Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
mencari tahu siapa pelaku koruptor


__ADS_3

Setelah acara lamaran kemarin bos dari perusahaan king karl itu terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Leon air dia memilih untuk memesan tiket ekonomi,dia penasaran akan rasa nya  menjadi rakyat biasa,karena bosan menggunakan pesawat pribadi kemana mana  alhasil kursi nya bersebelahan dengan wanita paruh baya yang kecentilan.


Sebelum dia berangkat ke Kualanamu dia menemui kekasih nya ke rumah berharap calon mertua nya mengijin kan diri nya membawa Mira ikut ke Jakarta namun endang tidak memberi ijin untuk mereka berdua an terlalu lama takut anak nya itu akan khilaf,karna mengingat pernikahan mereka akan di laksanakan satu bulan lagi,alhasil Leon terbang sendiri untuk mencari siapa orang yang berani bermain main dengan perusahaan nya.


Setelah menempuh jarak selama dua jam lebih akhir nya Leon sampai di soekarno - Hatta dia merasa jengkel terhadap wanita paruh baya yang duduk di sebelah nya yang kini masih saja mengikuti nya keluar dari bandara,wanita paruh baya itu kerap memeluk Leon di pesawat hingga saat ini dia selalu membuntuti Leon.


"Mas boleh minta nomor wa nya gak,mana tahu nanti kita berjodoh"ucap wanita paruh baya itu.


Leon bergidik ngeri menggelengkan kepala nya lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya dari tadi.


"Jalan pak"ucap Leon datar,supir itu  pun memacu kecepatan tinggi agar cepat sampai di perusahaan king karl.


Leon memasuki king karl dengan awajah yang di tekuk selain mood nya yang kurang baik Karna tidak bisa mengajak calon istri nya ikut dia masih risih dengan baju yang tadi di peluk oleh wanita paruh baya waktu di pesawat.


Setelah memasuki ruangan CEO dia langsung membuka jas yang tadi ia gunakan.


"CK,cukup sekali aku naik pesawat umum"gerutu nya,dia melihat ke arah ponsel berharap Mira menanyaka diri nya apakah sudah sampai namun tidak ada notif di sana.


Lalu dia menekan nomor ponsel kekasih nya itu kemudian menghubungi nya


"Hallo"ucap Leon ketika panggilan sudah terhubung.


"Hallo"jawab Mira mengucek mata nya.


"Kamu kok gak nanya aku udah sampai atau belum"omel Leon.


"Hmm,udah sampai belum"tanya Mira,mata nya terasa berat,dia baru saja bangun dari tidur nya.


"Belum"jawab Leon dingin,Mira yang mendengar itu langsung membulatkan mata nya lebar.


"Maaf ya sayang,aku baru bangun "ucap Mira di sebrang.


"Oh iya,pagi pagi begini kok tidur,padahal kan tadi aku ke rumah kamu duah bangun"ucap Leon dia ingin mengalihkan panggilan agar bisa berubah ke mode video call namun Mira tidak menerima permintaan video call itu.


"Terima dong panggilan nya"ucap vino datar,Mira kemudian menerima panggilan video itu.


Leon melihat tampilan layar handphone nya terlihat wajah Mira di situ.

__ADS_1


"Kusut banget wajah nya"ucap Mira ketika memandangi wajah calon nya itu.


"Lagian kamu gak mau ikut buat nemenin aku disini"ucap nya.


"Bukan gak mau,mama kan gak kasih ijin tadi"balas Mira senyum.


"Kamu tahu gak tadi waktu di pesawat ada cewe yang dekat dekat sama aku"ucap Leon dia mau memanas manasi Mira.


"Terus"


"Kok gak cemburu sih"ucap Leon.


"Gak tuh,buat apa juga cemburu,orang kamu nya kusut begitu,pasti cewe yang nempel tadi jelek,"tebak Mira wajah nya terlihat mengejek Leon.


