
"eh lo pikir gue gak muak sama muka Lo itu ha"bentak Aldi ketika mendengar ucapan menohok yana.
"Lah kalau Lo muak,udah sana pergi dari hadapan gue"balas Yana tegas,suara nya tak kalah keras dari mantan atasan nya ini,perhatian para pengunjung cafe tertuju pada dua musuh bebuyutan itu.
"Maka nya Lo ikut gue,Lo harus kerja lagi karna gue belum ACC surat pengunduran diri Lo"ujar Aldi lagi.
"Ogah,Lo aja sana,gue udah gak mood buat kerja di kantor Lo"
Kedua nya sama sama marah, masing-masing mata mereka memerah,terutama Aldi dia sangat malu karna diri nya di bantah oleh Yana.
"Jangan sampai gue tuntut Lo ya, Lo udah tanda tangan kontrak sama kantor jadi Lo harus ngikutin apa yang gue printah"
"Tuntut sana,gua gak takut"
Hingga sepuluh menit mereka berdebat,pada akhir nya satpam datang,karena mereka telah menganggu kenyamanan para pengunjung.
"Mas,mbak tolong keluar dari cafe ini,kalian sudah membuat keributan,dan itu membuat pengunjung menjadi tidak nyaman"ujar satpam tegas.kedua nya merasa sangat malu mereka tidak tahu bahwa mereka sudah menjadi pusat perhatian.
"Sial"umat Aldi,dia merasa malu sekarang.
"Ih,setiap bareng tu cowok gue malu melulu"batin Yana kesel.
Aldi tidak membiarkan Yana lolos dia masih ingin bermain main dengan kemarahan Yana,dia setengah berlari untuk mengejar wanita itu.
"Tiana tunggu"ucap nya sembari mencekal tangan wanita itu,Yana berhenti dan menepis tangan Aldi.
"Lepasin,Lo apaan sih"ujar Yana tidak terima.
"Lo mau kemana,Lo harus balik lagi buat kerja "ucap Aldi sedikit memaksa.
"Gak mau gue,kok Lo maksa banget sih,bisa bahasa manusia gak sih"ucap Yana pelan namun penuh makna.
"Emang Lo bisa bahasa binatang"tanya Aldi datar,dan itu semakin memancing emosi yana
Plakk
__ADS_1
Yana menampar wajah mulus Aldi,hingga membuat pipi lelaki itu memerah,dia memegang pipi nya karna merasakan sakit disana.
"Itu bahasa kerbau yang susah di bilangin"balas Yana ketus sembari berlalu meninggalkan Aldi yang tengah memegangi pipi nya
"Berani benar nih cewe gampar gue"batin Aldi,dia tidak terima di perlakukan seperti itu,dia kembali mengengejar Yana dan mengikuti nya dari belakang,Yana yang mengetahui itu berusaha tidak menggubris,selama Aldi tidak berbuat macam macam dia tidak akan bertindak lebih jauh.
"Eh cewe sialan,tunggu"umpat aldi,ucapan nya itu berhasil membuat Yana berhenti dan membalikkan tubuh nya.
Yana berdiri sejajar dengan Aldi,tinggi mereka tidak terlalu jauh beda,Aldi sedikit lebih tinggi di banding diri nya,Yana menatap lelaki itu dengan tatapan dingin dengan wajah yang berubah sangar dia maju selangkah
"Mau apa lagi Lo,mau gue gampar lagi.?"tanya Yana datar menatap tajam ke arah Aldi,namun Aldi tidak mau kalah,dia menatap balik dengan tatapan yang tak kalah tajam.
"Lo gak bisa di bilangin ya,Lo ikut gue masuk ke kantor,Lo balik kerja"ujar Aldi,dia terus saja memaksa Yana untuk kembali bekerja.
"Ni orang bego,apa gimana sih,udah gue bilang gue gak mau kok terus di paksa aja"ucap Yana lelah,dia berjalan pelan dan duduk di sebuah penjual es cendol.
"Pak,es cendol nya satu"ujar Mira ke penjual es.
Aldi tertawa pelan,bukan nya marah,dia malah tersenyum melihat wajah lemas yana,dia menunggu Yana menghabiskan es yang telah di pesan.
