Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
malam pertama


__ADS_3

Byurrr..


Aldi mengangkat kepala nya ke permukaaan air kolam,dia kesel sekali terhadap istri soleha nya ini yang selalu saja ada tingkah abstrut.


"Yana tolong,gue gak bisa berenang!" Teriak Aldi berpura-pura tidak bisa berenang.dia ber akting sebusa mungkin.


"Gak percaya gue!" Ucap Yana meninggalkan suami nya di dalam koqam berenang.


Melihat Yana yang sudah pergi dari pinggir kolam,Aldi semakin gentar untuk berpura-pura dia menyelam dan juga mengankat kepala nya ke pernukaan air,dia bergeleper geleper di dalam kolam.


Bila ingin melihat Aldi,di dalam kolam


Seakan mendengar lagu,Yana berjoget ria.namun seketika dia berhenti dan melihat kebelakang.


"Kalau dia mati trus gue di gentayangin gimana?" Batin Yana,dianterlalu takut dengan yang nama nya setan.hati nya ingin menolong karena melihat Aldi yang memang tidak bisa berenang,tapi jiwia usil nya melarang tubuh nya.


"Ayolah Yan,tolongin dia!" Yana mensugesti diri nya sendiri,dan akhir nya dia pun kembali menghampiri suami nya yang kini berada di tengah kolam.


"Al,pegang ini!" Teriak Yana memberikan kayu jaring pembersih kolam,Aldi pun meraih kayu itu dan bergeser ke pinggir kolam.


"Beneran lo gak bisa berenang?" Tanya Yana,sungguh sangat memancing emosi pertanyaan Yana barusan.Aldi hany mengangguk dengan wajah yang sudah memerah dan nafas tersengal suami Yana ini mengulurkan tangan untuk meminta bantuan agar Yana menarik nya ke atas.


Tidak terbesit di kepala Yana jika Aldi akan menarik nya ikut ke kolam,Yana pun memegang tangan Aldi dan seketika..


Byuuurrr


Yana pun ikut masuk ke dalam kolam,dia jatuh ke dada bidang suami nya.


"Gimana sayang? Enak berenang malam malam? "Tanya Aldi membuat Yana langsung mencubit nya.


Cieyettt


"Aduh,sakit!"


Mereka malah bermain main di dalam kolam berenang,tidak tahu waktu jika ini sudah larut malam.


"Gue pikir lo gak bisa berenang karna tdi gak brani nyebur" ucap Aldi dia masih betah bergoyang kaki di dalam kolam seperti duyung.


"Siapa yang mau nyebur udah malam,malas banget" sahut Yana.


"Terus ini nama nya ngapain? Kayang? "Ejek Aldi.


"Udah ah,gue mau naik! Rasa nya tulang gue ngilu banget"ujar Yana,sembari naik ke pinggir kolam.namun Aldi tidak memberikan Yana naik begitu saja,lelaki itu menarik kaki Yana sehingga istri nya itu masuk lagi ke dalam.


"Enak aja lo! Siapa suruh dorong gue ke sini? Sekarang lo harus temenin gue berenang"ucap Aldi


"Gak mau gue!"Yana menepis tangan suami nya karena dia memang sudah kedinginan.


"Gak boleh"Aldi terus saja menahan.


"Gue udah kedinginan Aldi teher" ujar Yana suara nya pun sudah bergetar,bukaan nya melepaskan Yana agar dia bisa masuk ke kamar.Aldi malah memeluk Yana dari belakang.


"Begini udah mendingan kan?"


Hening,tidak ada yang berbicara.kini hanya suara air kolam yang terdengar,Yana terhipnotis lagi,pelukan Aldi begitu nyaman di rasa.jika boleh meminta ,Yana ingin dalam posisi seperti ini sampai besok pagi.


"Hey,kenapa berenang malam -malam?" Ucap Lila,tadi dia hanya ingin melihat Yana di kolam berenang karena Anhar mengatakan apa yang diucapkan Aldi kepada istri nya,memang Anhar ini sangat berbakat.


Lila semakin terkejut ketika melihat putra dan menantu nya berendam di kolam.dia pikir mereka ini tadi hantu kolam yang sudah berkeliaran karena sudah larut malam.


