
"Aku ini ayah kandung kamu sayang"
"Belum lagi menikah sama mama,kapan jadi bapak gue"ujar citra tidak percaya,dia berpikir Budi hanya mengada Ngada agar bisa memeluk diri nya.
"Kamu belum kasih tahu dia"tanya Budi menatap ke arah Fatma.
"Udah kok,om mau nikah kan Sama mama"ujar citra,dia tidak mengerti arah dari pembicaraan Budi karena menurut citra ayah kandung nya adalah Burhan sama dengan kakak nya arka.
Budi diam,sembari duduk di sofa,citra menatap ke arah ayah nya itu,dia memandangi wajah pria yang sudah tidak muda itu lagi,lalu menatap ke arah mama nya.
"Sebaik nya jelaskan sekarang fat, biar citra tahu semua nya"ucap Budi.
Lagi citra menimpali ucapan pria yang ada di depan nya.
"Astaga mah,mama hamil anak om ini"ucap nya,pikiran nya sudah kemana mana.
"Iya,tapi itu sekitar 22 tahun yang lalu" jawab Budi.
"Terus kenapa baru sekarang om bertanggung jawab sama mama,mungkin mama udah menggugurkan nya karna aku tidak pernah di kenalkan adik oleh mama "ujar citra,dia tidak mengerti,tapi selalu saja menjawab.
"Anak itu adalah kamu citra"ucap Budi,putri nya itu terkejut lalu menetralkan kembali wajah nya.
"Gak usah mengarang cerita om,gak seperti itu juga, aku ijin kan om buat nikahin mama aku,soal nya kasihan mungkin mama kesepian selama ini"ujar citra.
"Kamu diam dulu cit,biar mama cerita"ucap Fatma yang jengga dengan mulut putri nya.
Citra duduk santai di sofa dengan melipat tangan mendengarkan cerita dari ibu nya.
"Jadi waktu Burhan ninggalin mama,mas Budi datang buat nolongin biaya hidup mama dengan kak arka kamu,tapi waktu itu kami khilaf,dan mama mengandung kamu,tapi mas Budi pergi keluar kota tidak bisa di hubungi"jelas Fatma,sedikit banyak nya dia cerita selalu saja ada kebohongan di dalam nya.
"Iya benar,waktu itu papa gak tahu kalau kamu ada di kandungan,maka nya papa pergi ke luar negri dan menikah disana,tapi pada akhir nya papa nemuin mama kamu di mall tadi pagi"ujar Budi menimpali.
Citra tidak tahu,harus senang atau pun sedih, mendengar cerita nya yang di tinggal selama 21 tahun oleh ayah kandung nya,apalagi dia tahu dia lahir ke dunia ini atas dasar nafsu dari kedua orang tua nya yang belum sah menjadi suami istri.
"Berarti mama dulu slingkuh"ucap citra telak.
"Itu tidak perlu lagi di bahas,yang terpenting kita sudah kumpul"ucap Budi.
"Apa tidak perlu Tes DNA,seperti kemarin aku dengan papa Burhan.??tanya citra.
"Tidak perlu,aku yakin kamu adalah anakku"jawab Budi yakin.
"Jadi ??,kapan rencana mama melaksanakan pernikahan"??
"Kalau bisa secepat nya.!! Jawab Budi.
**************
Di perusahaan king karl,pengantin yang baru saja menjalani rumah tangga kurang lebih satu Minggu itu sedang asik menyantap sarapan.
Kedua nya sudah rapi dengan pakaian formal nya
"Apa pekerjaan abg gak terganggu kalau bangun kesiangan seperti ini..?? Tanya Mira sembari memakan roti bakar yang di pesan oleh Leon setelah ia bangun tadi.
__ADS_1
"Ngak lah sayang,cuma sekali saja kok"jawab Leon santai,di balik kata ngak, ada Aldi yang akan jadi korban.
"Tapi mas Aldi kok gak ketuk pintu dari tadi??,apa dia gak masuk kerja?? Tanya Mira bingung, karena terlalu lelah,dia tidak sadar jika sedari tadi pagi pintu ruangan yang mereka tempati sudah di gedor oleh Aldi dan Yana.
"Paling dia sekarang ada di ruang HRD,"ujar Leon sembari membersihkan bibir dengan tisu.
"Kamu mau pulang ke rumah atau tetap di sini??"tanya Leon menatap ke arah mira sembari mengurai rambut istri nya.
"Memang nya aku gak boleh di sini??" Tanya Mira datar.
"Boleh lah sayang,abg cuma nanya,siapa tahu kamu bosan disini dan mau pulang ke rumah"ujar Leon senyum.
"Aku mau bantu abg,biar abg gak terlalu capek"ucap Mira membalas senyuman suami nya.
"Oke,abg keruangan HRD dulu ya, ada yang mau abg bicarakan ke Aldi"ucap Leon sembari mencium kening istri nya.
