
Hari ini Yana,pergi keluar ke mall bersama suami nya,mereka akan membeli perlengkapan bayi karena perkiraan lahiran Yana akan sebentar lagi.
Brukk
"Aduh maaf ya mbak gak sengaja"ucap Dea,dia yang sedikit terburu-buru tidak memperhatikan jalan nya.
"Iya gak apa mbak"jawab Yana tersenyum,padahal dia sedikit merasakan sakit.tapi tidak terlalu mempermasalahkan itu karena Dea telah meminta maaf,karena masih ada yang ingin di kejar oleh Dea,dia pergi dengan sesikit berlari.
"Beneran kamu gak apa-apa?" Tanya Aldi dia ingin memaki Dea sebenar nya tadi,tapi karena istri nya berkata no problem dia pun mengurungkan niat nya.
"Iya"
Berjalan bergandengan tangan,Yana dan suami nya bak pengantin baru tidak ingin jaub-jauh,Yana begitu erat menggenggam tangan suami nya,begitu juga sebalik nya.
Di toko baju bayi,Yana memilah baju itu dia sedikit plin plan karena dia belum tahu jenis kelamin anak nya,mereka tidak ingin mengetahui nya dengan cara USG,tapi yang nama nya oramg berada,dia memilih ke dua nya,baju cewe dan cowo.
Saat memilih baju,Yana merasakan kebelet.ingin buang air kecil dan ingin pergi ke kamaar mandi
"Aku temanin ya!"pinta Aldi
"Gak usah mas,aku bisa sendiri"
Aldi hanya mengantarkan Yana sampai di pintu toilet cewe,dia menjaga seperti satpam di depan sana.
Sementara itu di dalam toilet,Yana bertemu dengan Novi.dia tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan wanita itu disana.
"Ehh,Yana! Kamu apa kabar? Udah bunting ya sekarang"ucap novi ketika dia melihat Yana lewat di depan kaca toilet umum.Yana menoleh,tapi dia lanjut ke kamar kecil karena dia tidak dapat menunda lagi panggilan alam.
Novi yang melihat itu langsung berpikir,jika Aldi sedang berada di mall ini,dia buru-buru keluar untuk mencari keberadaan mantan kekasih nya itu.dan benar saja dia langsung melihat sosok yang dia cari di depan pintu toilet umum.
Dia tidak mau menyapa,karena dia yakin jika Aldi pasti akan menghindar,dia pun menyusun rencana.dia mengenakan masker lalu menabrakkan tubuh nya ke tubuh Aldi,karena di sengaja Aldi hampir saja terjungkal,sedangkan Novi berpura-pura keselo.dia memegangi pergelangan kaki nya.
"Duuh"rintih nya,Aldi tetap saja tidak menghiraukan diri nya,karena Aldi sendiri saat ini sedang menahan emosi akibat di tabrak oleh Novi.
"Tolongin dong"ucap Novi berdecak kesal,dia terus memegangi kaki nya.
"Maka nya kalau jalan pake mata! Siapa suruh jalan sambil lari"gerutu Aldi dia sanhat malas merespon perempuan yang ada di hadapan nya sekarang.
Tidak berselang lama,Yana keluar dari toilet dan melihat Novi terduduk sembari memegangi kaki nya.
"Asataga,mbak kenapa? Mas kok diam aja sih kenapa gak di tolongin?" Tanya Yana melihat ke arah suami nya.
"Emang aku yang buat dia jatuh? Dia sendiri yang buat diri nya seperti itu "jawab Aldi,dia bisa membaca pikiran wanita itu,yang hanya ingin memodusi diri nya.
"Dia pasti mau minta uang,ini lah cara orang-orang penipu buat nyari uang karena malas bekerja"Aldi berkata dengan nada sedikit tinggi.tidak tahan dengan fitnahan Aldi,Novi pun membuka masker nya sembari berdiri.
"Kamu kok ngomong nya gitu? Aku beneran sakit lho ini"ucap Novi,membuat Aldi terkejut dengan apa yang dia lihat.begitu pun Yana dia tak kalah terkejut.Novi berdiri sembari membuka masker nya.
"Nyari penyakit sendiri"ujar Aldi,dia pun menarik tangan istri nya agar jauh dari Novi.
Novi tidak terima,dia sedikit berjalan mengejar suami istri itu.
