
"aduh sakit"ucap Mona mengasuh kesakitan ketika kaki Mira menginjak kaki nya
Belum puas melihat Mona kesakitan seperti itu Mira mengangkat Mona agar berdiri sejajar dengan nya lalu Mira menampar wajah mulus
Plak,Mona memegang wajah yang di tampar oleh Mira,dia merasakan begitu perih di pipi nya Mona tak tinggal diam,dengan tubuh yang lebih besar dari Mira Mona menjambak rambut Mira namun Mira pun tak mau kalah Mira membalas jambakan Mona.mira yang terlalu naik pitam,pun menendang Mona hingga Mona terjungkir ke lantai walau kepala Mira terasa panas karna rambut nya di tarik,hal itu tidak membuat dia diam,Mira membetulkan rambut yang berantakan dengan nafas yang tersengal dan wajah yang merah.
Arka membantu Mona untuk berdiri,.
"Kamu keterlaluan mir,bisa bisa nya kamu menendang dia sampai tersungkur ke lantai"ucap arka sembari memeluk Mona dari samping,sungguh menyakitkan bukan bagi seorang istri yang melihat pemandangan ini,namun hati Mira sudah mati rasa.
"Syukurin suami Lo lebih mentingin gue dari pada Lo,gak sia sia gue ngerasa kan sakit"batin Mona.
"Kamu dengar sendiri kan apa yang dia katakan tadi,dia nyumpahi orang tua aku,"ucap Mira geram,Leon memandangi Mira entah apa yang di pikirkan oleh laki laki yang menjabat sebagai CEO itu.
"Iya,tapi gak seharus nya kamu nendang dia sampai ke lantai seperti tadi"ucap arka.
"Kalau dia kenapa Napa gimna??"bisa bisa di tuntut kamu..!ucap arka lagi.
"Silahkan,silahkan tuntut,aku tidak peduli paling yang akan masuk ke panjara kalian berdua bukan aku,"ucap Mira kini dia sudah menetralkan nafas nya.
"Sialan,pintar juga otak wanita ****** ini"maki mona,yang tentu nya hanya di dalam hati.
"Saya minta maaf pak,telah membuat keributan dan membuang buang waktu anda saya pamit pulang"ucap Mira ke pada Leon,yang di angguki oleh Leon dengan senyum manis nya.
*****"""*
Mira kini telah sampai di parkiran,dan mengetuk pintu mobil Yana.
Tok..tokk..tokkk.
Clek pintu pun di buka,brak pintu kembali di tutup.
"Gimna mir,clear??"tanya Yana sembari memperhatikan penampilan Mira dari atas sampai bawah.
"Clear.."!!
"Kenapa kamu berantakan seperti ini,,!!tanya Yana kemudian,
"Biasa lah,abis duel sama pelakor...!"sahut mira dongkol.
__ADS_1
"Jalan yuk,.."ajak Mira kemudian Yana menghidupkan mobil nya lalu pergi menjauh dari perusahaan king karl
Sepanjang perjalanan Mira menceritakan apa yang terjadi di atas gedung tadi.
"Kira kira kalau gue ngelamar kerjaan di tempat loe,bakalal di terima ga yan"tanya Mira.
"Ga tau juga mir,tapi coba dulu siapa tau di terima"ucap Yana.
********
Sedangkan di waktu yang hampir bersamaan di kantor king kalr.
"Saya,mohon pak jangan turunkan jabatan saya"ucap arka memohon sembari berlutut di kaki Leon,namun Leon hanya diam dia begitu muak dengan kelakuan arka ini kemudian dia menelpon satpam untuk menyeret arka keluar dari ruangan nya.tak berselang lama pintu pun di ketuk oleh satpam.
Tok. Tok. Tok.
MASUK .
Tanpa bicara sepatah kata pun satpam langsung menyeret arka keluar dari ruangan sang bos besar.
"Lepas kan saya"ucap arka tegas pada satpam,namun tidak di dengarkan oleh satpam itu,dia tetap saja menyeret arka keluar sampai di depan resepsionis dan meninggalkan arka disitu.
Arka sekarang jadi pusat perhatian para pekerja di perusahaan king karl.
