
Leon yang sudah tidak sabaran ingin mengutarakan niat nya ke pada Mira memaksa kedua orang tua nya agar segera menemui orang tua Mira dengan menggunakan kemeja putih beserta jas dan dasi hitam dan juga celana formal woll yang juga berwarna hitam , seperti hal nya diri nya berangkat ke kantor namun kali ini dia menambahkan pita berwarna pink di saku baju kemeja nya. Dia ingin terlihat tampan di hadapan calon istri nya beserta calon mertua nya.
Dia begitu yakin jika dia akan di terima oleh Mira dengan rencana nya yang sudah dia susun.
"Kamu yakin bakalan di terima oleh Mira itu"tanya Nia.
"Kalau pun nanti tidak di terima,Leon masih punya banyak cara untuk mendekat kan diri kepada nya"ucap Leon yakin.
"Ya sudah tapi jika nanti Mira tidak menerima kamu tolong jangan di paksakan ya nak,momy tau kita punya banyak cara untuk memaksa orang tapi untuk yang satu itu jangan di paksa"ucap Nia menasehati anak nya,mereka yang bergelimang harta bisa menghalal kan segala cara untuk mendapatkan yang mereka mau tapi jika untuk memaksa kan orang untuk mencintai,Nia berharap anak nya tidak melakukan itu karna biar bagaimana pun cinta tidak dapat di paksakan.
"Iya mom,tenang aja Leon gak seperti itu kok"ucap Leon yakin.
****
"Mom,gimana penampilan aku udah bagus belum"tanya Leon untuk yang kesekian kali nya. Saat ini mereka sedang berada di bagasi rumah untuk masuk ke dalam mobil
"Aduh kamu udah rapi sayang,kalau masalah wajah jangan di tanya lagi kamu sudah tampan dari lahir"puji momy nya.
"Lagian kenapa kamu jadi gak pede gitu sih"tanya nya momy nya yang tidak habis pikir dengan anak nya itu.
"Kan mau bertemu calon mertua mom"ucap Leon,dia sendiri juga heran kenapa diri nya berubah menjadi minder begitu.
"Tapi kamu bilang udah sering bertemu dengan mama nya Mira,tapi sekarang kok seperti kamu baru kenal aja"ucap Nia.
"Tapi ini rasa nya beda mah,dada Leon seperti ada getar getar nya"ucap Leon yang di balas senyum oleh Nia.
"Berati anak momy ini benar benar lgi jatuh cinta"ucap Nia sembari menarik hidung mancung Leon.
"Yaudah yok kita berangkat sekarang,takut kena macet nanti."ujar farel yang sudah menunggu di kursi kemudi sedari tadi,kemudian Leon dan juga Nia pun masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Setelah menempuh jarak sekitar satu jam setengah akhir nya mereka pun telah sampai di kediaman endang mama nya Mira.
Tok tok tok.
Pintu pun terbuka dengan lebar menunjukkan visual wanita yang terlihat masih cantik menyambut mereka dengan ramah.
"Ini orang nya "tanya farel berbisik ketika melihat endang di mulut pintu, rafel berpikir walaupun wanita ini terlihat masih cantik namun farel merasa wanita ini tidak cocok dengan anak nya Leon mengikut lengan Dady nya.
" Bukan dad Itu mama nya " ucap Leon yang juga ikut berbisik,Nia yang masih di dalam mobil keluar dengan membawa seserahan berupa emas dan berlian.
Nia yang sudah berada di dekat suaminya pun melihat ke arah Endang alangkah terkejutnya dia ketika melihat mama Mira itu.
"Ya Allah endang kamu apa kabar"ucap Nia sembari berjalan ke arah Endang lalu memeluknya Endang yang sudah tidak lagi mengenal Nia hanya bisa diam dan terpaku dia tidak mengerti kenapa mamanya Leon ini memeluk dirinya.
Endang dan Nia merupakan sahabat karib sejak mereka sekolah dulu namun pada saat kelas 2 SMK Nia dibawa kedua orang tuanya ke luar negeri karena orang tuanya pindah ke luar negeri untuk bekerja,pada saat itu handphone Nia hilang pada saat Nia baru sampai di luar negri,hingga saat itu mereka berdua lost contact, endang sudah tidak mengenali Nia karena Nia sudah semakin cantik,untung nya Nia masih mengenali endang.