"Iya,"jawab Mira,sembari berjalan ke arah laptop yang dikerjakan tadi malam,dia mau melanjutkan pekerjaan nya yang belum selesai tadi malam.
Kurang lebih satu jam Mira menghabiskan waktu mengerjakan tugas Aldi yang belum selesai itu,dia melihat sekelilingnya namun suami nya belum datang keruangan.
Dia merenggangkan tangan nya yang kaku
Krek, krek.
Kemudian dia berjalan keluar ke arah ruangan HRD,namun ruangan itu kosong.
Dia sedikit mendengar samar di ruangan para staf sedang ada kegiatan meeting,kemudian dia memilih berjalan jalan menyelusuri gedung yang ada di perusahaan suami nya.
"Ahh,ahh"
"Suara apaan tuh??,masa ada yang berani melakukan hal mesum di perusahaan ini"gumam Mira,namun dia kembali mengingat kejadian mantan suami nya dahulu,yang melakukan perselingkuhan di dalam ruangan menenger,suara itu semakin merajalela akhir nya Mira memutuskan untuk pergi dari gedung itu,namun terlebih dahulu dia mengingat ruangan itu.
Mira kembali ke ruangan suami nya
Clek.
"Kamu dari mana aja sayang,"tanya Leon,dia langsung meninggalkan laptop nya kemudian berjalan ke arah Mira.
"Habis lihat lihat gedung"ujar Mira yang langsung mendapat pelukan dari suami nya.
"Kok gak ngabarin abg dulu"???
"Tadi aku dengar abg lagi meeting di ruang para staf,aku takut ganggu lagian kalau di telpon pun ponsel abg kan tinggal disini"ujar Mira.
"Emm,abg kok kangen sama kamu yah"ujar Leon memeluk istrinya dari belakang.
"Baru juga beberapa jam"ucap Mira,yang menganggap ucapan suami nya adalah gombal.
"Iya Lho sayang,benaran aku kangen sama kamu"ujar Leon sesekali mencium pipi istri nya.
"Tadi aku sempat ke lantai 11,itu ruangan khusus apa sayang."?tanya Mira ingin mengetahui siapa yang berbuat mesum di sana tadi.
"Staff khusus pemasaran,memang nya kenapa sayang..?
__ADS_1
"Tadi aku sempat dengar suara orang yang lagi mesum di ruangan general manager di lantai itu"ucap Mira.
"Kamu nguping..??"
"Ngak sengaja dengar aja,emang nya kenapa sih..?"
"Maksud abg,Kan bisa kita buat,gak perlu nguping"ujar Leon genit.
"Is pikiran nya ,memang abg biarkan, orang orang seperti itu bekerja di kantor ini??"tanya Mira curiga.
"Iya gak lah sayang,itu bisa saja merusak kinerja karyawan disini"ujar Leon sembari berbaring di paha Mira.
"Tapi kalau boss nya sih menurut ku gak masalah,soal nya dia mau menerawang ke dalam sana"ujar Leon sembari menyentuh milik Mira,sehingga membuat Mira merinding.
"Kerja dulu,nanti di rumah baru masuk ke dalam"ucap Mira sembari menepis tangan suami nya,bersamaan dengan itu,pintu ruangan itu di ketuk
Tok tok tok.
"Masuk"ucap Leon sembari duduk tegak.
"Apa ku bilang"ucap Mira senyum sembari mencubit perut suami nya pelan,membuat Leon meringkuk kesakitan.
"Pak saya di suruh pak Aldi untuk meminta tanda tangan anda"ucap Yana sembari memberi mamps ungu.
"Serius banget Yan"ujar Mira melihat sahabat nya mode serius.
Yana hanya bisa senyum,dia tidak bisa berinteraksi lebih dengan Mira,karena disini Mira adalah atasan nya.
"Kaki Lo apa udah sembuh,"tanya Mira.
"Udah Bu"jawab Yana senyum.
"Biasa aja yan,gue gak mau Lo panggil gue buk lagi ya,"marah Mira.
"Iya,gak usah terlalu formal formal banget lah"ujar Leon telah selesai menandatangani maps yang di berikan oleh Yana barusan.
"Lo pasti kecapekan,wajah Lo pucat banget,Lo belum makan siang??"tanya Mira melihat wajah sahabat nya pucat pasi.
"Belum,gue belum lapar"ujar Yana.
"Lo tunggu sini,biar gue yang kasih ini ke Aldi"ucap Leon sembari mengambil maps dari tangan Yana.sembari berlalu pergi keluar.
"Minum dulu"ujar Mira sembari memberi segelas air kepada sahabat nya,Yana meneguk air itu dengan cepat.
"Astaga Lo haus,"ucap Mira pusing.
"Sumpah capek banget mir,udah lah gue rigsain aja,lelah gue.
"Lagian Lo lihat kan gimana jutek nya sepupu suami Lo itu,mana sok galak lagi"ujar Yana menggebu.
"Apa Lo bilang...!!!
"
__ADS_1