Arka pulang menuju rumah tak berselang lama arka pun tiba di rumah dengan perasaan dongkol,namun pintu rumah mereka tidak dapat di buka hingga arka tidak bisa masuk.
Bugh,arka menendang pintu rumah
"Sial,kamu mau main main dengan ku mir"ucap arka.
Sebulan kemudian, saat ini Mira sudah bekerja di perusahaan Yana,Mira memilih mengontak di dekat kantor dia bekerja Mira biarkan rumah nya kosong toh rumah itu dulu di beli atas nama nya,mungkin Raka lupa akan hal itu.
Hari ini Mira membulatkan tekad buat berbicara ke orang tua nya,tentang permasalahan rumah tangga nya. Mira mengobrol lewat handphone nya,karena mama nya tinggal di luar kota.
"Halo ma,gimana kabar mama"tanya Mira
"Alhamdulillah sehat nak,kabar kamu gimna??"tanya Ningsih mama Mira di sebrang sana.
"Baik baik aja ma"ucap Mira,bibir nya terasa kelu untuk menceritakan masalah yang pelik yang ia hadapi,namun dia berpikir dia harus tetap cerita meski mama nya juga akan merasakan sedih,ketimbang mama nya tahu di belakangan hari itu akan lebih membuat mama nya semakin sedih karena tidak menceritakan nya di awal.
__ADS_1
"Gimna,kamu udah positif belum,mama udah ga sabar mau momong cucu"ucap Ningsih di sebrang sana.
Deg,hati Mira tersentuh mendengar pertanyaan mama nya,mama nya begitu ingin memomong cucu sedangkan kelakuan suami nya begitu menjijikkan.
"Mira mau cerita ma"ucap Mira dengan suara parau.
"Cerita apa sayang,cerita aja kali,kaya sama siapa aja"ucap mama nya yang merasa ada yang aneh dengan anak nya.
"Tapi mama jangan sedih ya, setelah Mira cerita"ucap Mira lagi.
"Iya sayang mama ga akan sedih"sahut Ningsih.
"Janji...??
"Iya,mama janji sayang..!!
"Mira mau pisah ma sama arka"ucap Mira ragu ragu
"Kenapa berpisah sayang..?apa ada masalah??"tanya Ningsih lagi.
"Raka selingkuh dari aku ma,dia tidur dengan wanita lain"ucap Mira tegar.
"Loh,kok kamu gak sedih sih"tanya Ningsih,dia heran anak nya malah biasa saja menghadapi masalah.
"Buat apa sedih ma,buang buang air mata aja"kekeh Mira dan di balas kekeh dengan anak nya.
"Yang penting kamu bahagia nak,mama juga ikut bahagia"ucap Ningsih,sebenarnya hati nya sedih melihat rumah tangga anak nya hancur oleh orang ketiga,namun dia menutupi akan hal itu.
"Iya,pokok nya mama jangan sedih ya,kan tadi udah janji"ucap Mira
"Iya,terus sekarang gimana,kamu tinggal dimana .?tanya Ningsih.
"Mira ngotrak ma,nanti setelah surat cerai nya keluar Mira jual rumah yang lama,terus beli yang baru deh"ucap Mira ceria.
"Ya Allah nak,semoga kamu bahagia selalu ya disana kapan kapan mama main main ke sana"ucap ingsih,mama Mira terlihat masih muda dan sangat cantik seperti Mira,namun suami nya meninggal saat kecelakaan waktu itu.begitu banyak lelaki yang ingin menikahi nya, tapi Ningsih memilih untuk setia kepada satu lelaki saja.
"Gak usah repot repot kemari ma,biar Mira aja nanti kesana setelah urusan Mira selesai"ucap Mira,dia tidak mau merepotkan mama nya.
"Yaudah,kalau gitu,mama lanjut kerja dulu ya "ucap Ningsih di sebrang sana.
__ADS_1
"Iya, ma,mama sehat sehat ya disana"assalamualaikum"ucap Mira meng akhiri telepon nya.
"Huuf"rasa nya plong kalau udah cerita ke mama"manolog Mira,saat ini dia sedang berada di kost,karena dia sedang ambil cuti untuk mengurus surat cerai nya,tanpa di ketahui selama ini ada seseorang yang memerhatikan diri nya dari kejauhan.