"Kamu pasti udah gak ingat sama aku lagi kan"tebak Nia sembari melepaskan pelukan nya,endang yang memandangi wajah Nia dari dekat pun melihat tah lalat yang ada di bibir bawah nya seketika dia teringat kepada sahabat nya dahulu.
"Iya,ini aku Nia Ramadhani kirain kamu udah gak ingat aku lagi"ucap Nia sembari memegang tangan sahabat nya itu,sungguh Nia merasa rindu teramat dalam kepada sahabat nya.
"Ya ampun nggak nyangka ya kamu bisa datang ke rumahku ayo silakan masuk dulu biar kita ngobrol nya di dalam"ucap Endang mempersilahkan tamunya masuk.
"Jadi Leon ini anak kamu ni"tanya endang ketika mereka sudah duduk di ruang tamu di rumah Endang.
"Iya nggak nyangka banget ya kita dipertemukan dengan cara seperti ini"ucap Nia merasa bahagia telah di pertemukan dengan sahabat nya.
"Tapi ngomong-ngomong anak kamu di mana sih Endang nggak kelihatan dari tadi"tanya Nia sembari melihat ke kanan kiri ruangan rumah Endang. Sedangkan farel dan Leon sama penasaran nya dengan nia.
"Dia masih mandi, dari tadi aku suruh bangun ngak mau,kaya nya sih dia masih belum siap kenalan dengan laki laki ni,perkara masalah nya dengan suami nya waktu dulu "jelas endang.
__ADS_1
Sedangkan di kamar mandi Mira selalu penasaran dengan siapa laki-laki yang akan melamarnya,dia sengaja berlama lama di kamar mandi bahkan dia sudah selesai mandi pun dia masih asyik berkaca memandangi wajah nya.
Tok tok tok.
"Mir,kamu lama banget sih,kamu gak tidur kan di sana "teriak endang di luar sana sembari menggedor gedor pintu kamar mandi
"Iya mah,Mira lagi sakit perut mules banget "bohong Mira.
"Ya sudah kalau gitu kamu cepat pake baju biar kita ke rumah sakit"ucap endang lagi yang tidak ingin anak nya kenapa kenapa.
"GAk usah ma,Mira GK Apa apa kok cuma mules doang"ucap Mira beralasan,bukan niat hati nya mau membohongi mama nya hanya saja dia menghindari lelaki yang ingin melamar nya.
*****
"Gmna Ndang kemana Mira nya "tanya Nia yang sudah tidak sabaran ingin melihat wujud Mira secara langsung.
"Kata nya dia sedang mules ni,atau kita pending aja ya perkenalan nya,"ucap endang.
"Iya seperti nya sih lebih baik seperti itu mbak,cuma saya seperti nya sedikit curiga apa mungkin dia menghindari Leon."ucap farel.
"Bukan nya mau berpikir yang ngak ngak mbak,tapi yang saya dengar Leon bilang Mira ini gak mau menikah dengan Leon bahkan dia sudah terang terangan menolak anak kami ini"ucap rafel benarkann perkataan nya agar endang tidak salah pamah.
Setelah menunggu setengah jam akhir nya Mira pun sudah ikut berkumpul dengan endang beserta keluarga Leon.
"Baik lh untuk mempersingkat waktu kita mulai saja acara nya "ucap farel yang di angguki oleh mereka semua.
"Dengan kerendahan hati Kami datang kemari sebagai orang tua Leon Brata ingin melamar anak mbak endang yaitu Mira Chandra untuk anak kami Leon,apakah mbak bersedia berbesan dengan kami ?tanya farel.
"Saya sebagai orang tua Mira berterima kasih karena Mas farel dan Mbak Nia datang kemari untuk melamar putri saya namun untuk menerima lamaran ini saya serahkan kepada putri saya karena bagaimanapun yang akan berumah tangga adalah dia nantinya" ucap endang yang tidak bisa langsung membuat keputusan.
__ADS_1
"Bagaimana nak,apa kamu bersedia menerima lamaran nak Leon"tanya endang.
"Saya sangat merasa beruntung di lamar oleh pak Leon,tapi sebelum nya saya minta maaf dengan status sayang yang sebagai janda saya merasa tidak pantas bersanding dengan bapak yang begitu sempurna,jadi maaf saya tidak bisa menerima lamaran bapak"ucap Mira.