Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
fitting baju


__ADS_3

Setelah pulang dari Jakarta dan  ber istriahat, sepasang suami istri itu pun akan melakukan fitting baju hari ini.


"Sayang bangun"ucap Mira lembut ke arah telinga suami nya,Leon tampak lelah karena pergelitan mereka tadi malam,Mira sudah  mandi dan segar,dia ingin membantu mama nya menyiapkan makanan


Mendengar suara istri nya di alam bawah sadar,Leon perlahan membuka mata nya,mata nya tampak merah dia tersenyum bahagia melihat wajah istri nya yang terlihat sangat cantik itu.


"Mama cantik banget sih " ujar Leon dengan suara khas orang baru tidur.


"Sudah dari lahir,udah sana mandi dulu,mama mau nyiapin makanan dulu"ucap Mira santai,namun dia terlihat salah tingkah.


Leon duduk bersandar di kepala ranjang,ia menatap Mira sembari senyum senyum,melihat suami nya tersenyum dia duduk di tepi ranjang.


"Panggilan mesra kita,sebaik nya kita ubah aja yah"pinta Mira,dia merasa panggilan itu belum pantas untuk diri nya


"Kenapa"tanya Leon mengubah posisi duduk agar lebih dekat ke arah istri nya.


"Kita kan belum punya anak"


"Sebentar lagi kan bakalan punya sayang"


"Panggil ayah,bunda aja deh,gimana mau..?Mira masih saja ingin mengubah panggilan mesra mereka.


"Boleh deh"jawab Leon senyum.


"Yaudah,bunda mau bantuin mama masak dulu"ucap Mira sembari berdiri namun tangan nya di tahan oleh Leon.


"Cium dulu dong"pinta nya manja


Cups.


"Dah,ayah mandi dulu sana"ujar Mira sembari pergi keluar dari kamar menuju dapur,untuk membantu endang menyiapkan makanan.


Sesuai dengan perintah istri nya,Leon bergegas keluar kamar untuk mandi.


"Eh udah bangun"ujar endang ketika melihat anak nya datang ke dapur dengan badan yang sudah fress.


"Iya ma,Mira mau bantuin mama nyiapin sarapan"jawab Mira sembari mendekat ke arah ibu nya.


"Harus nya Mira saja yang nyiapin,ini malah mama yang repot"ucap Mira tidak enak hati.


"Buatin sarapan udah mama kerjain dari mama masih umur 12 tahun,jadi pekerjaan ini gak akan buat mama sakit"ujar endang santai.


Ya,nama nya juga orang tua,dia selalu menganggap anak nya masih anak-anak,yang selalu menyediakan kebutuhan anak nya tersebut.

__ADS_1


"Iya dehzyang masih muda"goda Mira,endang hanya tersenyum di goda seperti itu oleh anak nya.


"Udah kamu bantu suami kamu mandi sana,dia kan gak biasa mandi pake gayung"ujar Endang,dia yang tahu bagaimana rumah menantu nya,pasti nya dia mandi dengan mengunakan shower.


Mira lupa akan hal itu,namun  dia yakin suami nya pasti bisa menggunakan gayung.


"Udah lah ma,biar mas leon belajar mandi pakai gayung,biar kalau misal nanti kami  bangkrut gak akan repot buat ngajarin mas Leon"canda Mira,


"Hus,kamu kalau ngomong yang benar aja"marah endang, walaupun dia tahu Mira hanya bercanda tapi dia tidak mau anak nya berbicara seperti itu.


Alhasil Mira tetap membantu ibunya menyiapkan makanan dan membuatkan Leon mandi sendiri.


Setelah selesai sarapan sepasang suami istri itu pun pergi ke desainer untuk melakukan fitting baju, merekaberhenti di depan ruko yang bertuliskan Taylor hansaf.


Mereka di sambut oleh dua orang yang merupakan karyawan dari Taylor hansaf.


"Selamat datang tuan nyonya,mari silahkan saya antar"ujar mereka berdua,sepasang suami istri itu hanya tersenyum ramah.


Setelah bertemu dengan desainer,kedua nya pun di ukur agar mendapatkan baju yang cocok untuk mereka  yang akan melakukan pesta pernikahan dua Minggu yang akan datang.