Aldi melepas pekukan nya,dan Yana langsung naik ke pinggir kolam.


"Mas Aldi tu bu!" Adu Yana dengan nada yang sudah gemetar,Aldi pun bangkit dari kolam dan menatap ke arah Yana dengan tatapan yang aneh.mata nya memandangi tubuh Yana yang terjiblak jelas karena baju nya basah.


"Udah kalian ganti baju sana! Nanti masuk angin" ujar Lila lembut dia pun pergi lebih dulu dari kolam berenang.


"Lo sih!"keluh Yana,wajah nya memerah karena masih mengingat bagaiamana tadi dia di oeluk oleh Aldi dan merasakan benda kenyal di belakang nya.


Mereka pun masuk ke dalam kamar dengan baju yang basah,dan mengganti pakaian.


"Gue duluan"ucap Yana sembari membawa handuk nya.


"Yaudah sana"sahut Aldi tapi dia tetap ikut ke dalam kamar mandi.


"Ya jangan di situ lah! Gue mau ganti baju"larang Yana,memang apa salah nya suami nya berada disitu? Toh Aldi tidak akan menyentuh nya.


"Kalau gue di sana yang ada lantai kamar kita bisa basah"


Yana menarik dalam nafas nya lalu,menganti pakaian nya di depan Aldi.dia sudah tidak tahan lagi karena merasa kedinginan.dia menganggap Aldi sebagai tiang di kamar mandi itu.


Wanita itu lalu keluar dari kamar mandi tanoa menghiraukan Aldi di depan nya.


"Gak papa lah,kan dia udah halal" batin Yana.


"Bening nya ya allah,berikan aku kekuatan tuhan"batin Aldi


****


Kini jam sudah menunjukkan pukul lima pagi,Aldi yang memang kadang sholat subuh pergi ke masjid,sedangkan Yana dia pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam,kandung kemih nya terasa penuh sehingga dia harus mengosongkan nya.setelah hajat nya terselesaikan,diri nya baru tersadar jika suami nya tidak ada di dalam kamar.


"Kemana dia? Ah biar lah ngapain juga ngurusin beruang kutup,lelaki dingin sedunia"gumam Yana dia kembali berbaring di ranjang.


Dia yang jarang sholat pun akan lupa kewajiban nya sebagai muslimah,saat dia berbaring tiba - tiba saja perut nya terasa keram,seperti nya dia akan datang bulan.


"Aiis sakit banget"keluh Yana,dia pun membolak balikkan badan nya di kasur karena merasa sakit.dia  bergegas ke kamar mandi untuk mengecek apakah dia sedang datang bulan.dan tertanya benar celana jeans berwarna hitam nya kini basah akibat darah haid nya.

__ADS_1


Dia pun membersihkan diri di kamar mandi,bersamaan dengan itu Aldi datang dengan membawa sebungkus cilok yang dia beli di depan masjid.


"Lo dari mana?" Tanya Yana ketika dia sudah selesai membersihkan diri di kamar mandi.


"Ada keperluan tadi sebentar,nih" Aldi pun memberikan barang yang dia bawa.


"Terimakasih"


Saat Yana mengucapkan kata terimakasih,Talita datang masuk ke kamar mereka karena pintu kamar nya memang tidak di kunci,bocah yang berusia lima tahun itu langsung duduk di ranjang,tidak sengaja dia memegang da-rah yang menempel dinseprey.bocah itu berlari menghadap mama nya.


"Ma,ada da-rah!"ujar Talita,mama nya yang sedang berada di ruang makan kahet mendengar kata itu lalu sedikit berlari ke arah kamar putra nya,Yana langsung melepas seprey itu sebelum di lihat banyak orang.


"Kenapa Al? Ada apa?" Tanya Lila khawatir.


"Itu mah,seprey nya kena sedikit da-rah"jawab Aldi santai,sedangkan Yana sudah merasa malu setengah mati.


Pikiran Lila sudah kemana -mana mengingat tadi malam anak dan menantu nya bermain air,dia mengira jika Yana dan Aldi sudah bertempur tadi malam.


