Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
ingin membawa ke rumah


__ADS_3

Rijal menelan Slavina nya bagaimana pun tadi dia begitu terlihat jelas memperhatikan Mira.


"Ehkem saya hanya sekretaris nya pak Leon pak"jawab Mira senyum, dia  ingin meluruskan ucapan Leon, dia tidak ingin klien mereka salah paham atas ucapan Leon barusan,Leon melirik Mira sekilas lalu menggenggam tangan nya di bawa kemudian membawa tangan Mira itu ke atas meja seakan dia mau memperlihatkan kemesraan kepada klien nya itu.


"Kamu jangan ngomong begitu  dong sayang"ucap Leon menatap Mira,Mira ingin  menarik tangan nya dari genggaman Leon tapi di tahan oleh Leon.


"Biasa Pak dia ini lagi ngambek makanya ngomongnya seperti itu"ucap Leon menjelaskan


"Ah iya pak,perempuan emang kadang  seperti itu  susah di tebak"ucap Rijal kikuk.


"Kalau begitu kita makan dulu aja, mumpung makanan nya sudah datang"ucap Mira yang risih tangan nya di genggam oleh Leon.


"Iya sayang,ayo pak di nikmati"ucap Leon dan di angguki oleh Rijal,namun jemari Leon tetap saja menggenggam tangan Mira.


"Pak tangan saya,susah kalau begini terus"ucap Mira memandangi tangan nya,Leon pun melepas genggaman tangan nya,dada Leon seakan ingin meledak sangking berdegup kencang ketika menatap wajah Mira begitu dekat dengan wajah nya,untung saja badan Leon lebih tinggi jauh dari Mira sehingga Mira tidak tahu kalau wajah Leon saat ini memerah.


"Kok gue kaya anak kecil ya jadi malu malu begini,yang gentle dong Yon"ucap nya pada diri nya.


Mereka bertiga pun makan melahap makanan yang telah di pesan,setelah beberapa menit makanan mereka pun kini telah habis.

__ADS_1


"Jadi langsung aja ya pak untuk mempersingkat waktu,ini proposal kerja sama yang akan kita laksanakan"ucap Rijal menyodorkan maps berisi proposal yang akan di tanda tangani Leon,maps itu pun di terima oleh Leon kemudian membaca nya sesekali Leon melirik ke arah Rijal yang masih saja curi curi pandang kepada Mira,setelah membaca dengan saksama Leon pun menandatangani proposal itu, karena proposal itu termasuk sudah memenuhi dalam kriteria untuk bekerja sama dengan perusahaannya.


Leon pun meletakkan maps yang sudah ditandatangani ke atas meja lalu berkata


"Sepertinya sudah tidak ada lagi urusan kita Bapak boleh pulang karena kami ingin melanjutkan kencan kami"usir Leon terhadap Rijal dia begitu risih dengan melihat Rijal yang selalu mencuri curi Padang calon kekasih nya.


Rijal yang merasa di usir berusaha menahan amarah nya bagaimana pun Leon ini adalah orang terpenting di perusahaan bos nya jika dia berurusan dengan Leon secara pribadi maka dia harus siap siap untuk angkat kaki dari pekerjaan nya.


"Oh iya,terimakasih banyak pak,anda sudah Sudi bekerja sama dengan perusahaan kmi,saya benar benar senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan bapak"ucap Rijal berusaha tersenyum. Rijal pun bergegas pergi meninggalkan Leon dan juga Mira.


Ketika sang bos tampan menyatakan kalau dia  adalah calon istri nya Mira merasa sangat jengkel kepada bos nya itu,berbeda dengan wanita lain jika mendengar ucapan Leon itu bakalan merasa  terbang  tinggi hingga menembus langit ke tujuh,tapi entah mengapa Mira tidak suka diri nya di bilang calon istri seorang CEO sejak kepergian Rijal dari tempat mereka wajah Mira berubah masam Leon yang melihat itu tampak sedikit takut untuk memulai pembicaraan. Sungguh saat ini Leon tidak pantas di sebut sebagai pemimpin karena nyali nya ciut ketika melihat wajah masam Mira.


"Sebenarnya sudah tidak ada lagi sih masalahnya kan tadi saya bilang kita mau berkencan di sini, apa kamu tidak mau kencan dengan saya"tanya Leon, Mira yang merasa dipermainkan pun langsung berkata tidak


"Tidak Pak saya ingin pulang ke kantor sekarang masih ada kerjaan yang masih saya ingin kerjakan di sana"ucap Mira.


