
"anda bukan kita"jawab Radit cepat,sebenar nya dia selalu ingin memberitahu permasalahan ini kepada bos mereka tapi dia selalu di ancam oleh HRD ini,karena dermawan punya kartu as Radit.
Wati Karina menger keuangan di perusahaan king karl,dia adalah kerabat dekat dermawan,suatu ketika Darmawan memerlukan uang yang nominal nya sangat banyak kebetulan bos mereka sedang tidak ada,jadi Darmawan berkata kalau dia tidak perlu membuat surat perjanjian pinjaman kepada perusahaan alhasil dermawan malah ketagihan karena gaji nya tidak perlu di Potong saat gajian.
Radit Senjaya sudah memperingatkan Wati dan dermawan agar tidak bermain main dengan perusahaan mereka bekerja namun mereka seolah tidak perduli karena dermawan bisa mengancam Radit.
Radit berbalik untuk kembali ke ruangan nya karena sudah di tunggu oleh pemilik perusahaan namun langkah nya berhenti ketika dermawan memanggil nya.
"Aku segera kesana dengan membawa orang orang ku,tapi ingat jangan pernah menolong Leon karna jika nanti menolong nya maka rahasia mu yang aku pegang akan ku sebar ke media sosial"ucap dermawan, setelah mendengar perkataan dermawan Radit pergi meninggalkan ruangan itu,sedangkan Darmawan pergi ke ruangan staf untuk memanggil orang orang nya untuk menghilangkan nyawa Leon.
"Kalian ikut ke ruangan saya sekarang"ucap Darmawan menunjuk ke arah orang orang yang berbadan besar mereka sedang asik bermain ponsel, dengan jabatan sebagai HRD dia bisa dengan mudah memasukkan pekerja ke perusahaan king karl dengan mudah,bahkan karyawan yang bekerja tulus di pecat agar perusahaan itu jatuh ke tangan nya.
Sedangkan di ruangan menenger Leon sedang menunggu kedatangan Radit dan juga dermawan.
Clek
Pintu terbuka memperlihat kan visual Radit disana,Radit berdiri di samping Leon dengan kepala yang tertunduk,tidak ada kata yang keluar dari mulut Leon dia hanya menatap tajam ke arah menejer nya itu.
Clek.
Pintu terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu Leon menatap ke arah pintu terdapat enak orang disitu.
"Siapa yang kamu panggil"tanya Leon menoleh ke arah leon Radit.
"Pak HRD pak"jawab Radit.
"Kenapa ada mereka"tanya Leon,menunjuk ke arah orang yang baru saja masuk.
"Saya yang mengajak nya"ucap dermawan dengan gaya yang menantang,Leon tersenyum tipis melihat keberania Darmawan ini.
"Jadi kamu pelaku nya".ucap Leon datar.
__ADS_1
" Orang kaya seperti anda,menurut saya tidak akan jatuh miskin jika saya sedikit mengambil uang dari perusahaan ini"ucap Darmawan sinis.
"Oh ya,apa yang membuat anda berani melakukan itu"tanya Leon datar,dia terlihat santai.
"Apa anda tidak takut, jika saya memasukkan anda ke penjara,dan membuat keluarga anda sengsara"tanya Leon lagi,
"Apa anda pikir,anda bisa keluar dari ruangan ini "tanya Leon di akhiri tawa yang renyah,Leon sungguh mengapresiasi keberanian Darmawan ini,dia akan memberikan bintang 10 kepada HRD nya ini.
Prok prok prok,Leon menepuk tangan
"Anda sungguh hebat"ucap Leon.
"Apa yang akan anda lakukan"
"Menghilangkan nyawa saya,silahkan saya ingin melihat seberapa kemampuan anda"ucap Leon,kebetulan dia sudah lama tidak menggunakan otot otot nya,untuk memukul orang.
