
Tidur bersama dengan rasa kecewa Leon kini mempikan Mira dengan senyum yang mengejek dan berkata "kamu bukan siapa, bagiku kamu adalah orang yang hanya mengandalkan uang demi kepentingan dirimu sendiri" hingga Leon terbangun masih mengingat kata yang di ucapkan Mira di dalam mimpinya dia kini menatap ke arah jendela yang gorden nya tidak dia tutup tadi malam.
"Akan aku buat kamu jatuh cinta dengan cara ku mira"gumam Leon berusaha menerima keputusan Mira, dia tersenyum senang sekarang.
"Aku suka di tantang seperti ini"gumam nya lagi.
Leon kembali bersemangat untuk memulai hari nya, dengan jam yang masih menunjukkan 05 : 00 pagi, bahkan Dunia pun masih terlihat gelap dengan semangat dia bergegas untuk mandi kemudian memakai baju kerja nya lalu langsung pergi ke kantor.
Entah kemana Leon yang tidak bersemangat tadi malam.
Ketika Leon sudah sampai di ruangan nya dia duduk di samping jendala yang memperlihatkan terbit nya matahari di hadapan nya.
Tak henti nya dia memperhatikan arloji yang ada di tangan nya,dia sangat tidak sabar menunggu kedatangan Mira.
Setelah jam menunjukkan pukul 06 :20 dia duduk di kursi kerja nya melakukan aktifitas biasa namun mata nya seolah tidak bisa berhenti melirik ke arah pintu.
"Lama banget sih,ini kan udah mau jam masuk kerja,jadi cewe kok lelet banget"gerutu nya,entah mengapa jiwa galak nya keluar begitu saja.
Setelah jam 06 : 29 akhir nya yang di tunggu pun kini sudah datang,niat hati ingin menyembur Mira dengan repetan namun dia menatap jam nya kurang satu menit lagi baru jam tujuh pas, akhirnya niat nya pun di urungkan untuk memarahi Mira.
"Selamat pagi pak"ucap Mira menyapa atasan nya, seperti yang endang katakan jangan membawa masalah pribadi ke kantor,maka itu yang Mira lakukan sekarang,dia memperlakukan Leon sebagai atasan nya.
"Pagi "balas Leon datar namun hati nya bahagia Mira mau menyapa nya.
Mira pun duduk di kursi kerja nya lalu mengerjakan pekerjaan yang telah di siapkan di meja nya itu.
"Mira tolong belikan saya sarapan"perintah Leon.
"Baik pak"ucap Mira mengerjakan yang di perintah oleh Leon.
Mira bergegas ke bawah untuk membelikan sarapan untuk Leon,namun setelah dia sampai di loby dia baru teringat makanan apa yang harus dia belikan ke leon,dia pun kembali ke atas tepat nya ke ruangan Leon CEO dingin nya itu.
Tok tok tok.
__ADS_1
"Pak maaf,sarapan apa yang harus saya beli"tanya Mira ketika dia sudah berada di bibir pintu.
"Ah iya,beli kan saja saya lontong Medan"ucap Leon yang fokus ke monitor nya,dia yang termasuk ke dalam golongan orang kaya tidak mementingkan makanan mewah atau sederhanayang penting terasa nikmat di lidah nya.
"Baik pak,saya permisi dulu"ucap Mira dan di angguki oleh Leon
"Tumben gak merepet biasa nya "kalau tidak tahu ya kamu bertanya" "gumam Mira dengan bibir yang manyun ke bawah.
Dengan langkah yang penuh semangat Mira bergegas pergi ke luar untuk mebelikan pesanan sang CEO.
"Walaupun bos besar,tapi makanan nya sederhana juga"gumam Mira mengagumi kesederhanaan bos nya itu.
Kini Mira telah sampai di sebuah warung yang menuliskan "lontong Medan" di sekitar rumah nya
Setelah selesai membelikan makanan itu,Mira pun bergegas pulang,namun kejadian sial menimpa nya hari ini,saat menyebrang dia keserempet motor dan menyisakan luka di bagian kaki nya.
