Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
s2 perkenalan


__ADS_3

"Ngak mau pah"yana terang terangan menolak,dari pada nanti dia berkata iya tapi hati nya berkata tidak.


"Kenapa yan,lagian tadi kamu bilang belum punya pasangan.dari pada cari yang tidak pasti mending sama rekan papa yang udah jelas mau ke jenjang serius"ujar selvi.


"Mah..!,ini bukan lagi jaman nya siti nurbaya,yana gak mau di jodohkan,yana bisa cari pasangan sendiri"yana tetap saja keukeh tidak mau di jodohkan.


"Kalau seperti itu kapan kamu nikah nya,kami mau lihat kamu menikah sayang"ujar selvi.


"Is,itu aja yang dibahas.mama cuma mau ngomongin ini aja maka nya cepat pulang?"tanya yana telak.benar saja tio dan selvi cepat pulang hari ini karna rekan kerja ingin meminta putri tio untuk anak nya.tio belum bisa memberi jawaban dia ingin menanyakan terlebih dahulu ke putri tersayang nya.tio berpikir putri nya akan setuju karena dia tidak pernah melihat putri nya membawa pasangan kerumah.


Tapi dugaan nya salah,yana menolak bahkan sebelum dia mengenal lelaki yang akan di jodohkan.


"Bukan cuma itu aja sih,papa juga mau bertanya apa kamu masih bekerja di perusahaan nya leon?".


"Sudah ngak"


"Kenapa?"


"Yana males ketemu sama cowo yang waktu itu ngempesin ban mobil yana,dia asisten nya leon jadi yana gak bisa minta mira buat mecat dia"ujar yana kesel.


"Ooh jadi karna cowo itu,kalau papa pikir pikir kayak nya dia suka sama kamu"


"Suka dari mana orang dia nyebelin nya kekgitu".


"Gini aja,kalau dalam tiga hari ini kamu belum bisa ngenalin pacar kamu ke papa kamu harus mau di jodohin sama anak rekan kerja nya papa"ujar tio


"Mana bisa yana nyarik pacar dalam tiga hari,kalau tiga bulan mungkin masuk akal.yana gak mau ah"


"Papa gak nanya,ini perintah dan harus di kerjakan"tegas tio.


"Mah liat tuh papa"adu yana manja.


"Kalau kamu gak mau di jodohin,cari dong pacar kamu,dan kenalin ke mama"ujar selvi


"Yaudah deh lihat nanti,yana mau ke kamar istirahat".


"Ingat ya,papa tunggu dalam tiga hari"ujar tio,yana berdecak karena nya.


Sampai di kamar yana menatap langit langit kamar nya sembari berpikir jalan keluar agar tidak di jodohkan dengan rekan kerja ayah nya.


Dia teringan seorang lelaki yang ada di kantor KING KARL.


"Zaky,tapi apa dia mau sama gue,masa gue yang nembak duluan.Ngak banget!"


Dia berpikir keras,bagaimana mencari pacar dalam waktu tiga hari,sudah sekitar tiga jam dia berbaring mutar kanan mutar kiri untuk mencari solusi tapi tidak kunjung mendapatkan nya.

__ADS_1


"Arrgg,pacar mana sih lo kenapa lo gak dateng juga"teriak yana,suara nya memenuhi isi kamar nya.


"Coba aja deh terima dulu,siapa tahu orang nya ganteng dan sesuai dengan kriteria gue"gumam yana,tidak kunjung mendapatkan jawaban yana pun memilih jalan pintas.


Pagi hari keluarga tio sedang mengadakan sarapan pagi seperti pagi biaa nya.


"Pah,yana mau di kenalin dengan anak rekan papa,tapi ada syarat nya"ucap yana memulai percakapan.


"Apa tuh syarat nya?" Tanya tio.


"Sebelum lanjut ke hubungan serius yana mau mengenal dia dalam waktu tiga bulan,kalau hati yana sudah cocok maka kami akan menikah tapi kalau tidak yana tetap akan menolak nya"


"Oke,kalau kamu mau nya seperti itu,nanti siang papa akan ajak mereka untuk makan siang"ujar tio.


"Ada lagi nih pah"


Tio menunggu jawaban putri nya.


"Papa sama mama,harus punya waktu yang lebih lama untuk yana jangan sibuk kerja terus"pinta yana.


"Iya,akan mama usahain,papa juga kan?"tanya selvi,suami nya mengangguk.


"Pasti sayang".


•••


Sembari menunggu kedatanagan lelaki yang mau di kenalkan untuk nya,yana memainkan ponsel nya agar tidak terlalu bosan.


Menunggu sekitar lima belas menit akhir nya rekan kerja tio pun datang bersama demgan anak nya,dengan pakaian formal lelaki itu datang dan duduk sekat dengan kursi yana.


