
"Panggil aja sampai pita suara lo itu putus!"ujar Aldi datar,dia mengambil tali yang tadi nya mengikat tangan nya,kemudian akan mengikatkan tali nya ke Arka dan juga Novi,tetapi dia tidak berhasil karena Arka mendorong Aldi hingga tersungkur ke lantai.
Brukk..
Arka dengan cepat kembali memukul Aldi,beberapa kali Aldi mengelak dadi serangan yang di berikan oleh Arka namun tiba-tiba bahu Aldi di pukul kayu oleh Novi.
Penglihatan Aldi berkunang -kunang,dia sangat merasakan sakit,dan pada akhir nya dia terkulai lemas dia tidak bisa lagi melawan karena tenaga nya sudah habis melawan sakit yang ada di bahu nya.
Bersamaan dengan itu,tidak sengaja Foto pernikahan Yana terjatuh ke lantai hingga membuat kaca nya pecah.
Cetarrr...
"Astagfirullah,kenapa bisa jatuh?"ucap Yana srmbari mengutip serpihan kaca yang bercecer,Chellsee sekarang sudah pulas dan Yana bisa sedikit bersantai.namun tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara pecahan kaca.
Saat sedang mengutip tangan Yana tidak sengaja tertusuk pecahan itu,hati nya bergetar.perasaann nya mulai khawatir kepada keadaan suami nya.
Setelah membereskan pacahan,Yana pergi mengambil ponsel nya kemudian segera menghubungi nomor suami nya.
Tidak ada jawaban sama sekali,sudah beberapa kali di hubungi tapi tak kunjung ada jawaban.
"Kejutan apa lagi yang mau di kasih sama mas Aldi?"Yana bergumam sendiri,dia masih ingat bagaimana dulu Aldi membuat diri nya khawatir namun pada akhir nya dia mendapatkan kejutan,dan saat ini dia berpikir Aldi sedang memberikan dia kejutan
Tapi hati kecil nya merasakan kekhawatiran yang begitu dalam,tak ingin merasa khawatir berlebihan Yana menghubungi Anhar untuk mendapatkan informasi tentang suami nya.
"Hallo An? Kamu lihat mas Aldi gak,dari tadi aku telponin gak diangkat ?" Tanya Yana,bersamaan dengan itu Chelsee menangis,,Yana meletakkan ponsel di ranjang lalu mengambil Chelsee dari ranjang bayi kemudian mengamit ponsel nya lagi.
"Hallo An? Kamu disana kan? "Tanya Yana,dia tidak mendengar jika Anhar sudah berbicara sejak tadi.
"Bang Aldi belum kelihatan sejak pagi kak,aku malah berpikir kalau bang Al sedang cuti"ujar Anhar,dia sama sekali tidak mengetahui dimana Aldi dan apa yang terjadi kepada abang nya itu,karena Leon juga tidak mengabari jika Aldi sedang diculik.
"Masa sih? Padahal tadi pagi brangkat lumayan cepat lho,mungkin lagi meeting atau lagi sama papa Tian? Coba deh kamu lihat dulu An! Prasaan kakak gak enak ini"ucap Yana,sangat terdengar jelas nada khawatir disana apalagi Anhar mengatakan jika Aldi sama sekali tidak ada di kantor.
"Iya kak,aku bakal tanya sama bang Leon"
Panggilan berakhir,Yana pun menunggu kabar selanjut nya dari adik ipar nya.tapi dia tidak habis pikir pergi kemana suami nya kalau bukan ke kantor,bahkan dia tidak mengabari Yana sama sekali.
Di kantor
Setelah mendapatkan telpon dari kaka ipar nya,Anhar langsung menuju ruangan Leon untuk melihat situasi disana.
"Apa An? Muka lo serius banget"
"Lihat papa Chelsee gak bang? Iatri nya nyariin dari suara nya sih khawatir banget"jawab Anhar,Lein berpikir sejenank mengingat kembali obrolan mereka tadi pagi.
