
"Apa papa akan tinggalin mama jika mama gak bisa memberikan papa keturunan??"
Leon menatap manik mata istri tercinta nya,terlihat ada rasa kekhawatiran disana
"Kenapa bertanya seperti itu hmm..?,Leon menarik pelan Mira kedalam pelukan nya,lalu mengusap rambut lurus istri nya itu.
"Mama tenang aja, perasaan papa gak akan berubah"jawab Leon yakin, walaupun dia ingin sekali mempunyai keturunan tapi dia tidak akan memaksa Mira karena dia yang sudah meminta Mira untuk menjadi pendamping hidup nya.
Mendengar ucapan suami nya Mira sedikit lega.
Setelah di panggil oleh dokter,sepasang suami istri itu pun masuk ke dalam ruangan dokter kandungan,setelah konsultasi,Mira pun melakukan pemeriksaan di rahim nya dan ternyata keadaan rahim Mira bagus dan dalam keadaan masa subur,Mira merasa sangat bersyukur tidak memiliki penyakit di dalam rahim nya.
"Kalau seperti itu kami pamit pulang dulu pak"ucap Leon ketika dia sudah paham dengan penjelasan dokter.
"Mari pak silahkan"
Sepasang suami istri itu keluar dari ruangan dokter kandungan dengan hati yang lega.
"Sekarang kita tinggal ngecek kesehatan papa"ucap Leon ketika Meraka telah keluar.
"Gak usah,kita tinggal ngikutin saran dari dokter tadi aja"tolak Mira,dia tidak mau menambah pikiran.
"Kenapa gak usah"
"Mama gak mau kalau papa keluarin itu nya sendiri"ujar Mira berbisik,padahal bukan itu alasan utama nya,mendengar ucapan istri nya Leon menjadi panas.
"Nanti papa bilang ke dokter nya biar mama yang keluarin"ujar Leon,istri nya itu mengeritkan dahi.
"Malu ih yang,udah ah kita pulang aja,periksa nya kapan kapan aja"tolak Mira menarik tangan suami nya keluar dari rumah sakit,Leon hanya pasrah di tarik seperti itu oleh istri nya.
"Malu kenapa kan biasanya lebih dari itu"ucap Leon ketika mereka telah sampai di depan mobil,Mira menatap datar kearah suami nya.
"Malu lah,hal seperti itu gak boleh ada yang tahu"
"Iya iya,yaudah yuk kita pulang"ucap Leon mengalah.
Sementara di kantor KING KARL,Yana sedang fokus ke pekerjaan nya.
"Arrgg,gara gara tuh beruang kutup kerjaan gue gak kelar kelar"umpat Yana menjambak rambut nya,dia kesel karyawan lain sudah pada beres beres untuk pulang sedangkan dia masih mengerjakan pekerjaan nya yang masih banyak
"Belum pulang mbak"tanya Zaki menghampiri meja Yana,tempat mereka berjarak lima meja.
__ADS_1
"Ah iya mas,masih belum selesai"ucap Yana senyum,dia menoleh sebentar ke arah Zaki kemudian fokus lagi ke arah laptop nya.
"Apa boleh saya bantu"tanya Zaki melihat Yana yang masih sibuk,ini adalah kesempatan bagi nya untuk mendekatkan diri,karena dia tertarik kepada sahabat Mira ini.
"Em,gak usah ini tinggal sedikit kok"tolak Yana halus,dia tidak ingin membebani orang lain.
Mendengar penolakan Yana,Zaki tidak bisa berbuat apa apa.
"Ya sudah,saya tunggu di lobby ya"ucap Zaki senyum sembari pergi keluar ruangan,Yana tidak terlalu memikirkan ucapan Zaki dia kembali fokus pada laptop nya.
Sedangkan para staff lain nya,memandang sinis kepada Yana, mereka berpikir jika Yana terlalu lama beristirahat.
Sudah sekitar satu jam Yana fokus pada layar laptop, kini ruangan itu sangat sepi karna tinggal Yana saja yang berada di sana.
Namun tiba tiba tangan seseorang memberikan satu cangkir kopi,Yana merinding dia berpikir tangan itu adalah tangan penunggu ruangan ini,dengan cepat Yana menoleh ke kiri dimana kopi itu di letakkan.
"Astaghfirullah,"ucap Yana kaget,dia melihat sosok Aldi disana.
"Kenapa kamu kaget seperti itu..?"tanya Aldi,wajah nya masih terlihat pucat,hingga Yana berpikir jika lelaki yang dihadapan nya adalah hantu.