"Maaf pak,sudah menunggu lama kami terjerat macet tadi"ujar agus rekan kerja tio.


"Santai aja,kamu juga baru sampai kok"ucap tio


"Baru setengah jam"sahut yana kelepasan,selvi hanya bisa geleng geleng.


"Oh iya ini kenalin anak saya yana"ujar tio.


"Yana pak,buk, mas"satu persatu yana menyalami orang itu.


"Andreas,panggil aja andre"ujar lelaki itu tersenyum ramah.


"Lumayan ganteng sih,tapi mata nya agak kurang menyakin kan"ujar yana,kurang menyakin kan yang di maksud nya jelalatan lirik sana lirik sini.


"Jadi gimana pak tio,apa bapak setuju untuk segera menikahkan anak kita"tanya agus,yana berpikir kenapa rekan atah nya terlihat buru buru,tapi dia mau mendengar jawaban dari ayah nya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Begini pak,putri saya mau mengenal terlebih dahulu sifat anak bapak,bukan kah menikah juga harus mengenal satu sama lain"ujar tio.


"Iya tapi,setelah menikah kan bisa juga di lakukan perkenalan pak,dan lebih menjaga dari fitnah dan jinah"jelas agus


"Ck.maksaa banget sih ni orang tua"batin yana.


"Iya benar,dan di agama kita juga ada sistim taaruf kan,salah satu nya iya itu saling mengenal kurang lebih tiga bulan"ujar tio,dia juga berpikir untuk tidak langsung menikahkan putri nya,karna dia takut jika dia salah langkah maka putri nya yang akan sengsara.


"Iya pak betul,tapi anak saya sudah tidak sabar untuk menikah,jika perkenalan nya dalam waktu dua minggu saja gimana pak ?saya juga sidah tidak sabar ingin memomong cucu"ucap mela ibu nya andreas.


"Iya,lebih cepat lebih baik sih pa"sahut selvi.


"Tidak ada yang mau di kejar pak,buk.jika allah sudah berkehendak maka akan terjadi,jika ibu ingin memomong cucu banyak lho pasangan  di luar sana yang sudah menikah puluhan tahun tapi belum di karunia i anak" yana diam sejenak lalu melanjutkan ucapan nya


"Terlebih dari pengalaman yang saya lihat,banyak seorang istri di buang hanya karna belum bisa memberi keturunan,dan saya salah satu wanita yang takut di Perlakukan seperti itu" ujar yana,kedua orang tua nya hanya terdiam mereka bangga melihat anak nya yang tidak langsung marah saat di paksa seperti tadi.


"Nak yana tenang saja,kami tidak seperti itu kok,mana brani kami memperlakukan anak seorang pengusaha besar di kota ini seperti itu"ujar agus.


"Alah karna bokab gue kaya,ngomong nya seperti itu"gumam yana yang di dengar oleh mama nya,selvi memegang tangan anak nya.


"Hsst,gak boleh ngomong seperti itu"bisik selvi.


"Jadi jaangan takut untuk menikah dengan putra kami nak yana,niat baik sebaik nya di laksanakan dengan cepat"ujar mela.


"Kalau ibu tidak sabar menunggu selama tiga bulan,silahkan cari calon lain untuk putra ibu saya tidak merasa diri saya cantik tapi menikah untuk mencari kebahagiaan saya takut akan menyesal jika mengambil keputusan dengan cepat"ucap yana santai.


"Gak apa apa kok pak buk,andre akan menunggu yana,karna dia sudah mengisi hati andre yang kosong"ujar andre.


"Baik lah,ayo silahkan di makan hidangan nya nanti keburu dingin"ucap tio


Dua keluarga itu pun menikmati makan yang ada di meja.


"Kamu suka nonton bioskop gak"tanya andre ketika mereka telah selesai makan,sedangkan orang tua mereka juga sedang asik berbincang tentang bisnis.


"Gak terlalu sih kalau lo gmna suka?"yana bailk bertanya.


"Sama aku juga suka,gimana kalau nanti malam kita nonton mau ?"tanya andre.


"Oke"ucap yana,menurut nya ini adalah langkah pertama untuk lebih mengebal calon yang di kenalkan oleh orang tua nya.


"Sebelum nonton,gmna kalau kita jalan ke mall dulu mau?"


"Kalau ke mall gak dulu deh,soal nya aku baru saja ke mall sebelum kemari tdi"ucap yana.


"Pak,saya ijin bawa putri bapak untuk jalan,nanti akan saya pulangkan sebelum jam sepuluh"ucap andre.

__ADS_1


"Silahkan,tapi dengan satu syarat putri saya tidak lecet sedikitpun"


__ADS_2