"Ah masalah itu bisa dikerjakan besok lagi berhubung karena kamu baru masuk hari ini jadi kamu saya kasih kelonggaran sebagai training kamu, Dan perlu kamu ingat masa training kamu selama 3 bulan di perusahaan saya"ucap Leon ramah


"Baik Pak, kalau begitu bisakah saya pulang sekarang saya ingin beristirahat agar besok bisa bekerja  lebih baik lagi."ucap Mira, mendengar perkataannya leon sangat tidak suka dengan ucapan Mira itu

__ADS_1


"Bisakah kamu menemani saya sekitar 2 jam lagi di sini karena orang tua saya akan datang ke sini melihat calon menantunya mereka sedang dalam perjalanan sekarang "mohon Leon.


"Maaf Pak saya memang bawahan Bapak tapi untuk masalah itu bapak tidak berhak untuk mengatur  saya karena itu sudah menyangkut pribadi ,bukan nya sombong tapi saya tidak mau menjadi calon istri bapak "ucap Mira marah dia tidak suka diperlakukan seperti itu,  Leon yang membuat keputusan sendiri.


"Maaf Mira Chandra maaf kalau saya menghubungkan pekerjaan dengan masalah pribadi tapi untuk kali ini saya secara pribadi meminta anda untuk menjadi calon istri saya maksud _maksud saya berpura-pura mencari calon istri saya"ucap Leon gugup, dia sungguh takut Mira akan menolaknya tapi dia harus berusaha terlebih dahulu bukan.


"Maaf beribu maaf pak saya bukan perempuan bayaran, berapapun uang yang Bapak kasih saya tidak akan mau berpura-pura menjadi istri bapak atau bahkan menjadi istri beneran Bapak  sekalian "ucap Mira dia salah paham dengan ucapan Leon dia berpikir Leon ingin membayar nya,hati kecil Mira sebenarnya sakit karena status nya yang sudah berubah menjadi janda itu di pandang sebelah mata,tapi maksud Leon bukan begitu Leon sebenar nya suka dengan Mira namun cara dia mengutarakan  perasaan nya salah,karena terlalu gugup jadi omongan nya ngelantur kemana mana,tapi tentu saja sifat gugup Leon ini berlaku hanya untuk Mira.


"Maksud saya bukan seperti itu Mira saya tidak akan membayar kamu atau bahkan menjanjikan uang kepada kamu tapi saya benar-benar meminta tolong kepadamu untuk membantu saya berjumpa dengan orang tua saya karena kedua orang tua saya ingin saya cepat menikah"ucap Leon mohon sungguh perasaan Leon saat ini tidak enak melihat Mira marah seperti itu, namun kelihatannya Mira tidak mau mendengarkan penjelasan Leon ini.


"Kalau saya tidak mau apa yang akan Bapak lakukan kepada saya, jika Bapak ingin memecat saya setelah saya menolak permintaan Bapak silakan saya tidak akan keberatan karena bagi saya saya tidak pernah mau dipaksa seperti ini "ucap Mira dengan wajah yang memerah entah mengapa dia merasa terhina atas ungkapan Leon ini.


"Oke baiklah kalau begitu besok saya akan membuat keputusan, besok saya akan memutuskan kontrak kerja kamu pulanglah sekarang jika kamu tidak ingin membantu saya"ucap Leon datar, dia sudah memiliki rencana lain untuk memikat hati Mira


Mira menelan slavinanya bagaimanapun dia tidak ingin kehilangan pekerjaannya karena mencari pekerjaan di kota Sumatera ini sangat susah bahkan untuk masuk bekerja pun harus membayar terlebih dahulu tapi mau bagaimana lagi Dia tidak punya pilihan lain karena dia tidak mau menjadi perempuan bayaran karena menurut dia itu sungguh sangat murahan.


"Baik Pak terima kasih "ucap Mira kemudian dia pun bergegas pergi dan keluar dari kafe itu dengan hati yang sangat gelisah, bagaimanapun kabar dia sudah bekerja ini akan didengar oleh orang tuanya, mamanya tersayang tapi Mira akan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Leo nantinya Mira menyiapkan dirinya.


"Kamu tunggu saja Mira sayang kamu pasti akan menurut denganku apapun yang akan aku mita "ucap Leon ambigu

__ADS_1


__ADS_2