Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
melakukan pembenaran


__ADS_3

"Gini ya pak,saya kalau  salah di marahi saya pasti  diam tapi kalau saya tidak salah saya gak mau diam,jangan mentang mentang bapak yang punya perusahaan seenak nya aja sama orang lain"ucap Mira tegas.


"apa kamu bilang"tanya Leon datar.


"Saya bilang kalau saya tidak bersalah,saya tidak akan diam ketika di tindas seperti ini,bapak pikir saya akan takut karena bapak bos besar di perusahaan ini,tidak sama sekali pak,saya sebagai karyawan rendah tidak akan takut meskipun bapak memecat saya sekarang juga,karena menurut saya,rezeky saya bukan dari Perusahaan ini saja"ucap Mira tegas,Leon tercekat dia tidak menyangka kalau Mira akan berani seperti itu,tapi Leon mengapresiasi keberanian Mira itu.


"Oke,kamu benar, saya cuma ngetes keberanian kamu saja, seperti nya kamu bisa di kasih bintang lima tentang keberanian mu ini"ucap Leon,dia cukup takut jika harus di tinggalkan oleh Mira,Mira yang mendengar itu hanya bisa diam,dia benar benar sangat takjub dengan keberanian nya sendiri,


"Yaudah lah,kata kata saya tidak usah terlalu di pikirkan, sekarang kita pergi untuk meeting"ucap Leon sembari keluar dari ruangan nya.mira pun mengangguk lalu mengikuti Leon dari belakang.


"Aduh gue apaan ya tadi berani banget sama bos,untung dia cuma ngetes,kalau bener bener marah sama gue,bisa bisa dia bakal buat hidup gue sengsara secara kan dia orang kaya"manolog Mira dalam hati,Mira sama sekali tidak berniat buat melawan Leon tadi hanya saja dia reflek karena merasa dia tidak bersalah namun leon memarahi nya,tapi Mira berjanji pada diri nya cukup hari ini saja dia melawan bos besar itu.


Ketika sudah berada di parkiran Mira hanya diam menunggu Leon berucap,namun leon masuk ke mobil mewah nya  tanpa mengucapkan kata kepada Mira.


Leon pun memandang keluar untuk melihat kebaradaan Mira karena dia tidak ikut  masuk ke dalam Mobil leon,setelah melihat Mira yang hanya diam di belakang Leon keluar dari mobil nya.


"Kamu kenapa tidak ikut masuk"tanya Leon.


"Em,saya pikir saya pergi nya bukan satu mobil dengan bapak"ucap Mira,dia berfikir kalau seorang sekretaris tidak  akan satu mobil  dengan bos nya.


"Ck.maka nya saya kasih tahu sama kmu kalau gak tahu itu harus nanya dulu,bukan malah diam seperti ini,sekarang masuk "perintah Leon.


"Baik pak"ucap Mira sembari duduk di kursi belakang,Leon sengaja tidak mengikut sertakan supir pribadi nya,karena dia ingin berduaan dengan Mira.


"Kamu kira saya driver ojol,"ucap Leon ketika sudah masuk di kursi kemudi


"Heuh"tanya Mira dia tidak mengerti maksud dari Leon barusan.


"Kamu pikir saya ini supir kamu"ucap Leon lagi.

__ADS_1


"Maksud bapak saya yang nyetir,maaf pak saya tidak bisa nyetir mobil"ucap Mira dengan polos nya.


"Ck,bukan begitu maksud saya,kamu duduk di depan"ucap Leon ketika sudah habis kesabaran nya,


"Kok bisa sih hati gue lengket ke ni cewe,cantik sih tapi nyebelin nya itu loh ,huff"batin Leon menahan bibir nya untuk merepeti Mira.


"Udah,"tanya Leon ketika Mira sudah masuk ke dalam mobil,tepat nya berada di samping nya.


"Sudah pak,"ucap Mira sembari memasang seftibel.


Leon pun menjalankan mobil nya dia menghidupkan musik yang ada di dalam mobil nya agar suasa nya tidak canggung,sungguh Leon merasa gugup karena baru kali ini dia satu mobil dengan Mira  dengan status bos dan karyawan,tidak seperti dulu sebelum Mira sah bercerai dari suami nya,setelah lima belas menit di dalam perjalanan akhir nya mereka pun kini sampai.


Meraka berhenti di salah satu cafe mewah,kalau di lihat lihat tempat ini sangat  cocok untuk sepasang kekasih yang lagi melakukan  kencan.


Mira mengikuti langkah Leon untuk memasuki cafe mewah itu Lalau mereka berhenti di meja nomor 32,tempat nya paling ujung.


"Kamu pesan makanan dulu aja,kita makan siang dulu baru nanti lanjut meeting"ucap Leon sembari melihat lihat menu di meja itu.


"Mira"panggil Leon Mira pun mendongak kan kepala nya untuk melihat Leon.


"Iya pak"sahut nya sembari menatap wajah Leon,hati Mira sedikit bergetar melihat ketampanan CEO dingin itu, namun Mira hanya sebatas mengagumi ketampanan nya saja.


Melihat Mira memandangi diri nya seperti itu Leon jadi salah tingkah sendiri.


"Kamu kok ngeliatin saya begitu amat"tanya Leon.


"Oh iya maaf pak"ucap Mira salah tingkah.


