
"Bagaimana jika kita yang menikah,bagaimana pun citra adalah anak kandung ku".
Fatma terkejut dengan pernyataan Budi,dia masih berpikir menerima tawaran nya atau menolak,jika dia menceritakan semua nya kepada citra pasti kedua anaknnya akan kecewa terhadap nya,namun jika dia mau berumah tangga dengan Budi maka hidup nya akan terjamin,dan anak nya akan kuliah tanpa beban.
"Bagaimana Fatma?"tanya Budi yang tidak sabar mendengar jawaban dari Fatma.
"Tapi aku harus menanyakan hal ini kepada anak ku,sekarang dia berada di dalam penjara"ujar Fatma,dia sudah memikirkan matang matang.
"Baik lah kapan kita kesana untuk menanyakan hal itu kepada anak mu??"
"Kapan kamu ada waktu,tapi kalau sekarang,aku masih mau refreshing,soal nya baru hari ini aku baru bisa jalan jalan"ujar Fatma jujur.
"Selesai kamu jalan jalan,kita langsung ke kantor polisi meminta persetujuan dari anak mu"ucap Budi.
"Apa boleh ku temani "
"Kalau kamu mau,tidak masalah."
"Tapi ngomong-ngomong anak kamu masuk penjara karna apa"tanya Budi ketika mereka berjalan ke arah mall.
"Biasa lah,urusan anak muda".
"Balapan motor??"
"Bukan,tapi masalah dengan istri nya"
"Apa dia KDRT..?"tebak Budi lagi
"Gak,dia bermasalah perkara sertifikat rumah yang di ambil alih oleh istri nya setelah bercerai."jawab Fatma.
Budi mengangguk paham.
"Kamu mau beli apa dulu"?tanya Budi,ibu dari dua anak itu merasa senang ada yang membiayai belanjaan nya kali ini,dia borong baju serta kosmetik yang dia suka,tak lupa dia beli Hells,bak seperti anak remaja yang sedang masa puber.
Setelah berkeliling dan memilih barang barang yang dia inginkan Fatma berjalan ke kasir yang di ikuti oleh Budi.
"Itu aja"
"Iya ini udah cukup kok"ujar Fatma senang,
Setelah membayar ke kasir,Budi mengantarkan Fatma ke rumah nya terlebih dahulu.
"Rumah kamu masih yang lama ternyata"ucap Budi ketika mereka telah sampai di depan rumah yang sedikit mewah.
"Beda nya,sekarang sudah di renovasi,uang dari siapa?"tanya Budi.
"Anak ku,sejak dia bekerja di perusahaan ternama,dia bisa membangun rumah ini lengkap dengan isi nya"ujar Fatma sembari memunguti paperbag tempat belanjaan nya.
"Aku antar ke rumah dulu ya"ujar Fatma keluar dari mobil.
Tak berselang lama,Fatma kembali ke dalam mobil,untuk pergi ke kantor polisi menjenguk arka sekaligus meminta restu.
"Tapi aku gak yakin anak ku akan setuju jika aku menikah lagi"ucap Fatma ragu.
"Kita coba dulu,kalau dia tidak setuju,kita bisa kawin lari bukan,kamu bisa mencari kebahagiaan mu sendiri,demi anak kita"ucap Budi menyakin kan
__ADS_1
"Apa kamu bisa memberi aku kesenangan sekarang..???,,seperti waktu itu..??"tanya Budi menatap Fatma lekat.
"Tentu saja,tapi setelah kamu menikahi aku nanti"ujar Fatma,dia sudah tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti dulu.
"Baik lah,mari kita lihat anak kamu"ucap Budi sembari menjalankan mobil nya.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhir nya mereka kini telah sampai di kantor polisi.
Mereka kini menunggu arka di ruang jengguk.
"Mamah bawa pengacara buat bebasin arka"? Tanya anak nya bahagia,Fatma tidak langsung menjawab dia bingung harus berbicara dari mana.
"Ngak,mama kesini mau nanya sama kamu,apa kamu mau kalau mama nikah lagi"?? Tanya Fatma sedikit ragu.
"Sama lelaki ini"tanya arka terlihat wajah nya datar.
"Iya,saya ingin menikahi ibu kamu"jawab Budi tak kalah datar.
"Apa yang bisa anda berikan kepada ibu saya"tanya arka.
"Saya akan membahagiakan ibu kamu,dan memenuhi kebutuhan nya"ujar Budi yakin,namun wajah nya datar,dia tidak suka dengan sambutan anak Fatma ini,jika bukan karna dia memiliki anak dari Fatma,dia tidak akan mau berbicara bagus kepada anak lelaki dari Fatma itu.
"Jika saya tidak setuju,apa yang anda lakukan"tanya arka angkuh.