Yana menelan Slavina nya,perlahan dia genggam cangkir yang di berikan oleh Aldi barusan,dia berpikir jika dia hanya berhalusinasi, namun pikiran nya salah cangkir nya bisa di genggam.
"Minum lah, saya tidak memberikan racun di dalam kopi itu"ucap Aldi datar.
"Ok baiklah"
Aldi meminum kopi yang tadi ia berikan kepada Yana.
Slurp
"Bapak ngapain disini,bukan kah tadi bapak masih di rumah sakit"ucap Yana,tanpa menoleh ke arah Aldi.
"Saya hanya kasihan sama kamu, karena membawa saya ke rumah sakit pekerjaan kamu belum selesai sampai sekarang,jadi saya inisiatif buat membantu pekerjaan kamu hari ini"
"Ah,tidak perlu pak ini sudah selesai kok,lebih baik bapak pulang saja dari pada pingsan lagi nanti"ucap Yana menutup laptopnya, pekerjaan nya memang sudah selesai.
Aldi menatap yana heran,padahal niat nya tulus,tapi wanita itu terlihat memandang diri nya sebagai musuh.
"Saya merasa sudah baikan"ujar Aldi sembari mengambil kursi yang ada di sebelah meja Yana lalu meletakkan nya di depan mantan sekretaris nya itu, kemudian dia duduk Yana menatap malas ke arah atasan nya itu.
Dia menyimpan peralatan kerja nya,lalu menenteng tas nya
__ADS_1
"Mari pak pulang"ucap Yana sembari berdiri.
"Saya antar pulang"ujar Aldi, dia juga ikut berdiri,Yana menoleh kemudian senyum ke arah Aldi.
"Saya bawa mobil pak"jawab Yana ramah.
"Saya antar pakai mobil kamu,mobil saya masih di bengkel"ucap Aldi,dia datang ke kantor dengan menggunakan taksi online.
Yana mengeritkan dahi "itu nama nya bapak nebeng"ucap nya datar sembari berjalan keluar dari ruangan,Aldi mengikuti nya dari belakang.
Tiba di lobby,Yana melihat Zaki yang tengah duduk di sana,dia tidak menyangka jika Zaki benar benar menunggu nya.
"Sudah selesai mbak..?"tanya Zaki ketika Yana sudah dekat.
"Eh,mas Zaki,suda kok"jawab Yana senyum.
"Mau pulang bareng"
"Maaf mas,saya bawa mobil"ucap Yana,dia merasa tidak enak hati.
"Oh iya,salah saya juga gak bertanya terlebih dahulu"ucap Zaki senyum,namun di wajah nya sedikit ada rasa kecewa.
"Kamu belum pulang juga"tanya aldi ketika melihat Zaki mengobrol dengan Yana.
Saat tadi aldi masuk ke dalam kantor,kebetulan Zaki masih berada di toilet jadi Meraka tidak bertemu di lobby
"Belum pak,kebetulan saya sedang menunggu mbak Yana, kasihan dia sendiri diatas"ucap Zaki sedikit menyinggung,dia tahu penyebab Yana lama pulang karena Aldi yang memberi pekerjaan terlalu banyak.
"Oh,tidak perlu khawatir,ada saya yang menemaninya"ucap Aldi datar,dia sedikit tidak suka dengan karyawan satu ini
"Oh ya,kalau begitu saya pulang duluan ya pak, mbak"ujar Zaki keluar dari kantor KING KARL itu,dia sedikit kecewa Karena Yana menolak bantuan nya,sedangkan Aldi tadi bilang kalau dia baru saja menemani Yana.
Prek prek Zaki menendang ban mobil nya.
"Ayo pulang,kamu mau tidur disini"tanya Aldi ketika Yana belum melangkahkan kaki keluar dari kantor.
Yana menghembuskan nafas nya,lalu berjalan ke arah mobil.
"Eh,bapak jadi nebeng sama saya..?"tanya Yana ketika dia telah membuka pintu mobil nya
"Jadi lah,kamu kan perempuan,gak baik kalau jalan sendiri"ujar Aldi datar,dia langsung masuk ke kursi kemudi,dia hanya ingin membalas kebaikan Yana tadi siang.
__ADS_1
Sebelum masuk ke dalam mobil,Yana melihat Zaki yang memandangi diri nya dari jarak +/- 5 meter,kemudian dia masuk kedalam mobil dengan perasaan bersalah,dia takut Zaki akan sakit hati karena sudah dua kali melolak pulang bareng.
"Maaf mas Zaki,lain kali saya tidak akan bawa mobil"gumam Yana dalam hati.