"Iya,udah jelek tua pula"ucap Leon,itu berhasil membuat Mira tertawa renyah.


"Maka nya jadi orang itu jangan terlalu ganteng,lihat kan hasil nya sampai nenek nenek pun ingin menjadikan kamu berondong nya hahahaha"ucap Mira sembari tertawa dia sudah membayangkan gimna mood Leon tadi saat di pesawat.


"Ketawa aja terus".


"Memang,sebelum tertawa itu bayar blek"ucap Mira sembari mengulurkan lidah nya di kamera handphone nya


"Ya sudah kamu baik baik ya disana,jangan lupa makan"ucap Leon perhatian.


"Iya,kamu juga yah,jangan lupa makan,dan ingat jangan sampai membahayakan nyawa orang lain"ucap Mira,dia tidak ingin calon suami nya itu main hakim sendiri,karena mendengar cerita dari camer nya Leon adalah orang yang pernah membunuh orang karena melakukan kecurangan di perusahaan nya.


"Iya sayang,daaa"


"Daa"


Namun panggilan tetap terhubung,Leon masih betah memandangi wajah kekasih nya.


"Kok belum di matiin,kamu kesana mau kerja Lo bukan buat vcan sama aku"ucap Mira dan akhir nya Leon pun memutuskan panggilan.


"Muuaachhh"ucap Leon mencium layar handphone nya membayangkan itu adalah Mira,sedangkan kekasih nya disana hanya terkekeh melihat kelakuan kekasih nya itu.


Leon mendatangi ruangan menenger.

__ADS_1


Clek,


Menejer yang tadi nya asik memainkan ponsel langsung berdiri karna melihat bis nya itu datang keruangan nya


"Pak"ucap Radit sembari menundukkan kepala nya. Dia adalah menejer yang menggantikan posisi arka Kusuma setelah arka di turunkan ke Cleaning servis.


Leon yang tidak mau basa basi langsung memberikan satu maps.


Blub.leon membuangkan maps itu ke meja radit,kemudian Radit mengambil dan membuka maps yang di berikan Leon.


"Itu adalah data pengeluaran dan pendapatan selama tiga bulan"ucap Leon dingin


"Iya pak saya sudah membaca nya"ucap Radit gugup.


"Kamu yang berkata jujur,atau saya harus mencari bukti nya"ucap Leon, ekspresiwajah nya membuat orang yang melihat nya keringat dingin.


"Saya tidak tahu tentang masalah ini pak"


Praaakk kursi yang ada di depan duduk Radit tercampak ke dekat jendela dan itu berhasil membuat jantung Radit berdetak tidak karuan.


"Siapa pelaku nya"teriak Leon dengan tatapan tajam Ake arah Radit sehingga menejer nya itu tidak berani membalas tatapan itu.


"Maaf pak,tolong jangan pecat saya bukan saya pelakunya"ucap Radit dengan suara bergetar. Memang bukan dia pelaku nya tapi dia mengetahui pelaku nya berbuat seperti itu.


"Saya tanya siapa pelaku nya "bentak Leon,sebenar nya dia sudah tahu siapa pelaku nya dari riwayat  transaksi yang dia lihat namun dia ingin melihat kejujuran menejer nya ini.


"Pak Darmawan sentosa pak"jawab Radit dengan tangan yang bergetar, Darmawan sentosa adalah HRD di perusahaan Leon sejak sepuluh tahun yang lalu tapi entah mengapa HRD ini berani menggelapkan uang perusahaan  milik Leon Brata  sekarang


"Pertemukan saya dengan dia"ucap Leon,menejer itu pun berlari keluar untuk memanggil HRD itu.


Tok tok tok


Clek,


"Pak,di panggil oleh bos"ucap Radit dengan wajah yang pucat.


"Untuk apa"tanya Darmawan.

__ADS_1


"Jangan bilang,kalau bos tahu tentang uang yang kita gelap kan"ucap dermawan.


__ADS_2