"Oh,kirain apaan? Lain kali jangan masuk kamar mas sembarangan ya" Lila menasehati Talita.


"Iya ma"


"Jadi cerita nya mama bakalan dapet cucu ni sebentar lagi"goda Lila,yana mengeritkan dahi nya.


"Maksud nya ma?"Aldi juga heran dengan ucapan mama nya barusan.


"Sudah lah gak ush malu -malu,kalian udah itu kan?" Tanya Lila sembari menaik turunkan alisnya,membuat kedua nya semakin tidak mengerti.


"Itu apa ma? Kalau ngomong jangan tebak tebakan dong!" Ujar Aldi.


Lila pun sedikit berbisik,agar Talita tidak mendengar.


"Kalian sudah melakukan malam pertama kan?"


Yana menelan slavina nya,dengankan Aldi merasa ibu nya terlalu omes.


"Belum mah" jawab Aldi santai.


"Trus itu darah apa?"Lila menunjuk ke arah seprey.


"O -oh ini,Yana sedang datang bulan bu" jawab Yana tersenyum kaku.


"Astaga, ya sudah.ayo kita sarapan! Kalian mau berangkat kerja kan?" Lila kemudian keluar dari kamar Aldi menuju ruang makan,deia merasa malu karena pikiran nya terlalu kemana -mana.


"Lo duluan aja,gue masih mau membersihkan seprey ini!" Yana berjalan ke kamar mandi.


"Gak perlu,lo letak aja di baju kotor ! Nanti bakalan di cuci sama mbok ias.sekarang kita sarapan nanti kita terlambat"ujar Aldi.dia tahu kalau istri nya ini tidak akan tahu menyuci seprey itu dengan memggunakan tangan.


Sampai di ruang makan, Talita mengucapkan kalimat yang memalukan.


"Yee,mas Aldi sudah malam pertama!"


"Kenapa pula bisa anak sekecil ini membahas soal itu?" Tanya Erik sembari memasukkan nasi ke piring nya.


"Mama tadi ngomong gitu pak!" Sahut Talita.


"Udah bisik bisik kok bang,Talita aja yang telinga nya tajam"Timpal Lila.


"Udah lah,makan aja lah kita"Erik memilih untuk tidak membahas hal itu di depan anak anak nya.


Enam orang di rumah itu,sekarang lagi menyantap makanan.masakan Lila yang tidak pernah ada dua nya.satu keluarga sedang menikmati sarapan pagi,kecuali Ariani adik kedua Aldi.saat ini dia sekolah di medan,tinggal bersama Farel,dia menempuh pendidikan di sana.


"Ngomong -ngomong,kapan kalian akan bulan madu?" Tanya Erik.makanan mereka tinggal sedikit dan Erik kembali berbicara.


"Ngapain bulan madu pak! Di rumah juga bisa" jawab Aldi,membuat Yana melirik suami nya dengan ujung mata,dia tidak mau ikut campur untuk nimbrung.


"Memang nya di rumah kau ngapain? Ini yang ku bilang bulan madu,pergi merayakan pernikahan"ucap Erik tampak marah.


"Sabar bang! Suaea nya jangan kuat buat kali,menantu kita nanti takit lho!"Lila memberi saran.


"Maksud ku,kau pergi lah bawa Yana berbulan madu.ntah kemana gitu"suara Erik sudah kembali lembut.


"Iya nanti pak! Tabungan ku belum banyak,Aldi mau bawa istri pergi dengan banyak uang!" Ucap Aldi,dia ini adalah perintis untuk diri nya sendiri.sebenar nya ayah nya punya harta tapi dia tidak mau menggunakan nya semenjak dia bekerja di perusahaan Leon.


"Nanti ku kasih sisa uang jual loket kemarin!" Ucap Erik,waktu dia mengetahui Aldi akan menikah dengan seorang anak pengusaha,dia langsung menjul loket nya yang ada di sumatra.


"Aku mau pergi dengan ua....."


"Jangan pernah bantah ucapan orang tua" tegas Erik.Lelaki dingin itu hanya bisa diam dan memakan kembali sarapan nya tanpa berdebat lagi.


