
Gruduk..
Seperti hal nya playboy Leon memiliki cara untuk memikat incaran nya,nah kali ini dia sengaja menjatuhkan diri ke badan Mira sehingga dia menindih badan mungil wanita cantik itu.
Di pandangi nya wajah wanita yang dia cintai,sama hal nya Mira juga memandang wajah Leon dari jarak yang sangat dekat,dada nya sedikit berdegup, apalagi saat Leon lebih mendekatkan wajah nya ke Mira,mata wanita itu terpejam seolah menerima hantaman yang akan datang.
Cup
Mata Mira terbelalak ketika bibir sensual Leon mendaratkan satu kecupan singkat di bibir nya,wanita itu pun mendorong dada bidang Leon.
Brak.
Sangking terlalu kencang nya Mira mendorong Leon,sang empu pun terjatuh ke lantai.
"Bapak apa apaan sih"marah Mira,dia tidak terima kalau Leon mencium bibir nya seperti itu padahal diri nya sendiri tadi yang terhipnotis oleh bibir sensual Leon.
"Aduuh sakit Mira"ucap Leon sembari memegang pinggang nya,Lalu bos itu pun ingin berdiri namun Dia memiliki satu ide lagi untuk memodusi Mira.
Dia menjatuhkan lagi tubuh nya lalu mengaduh kesakitan,tanpa peduli Mira sedang marah kepada nya karena telah mencium nya tanpa ijin terlebih dahulu.
"Aduh, aduh sakit"ucap nya berharap Mira akan perduli,dan ternyata dugaaan nya benar Mira mendekat ke arah nya lalu
"Nih biar tambah sakit nih nih"ucap Mira dia menggoyang goyangkan pinggang Leon dengan kekuatan penuh,dia tahu Leon hanya berpura pura karena sofa yang mereka duduki tidak terlalu tinggi.
"Aduh Mira sakit mir"ucap Leon yang masih saja berpura pura kesakitan,namun Mira tetap saja menggoyangkan pinggang bos nya itu.
"Mira tolong,saya punya riwayat sakit di pinggang pasca kecelakaan,tolong jangan main main dengan pinggang saya''ucap Leon dengan suara serak, seperti nya memang Leon ahli di bidang modus.diri nya memang pernah kecelakaan dan sedikit cedera di bagian pinggang namun sudah sembuh dan tidak akan berulang.
Mira sedikit kasihan melihat bos nya kesakitan seperti itu.
"Maaf pak saya memang sengaja"ucap Mira ketus,dia berjongkok tepat di dekat Leon yang masih saja memegangi pinggang nya
Leon ingin tertawa melihat wajah Mira yang ngambek itu,namun dia tahan.
__ADS_1
"Kamu sengaja mau bunuh saya"ucap Leon lemes.
"Iya gak membunuh juga sih,buat cacat aja saya sudah puas"balas Mira.
"Emang kamu mau punya suami yang cacat nanti nya"ucap Leon.
"Ogaaah"balas Mira memutar mata malas.
"Kamu gak berniat mau nolong saya"tanya leon.meminta belas kasihan dari Mira.
Mira pun segera memegang kedua pundak bos nya lalu mengangkat nya seperti anak bayi namun tenaga Mira tidak kuat karena bobot bos modus nya itu terlalu berat,Mira mencoba mengangkat lagi namun tubuh nya terjatuh menindih badan bos nya itu dan segera berdiri.
"Maaf pak,saya tidak sengaja"ucap Mira membenarkan baju nya yang terangkat ke atas.
"Saya panggil kan bantuan dulu ya pak,takut nanti pinggang bapak bertambah parah "ucap Mira sembari berlari ke luar dengan kaki nya yang masih sedikit pincang.
Leon sangat senang melihat Mira yang begitu peduli terhadap diri nya padahal diri.dia segera menghubungi supir beserta satpam agar tidak datang ke mari.
"Nanti setelah bapak sembuh,segera pecat supir dan juga satpam "Mira berucap sembari mendekat ke arah Leon.
"Menolong saja tidak mau dan Mereka bahkan tidak mau melihat keadaan bapak ke sini,"omel Mira sembari berusaha mendirikan Leon.
"Kenapa kamu begitu perduli terhadap saya Mira,bukan kah kamu juga senang saya hilang dari bumi ini"ucap Leon.
"Saya perduli itu sebagai bentuk rasa kemanusiaan pak,dan saya tidak pernah bilang kalau saya senang melihat bapak hilang di telan bumi "ucap Mira,bos nya itu diam berpikir perkataan Mira ada benar nya perduli karna rasa kemanusiaan taoi Leon yakin suatu saat nanti Mira akan perduli kepada nya karena rasa cinta.
Leon perlahan berdiri di bantu oleh Mira Lalu dia di baringkan di ranjang yang terpisah dari ruang kerja nya.
"Terimakasih"ucap Leon.
"Sama sama pak,kalau begitu saya kembali bekerja "ucap Mira sembari berjalan ke arah tempat kerja nya.
Mira duduk di kursi nya lalu memegang bibir yang tadi di kecup oleh Leon.
__ADS_1
"Ish,harus nya gue gampar mulut CEO mesum itu,bisa bisa nya gue penjamin mata tadi"gerutu Mira pada diri nya,namun lain dengan Leon saat ini dia sedang senyum senyum mengingat kembali kecupan nya di bibir Mira sembari memeluk guling yang ada di ranjang nya, Lalu berguling guling di tempat tidur
Bugghh.
"Adduuhh"teriak nya, Mira yang mendengar itu berlari kecil ke arah asal suara dan melihat Leon sedang berbaring di lantai dengan menindih bantal guling.
"Astaga,bapak jatuh,kok bisa"ucap Mira sembari memegang kedua pundak Leon.
"Kamu perhatikan banget sih sama saya,padahal saya ga apa apa Lo"ucap Leon dengan senyum menggoda,bersama dengan itu Mira langsung melepaskan pegangan bahu Leon.
"Jangan salah mengartikan pak,saya datang kemari dengan cepat,ya karna saya berpikir kalau terjadi sesuatu kepada bapak pasti bakalan saya yang di salahkan lantaran hanya ada saya dan bapak di ruangan ini "jawab Mira.
"Iya iya,yaudah angkat"ucap Leon manja menyodorkan kedua tangan nya Mira mengangkat bos nya itu dengan semua tenaga yang ada di dalam diri nya.
"Jangan kentut"ucap Leon yang melihat wajah Mira yang sudah merah karna mengeluarkan semua tenaga nya.
Mira hanya diam mendengar ucapan bos nya itu.
"Jangan salto salto lagi pak,bisa bisa beneran patah tu pinggang"sindir Mira sembari berjalan ke arah tempat kerja nya
Bos nya itu hanya bisa senyum senyum.
"Wajah nya lucu banget kalau lagi di ledek seperti itu"gumam Leon sembari mengelus guling.
Setelah bekerja selama kurang lebih enam jam waktu istirahat makan pun tiba mira berencana memakan bekal yang tadi endang titipkan kepada Leon,namun dia teringat kepada bos nya itu.
"Pak,mau Titip makanan gak saya mau keluar beli makan siang"tanya Mira ketika dia sudah berada di ruang pribadi Leon.
"Tidak,saya bisa pesan lewat online,kamu makan saja dulu,bekal kamu masih ada kan"ucap Leon.
"Iya pak,saya permisi"ucap Mira lalu segera memakan bekal nya,dia menatap ke sebelah duduk nya dimana tadi pagi Leon duduk.
"Kok terasa sepi"
__ADS_1