"Al,kamu jangan hindarin aku kaya gini dong!"Novi terus mengejar hingga sampai Aldi menghentikan langkah nya
"Novi,kamu perempuan jangan mempermalukan diri kamu sendiri.lagian kamu cantik,masih banyak laki-laki yang mau sama kamu.jangan kejar aku lagi! Asal kamu tahu saat ini aku sangat mencintai istri ku sampai aku mati nanti"ucap Aldi,istdi nya di samping hanya bisa merona,dia terseyum bahagia.
"Tapi aku mau nya cuma sama kamu Al,aku gak mau nyari yang baru.karna sampai saat ini cinta ku sama kamu masih tetap sama.waktu itu aku hanya emosi sesat meminta pisah sama kamu.tetapi padahal aku masih sayang"ucap Novi,dia mengutarakan isi hati nya.
"Kamu dengar baik-baik,saat kamu meminta kita untuk berpisah,saat itu juga cinta ku,ku buang jauh-jauh,dan mulai saat ini jangan bergarap lebih karna aku sudah memiliki keluarga yang utuh yang mampu membuat hati ku bahagia, ketahui lah mau berbagai cara apapun yang kamu lakukan.aku gak akan pisah sama istri ku"jelas Aldi panjang lebar berharap Novi bisa mencerna kata-kata nya.kemudian dia pergi meninggalkan Novi disana,dia tidak perduli jika mantan kekasih nya ini menangis atau pun sakit hati,dia lebih takut jika iatri nya yang merasakan hal itu.
Dulu dia juga merasakan hal yang sama waktu Novi meminta untuk mengakhiri hubungan mereka.dan mungkin ini adalah balasan untuk Novi yang telah menyianyiakan diri nya dulu.
"Kita mau kemana lagi sayang? Apa lagi yang perlu di beli?"tanya Aldi ketika mereka telah kembali ke inti mall.
"Kaya nya udah deh mas,kita pulang aja"ucap Yana.
Bersamaan dengan itu Dea mengejar mereka dan memberikan satu buah paper bag besar berisi perlengkapan bayi
__ADS_1
"Mbak tunggu! Ini saya ada sedikit rezeky buat dede bayi nya nanti setelah lahir"Dea memberikan paper bag itu.
"Eh? Gak usah mbak"ucap Yana dia sedikit bingung mengapa wanita itu memberikan perlengkanpan bayi itu.
"Ini sebagai ucapan maaf saya yang gak sengaja nabrak mbak tadi,mohon di terima ya mbak"ujar Dea dia tersenyum ramah lalu pandangan nya mengarah ke pada Aldi,dia merasa jika Aldi sangat mirip dengan Anhar.
"Suadara nya Anhar ya?" Tanya Dea kepada Aldi,dia sempat bingung tapi dia tetap mengangguk.
"Hmm.kirim salam ya mbak sama Anhar saya pulang dulu"
Suami istri itu bingung dengan tingkah Dea,mereka bahkan belum sempat mengetahui nama nya tapi sudah pergi begitu saja.
Yang paling mereka bingungkan mengapa gadis tadi mengenal Anhar.tidak mau pusing mereka pun pulang membawa paper bag yang di berikan oleh Dea tadi.
***
Hari berikut nya,Aldi kini kembali fokus bekerja,ketika dia berjumpa dengan Anhar adik nya,dia pun menyampaikan pesan yang sudah di titipkan oleh Dea kemarin.
"An,ada yang titip pesan sama lo"
"Siapa? "
"Itu lah yang gue gak tahu,tapi kata nya dia kenal sama lo,dan dia titip salam,kemarin dia malah beliin peralatan bayi buat istri gue"
"Serius? Baik juga ya dia.tapi sayang gue gak kenal"ujar Anhar,dia mengira jika teman satu kampus nya yang memberikan hadiah buat Yana.
"Perempuan,dia cantik putih tinggi pokok nya cocok deh sama lo"sambung Aldi.
"Gue lagi gak nyari jodoh bang! Udah ah gue sibuk ni,kalau cuma mau ngomongin hal yang gak penting mending abang keluar aja"usir Anhar,dia memang masih menutup diri untuk tidak mengenal yang nama nya cinta.