"Kata nya dia lagi di culik,dia neloin gue tadi pagi"ujar Leon sembari memegang dagu nya.
"Lho kok gak lapor polisi? Abang malah santai kek gak ada beban"Anhar sedikit marah karena Leon terkesan cuek dengan bang kandung diri nya.
"Lo denger dulu,tadi pagi dia nelpon gue dengan nada suara yang gak menyakin kan.dia santai banget kayak gak terjadi apa-apa sama dia jadi gue pikir dia lagi bercandain gue"sahut Leon,lelaki itu kembali berpikir langkah apa yang selanjut nya dia lakukan.
"Kita cari dia sekarang! Lo panggil polisi! Kaya nya dia lagi dalam bahaya"tambah Leon lagi.
"Kaya nya udah telat,kalau dia dalam bahaya,berarti sekarang dia sudah tak bernyawa"ucap Anhar,dia masih terlihat kesel karena Leon baru berpikir bahaya sekarang
"Hus mulut lo! Cepat lo kerjasan apa yang gue perintah,nafas nya masih ada satu dua itu,dia masih bernyawa"ujar Leon bercanda,membuat Anhar berdecak kesal,namun alih-alih bercanda dua pun menghubungi polisi.
Sementara di gedung kosong,Arka kini sudah mengikat Aldi dengan tali lagi,kali ini ikatan nya sangat di perketat,Aldi hanya bisa tertunduk lemas dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang dia di tertawakan oleh Arka.
__ADS_1
"Haha,itu yang lo bilang bencong ? Sekarang lo bakalan mati di tangan anak buah gue"ujar Arka tertawa berbahak.
Arka memanggil anak buah nya dari luar,tidak berselang lama kelima irang itu masuk menemui Aldi,mereka terlihat memaku ketika melihat Aldi yang kini tengah menunduk lemas,Novi masih berdiri disana memperhatikan penderitaan apa yang akan di rasakan oleh Aldi nanti nya.
Aldi pun mendongak kan kepala nya ke arah preman yang kini tengah berada di hadapan nya.
"Lepasin gue!"ucap Aldi dengan suara lemas.
"Mimpi kamu Al,hari ini akhir dari hidup mu! Itu akibat dari penolakan kamu,kecuali kamu berubah pikiran.kamu bisa meninggalkan istri mu dan hidup berbahagia bersama ku"sahut Novi dari belakang.
"Mending lo hidup sama Bejo ini,dia lumayan ganteng juga! Kalau lo berharqp hidup sama gue harapan lo bakal sia-sia!"timpal Aldi,membuat Novi kesel setengah mati sedangkan Bejo dia tersenyum malu-malu.
"Cepat Jo lepasin gue!"
Salah satu dadi mereka bergerak untuk melepaskan ikatan tangan Aldi, membuat Novi terbelalak tak percaya.
"Heh,kami udah bayar kalian mahal-mahal ya! Kalian mau coba berkhianat!"Novi berbicara dengan kencang.
"Kecilin suara lo,nanti penghuni sini marah gara-gara terganggu dengan suara lo yang cempreng itu"ujar Aldi,Novi berlari keluar untuk memanggil Arka yang kini tengah bersantai di atas kap mobil nya.
"Sayang,Anak buah yang kita bayar berkhianat!"ucap Novi tergesa-gesa,wajah nya kini pucat karena takut Aldi akan membakas perbuatan nya.
"Apa! Brani-brani nya mereka" Arka beralih ke dalam gedung untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi,dan benar saja Aldi kini telah di lepas kan.
"Hem,kalian tidak akan lolos begitu saja!"ucao Arka,ternyata dia tidak menyewa satu komplotan preman saja,melainkan dua.dia mempunyai anak buah lain selain mereka berlima dan saat ini anggota nya yang lain kini sudah berada di belakang.dan parah nya anggota nya satu ini lebih kuat dari yang berpihak kepada Aldi.
