
Mira berpikir kenapa dia di panggil ke ruangan HRD sedangkan selama ini dia tidak pernah membuat kesalahan dan niat nya yang ingin keluar dari perusahaan tempat dia bekerja pun belum di utarakan dan bahkan surat pengunduran diri nya pun belum di berikan.
"Duh kok malah bengeng sana gih ,ntar di marahi Lo"usir Yana ketika melihat sahabat nya melamun
"Yaudah,gue vc Lo ya,mana tau ada apa apa kan gue takut,kalau di apa apain "ujar Mira semabri menghubungi nomor Yana untuk video call
"Iya Lo tenang aja nnti gue panggilan satpam kalau dia ngapa ngapain Lo"ucap Yana menenangkan sahabat nya.mira pun bergegas ke ruangan HRD itu dengan membawa handphone di kantong baju nya.
Tok tok tok..
"Masuk"suara berat dari dalam mempersilahkan Mira untuk masuk.
Mira masuk dan pintu sengaja dia biarkan sedikit terbuka lalu dia duduk di depan kursi pak Junaedi.tapi rupa nya Junaedi memperhatikan gerak gerik Mira,lelaki itu pun berdiri dan menutup pintu dengan rapat namun aneh nya kunci pintu dia kantongi.lelaki itu kemudian duduk lagi dan menatap tajam ke arah Mira seakan dia ingin memakan Mira saat ini juga,Mira berusaha tampak biasa aja walaupun dia merasa sedikit risih di tatap seperti itu,
Tidak ada perkataan yang keluar dari lelaki yang menjabat sebagai HRD itu dia hanya terus menatap mira,Mira yang merasa jengah langsung to the point.
"Ada apa bapak memanggil saya kemari"tanya Mira dengan tatapan yang datar.
Lelaki itu kemudian menetralkan tenggorokan nya.
"Saya dengar dengar kamu dengan suami mu sedang ada masalah"ucap Junaedi tersebut,Mira mengerutkan kening nya seakan bingung mengapa urusan pribadi di bawa ke kantor.
"Maksud nya "tanya Mira,dia berpikir mungkin dia salah pendengaran.
"Saya dengar dengar kamu dengan suami mu sedang ada masalah"ulang lelaki itu lagi.
"Saya di panggil ke sini untuk membahas masalah pribadi saya "tanya Mira seakan dia sangat jengah dengan lelaki satu ini.
__ADS_1
"Iya,"jawab Junaedi singkat.
"Menurut saya,di perusahaan mana pun masalah pribadi tidak pernah di sambungkan dengan masalah di kantor "ucap Mira lantang dan tegas.
"Iya tapi saya ingin tahu apa benar kabar itu valid"tanya nya lagi membuat Mira sangat ingin mencakar wajah pria tua ini.
"Saya bekerja disini bukan untuk di bahas malash rumah tangga nya,saya bekerja disini untuk mendapatkan gaji"serga Mira hampir tersulut emosi.
"Wow,ternyata benar yang di katakan citra,kamu wanita yang suka marah,sombong dan juga angkuh"ucap Junaedi menepuk tangan nya.
Lelaki itu tersenyum memperlihatkan lebih jelas kerutan di wajah nya.
"Kamu tahu kan citra itu siapa,kalau tidak tahu biar saya kasih tahu,citra yang saya maksud adalah citra Handayani adik ipar mu yaitu adik dari arka"jelas lelaki itu lagi.
Mira berpikir apa hubungan adik ipar nya dengan HRD di kantor nya ini,jika rekan kerja sangat tidak mungkin,karena setahu Mira adik ipar nya masih menempuh pendidikan di salah satu universitas,mungkin akan dia ketahui setelah pak HRD nya ini mengatakan nya nanti.
"Kamu pasti tidak tau kan apa hubunga saya dengan adik ipar mu itu, kami tidak punya hubungan apa apa,tapi dia akan memberikan saya imbalan yang membuat saya merasa nikmat jika saya memecat kamu dari perusahaan ini"ucap Junaedi sembari menjilat bibir nya,Mira merasa sangat jijik dengan itu,Mira hanya diam menyimak apa yang akan di lontarkan oleh lelaki di hadapan nya ini.
