, memperintahkan sosok Leon Brata disana.
"Sayang kamu gak apa"? Tanya Leon sembari mendekat ke arah Mira lalu mencium singkat kening istri nya.
Mira menggeleng,lalu tersenyum merasa lega akhir nya suami nya menemukan diri nya.
Cup.
"Maafin aku sayang,belum bisa menjaga kamu dengan baik"ujar Leon menggenggam jemari istri nya.
"Aku yang minta maaf,tenagaku gak kuat untuk melawan laki banci itu"jawab Mira,dia merasa jijik akan diri nya yang di sentuh oleh mantan suami nya.
"Kamu tenang aja,aku gak akan biarkan celah buat dia untuk menyentuh kamu lagi"ujar Leon mengepalkan tangan nya.
"Ibu pamit dulu ya ndok,"ujar wanita paruh baya itu,sembari berdiri
"Tunggu dulu Bu,nanti kami yang akan mengantar ibu pulang"jawab Mira,suaminnya menoleh ke arah wanita itu,karna terlalu senang dia tidak sadar akan sosok wanita itu.
"Ibu ini yang selamatin aku,dan bawa aku ke rumah sakit sayang"jelas Mira menjawab kebingungan di wajah suami nya
"Terimakasih banyak Bu,udah membawa istri saya ke rumah sakit,saat ini sungguh sangat jarang orang seperti ibu"ujar Leon sembari menyalim tangan wanita paruh baya itu.
"Sama sama, kebetulan ibu ada di sana saat Mira pingsan"jawab wanita itu.
"Ibu nama nya siapa,dan rumah ibu dimana"tanya Leon lembut.
__ADS_1
"Nama ibu nasmi,ibu tinggal di gang baja,di jalan cut nyak Din"
"Biar diantar sama supir saya"ujar Leon.
"Jangan sayang,kita saja yang mengantar ibu nasmi"ucap Mira.
"Kamu udah boleh pulang,?? Kamu masih sakit harus di rawat "ujar Leon,dia merasa ngilu melihat luka di kaki dan kepala Mira,padahal istri nya sudah merasa baikan.
"Udah boleh pulang sayang,kita tinggal mengurus administrasi nya"
"Tapi kamu apa sudah baikan,luka kamu banyak lho"
"CK,cuma dua tempat doang,ini gak apa apa,nanti minum obat juga udah sembuh"
Nasmi yang melihat interaksi dari sepasang suami istri itu merasa terharu,dia melihat Leon begitu perhatian kepada istri nya.
"Itu kaki kamu kenapa bisa di perban kayak gitu"tanya Mira penasaran.
Leon tidak menjawab,dia menghubungi supir nya untuk mengurus administrasi istri nya.
"Jawab dong"
"Udah yuk,pulang mari Bu kami antar pulang"
"Sayang"ujar Mira cemberut,sunggu Leon ingin mengigit bibir Mira yang cemberut itu,namun dia tidak menjawab pertanyaan istri nya,dia malah menggendong Mira untuk keluar ke dari ruangan itu menuju mobil,walau kaki nya sakit namun dia tidak memberikan istri nya untuk jalan
Kursi roda kan ada Bambang..°^°
"Jalan pak"ucap Leon ketika mereka telah sampai di dalam mobil,
Sepanjang jalan menuju rumah Bu nasmi,Mira hanya menatap ke luar,dia sama sekali tidak menghiraukan Leon di samping nya yang selalu ingin mengenggam tangan nya,Mira terus saja menarik tangan nya ketika Leon menyentuh dan menyandar di bahu Mira.
Dia masih merasa kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab oleh suami ganteng nya itu.
"Ibu turun di sini aja"ujar nasmi ketika sudah sampai di gang rumah nya.
Mobil yang mereka tumpangi pun berhenti.
Citt.
Mira mengikuti nasmi ke gang untuk masuk ke dalam rumah nya.
__ADS_1
"Yank,sini biar ABG gendong"ucap Leon ketika Mira bejalan duluan,Mira ingin membalas suami,dia juga tidak menggubris ucapan Leon.
"Yankk""
"Mira Chandra"
Sungguh Leon tidak sanggup dicuekin oleh istrinnya seperti itu.
"Mari masuk ndok,maaf rumah ibu seperti ini"ujar nasmi,rumah nya yang terlihat sederhana.
"Santai saja Bu,rumah saya juga sama seperti ini kok"ujar Mira senyum,namun ketika pandangan nya mengarah ke suami nya wajah nya berubah menjadi cemberut.
"Saya gak bisa memberi banyak Bu,saya benar benar berterimakasih atas pertolongan ibu ke istri saya"ujar Leon sembari memberikan satu amplop berwarna kuning,yang sudah di siapkan oleh supir pribadi nya atas perintah nya.
"Gak perlu seperti itu ndok,saya ikhlas"ujar nasmi menolak pemberian Leon,karna dia benar benar tulis menolong Mira saat itu.
"Gak apa apa buk,tolong di terima saya juga ikhlas"ucap Leon kembali memberikan amplop kuning itu kepada nasmi.
"Kami gak bisa berlama lama Bu,istri saya seperti nya harus Istirahat"ujar Leon,dia ingin segera membujuk istri nya yang sedang ngambek.
"Iya ndok,hati hati di jalan ya"ujar nasmi,dia tidak enak hati jika menahan mereka di rumah nya,karena untuk memberi minuman teh pun dia tidak punya stok gula di rumah nya.
Mira menyalim punggung tangan nasmi dan berpamitan.
Sepanjang perjalanan Mira hanya menatap ke arah jendela membuat suami nya musuh misuh.
"Yank,udah dong marah nya"ujar Leon sembari mendekat ke arah istri nya dan mengelus jemari wanita cantik itu,namun Mira seolah tidak perduli dengan ucapan suami nya dia sama sekali tidak menggubris.
Sebenar nya Leon tahu sebab Mira ngambek seperti itu.
"Yaudah,biar aku cerita kenapa kaki ku sampai seperti ini,tadi waktu nyari kamu aku di tembak oleh polisi"
Mira menoleh ke arah suami nya,dia memicingkan mata,bingung kenapa bisa suami nya sampai di tembak oleh polisi.
"Aku emosi, ngelihat CCTV di cafe,waktu lelaki bajing*n itu menggendong paksa kamu ke motor nya,jadi aku habisin dia di jalan kota"ujar Leon menceritakan semua penyebab kenapa dia bisa tertembak oleh polisi.
"Ya ampun,maafin aku ya sayang,gara gara aku,kaki kamu seperti ini"ujar Mira menoleh ke arah suami nya sembari menggenggam erat jemari nya.
"Gak usah minta maaf,sudah kewajiban ku untuk menjaga kamu"
Mira menyandar ke bahu kekar suami tampan nya,Leon mengurai rambut istri nya.
__ADS_1
"Mulai saat ini,gak akan ada yang boleh nyentuh kamu sedikit pun"