Mereka membawa senjata tajam,dan juga pistol
Satu persatu anggota Arka mengeluarkan senjata tajam mereka,dengan wajah sangar juga badan yang tegap membuat Bejo dan yang lain sangat khawatir.
"Kalian tenang! Sebentar lagi polisi akan datang,atau kalian mau balik sama mereka lagi?"tanya Aldi berbisik,naluri nya berkata jika dia akan di selamatkan oleh sepupu nya.
"Hooi,maju sini kalau berani! Ya elah kalau bawa senjata pona'an gue juga bisa"ujar Abon teriak,dia memanas-manasi anggota Arka
"Kita ulur waktu selama mungkin,sampai para polisi sampai disini"lagi Aldi berbicara dengan berbisik.
"Siap bos,ayo aja gue mah"sahut Bejo.
"Heh,dengan atau tanpa senjata ini kalian pada pasti akan kalah"ucap bosa preman yang berpihak kepada Arka.
Sementara Anhar,dia sudah menghubungi pihak polisi.dan sedang menuju ke TKP dimana Aldi hilang.
Di sebuah jalan yang sepi,mobil Aldi terparkir rapi tidak ada tanda kerusakan di mobil nya itu,Leon pun meminta orang kepercayaan nya untuk melacak keberadaan sepupu nya melaui email ponsel.
"Seperti nya mobil nya tidak bermasalah,tidak ada pukulan juga di body mobil nya"ucap Polisi setelah meneliti mobil Aldi dengan seksama.
"Menurut saya,dia ini menyerahkan diri pak! Karna terakhir dia berbicara sama saya dengan suara yang tenang.dan menyuruh saya untuk membawa polisi"ujar Leon dengan wajah yang sedikit bingung,seperti nya dia hanya menerka-nerka.
Anhar mendapatkan panggilan dari kakak ipar nya lagi.
"Hallo kak,kakak tenang aja dulu di sana Anhar lagi cari bang Aldi ini"ucap Anhar ketika dia sudah menerima panggilan.
"Memang nya mas Aldi kemana sampai kamu gak bisa nemuin dia? Dia baik-baik aja kan?" Tanya Yana,sebagai seorang istri pasti merasakan batin yang gelisah ketika suami nya dalam masalah.
"Anhar belum tahu,masalah nya bang Aldi tadi pagi nelpon papa nya Tian,dan ngabarin kalau bang Aldi lagi di culik.tapi papa nya Tian malah anggpa abang bercanda"adu Anhar.
"Ya allah,kenapa bisa di culik sih? Kamu udah lapor polisi belum An?"Yana bertambah risau dia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.
__ADS_1
"Udah kak,kami dan polisi sedang mencari keberadaan nya abang jadi kakak gak usah khawatir"
Panggilan berakhir,Anhar kembali menatap layar laptor kepercayaan Lein untik melihat lebih jelas dimana keberadaan abang nya berada.
Setelah beberapa jam melacak,akhir nya mereka menemukan lokasi Aldi yang akurat mereka pun menuju ke sana.
Para polisi dan Anhar menghentikan mobil nya satu meter dari gedung agar tidak terdengar oleh orangan Arka.
Mereka mengendap-endap ketika sudah berada di dalam gedung,para polisi siaga dengan pistol yang ada di tangan nya.
Terlihat di gedung itu ada sepuluh preman,lima orang sedang berada di dekat Aldi dan lima lagi berada di barisan Arka.
Leon sangat mengenali siapa lekai yang ada di depan Aldi sekarang,tangan nya menggepal darah di dalam tubuh nya terasa mendidih,dia berjanji setelah ini dia kan mencari maslah dengan orang yang telah membebaskan nya dari dalam penjara.
Leon mendekatkan bibir nya ke telinga polisi.
