
Peringatan,
Terdapat bacaan 21+ di bab ini,jadi yang belum umur 21+ di skip dulu,
Happy reading
Pantulan sinar mata hari dari jendela Mira membangunkan diri nya dari tidur yang nyenyak.tubuh nya menggeliat ketika sinar mata hari semakin panas,tubuh nya terasa berat ternyata suami nya memeluk tubuh nya begitu erat.
Pertama dia terkejut melihat sosok kekasih nya berada di ranjang nya,namun dengan cepat dia tersadar kalau diri nya sudah melakukan akad nikah tadi malam.
Dia melepaskan tangan kekar Leon dari tubuh nya, memandangi wajah tampan suami nya.
"Ya Allah tampan sekali,masih keadaan tidur aja tampan seperti ini"gumam Mira,sembari mengurai rambut suami nya kemudian mencium kening suami tampan nya itu.
"Semoga rumah tangga kita Sampai maut memisahkan "do'a Mira ketika diri nya telah selesai mencium kening suami nya,dia berharap sifat Leon tidak berubah ketika nanti sudah lama berumah tangga dengan diri nya.
"Amiin"suara bariton Leon yang sedikit serak karena baru bangun tidur,dia telah bangun ketika Mira melepaskan pelukan tangan nya tadi,sedangkan Mira merasa malu telah mencuri ciuman dari suami nya.
"Cium lagi dong"ujar Leon mendekatkan wajah nya ke arah Mira,dan langsung saja istri nya mencium wajah tampan nya itu.
Cups
"Yang disini dong"ucap Leon menunjukkan ke arah bibir nya,Mira mengecup bibir Leon dengan cepat,dia merasa tidak pede karna masih belum kumur kumur,padahal Leon tidak mempermasalahkan itu.
"Cepat banget,gak terasa tau yank"ucap Leon memejamkan mata nya.
"Aku belum gosok gigi sayang,"
"Emang aku perduli"ucap Leon yang masih menutup mata nya,mendengar perkataan suami nya Mira langsung saja menempelkan bibir nya ke bibir suami nya,dengan cepat Leon ******* bibir manis istri nya,dengan memegang tengkuk Mira,setelah lama bersilat lidah,Leon melepaskan tautan mereka,masing masing dari mereka merebut udara.
"Aku mandi duluan ya,kalau mandi bareng nanti setelah datang bulan nya selesai"ucap Mira,dia yang sudah pernah berumah tangga tentu nya tahu kesenangan sang suami.
"Sebentar lagi,aku masih mau di peluk"ucap Leon sembari membaringkan tubuh istri nya lalu memeluk kembali tubuh mungil istri nya itu,dia merangkul kan kaki nya sehingga Mira seperti tumbuhan yang sedang dililit oleh musuh nya,Mira merasa ada sesuatu yang kenyal yang menyentuh tubuh nya,dia merasa kasian kepada suami nya yang akan menunggu diri nya selama satu Minggu kedepan.
"Ini apaan"tanya Mira jahil,sembari mengelus milik Leon dari balik celana.
"Ja ngan di Elus dong sayang"ucap Leon terbata tepat di telinga Mira.
"Kalau begini gimna boleh.??"tanya Mira sembari memasukkan tangan nya ke dalam celana suami nya.
"Hmm"dia hanya bisa mengerang,dia yang sudah lama tidak merasakan sentuhan itu lagi terasa terbui,sedangkan Mira yang melihat suami nya mengerang sembari memejamkan mata itu dengan lihai membuka celana suami nya sehingga memperlihatkan keperkasaan Leon disana.
Mira terpaku melihat kepemilikan suaminnya yang terlihat besar dan penuh dengan saraf itu,Leon merasa kehilangan ketika Mira tidak lagi menyentuh milik nya,dia membuka mata dan melihat Mira sedang memandangi kelakian nya.
"Kenapa sayang"tanya Leon dengan suara yang tengah menahan gairah,Mira tersadar dari lamunan nya ketika mendengar suara suami nya,Mira menggeleng dan senyum ke arah suami nya,dia ingin bertanya apakah suami nya itu suka jika dia memanjakan milik suami nya,sedang Leon dia langsung duduk,dia pikir Mira tidak mau melanjutkan perbuatan nya barusan.
"Kamu gak suka ya pake ini"tanya Mira menatap intes suami nya sembari menunjuk ke arah bibir nya,suami nya tersenyum dia akhir nya tahu kenapa Mira berhenti dengan aktifitas nya.
__ADS_1
"Suka kok sayang,aku pikir kamu malahan yang gak suka pake itu"jawab Leon yang masih dengan kabut gairah.
"Sebenar nya sih belum pernah,tapi setelah melihat kamu tersiksa seperti itu akan aku coba"ucap Mira,dia ingin melakukan yang terbaik untuk suami nya.
"Gak apa apa kok,kalau belum terbiasa jangan dipaksa,aku bisa ngerti dan sanggup menunggu sampai satu minggu"ucap Leon,dia tidak mau melihat istri nya terbebani hanya gara gara itu.
Mira mengangguk namun mata nya masih tertuju kepada kepemilikan suami nya yang masih setia menunggu kehangatan.
"Belajar demi suami nya tercinta"ucap nya sembari kembali memegang kepemilikan suami nya,Leon merasa badan nya panas ketika tangan lembut Mira menyentuh bagian inti nya nafas nya tersengal,dia kemudian ******* habis bibir istri nya,kemudian dia melepas tautan bibir mereka untuk mengambil udara
Sedangkan,Mira semakin mempercepat gerakan tangan nya,sehingga Leon meracau tak karuan,dia mendongakkan kepala nya ke atas ketika Mira ******* pusaka suami nya itu.
