
"apa kamu bilang"tanya Leon datar.
Namun Mira tetap berjalan dan duduk di tempat nya.
"Ngomong apa kamu barusan "tanya Leon lagi,dia menghampiri Mira ke meja nya.
"Emang saya ada mengucapkan sesuatu ya pak"tanya Mira balik,Leon tercekat dia berpikir kalau dia hanya berhalusinasi,sungguh tidak ada yang bisa Leon katakan lagi,namun dia memutar otak untuk mengerjai Mira.
Dia mendekatkan wajah nya secara perlahan,Mira yang melihat itu hanya diam terpaku,Leon terus saja mendekatkan wajah nya hingga nyaris mencium bibir manis Mira itu sampai Mira memejamkan mata nya Mira berpikir kalau bos nya ini ingin mencium nya namun.
"Di mata kamu ada belek nya"ucap Leon tersenyum jail.
"Aduh mikirin apa sih gue"ucap nya dengan wajah yang merona,lalu Mira buru buru membersihkan mata nya dengan tangan,sembari memalingkan wajah nya dari Leon.
"Wajah kamu kok merah gitu"tanya Leon yang semakin membuat Mira salah tingkah.
"Saya permisi dulu pak"ucap Mira menghindari pertanyaan Leon.mira pun berjalan ke toilet yang kebetulan berada di ruangan yang Mira tempati saat ini. di ruangan CEO ini sudah tersedia semua termasuk kamar juga sudah tersedia di ruangan CEO tampan itu.
"Gemes banget lihat wajah nya malu begitu"gumam Leon tersenyum senang,sedangkan Mira di toilet menggerutu kepada diri nya sendiri.
''ih gue apaan sih pake tutup mata segala,ntar dikira gue pengen di cium lagi huh"ucap nya sembari menepuk pipi nya.
"Oh amit amit lah jangan sampai gue jatuh cinta sama tu CEO dingin bisa bahaya,kan ga lucu kalau cinta gue nanti bertepuk sebelah tangan"ucap nya kepada diri sendiri.
"Pokok nya gak ada mir,Lo gak ada cinta cintaan lagi,Lo harus tutup hati Lo,semua cowo tu sama aja"tekat Mira dalam hati.
Mira pun keluar dari toilet setelah menetralkan wajah nya yang memerah tapi setelah dia keluar dia tidak melihat bos CEO nya berada di kursi nya.
"Kemana dia ya"tanya Mira sembari celingak celinguk kanan kiri
__ADS_1
"Ah bodo,mending gue kerjakan kerjaan gue biar cepat selesai"batin Mira lalu dia melanjutkan pekerjaan nya.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup begitu lama,akhir nya Mira merasa capek dan melihat ke arah jam yang ada di ponsel nya ternyata ponsel nya mati,dia bahkan lupa untuk mengisikan daya ke ponsel nya itu,akhir nya dia pun mencoba buat mengisi daya telpon nya itu kebetulan dia membawa charger di dalam tas nya,setelah beberapa menit di chas Mira pun mencoba menghidupkan ponsel nya,beberapa pesan yang masuk dari sahabat nya Yana yang khawatir akan diri nya.
Yayang
{Mir kok mati sih??}
{Kok ponsel Lo malah ga aktif sih mir,Lo ga apa apa kan gue khawatir ni}
{Mir apa perlu gue lapor police,}
{Gue udah telpon Lo berkali kali tapi ga nyambung nyambung semoga Lo gak apa apa ya,telpon gue kalau urusan Lo udah selesai} Begitu lah kira kira isi pesan dari sahabat nya itu.
Mira pun menghubungi Yana lewat video call,karna ini sudah jam istirahat nya.
"Ih Lo kemana aja sih mir,gue khawatir banget tahu gak sih,sampai gue gak fokus buat kerja tau gak"omel Yana yang terlihat begitu khawatir dengan kawan nya itu.
"Iya maaf yan,gue lupa tadi ngabarin Lo,karna gue langsung kerja,tapi Lo tenang aja gue ga apa apa kok,makasih ya udah khawatir sama gue"balas mira terharu.
"Syukur lah kalau Lo gak apa apa dan semoga Lo betah di tempat kerja baru Lo itu"ucap Yana.
"Semoga aja lah"ucap Mira cemberut.
"Kenapa muka Lo cemberut gitu senyum dong,gue tau ni kenpa muka Lo kayak gitu"ucap Yana menerka nerka.
"Kenapa coba"tanya Mira.
"Bos lo pasti galak kan iya kan"ucap Yana benar.
__ADS_1
"He'em udah galak,cuek dingin pula"keluh Mira.
"Sabar beb,nama nya juga kita kerja di bawah tangan orang jadi ya Gita lah harus sabar,tapi kalau Lo ga butuh duit sih rigsain aja"ucap Yana memberi solusi yang menurut Mira akan membuat dia rugi apa lagi tempat kerja Mira sekarang ini adalah perusahaan ternama di kota nya.
"Saran Lo emang nyesatin gue tau gak"ucap mira.
"Hehe, kalau gitu udahan dulu ya beb, aku mau makan siang dulu udah lapar soal nya"ucap Yana sebenar nya dia masih ingin bercerita dengan sahabat nya itu tapi perut nya tidak bisa di ajak kompromi
"Yaudah gue juga mau makan ni,gue tutup dulu ya bye baby"ucap Mira sembari memutuskan sambungan telepon.
"Huh,saat nya makan"ucap Mira sembari memasukkan ponsel nya ke dalam tas lalu ia berdiri tapi seketika dia terkejut ketika melihat Leon berdiri di samping pintu.
"Astaghfirullah,kaget "ucap Mira dengan wajah kaget nya,Leon ingin tertawa tapi di tahan sekuat mungkin,karena dia berpikir Mira sedang video call dengan seorang lelaki karena mendengar ucapan terakhir Mira yaitu baby,dan sial nya dia hanya mendengar kata baby aja dari mulut Mira kini dia sedang di Landa cemburu.
"Kamu gak lupa kan kita ada meeting siang ini"tanya Leon dengan nada dingin.
"Oh iya gue lupa"batin Mira tapi dia langsung menjawab dengan berbohong
"Ngak pak,saya ingat kok"bohong nya,dia terpaksa berbohong karena takut kena sembur.
"Kalau ingat kenapa gak langsung jumpain saya di bawah,saya nungguin kamu dari tadi sampai saya jamuran"omel Leon dia bener bener dalam mode jutek.
"Lagian kamu malah main handphone saat jam kerja kamu kira ini tempat apa"omel nya lagi,dia sedang marah tapi tidak membentak, seperti dia marah kepada karyawan lain.
"Perusahaan saya bisa rugi tahu gak kamu,kalau semua karyawan nya seperti kamu" sembur Leon,Mira yang merasa tidak bersalah pun langsung saja menjawab Leon dia tidak peduli kalau nnti dia akan di pecat setelah melawan bos nya itu
"Ya tempat kerja lah pak,masak tempat renang,lagian saya main handphone nya udah di jam selesai kerja masa nelpon sebentar aja gak bisa,apa lagi kerjaan saya sudah selesai,"balas Mira entah mengapa dia bisa berani seperti itu. Leon menelan ludah nya dia tidak mengira kalau Mira berani melawan nya walaupun dia atasan nya.
"Berani sekali kamu menjawab saya"ucap Leon kali ini suara nya sedikit meninggi.
__ADS_1