"Laki-laki itu seharus nya masih di dalam penjara,tapi dia di bebaskan oleh orang yang saya tidak ketahui,setelah permasalahan ini selesai cari tahu siapa yang membebaskan nya"bisim Leon sembari menunjuk ke arah Arka,polisi sekarang menerti siapa yang menjadi target utama bagi mereka.
DORRR
Polisi ynqbg sejak tadi membidik akhir nya melepaskan pelatuk nya,peluru itu mengenai bos preman yang tepat berada di samping Arka,semua terkejut Arka kelimpungan melihat ke seluruh ruangan begitu juga para preman mereka ketakutan,dan segera berlari untuk meloloskan diri dari polisi.
Empat orang preman berlari dengan cepat,mencari jalan keluar agar bisa bebas dari polisi,tetapi karena tempat itu sudah di kepung mereka tidak dapat kabur,sedangkan Arka,dia sangat ketakutan sekarang.di dalam pikiran nya dia harus bisa lepas dari tangan polisi karna dia sangat bosan hidup di dalam penjara.
Dia pun berlari ke arah lantai dua secepat mungkin,polisi mengejar nya.Arka secepat kilat berlari ke atas hingga saat di sana dia kebingungan karena tidak ada jalan keluar dari lantai dua.
"Berhenti!""teriak polisi,Arka tidak ingin di tangkap Alhasil dia melompat dari lantai dua,dia berpikir paling kaki nya saja yang akan patah jika dia berhasil melompat,dengan ancang-ancang dia melompat bak seperti sepiderman namun naas organ tubuh nya yang terlebih dahulu jatuh adalah bagian kepala,hingga kepala nya terbentur ke batu besar yang ada di lantai satu,darah berceceran karena kepala nya cidera.
Sedangkan di lantai satu,preman yang di bayar oleh Aldi tadi pun hampir di tahan karena salah paham.
"Maaf pak,mereka hanya ingin menolong saya jadi jangan tangkap mereka"ucap Aldi,polisi pun mengurungkan niat untuk menangkap mereka.
"Makasih bos"ucap mereka.
"Lo punya masalah apa sama sama dia? Kok bisa ber urusan sama laki-laki itu?"tanya Leon.
"Wanuta itu dalang dari semua nya,dia sakit hati karena gue gak mau balikan sama dia,dan dia melakukan segala cara agar bisa depetin gue,ciihh murahan"
Aldi mengumpat Novi di akhir kalimat nya karena merasa kesel kepada wanita itu.
Novi hanya terdiam sembari menunduk,wanita itu ketakutan sekarang.dia belum siap untuk masuk ke dalam penjara tapi dia juga tidak memiki keberanian untuk kabur.
"Canti-cantik kok mau jadi plakor mbak! Tapi lebih cantik kakak ipar saya sih"ucap Anhar.
"Tadi kak Yana nyariin dia khawatir banget,mending hubungin dia dulu deh bang"ucap Anhar,abang nya itu pun mengecek ponsel dan ternyata benar puluhan panggilan dari istrinya tidak terjawab.
"Apa kita sudah bisa pulang pak?" Tanya Aldi,seketika dia ingin memeluk istri nya.
"Sebentar pak,rekan kami yang lain sedang mencari lelaki yang berlari ke lantai atas tadi"ucap Polisi,Aldi sempat melupakan lelaki yang dia sebut bencong itu.
"Baik pak,kalau seperti itu kami bisa masuk mobil terlebih dahulu kan?" Aldi merasa sangat jengah melihat Novi yang berpura-pura menjadi orang bodoh.
"Silahkan! " jawab polisi.
Novi berlutut di hadapan Aldi "Al,maafin aku.tolong jangan biarkan aku masuk penjara Al tolong"ucap Novi dia terlihat sangat kasihan sekarang.
"Lepasin" Aldi terus berjalan setelah menyingkirkan Novi dari kaki nya.
__ADS_1
Polisi yang ada di atas kembali turun untuk mengecek keberadaan Arka di bawah,mereka mencari Arka di sekitar yang berumput.
"Pak ini ada darah!"