"Mama gak perduli,kamu setuju atau ngak,mama kesini cuma mau ngasih tahu itu,dan mama ingatkan sama kamu sopan terhadap mas Budi"ujar Fatma marah,Budi tersenyum simpul mendengar perkataan Fatma,seolah mengejek arka yang telah kalah dalam pertandingan.
"Mari kita pergi dari sini"ujar Fatma berlalu pergi dari ruangan jengguk meninggalkan arka yang tengah marah.
"Kamu yakin fat"tanya Budi ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Ngak,kita tetap akan menikah"ucap Budi menjalan kan mobil nya.
Di sepanjang perjalanan budi menanyakan kebiasaan anak nya,makanan kesuakaan,Fatma menceritakan tentang anak perempuan nya itu,dan ternyata favorit nya sama dengan Budi.
"Apa sebaik nya kita tes DNA dulu,biar menjamin jika citra itu adalah anak kandung kamu" tanya Fatma basa basi.
"Tidak perlu,yang terpenting sekarang aku ingin melihat wajah anak ku "ujar budi tidak sabaran.
Setelah lama bercengkrama di dalam perjalanan,akhir nya kini mereka telah sampai di kediaman Fatma.
"Apa jam sekarang citra sudah pulang..?
"Seperti nya belum"
"Sebaik nya kamu pulang dulu,nanti malam sekitar jam tujuh kamu datang lagi kemari,soal nya gak enak di lihat tetangga"ucap Fatma,dia malas jika harus mendengar ocehan tetangga.
"Sejak kapan kamu perduli dengan tetangga,"
"Sejak anak ku sudah besar,apalagi statusku seperti ini,orang orang pasti akan mencemooh"ucap Fatma,karna memang dia sering seperti itu jika melihat tetangga nya membawa laki laki lain ke rumah nya.
"Yaudah,kamu masuk,biar aku tunggu di simpang sana,kamu tahu sendiri kan rumah kan sangat jauh dari sini,sangat melelahkan jika aku harus pulang balik"ucap Budi mengalah.
"Itu terserah kamu" ucap Fatma tidak mau tahu.
Fatma keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah nya,langsung mengunci pintu,dia mandi kemudian mencoba baju baju yang telah ia beli tadi sewaktu di mall.
__ADS_1
Sedang asik mencoba baju,pintu nya di ketuk oleh anak nya.
Tok tok tok.
Clek.
Citra melihat ibu nya yang tengah mencoba baju branded.
"Mamah belanja sebanyak ini??"tanya citra prustasi,dia berharap uang yang di berikan nya tadi pagi di belikan untuk lauk dan disisihkan untuk uang kuliah.
"Iya.emang kenapa ??"
"Uang yang ku kasih tadi pagi,untuk biaya makan kita dan biaya kuliah aku mah"keluh citra sembari menghempaskan tubuh nya di sofa.
"Uang kamu masih mama simpen kok dan masih utuh ,kamu tenang aja"ucap Fatma santai.
"Trus,uang untuk beli semua baju branded ini dari mana"??tanya citra bingung,bagaimana pun dia tahu jika mama nyabtidak bekerja dan tidak memiliki uang tabungan sama sekali.
"Mama gak jual rumah kita kan ?"tanya citra khawatir.
"Gak,ini yang bayarin,calon suami mama"
"Kamu mau kan,punya ayah "tanya Fatma,putri nya itu hanya bisa melongo.
"Seriusan mama mau nikah??,emang ada yang mau sama mama??,em maksud citra emang mama gak malu nikah lagi"ralat citra,
"Gak lah,ngapain malu,mana calon nya tajir mana mau mama tolak"ucap Fatma
"Serius dia mau sama mama,nanti dia cuma ngejar citra aja,tapi alasan nya nikahin mama,citra takut Lo kalau di perawani oleh papa tiri"ucap citra blak blakan.
Sedang asik berbincang pintu rumah mereka di ketuk
Tok tok tok
"Siapa mah"??
"Gak tahu,biar mama lihat dulu"ujar Fatma beranjak.
Clek.
"Kamu,??",kan aku bilang kamu datang nya jam tujuh malam kok datang nya sekarang"tanya Fatma bingung.
"Aku lihat anak kita sudah pulang,aku udah gak sabar ingin ketemu dia"ucap Budi.
"Yaudah,silahkan masuk"
"Siapa mah"tanya citra,belum Fatma menjawab citra langsung bisa menebak jika laki laki itu adalah calon mama nya.
"Ini calon mama itu"tanya citra,tidak ada yang menjawab hingga pada akhir nya Budi memeluk citra kuat.
"Lepasin"??pekik citra heboh,Budi melepas pelukan nya.
"Apa apaan sih,jangan bilang kalau mama jodohin aku sama om ini,aku gak mau mah"ujar citra.
"Aku ini ayah kandung kamu sayang"
__ADS_1