Darmawan menggerakkan kepala nya sebagai kode ke anak buah nya agar menghajar Leon,satu orang maju untuk memukul wajah Leon,namun sang empu menepis dan dengan mudah melayangkan kaki nya dan membuat anak buah nya itu tersungkur.
Melihat salah satu teman nya terkapar ke empat anak buah Darmawan itu maju untuk menghabisi Leon,dua orang memegangi kedua tangan Leon dengan kuat sedangkan kawan nya yang dua memukul perut Leon hingga Leon terbatuk,melihat itu Darmawan tertawa berhak bahak.
Dengan tenang Leon menepis Kedua anak buah Darmawan.
"Berapa uang yang di janjikan kepada kalian,sehingga kalian berani mengusik saya"tanya Leon ke pada anak buah Darmawan.
"Ah banyak bacot lu"ucap salah satu anak buah Darmawan melayangkan tinju ke wajah boss itu namun langsung di tepis oleh booss king karl itu.
Bug
Leon melayangkan tinju ke perut anak buah nya itu
Prak.wajah nya juga di tampar oleh Leon sehingga membuat orang suruhan Darmawan itu kesakitan.
__ADS_1
"Saya kasih satu kesempatan lagi untuk kalian,pergi dari tempat ini sekarang atau kalian akan membusuk di dalam penjara"ucap Leon geram,dia tidak habis pikir kenapa mereka bisa seberani itu.
Tiga anak buah Darmawan yang tadi sudah kena bogem oleh Leon berdiri sembari memegangi perut dan bagian yang sakit lalu pergi dari ruangan itu,melihat itu Leon tersenyum licik.
"Kalian berdua,tangkap dia saya akan memberikan dua kali lipat bayaran dari yang dia berikan"ucap Leon menatap sisa anak buah Darmawan dengan tatapan mengintimidasi.
"Jangan macam macam,keluarga kalian ada di tangan ku"ucap Darmawan mengancam,selama mereka bekerja dengan Darmawan, keluarga mereka selalu di beri kenikmatan harta,namun juga di awasi oleh anak buah Darmawan yang lain, agar suruhan nya ini tidak bisa macam macam.
"Setelah dia saya tenggelamkan,saya yang akan menjamin keluarga kalian"ucap Leon,sebenar nya bisa saja dia melawan anak buah Darmawan ini,tapi dia malas mengotori tangan nya dan menurut nya hanya buang buang waktu karena mereka bukan lah lawan nya.
"Tapi jika kalian tidak mau menangkap dia,sini maju lawan saya dan saya pastikan keluarga kalian akan sengsara sampai tujuh turunan"ucap Leon yang berhasil membuat kedua anak buah Darmawan bergidik ngeri.
Alhasil Darmawan pun di pegang kedua anak buah nya.
"Lepasin,saya bisa dengan mudah buat membahayakan keluarga kalian"teriak Darmawan ketika tangan nya sudah di jegat kedua anak buah nya sendiri.
Buhgg,satu tinju melayang tepat di perut Darmawan.
Buhg bugh bugh pukulan yang masih sama tepat di perut,hingga Darmawan memuntahkan darah.
"Maafin saya pak"ucap Darmawan dengan suara yang tersendat sendat,wajah nyabyng tadi penuh dengan kemenangan kini sudah berubah menjadi orang yang meminta belas kasihan.
"Saya lihat tadi kamu begitu menantang sekarang kenapa minta maaf,cuma segitu kemampuan kamu"
Bughh bugh bugh bugh.
Pukulan yang memenuhi wajah serta perut nya hingga wajah nya kini penuh dengan darah.
Leon menarik rambut Darmawan hingga kepala nya mendongak ke arah Leon.
"Kurang..?,mau saya tambah lagi".
__ADS_1
"Tidak pak,saya benar benar minta maaf "ucap Darmawan dengan wajah yang sudah babk belur,Radit yang melihat itu hanya bisa meringis merasa ngilu melihat wajah HRD nya itu.
"Kamu,panggilkan wati Karina"perintah Leon menatap ke arah radit