"Lo pacaran aja dulu,kan ada tuh pengenalan diri dan penyesuaian hati.mana tahu jodoh ya lo lanjut"
"Bangg!" Anhar sungguh jengggah terhadap abang nya ini,memang selalu seperti itu jika Anhar merasa tidak suka maka Aldi terus saja mengompori nya.
"Lo pasti tahu kan siapa cewe itu? Tapi lo pura-pura aja"goda Aldi,dia sangat gentar untuk mengejek adik nya
"Aiiiss,siapa sih itu cewe"gumam Anhar bingung,dia tidak mau memikirkan nya.Anhar pun melanjutkan pekerjaan nya.
Sudah selama enam bulan Andreas mendekam di penjara,tidak ada yang dapat membebaskan nya dari sana.kurus nya semakun kurus dia tidak terurus wajah yabg dulu nya sedikit berisi kini terlihat seperti tengkorak.
Dia kerap di gebukin oleh teman satu sel nya karena kadang dia melawan ketika di suruh.
Dan saat ini dia kedatangan tamu yang sedang menjenguk nya di kantor polisi
"Sayang,ini aku bawain bontot buat kamu.biar kamu bisa makan enak!"ucap Rista membawakan satu buah bekal untuk suami nya,
"Terimaksih ya,kamu memang istri yang baik"ucap Andreas,dia sangat merasa bersyukur karena Rista masih mau menjenguk nya di dalam penjara.
"Aku juga punya kabar gembira buat kamu"
"Apa itu?"
"Aku hamil mas,aku senang banget tahu gak"
Terpaku,Andreas hanya diam dengan berbagai pikiran di otak nya,mengekspresikan wajah bahagia pun dia terlihat enggan,dia sedikit ragu apakah anak yang di dalam kandungan nya itu adalah darah daging nya.
"Sayang,kamu kok diam aja? Kamu gak senang ya dengar berita ini?" Tanya Rista sedikit kecewa,ekspresi Andreas tidak seperri yang dia ingin kan.
"Senang kok,tapi aku cuma mikir gimana dengan biaya hidup dia nanti.aku gak bisa ngasih nafkah karna aku gak bekerja,kan kasihan kalau sampai dia kekurangan asupan"ucap Andreas, dia memang memikirkan biaya hidup bayi itu,tapi ada satu ganjalan lain di pikiran nya,dia tidak mengatakan karena mencoba berpikir positif.
"Kamu tenang aja sayang,aku masih bisa kerja kok,semua pasti ada jalan nya"ujar Rista.
"Aku gak yakin kalau janin yang ada di dalam kandungan itu adalah bayiku,nanti setelah lahir akak aku pinta untuk tes DNA"manolog Andreas dalam hati.
******
Hari ini adalah minggu,dan pagi ini Anhar menemani ibu nya ke pasar,dia sempat menolak ajakan ibu negara,tapi ratu di rumah itu memaksa dengan wajah memelas nya,jika sudah seperti itu,Anhar tidak bisa menghindar lagi,dia akan berubah menjadi pengawal di hadapan ibu nya.
__ADS_1
Anhar membawa keranjang di belakang ibu nya,sedangkan Lila memilih milah sayuran yang akan dia beli pagi ini.
Lila terseyum senang ketika Anhar sama sekali tidak mengeluh di pasar itu,padahal suana pasar sangat padat dan juga sangat menggerahkan badan.tapi tampak nya Anhar tidak komplin.
"Har,kamu mau beli sesuatu gak seperti jengkol atau apel kesukaan mu?" Tanya Lila di sela-sela dia memilih sayuran,Anhar berkata tidak,dia tidak ingin sesuatu sekarang selain daru pada kata pulang.
"Yaudah,mama ke tukang ikan dulu.kamu tunggu disini! Karna kamu gak akan tahan dengan bau nya disana,bauk!"ucap Lila,dia hanya mengangguk sembari memegang keranjang belanjaan ibu negara.
Bersamaan dengan itu,ternyata Dea juga sedang berbelanja untuk perlengkapan dapur di cafe nya,dia pergi bersama Era,karna Era lah teman nya merintis usaha itu dari nol.
"Ra,kayak nya penyedap rasa belum kita beli deh.saus juga,jangan lupa kecap asin dan manis."ucap Dea sembari membaca buku agenda yang biasa dia bawa ke pasar agar tidak kelupaan.