***


Di kantor TIOHAING,ternyata Novi telah menunggu kedatangan Yana dan suami nya.dia rela pergi subuh -subuh ke kantir agar bisa bertemu dengan Aldi.


Rupa nya,tadi malam dia ingin berkunjung ke rumah Aldi,tapi karena mereka tidak ada di rumah akhir nya Novi pun memilih untuk pulang,dan sekarang dia akan menemui Aldi di kaontor tempat Yana bekerja.


Dan disini lah,mobil Yana telah terlihat di depan mata Novi.


"Pagi buk!"sapa Novi,dia terlihat lebih ramah dari pada sebelum nya,setelah dia mengetahui jika Yana lah yang memiliki perusahaan TIONGHAI.


"Pagi" jawab Yana dengan senyuman,Novi tidak terlalu memperhatikan Yana,dia lebih fokus kepada Aldi yang sedang berada di dalam mobil.Yana melihat ke arah Novi sebentar lalu bergegas masuk tanpa memperdulikan suami nya.


Aldi akan memutar mobil,namun Novi cepat cepat menyapa.


"Pagi,Al!" Suami Yana pun menoleh.

__ADS_1


"Pagi!,maaf ya Nov.gue buru buru" Aldi buru buru pergi dari hadapan Novi,dia memikirkan kata kata Leon yang menasehati nya tempo hari,dia tidak ingin masuk ke dalam jalan yang salah.


"Si*l" umpat Novi,dia pun masuk ke dalam kantor dan cepat cepat mengejar Yana yang kini sudah sampai di lantai dua.


Rupa nya Novi mengikuti Yana sampai ke ruangan nya.


Tok tok tok.


"Masuk"


Cklek.


"Buk,saya mau berbicara!"ucao Novi dengan gaya yang elegan,Yana menoleh sebentar lalu kembali lagi ke laptop nya.


"Bicara apa itu?"


"Ini masalah Aldi" Yana reflek menatap ke atah Novi.


"Kenapa dengan suami saya?" Yana tampak sedikit penasaran.


"Kemarin dia bilang,kalau dia masih cinta sama saya"


Satu detik dua detik.


Yana hanya diam,lalu dia kembali menatap ke arah Novi.


"Te.. rus ?"


"Bagaimana jika,Aldi akan menjadikan saya istri kedua nya? Apa ibu setuju?"


Yana tertawa dalam hati,dia masih ingat bagaimana Aldi memohon kepada nya untuk berpura pura menjadi istri lelaki itu,karna untuk menghindari Novi.


"Ah? Gimana ya,bukan nya kamu udah punya suami?" Tanya Yana,dia sama sekali tidak memperlihatkan wajah kesel atau marah,wajah nya biasa saja.


"Iyah,nama nya juga dulu saya nikah sama suami dengan hati setengah,sebentar lagi kami akan bercerai dan surat cerai nya sedang dalam proses"jawab Novi,dia berdiri di ambang pintu.


"Emm,ooo begitu.kalau masalah menjadikan kamu jadi madu ku,lebih baik aku menjada dari pada memiliki madu.kamu bisa memiliki mas Aldi seutuh nya"sahut Yana,walaupun wajah nya tidak memancarkan kemarahan atau kecemburuan,hati nya sedikit risau.


"Jadi mbak ikhlas,kalau Aldi kembali sama ku,gimana dengan bayi kalian bukan kah dia butuh sosok seorang ayah?"Tanya Novi.


"Kamu tidak perlu khawatir,aku bisa merawat nya sendirian,kalau sudah tidak ada lagi yang mau di bicarakan silahkan keluar! Saya masih banyak pekerjaan"ujar Yana,dia bahkan merasa geli mengucapkan kalimat itu,karena dia sama sekali belum hamil bahkan di sentuh pun belum oleh suami nya


"Kena lo" batin Novi,dia tersenyum sennag dalam hati.


"Oh,tidak ada lagi buk.saya cuma mau mengatakan itu saja kok.kalau begitu saya permisi dulu ya"Pamit Novi dia pun keluar dari ruangan Yana dengan perasaan senang,dia merasa menang karena Yana terlihat masuk dalam perangkap nya.