Namun sudah sampai sekitar satu jam Yana belum menghabiskan es nya,bahkan gelas yana sudah tidak dingin lagi.
"Mas Zaki udah selesai.?"tanya Yana ketika melihat Zaki sudah keluar dari ruangan nya.
"Udah,yuk pulang"jawab Zaki senyum
"Kamu,saya perintahkan untuk lembur hari ini"ucap Aldi secara tiba tiba.
"Eh kutu monyet,Lo punya masalah apa sih sama kami,terutama sama gue,dari kemarin suka nyari masalah aja"ujar yana marah.
"Iya pak, perasaan saya gak pernah buat kesalahan apa apa lho selama ini "sahut Zaki.
"Karna kalian berani melawan saya"jawab Aldi lantang.
"Gimana gak di lawan,Lo nyuruh gue buat diskusi padahal itu di jam istirahat,Lo pikir gue robot gak perlu makan"balas Yana menohok.
__ADS_1
"Karna yang mau di bahas ini sangat penting dan gak bisa di tunda"
"Gue merasa,di kantor ini gue bukan orang penting,gue cuma karyawan biasa,masih banyak karyawan lain yang bisa Lo ajak diskusi,Lo nya aja yang suka nyari masalah sama gue"ujar Yana panjang lebar.
Aldi terdiam,dia juga merasa aneh pada diri nya mengapa dia selalu ingin berdebat dengan wanita cantik satu ini.
"Dan untuk mas Zaki,dia cuma mau ngasih tahu sama Lo biar Lo gak seenak nya sama karyawan kecil seperti kami"tambah Yana lagi,yang membuat Aldi semakin terdiam
Zaki semakin tertarik dengan Yana,dia begitu takjub dengan keberanian Yana ini.
"Udah mas,ayo kita pulang"ajak Yana sembari berlalu meninggalkan Aldi yang masih terdiam,Zaki pun menyusul Yana ke arah parkiran.
"Em,Yan kita naik mobil kamu atau mobil aku"tanya Zaki,dia bingung karna Yana juga membawa mobil,sedangkan dia selalu ingin merasakan pulang bareng dengan Yana.
"Terserah sih mas,yang mana juga boleh",sahut Yana,dia sebenar nya juga bingung,sedangkan besok dia sudah tidak mau lagi kembali kekantor ini.
"Ya sudah kita naik taksi online aja gimana"Tanya Zaki,sungguh jawaban itu di luar dari pemikiran Yana,memesan taksi online padahal mereka memiliki kendaraan masing masing.
"Ah iya,itu ide yang bagus,yaudah yuk pulang,aku udah malas disini"ucap Yana,sedangkan Aldi,dia kembali masuk ke dalam kantor dengan perasaan yang bersalah
Zaki dan Yana pulang dengan mengunakan taksi online,tidak habsi pikir memang,tapi itu satu satu nya cara biar bisa pulang bareng
"Aku salut banget Lo sama ke eranian kamu,yang bisa melawan pak Aldi"ucap Zaki membuka percakapan,
"Kalau kita diam,pasti bakalan di tindas mas"jawab Yana,seketika wajah nya berubah cemberut jika kembali mengingat Aldi.
"Iya sih,tapi kamu terlalu over berani nya, mereka kan orang kaya,gimana kalau mereka berbuat jahat sama kamu,kan kamu tahu sendir orang kaya bisa berbuat jahat tapi dia tidak akan di salahkan"ujar Zaki,panjang lebar,Yana sedikit tidak setuju dengan ucapan teman baru nya itu.
"Gak semua orang kaya seperti itu mas,"sahut Yana.
"Iya,tapi gak kemungkinan kan pak Aldi akan melakukan yang aku bilang barusan,apalagi dia terlihat gak suka banget kalau sama kamu"ucap Zaki,dia hanya tidak ingin Yana di jahatin oleh Aldi.
"Iya,tapi aku yakin pak Aldi tidak sejahat itu"balas Yana,dia tidak mau menjelaskan orang di belakang.
"Oh iya minggun depan ada acara gak,??,"Tanaya Zaki,dia berniat mengajak Yana menonton bioskop.
__ADS_1
"Ada mas,"jawab Yana cepat,dia sudah tahu niat Zaki.
"Hmm,kirain gak ada,rencana aku mau ajak kamu buat nonton kuda lumping"