"Bekerja sama gimana maksud nya" tanya Mira mengerutkan keningnya.
"Kamu akan menjadi teman kencan saya selama saya meminta,dan ada plus nya saya akan merekomendasikan kenaikan gaji untuk mu"tawar lelaki itu
"Jika saya tidak mau"??tantang Mira.
"Kalau kamu tidak mau,kamu akan saya pecat,tapi setelah saya menikmati tubuh mu yang bagus ini "ucap Junaedi dengan tampang yang sangat menjijik kan dia berdiri kemudian mendekat ke arah Mira.
"Bagaimana bagian mana yang kamu pilih "ucap Junaedi mendekatkan wajah tua nya ke arah Mira,mira kemudian menjauhkan diri nya dari lelaki itu.
__ADS_1
"Udah tua Bangka,banyak tingkah pulak"batin Mira,dia benar benar sangat muak dengan lelaki ini.
"Saya memilih untuk memasukan anda ke dalam penjara"ucap Mira tegas dan lantang,seketika Junaedi melotot horor, dia tidak berhasil mengintimidasi Mira,tapi seketika wajah nya kembali datar.
"Hahahaha, kamu pikir kamu siapa bisa memasukkan saya ke dalam penjara"bentak nya.
"Kamu bahkan akan kehilangan nyawa mu sebelum keluar dari ruanga saya ini"ucap nya mengancam.yana yang mendengar itu buru buru memanggil satpam meminta tolong agar sahabat nya di keluarkan dari ruangan itu.
Junaedi mendekat ke arah Mira dan Mira berusaha mundur sehingga sudah tidak ada lagi jalan untuk nya buat menghindar dari Junaedi.
"Sudah lah,saya tahu kamu kesepian setelah satu bulan tidak di jamah oleh arka iya kan"ucap Junaedi sembari menangkap dagu Mira,Mira yang geram atas perlakuan Junaedi mendorong lelaki itu sekuat tenaga nya sehingga lelaki itu tersungkur,Mira kemudian berlari ke arah pintu kemudian dia berteriak.
"Toooolloongg"teriak nya,sangking takut nya dia lupa kalau ternyata dia sedang video call bersama sahabat nya Yana,dia menggoyang goyangkan engsel pintu dan menggedor nya dari dalam, Junaedi berjalan mendekat ke arah Mira.
Sedangkan di post satpam Yana tampak sedang meminta tolong ke pada petugas keamanan itu.
"Pak tolong,teman saya,saat ini dia sedang di ruangan HRD,teman saya di lecehkan oleh pak Junaedi"ucap Yana panik.
"Kamu jangan asal menuduh,kamu bisa di keluarkan dari perusahaan ini dan masuk penjara atas pencemaran nama baik Lo"sahut salah satu satpam dengan santai nya
"Bapak jangan main main dulu pak,tolong teman saya sedang dalam bahaya"ucap Yana lagi,dia merasa sangat geram pada satpam itu.
"Mari mbak, kita lihat jangan sampai teman mbak sama seperti karyawati sebelum nya"ucap Paijo yang juga sedang piket. Dia berjalan keluar dari post jaga namun di tahan oleh teman nya yang menjawab Yana tadi.
"Eh Jo,Lo jangan sok jagoan,nanti pak Junaedi marah dan Lo di pecat,mau Lo kasih makan apa anak bini Lo"ucap narno.
"Saya ada bukti nya pak narno,kalau teman saya saat ini mau di lecehkan oleh pak Junaedi si tua Bangka itu,cepet dong pak kalau ada apa apa sama teman saya pak narno yang tanggung jawab,bapak mau ha"teriak Yana yang sudah tersulut emosi
__ADS_1
"Iya gak mau lah"jawab narno Hambalang.
"Kalau ga mau cepetan pak tolongin teman saya,apa perlu saya telpon polisi biar nama baik perusahaan ini tercemar ha??bapak mau??"teriak Yana lagi saat ini tangan nya sangat terasa gatal ingin menampar Junaedi si tua tua keladi.