"Aduh"rintih Mira memegangi kaki nya lalu dia melihat tangan nya yang berpegangan kantong plastik yang berisi pesanan bos nya tadi.
"Untung gak tumpah,kalau sampai tumpah gue pasti gak sanggup lagi buat balik ke warung itu"gumam nya.
Tok tok tok.
Clek.
"Ini pak pesanan nya"ucap Mira,dia sudah berpikir akan di marahi oleh Leon namun perkiraan nya salah Leon hanya mengangguk dan berkata "ya, terimakasih"
Setelah mendengar itu Mira merasa lega kemudian dia berjalan ke kursi kerja nya dengan langkah yang terpincang.
"Kaki kamu kenapa"tanya Leon,datar rupanya dia memperhatikan jalan Mira.
"Tidak, apa apa pak, seperti nya hanya keseleo"ujar Mira yang masih saja melanjutkan langkah nya menuju ke kursi kerja nya,dan ternyata Leon mengikuti nya dari belakang.
"Ijin kan saya untuk melihat nya"ujar lembut Leon dan itu berhasil membuat Mira terkejut karena Mira berpikir kalau Leon akan tetap di tempat nya.
__ADS_1
"A tidak usah pak,saya sudah tidak apa apa kok"kilah Mira walaupun dia masih merasa kaki nya terasa berdenyut di bawah.
"Tolong ijin kan Mira,kaki kamu seperti ini karena saya menyuruh kamu buat keluar"ucap Leon dengan nada yang sangat terdengar lembut dan itu berhasil membuat mira terunyah.
"Baik pak silahkan"ucap Mira merasa tidak enak jika harus menolak nya lagi.
Dengan pegangan yang hati hati Leon melipat kain celana Mira ke atas,untung saja Mira memakai celana yang sedikit longgar di kaki nya sehingga tidak terlalu susah bagi Leon untuk menyibakkan celana nya itu ke atas.
Ketika melihat kaki Mira putih mulus namun di sertakan goresan serta sedikit darah di kaki nya itu membuat hati Leon bergemuruh,dia benar benar merasa marah ketika melihat mira seperti ini.
Kemudian dia mengambil P3K yang selalu tersedia di kantor nya.
"Kamu keseleo atau di serempet "tanya Leon di sela sela dia mengobati kaki Mira.
"A cuma keseleo kok pak"ucap Mira gugup karena dia telah berbohong.
"Seperti nya kamu ini pembohong ulung ya,kalau seperti ini bentukan luka nya tidak mungkin hanya keseleo"ujar Leon yang terlihat hati hati,dia tidak ingin Mira menganggap diri nya bos yang cerewet.
"I _ iya pak,saya keserempet motor tadi saat nyebrang"ujar Mira yang masih menyisakan tawa di akhir kalimat nya.
"Kamu beli lontong nya di jalan Sudirman"tanya Leon lagi,saat ini dia sudah selesai memakaikan perban di kaki Mira.
"Iya pak".
"Ya sudah kamu istirahat saja dulu di sana"ujar Leon menunjuk ke arah ruangan peribadi nya.
"Tidak usah pak,saya sudah tidak apa apa kok"ujar Mira.
"Ya sudah,"ucap Leon lalu diri kembali ke tempat duduk nya.
"E pak"panggil Mira kemudian Leon pun menoleh.
"Terimakasih ya sudah ngobatin luka saya "ujar Mira tersenyum dan Leon sangat menyukai nya.
__ADS_1
"It's oke, sama sama,tapi walaupun kamu menolak untuk istirahat,saya memaksa kamu untuk mengerjakan perintah saya barusan "ujar Leon dengan senyum yang paling tampan nya,dan Mira pun mengikuti perintah Leon walau dengan sedikit terpaksa
Leon berniat akan melihat CCTV di jalan Sudirman,untuk mengetahui siapa yang menyerempet pujaan hati nya itu.