"Siap komandan"
Dea memang setiap minggu berbelanja ke pajak untuk membeli perlengkapan di warung cafe nya,dia yang memilih mandiri dari pada bekerja di kantilor papa nya sudah terbiasa merasakan sesak nya ada di pasar.
"Berasa udah kaya ibu rumah tangga aja gue ini"celetuk Dea,membuat Era tersenyum dan menyahut.
"Kan bentar lagi lo bakalan jadi ibu rumah tangga,mulut lo semdiri lagi yang bilang"sahut Era.
Dea tersenyum manis,ia membenarkan ucapan sahabat nya dan sekarang dia sedanng membayangkan sedamg berbelanja dengan pangeran tampan nya.tanpa sadar wajah nya bersemu merah
"Jangan senyum-senyum gitu De! Serem gua tuh"
"Hem,taudah deh gue ke temoat jualam sayuran dulu ya Ra,mau beli daun sop"
Dea pun berjalan ke tempat yang ia ingin kan,dari jarak yang tidak terlalu jauh Dea sedikit mengenali seseirang.pria yang tampan dengan segala pesona nya.baju kaos yang senanda dengan celana yang cocok di gunakan oleh cowo yang sedang olah raga.
"Ya tuhan,dia tampan sekali"gumam Dea terpengarah dengan apa yang dia lihat.
Dia tidak menyangka jika diri nya akan bertemu dengan pria incaran nya di pasaar yang terlihat padat ini.
"Anhar pangeran ku!"ucap Dea senang di dalam hati,dia pun perlahan membelah emak-emak yang sedang berkerumunan,tapi karena sesak nya jalan dia sedikit lama samoai ke tempat tujuan nya.hingga Anhar keburu berjalan jauh ke depan.
"Eyy,tunggu gue Anhar" Dea tidak perduli dengan umpatan yang di lontarkan emak-emak karena diri nya sudah membelah jalan.
Sementra di waktu yang bersamaan Yana sedang fokus Yoga khusus ibu hamil,sedangkan Aldi.dia sibuk untuk memasak di dapur.
Keringat yang bercucur di kening nya membuat lelaki itu bertambah tampan di mata wanita mana pun.sekarang dia sedang memasak sop,dia berusaha melakukam sebaik mungkin agar Yana akan merasakam enak.
Dia mencicipi kuah yang dudah mendidih itu.
Slruup,terasa pas di lidah,dia pun mematikan kompkr kemudian berjalan ke arah tempat Yana melakukan yoga.
"Seksi sekali"
Aldi bergumam dalam hati,Yana tampak sangat seksi sekarang di mata nya,dengan baju yang ketat serta pendek membaat lekuk tubuh Yana terlihat jelas di hadaoan suami nya.untung Aldi saja yang melihat Yana berpakaian seperti itu,jika semlat orang lain bisa breabe.
"Yang! Kita sarapan dulu yuk,kasihan tu dede bayi nya kelaparan"ajak Aldi,memmbuat Yana merasa tanggung,karena baru saja melakukan pemanasan Aldi sudah memanggil nya.
"Bentar dulu napa! Ini tanggung sayang"pinta Yana,bukan njat melawan hanya saja dia belum merasakan lapar.
"Gak! Pokok nya sarapan dulu baru lanjut lagi"tegas Aldi,mau tidak mau Yana pun dengan terpaksa berdiri dan memghampiri ruang makan mereka.
"Apa mau di suapin?" Tanya Aldi ketika Yana belum juga memakn masakan buatan nya.
"Gak usah sayang,aku bisa sendiri"tolak Yana,dia pun segera melahap sop buatan suami nya.
"Enak banget sayang,ini resep dari siapa?"
"Dari pikiran aku sediri,yang ku buat khusus untuk istri ku"jawab Aldi membuat Yaha merona.wajah yang tadi nya merah kini bertambah merah.udah seperti cheff saja Aldi ini,tapi memang dia membuat sopp itu tanpa mengikuti sthep orang lain.
"Kata papa kakak mau pulang ke indonesia besok"ucap Yana di sela-sela makanan nya.
"Aku gak sabar mau lihat secara langsung kakak mu itu,dia pasti tampan sekali"ujar Aldi.
"Tampan,tapi dia menyebalkan.sama kayak kamu dulu".
__ADS_1