Di tempat lain,Aldi sedang duduk di kursi kerja nya.dia juga sedang kedatangan tamu.


"Ada apa kamu mencari saya?" Tanya Aldi datar kepada seseorang yang sedang berdiri di samping pintu.


"Saya ingin mengatakan sesuatu sama pak aldi" ujar pria itu.


"Katakan sekarang!"


"Pertama,saya mau memberi tahu ke pak Aldi.jika saat ini saya dan yana sedang menjalin hubungan,walaupun itu masih dalam tahap perkenalan"ucao Zaky.iya lelaki yang berani menemui Aldi saat ini adalah Zaky,pria yang mencintai Yana sejak wanita itu bekerja di perusahaan KING KARL.


Aldi menggemgam kuat tangan nya,ia menatap tajam ke arah Zaky.dia benar benar ingin memecahkan kepala staff nya ini


"Yang kedua?"Tanya Aldi,dia berusaha menahan emosi nya.


"Kedua,sebelum pak Aldi menikah dengan Yana.saya sudah lebih dahulu jatuh cinta sama dia.saat kami bekerja bersama,dia sudah menceritakan bagaimana pernikahan kalian.dan saya harap pak Aldi mau bekerja sama"Zaky mengucapkan permintaan nya.


"Bekerja sama untuk apa?"Aldi mengeritkan dahi nya,dia tidak mengerti maksud dari ucapan staff nya barusan.


"Ya bekerja sama,dengan pak Aldi tidak melarang saya dekat dengan Yana.saya juga tidak akan mengatakan ahasia besar ini kepada siapapun"


"Kamu mengancam saya?" Aldi tampak marah,suara nya sudah meninggi,naik satu oktaf.


"Saya tidak mengancam,saya hanya menawarkan kerjasama"


"Keluar kamu sekarang! saya masih banyak pekerjaan.disini bukan untuk membahas masalah pribadi"ucap Aldi,suara nya sudah normal kembali,dia tidak mau terlihat emosi di depan Zaky,padahal lelaki di depan nya ini sudah melihat bagaimana ekpresi atasan nya.


"Saya hanya ingin memas.."


"KELUARRR!!"bentak Aldi,suara nya bahkan sudah memenuhi rungan nya,wajah nya memerah rahang nya juga mengeras.


Mau tidak mau,Zaky pun harus keluar.dia tersenyum karena dia sudah melihat bagaimana marah ekpresi Aldi barusan.


"Gue harap,setelah ini gue bakal mendengar kabar perceraian kalian"batin Zaky tertawa senang.


Saat ini,suami istri itu sedang galau memikirkan ucapan dari mantan dan juga gebetan,yaitu Novi dan juga Aldi.


Yana yang belum merasakan benih cinta hanya sedikit risau,sedangkan Aldi dia benar benar merasa marah.apalagi dia telah mendengar jika Yana memberitahu hubungan suami istri mereka hanya bohongan.


Pulang kerja telah tiba,Aldi pun hendak menjemput Yana ke kantor nya,lagi dan lagi Zaky mendatangi Aldi.


"Pak!"panggil Zaky,Aldi menoleh ke arah suara yang memanggil nya,lalu kembali melanjutkan perjalanan nya menuju parkiran ketika mengetahui jika Zaky yang memanggil nya,dia sangat malas berbicara dengan Zaky yang seolah ingin menjadi saingan nya.


"Pak,tunggu dulu pak!" Zaky berusaha menahan Aldi,karena ada yang ingin dia tanyakan.karena merasa kesel.Aldi pun menghentikan langkah nya.


"Ada apa? Saya sedang buru buru!"tanya Aldi dingin dia bahkan malas menatap ke arah lawan bicara nya.


"Saya ingin bertanya,dimana sekarang Yana bekerja?" Tanya Zaky,sumpah demi apapun rasa nya saat ini Aldi ingin menenggelamkan Zaky di dalam kolam.


"Bukan kah kalian dekat? Kamu bisa menanyakan langsung sama Yana!" Ucap Aldi menatap sebentar ke arah Zaky dengan ujung mata nya.

__ADS_1


"Tapi kan bapak suami nya,dan.."


Bugggh


__ADS_2