"Tadi bapak manggil saya,kenapa pak"tanya Mira lagi,Leon yang hanya ingin melihat Mira berhenti bertukar pesan dengan pacar nya itu,Leon malah tidak bisa berkata kata.

__ADS_1


PEsanan nya pak,ucap waiters yang berada di cafe itu,dan Leon sangat bersyukur kalau waiters itu menyelamatkan dia dari pertanyaan Mira.


"Ah iya silahkan di makan"ucap Leon,Mira mengangguk lalu bersiap siap untuk makan.


Sedangkan di waktu yang bersamaan di Jakarta.


"Cit, kayaknya kamu berhenti kuliah aja deh mama udah nggak ada uang lagi sedangkan rumah ini pun bakalan kita jual untuk kita makan Kakak kamu rafka juga belum keluar dari penjara  entah sampai kapan dia membusuk di penjara itu Mama nggak tahu"ucap Fatma merasa pusing dengan keuangan, sebelum rafka penjara rafka yang selalu menafkahi mamanya bahkan membeli emas perhiasan beserta alat-alat rumah semua di bebankan kepada rafka, Fatma tidak mau bekerja dengan alasan karena dia sudah tua dan saat ini dia pusing bagaimana dia mendapatkan makanan sedangkan rafka masih ada di dalam penjara.


"Kok Citra berhenti kuliah sih ma rugi dong ma, tinggal satu semester lagi Citra akan wisuda mama kerja lah biar kita punya makan biar sekalian untuk biaya kuliah Citra"ucap citra memberi saran ke mamama nya,sungguh anak yang durhaka.


"Kamu menyuruh Mama buat kerja enak sekali muncung kamu itu ya Mama tabok mau, lagian kamu kan bisa kerja nggak usah kuliah lagi pokoknya mama nggak mau tahu pokoknya kamu harus cari kerja buat makan kita Mama udah tua udah nggak bisa lagi bekerja dan ingat ya cit kalau kamu mau kuliah kamu harus kerja yang lebih giat supaya gaji kamu memadai untuk biaya kuliah beserta makan kita"ucapan marah sungguh dia merasa Citra anak yang durhaka menyuruh mamanya bekerja semenjak ditinggal suaminya untuk selingkuh dengan perempuan lain dirinya memilih untuk jadi single parent membiayai kedua anaknya rafka beserta Citra namun setelah bekerja Fatma memilih untuk berdiam diri di rumah dan menikmati hasil kerja keras rafka dia selalu berkata kepada rafka.


"Rafka Mama sudah mengkuliahkan kamu selama 4 tahun hingga S2 kamu harus ingat perjuangan Mama mengkuliahkan kamu itu jadi apapun yang Mama minta tolong kamu turuti anak "ucap Fatma kala itu dan rafka pun mengiyakannya. Citra dan rafka tidak mengetahui kalau papanya dulu selingkuh bahkan mereka mengira kalau papanya sudah meninggal karena memang Fatma berkata demikian setiap anaknya bertanya ke mana papanya Padma selalu berkata papanya sudah tenang di alam sana namun yang sebenarnya suami Fatma ini masih hidup bersama istri barunya dengan tentram, suami Fatma selingkuh karena Fatma yang selalu marah ketika uang belanja kurang dan jarang melayani suaminya bahkan selalu mementingkan dirinya sendiri mempercantik dirinya sendiri hingga pada akhirnya suami Fatma ini selingkuh dengan perempuan lain namun diketahui oleh Fatma, kala itu rafka masih berumur 3 tahun dan Citra masih berada di dalam kandungan bahkan papa Citra tidak tahu kalau Citra berada dalam kandungan Fatma


Sejak saat itu Fatma berusaha mencari uang dengan cara apapun dia tidak malu walau bekerja apapun hingga pada akhirnya rafka berhasil menyelesaikan kuliahnya hingga S2 dari situlah Fatma menjadi angkuh dan sombong karena kesuksesan anaknya yang pertama


Papanya rafka tidak lepas dari tanggung jawab setiap bulan papa Rafka selalu memberi uang lewat transfer ke rekening Fatma.


"Ya udah kalau begitu Citra mau cari kerja dulu ya ma "ucap Citra kemudian pergi dari rumah


Sejak istri dari Junaedi melabrak dia mendatangi citra ke rumahnya Citra jari trauma merayu om-om berduit namun kali ini dia akan mencari mangsa baru karena dia tidak tahu harus ke mana mencari pekerjaan lebih tepatnya dia malas untuk berusaha bekerja dia lebih memilih merayu om-om yang berduit agar tidak lelah bekerja dia mencari kesana kesini di kafe-kafe di mall tapi dia tidak menemukannya hingga pada akhirnya dia pergi ke diskotik untuk mencari mangsa.


Citra bertemu dengan om-om yang lumayan tajir dia berusaha merayu om-om itu meyakinkan bahwa Citra bisa memuaskannya


"Selamat sore om, kenalkan namaku Citra"ucap Citra memperkenalkan dirinya Om tajir itu pun kemudian memandangi Citra dari atas hingga ke bawah Dia menggoyang-goyangkan kepalanya karena merasa Citra masuk ke dalam kriterianya


"Oh ya nama saya Abram, berapa umurmu "tanya om tersebut. Citra pun tersenyum senang karena lelaki itu meresponnya.


"Umur saya 21 tahun Om"balas Citra.

__ADS_1


"Oke,kamu bersedia kan menemani saya nanti malam"tanya lelaki yang bernama Abram itu.


__ADS_2