"Ahh,sa yang"ucap Leon terbata,
Lama Mira menggerakkan mulut nya di bagian inti suami nya,hingga pada akhir nya Leon terkujur lemas ketika cairan bening itu keluar,
Mira membersihkan nya dengan tisu.
"Terimakasih sayang,kamu hebat"ucap Leon menggenggam jemari Mira.
Istri nya itu hanya membalas dengan senyum dia senang suami nya merasa puas dengan perlakuan nya walau diri nya masih belajar.
"Aku mandi duluan ya"ucap Mira sembari keluar dari kamar.
"Mir, ini baju nak Leon,tadi malam mas farel lupa membawakan nya jadi di kirim barusan"ucap endang ketika melihat Mira telah keluar dari kamar
"Mira mandi dulu ya ma"ujar Mira sembari berlalu ke kamar mandi,sedangkan Leon dia membawa paper bag kemudian menyusul Mira ke kamar mandi.
Tok tok tok.
Pintu kamar mandi di ketuk.
"Kenapa mah"tanya Mira dia berpikir yang mengetuk pintu nya adalah ibu nya.
"Buka pintu nya sayang"ujar Leon,Mira pun membuka pintu dan mengeluarkan kepala nya dari pintu
"Kenapa"tanya Mira heran,bukan kah tadi dia sudah bilang kalau untuk mandi bareng tunggu dia selesai datang bulan.
"Mau ikut mandi"ujar Leon sembari menerobos masuk ke ruangan itu.
Mira menatap suami nya ketika sudah masuk ke ruangan kamar mandi.
"Yaudah mandi lah sayang,kok liatin aku seperti itu,apa masih mau mencicipi ini"tanya Leon,menggoda.
"CK,kamu kali yang mau di cicipin,udah ah aku mau mandi ntar kelamaan lho berangkat ke Jakarta nya"ujar Mira,kemudian dia pun mandi dengan menyiramkan air di badan nya menggunakan gayung, kamar mandi di rumah Mira tidak seperti kamar mandi yang ada di rumah Leon yang menggunakan shower tinggal ctek langsung menyiram badan,Leon masih setia berdiri memandangi Mira yang tengah mandi dengan sabun yang penuh dengan busa di badan nya,suami nya itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dia membuka semua baju nya lalu mendekap tubuh Mira dari belakang.
"Kenapa kamu selalu menggoda ku sayang"bisik Leon di telinga Mira, istri tercinta nya itu melepaskan dekapan suami nya lalu menoleh ke arah nya.
__ADS_1
"Kita udah di tunggu sama mama untuk sarapan"ucap Mira,sebenar nya diri nya juga tersiksa di jamah seperti itu oleh suami nya namun situasi belum mengijin kan mereka untuk melakukan hal tersebut.
"Tapi aku belum merasakan ini "bisik Leon sembari meraba gunung kenyal istri nya,membuat istri nya itu memejamkan mata,namun dia tidak mau terhipnotis atas perlakuan suami nya itu,diambil nya tangan suami nya lalu di lepaskan perlahan.
"Nanti setelah sampai di Jakarta"
Mau tidak mau Leon pasrah menunggu mereka sampai di Jakarta nanti.
Guyuran air siraman Mira mengenai tubuh kekar suami nya,setelah merasa badan nya bersih Mira kemudian menghadapkan diri nya ke suami yang memandangi diri nya yang tengah mandi.
Di pandangi wajah tampan Leon,yang tampak datar sekarang.
"Jongkok sayang,tangan ku gak sampai"
Dia ingin memandikan suaminnya namun karena badan suaminya yang tinggi itu membuat Mira kesulitan.
Leon pun berjongkok memenuhi permintaan istri nya,dipandangi nya bagian inti Mira yang sedikit rimbun itu.
Setelah selesai mandi mereka kini tengah duduk di meja makan.
"Mama gak apa apa kalau Mira tinggal"tanya Mira di sela sela makan nya.
"Gak papa dong sayang"ucap endang senyum,walaupun sebenar nya dia sedih namun dia berusaha menutupi kesedihan nya.
"Tapi mama gak usah kerja lagi ya,kalau nanti Mira udah pergi"ucap Mira,dia tidak mau melihat mama nya bekerja lagi seperti waktu dia masih hidup bersama arka.
"Kan Mira sekarang kerja,sama mas Leon jadi mama cukup di rumah aja"ucap Mira lagi.
Sebenar nya endang bekerja bukan hanya membutuh kan uang,tapi juga agar dia tidak merasa kesepian.
"Kamu kan udah aku pecat"ucap Leon.
"Lah kok gitu,aku kan gak ada buat kesalahan apa apa"balas Mira yang tidak terima ucapan suami nya.
"Emang"
"Teruss kenapa aku di pecat"
"Karna kamu udah jadi istri ku,"
"Kamu gak usah khawatir,mommy akan sering sering main ke mari untuk menemani ibu,"ucap Leon senyum ke arah Mertua nya.
"Iya, betul itu yang di katakan nak Leon,udah sekarang habiskan makan nya nanti kalian telat Lo"ucap endang kembali mamakan sarapan nya.
Setelah selesai makan mereka pun pergi ke bandara,Mira sempat meminta agar suami nya memilih pesawat komersial ekonomi,namun Leon tidak mau,dia sudah berjanji tidak akan lagi menggunakan fasilitas itu,alhasil mereka naik pesawat pribadi menuju ke Jakarta.
*****
__ADS_1
Hai reader, happy reading.