Setelah selesai fitting,Nia menghubungi anak nya agar melakukan foto prewedding di salah satu langganan keluarga mereka.


"capek gak sayang"tanya Leon ketika mereka di dalam mobil,Mira menggeleng.


"Kalau bunda capek,kita bisa kok foto prewed nya besok aja"ujar Leon,dia tidak mau melihat istri nya lelah.


"Gak sayang,aku masih kuat kok"jawab Mira dengan senyuman manis


Mendengar istri nyabtidak kelelahan,Leon memacu mobil nya menuju tempat yang di perintah oleh mommy nya.


Kini mereka telah sampai di tempat tujuan,ternyata endang juga sudah berada di sana,mereka di sambut dengan senyuman hangat dari orang tua mereka.


"Apa kamu kecapean sayang"tanya Nia ketika dia sudah dekat denga menantu nya


"Nggak kok mom"jawab Mira lembut.


"Yaudah kita masuk yuk"ajak Nia,kelima orang itu pun masuk untuk melakukan foto prewedding.


Sementara di Jakarta tepat nya di kantor  KING KARL Yana begitu muak dengan sepupu bos nya ini yang selalu membebankan sebagian pekerjaan kepada nya.


"Kalau begini terus,gua benaran rigsan nanti "gumam Yana begitu kesel.


"Mbak Yana,apa mau saya bantuin"tawar Zaki yang melihat Yana begitu banyak pekerjaan.

__ADS_1


"Gak apa apa mas..?"tanya Yana,dia mau tidak merepotkan orang lain,namun dia lebih tidak enak hati jika terus saja menolak bantuan dari Zaki.


"Saya takut merepotkan lho"ujar Yana lagi.


"Ngak kok mbak,saya malah senang kalau mbak mau saya bantu "jawab Zaki senang.


"Boleh deh mas"jawab Yana kembali fokus ke laptop nya,Zaki mengambil laptop lalu menggeser kursi agar bisa satu meja dengan Yana.


"Boleh kan saya satu meja dengan mbak"tanya zaki.dia tidak bisa menolak karena Zaki sudah terlanjur duduk di dekat nya.


Setelah beberapa jam fokus pada perkerjaan,kedua nya kini telah lelah.


"Mas kalau mau istirahat duluan gak apa apa lho"ujar Yana,karna ini sudah menunjukkan hampir jam istirahat.


"Kita istirahat bareng aja"jawab Zaki senyum.


Sementara di ruangan itu,banyak karyawati yang menatap Yana tidak suka,karena Zaki terlalu perhatian terhadap Yana.


Tak berselang lama jam istriahat kini telah tiba,sejenak mereka menutup laptop.


"Mari mbak Yana,kita makan dulu"ajak Zaki.


"Mari"


Mereka pun berjalan ke kantin kantor,tanpa sengaja mereka bertemu dengan Aldi.


"Yana,kamu ikut saya ada pekerjaan yang harus di bahas"ucap Aldi datar.


"Ini jam istirahat,saya mau istirahat dulu"tolak Yana tak kalah datar.


"Kamu berani sama saya"gertak Aldi menatap tajam ke arah yana


"Kenapa saya harus takut dengan bapak" jawab Yana senyum,sedangkan Zaki puas dengan jawaban Yana,meski dia takut Yana akan di pecat setelah ini.


Mendengar jawaban Yana,emosi Aldi benar benar terpancing.


"Kamu dengar ya,saya disini atasan kamu,jadi apa yang saya perintah harus kamu jalankan"bentak Aldi.


"Saya tidak perduli,mau anda atasan saya atau bukan,yang jelas jika di jam istriahat semua karyawan istriahat,sedangkan posis saya disini hanya sebagai staff bukan asisten anda"


Yana menarik nafas dalam,emosi nya benar benar sudah berada di ubun ubun.


"Disini banyak karyawati,yang mau di perintah oleh bapak,karna bukan hanya saya saja manusia di kantor ini"

__ADS_1


"Berani kamu ya"ujar Aldi mencekal tangan yana


__ADS_2